Terjerat Genggaman Palsu

Terjerat Genggaman Palsu
TGP 32 Manis dan Legit


__ADS_3

Sansan yang begitu sabar mematuhi saran dari Dokter untuk tidak menyentuh istrinya sebelum enam bulan, kali ini merasa beruntung. Sang istri dengan senang hati memenuhi has rat nya yang sudah membuncah.


Kegiatan mandi yang baru saja di nikmati Renata harus berakhir dengan kegiatan yang bermandikan peluh. Seolah padang tandus yang lama tak tersambangi hujan, Sansan dan Renata bergelung rindu yang berhembus berdesah manja penuh nada cinta.


Melepaskan segala kerinduan, seakan larut dalam surga dunia membuat keduanya meleburkan gelombang kenikmatan bernuansa halal dan penuh suka cita.


Setelah beberapa kali senjata nya menembakan peluru dalam goa sempit akhirnya Sansan melakukan gencatan senjata. Dirinya sudah merasa menang menaklukan has rat nya yang berkobar membara selama hampir enam bulan ini.


Dengan raut muka yang berbunga-bunga Sansan memeluk sang istri yang nampak kelelahan setelah hampir 2 jam kerja lembur dimangsa sang suami.


"Kenapa istri kesayangan ku cemberut gini.. mau bikin Mas tergoda dan melahap mu lagi ya." Goda Sansan dengan alis nya yang diturun naik kan.


Renata pun mendelik, tak ingin sampai suami nya itu memangsa nya kembali dia pun sontak tersenyum seraya memperlihatkan deretan gigi putih nya yang rapi.


"Mas.. aku lelah. Sebaiknya kita mandi bersih-bersih lalu Sholat dan kita turun kita makan malam. Si kembar juga kasian dari tadi kita tinggal sama Bibi." jawab Renata mencari celah agar Sansan suami nya itu tak membuatnya terkapar tak bisa berjalan.


"Tapi Mas masih ingin sayang. Makin lama istri Mas ini malah makin legit aja."


"Mas ini ya, legit legit memang nya istri mu ini wajid Cililin legit."


"Nah itu tau, wajid Cililin itu manis legit dan.." belum sempat meneruskan perkataan nya Sansan dibuat meringis oleh cubitan sang istri yang terlihat malu dan sekaligus kesal.


"Mas.. sudah ah jangan menggombal terus. Aku lapar banget."

__ADS_1


Sansan terkekeh melihat istri nya yang manja dan tak ragu Sansan pun menggendong sang istri untuk dibawa nya ke kamar mandi.


"Sayang, terima kasih. Aku benar-benar bahagia dan seperti nya mau sekali lagi. Apa boleh?"


"Mas.. ih mas nakal banget sii. nanti ya kalau kita sudah makan, dan aku sudah menidurkan anak-anak kita lanjutkan. Mas nakal banget kamu Mas iiih.." Jawab Renata ketika Sansan mencoba menggoda nya dengan mengusap-usap kan tangan nya ke paha dan kulit pinggang istri nya itu..


"Habisnya siapa suruh istri ku ini manis sekali. Membuat suami mu selalu ingin berada didalam mu saja." Jawab Sansan terdengar mesum.


Sansan meletakan istri nya dengan hati-hati di dalam bathtub yang telah terisi air hangat dan dibubuhi aroma terapi yang dapat merilekskan rasa lelah sang istri akibat perbuatannya tadi.


"Mas, mandiin.." entah angin muson timur yang sudah beranjak pergi dan berganti dengan angin muson barat, atau memang sengaja istrinya itu sedang menggodanya sehingga mengeluarkan kata-kata yang membuat pikiran Sansan liar dan ingin menerkam nya kembali.


Dengan seringai yang sulit di arti kan. Sansan pun ikut masuk kedalam bathtub menyusul sang istri.


"Jangan menyesal telah menggoda suami mu ini ya sayang. karena saat ini aku tidak menerima alasan atau pun penolakan." ucap Sansan dengan cepat menyambar si merah delima yang terlihat merekah indah tanpa aba-aba.


Melihat sang istri yang kelabakan meminta lebih. Sansan pun dengan senang hati memberikan apa yang sang istri butuhkan. Menikmati keintiman dengan sentu han yang dirasa memabukkan.


"Mas.. aku sudah mau ii.. ituuu".


Tanpa menjawab pun Sansan sudah tau jika istri nya akan mencapai puncak kenikmatan nya. Tak berselang lama Sansan pun ikut merasakan gelombang tsunami yang baru saja istri nya dapatkan.


Renata memeluk erat sang suami dengan mata terpejam. Dia lelah dan lapar tapi dia pun merasa nikmat tak terelakkan. Sansan yang merasa bersalah pun lantas memandikan istri nya itu penuh rasa sayang dan penghargaan. Diusap nya penuh kasih setiap inci tubuh yang selalu membuatnya ber ga irah dan berbagi peluh itu.

__ADS_1


*****


Tak ada makan malam yang romantis bagi keduanya, karena romantis bagi mereka berdua adalah makan malam yang diiringi oleh gelak tawa si kembar Sanrena dan Sanreta yang berada diatas kereta bayi yang sengaja tak berada jauh dari kedua sejoli itu.


Bi Yeti dan Bi Sumi yang ikut serta menikmati makan malam bersama pun turut merasakan kegembiraan melihat tuan dan nyonya rumah yang begitu harmonis dan semakin romantis.


Banyak do'a yang kedua asisten itu lantunkan dalam hati nya. Karena ketulusan sepasang suami istri itulah mereka merasa tetap berada dekat dengan keluarga nya.


Hingga tak terasa makanan yang tadi berada di atas piring pun tandas habis tak bersisa. Renata dan Sansan beranjak ke ruang keluarga membawa serta si kembar yang terlihat masih segar tak ada gurat rasa kantuk atau pun lelah setelah bermain.


Dengan sabar, Renata pun memberikan sumber kehidupan dua anak nya itu dengan bergantian dan penuh kasih sayang.


Di belai nya wajah tanpa dosa itu dengan hati yang penuh syukur. Tanpa berlama-lama kedua bayi cantik dan menggemaskan itu pun larut dalam rasa kantuk yang memaksa mereka memejamkan mata.


"Mas, Anak-anak sudah tidur. tolong gendong putri kecil mu ini. salah satu dari keduanya aku lihat wajah nya makin kesini makin mirip kamu. dan yang satu nya lagi mirip dengan aku ibunya. kenapa bayi kembar kita tak memiliki wajah yang sama ya Mas."


Sambil menidurkan anak yang ada dalam gendongan nya Sansan pun menjawab "karena cinta kita bukan hanya aku atau kau saja yang rasakan. tapi kita berdua. dan juga kita berdua yang siang malam memproses nya, masa harus mirip BI Yeti atau Bi Sumi. jadi anak-anak kita ini pasti mirip kita berdua sayang." jawab Sansan yang di iringi oleh anggukan kepala Renata tanda mengerti.


"Kalau nanti kita punya anak lagi, mas mau nya mirip siapa?"


"Ya mirip kita berdua lah sayang. jangan mirip dengan personel BTS atau pun Ariel Noah karena bukan mereka yang mempunyai senjata nya." jawab Sansan sambil terkekeh pelan seolah mentertawakan ucapannya sendiri.


Mereka pun masuk kedalam kamar yang berhubung dengan kamar si kembar.

__ADS_1


Setelah melakukan perawatan malam nya, Renata pun masuk kedalam dekapan suami yang telah siap memeluknya dan memberikan kehangatan.


Bersambung...


__ADS_2