Terjerat Genggaman Palsu

Terjerat Genggaman Palsu
TGP 47 Calon Mertua


__ADS_3

Erdian tak menyangka, jika bertemu kembali dengan Renata akan membuat hati nya merasa sangat takut. Takut jika Renata tetap tak mau membuka hati untuk dirinya juga putranya.


Sementara itu, Renata dengan langkah gontai nya melangkah keluar hendak meninggalkan tempat yang membuat nya kenyang sekaligus berakhir lemas. Dirinya merasa lemas lemah dan tak berdaya mendengar penuturan Sena yang mengatakan bahwasanya sebelum pergi meninggalkan nya mendiang suami tercintanya itu menitipkan sebuah pesan berupa amanat yang baru kini ia ketahui.


Jujur saja jika boleh memilih, perempuan itu lebih memilih bergelut dengan tumpukan berkas pekerjaan siang dan malam dari pada harus memikirkan masalah seperti ini yang membuat nya merasa geli sendiri.


Sesampai nya di parkiran Renata bergegas masuk ke dalam mobil nya. Pikiran nya saat ini sedang pusing memikirkan jawaban yang tepat. Jujur saja hati nya memang masih sedikit menyimpan ruang untuk Erdian, tapi dia juga tak siap jika harus kembali merajut suatu hubungan dengan pria manapun.


"Hhhhhm... Mas Sansan ada ada saja. Mas pikir aku tidak sanggup menjaga ke dua putri kita hingga harus melibatkan Erdian segala. Cckk, ya ampun bisa bisa gila jika terus dipikirin." Omel nya entah dia tujukan pada siapa.


Daripada pusing memikirkan hal yang membuat nya mendadak lemah letih lesu. Renata pun berpikir untuk pergi saja menemui Sansan dan mengomel langsung pada suami nya itu. Mobil yang dia kendarai itu pun langsung melesat membelah jalanan menuju ke tempat tujuan. Tak lupa, perempuan itu pun sebelum nya mengabarkan terlebih dahulu pada Danu orang kepercayaan nya jika dia akan mampir menemui suaminya sebelum kembali ke kantor.


"Assalamu'alaikum Mas apa kabar disana? Mas, kenapa kamu tega membuat istri mu ini pusing si Mas? Mas kan tahu kalau aku selama ini berusaha menghindari dan mengubur Erdian dalam hidup aku!. Kenapa sekarang setelah aku berhasil, Mas malah seolah menyuruhku kembali pada orang itu?!. Mas tega sekali. Sekarang aku bingung Mas, Sena dan Seta seperti nya ingin sekali aku menerima Erdian tapi aku merasa geli."


"Aku tahu Mas mengkhawatirkan aku juga anak anak. Aku tahu Mas tidak mau aku kesepian jika nanti anak anak pergi bersama laki laki pilihan mereka. Tapi aku mempunyai kenangan kita, kenangan tentang kita yang menemani ku jika aku kesepian. Jika situasi nya begini, aku jadi sangat merindukan mu Mas. Aku rindu sekali. Hiks hiks.."


Renata meracau diatas pusara sang suami, meluapkan segala yang dia rasakan saat ini. Terisak disana seperti anak kecil dengan kedua belah tangan yang dia pakai untuk menutupi wajah cantik nya yang tak kunjung memudar.


Tanpa dia sadari, Nick. Pemuda itu diam diam mengikuti hingga sampai di tempat yang sama dengan nya saat ini.


Pemuda itu semakin mengerti, ada kebimbangan juga ketakutan yang bisa dia lihat dari sorot mata yang kini sedang di banjiri oleh air yang seakan tumpah ruah bukti luapan isi hati nya saat ini.


"Tante Renata.."


"Tante baik baik saja?"

__ADS_1


Suara bariton itu sedikit mengagetkan dan menyadarkan Renata dari isakan nya. Segera ia usap sisa air mata itu agar tak terlalu nampak mengerikan di hadapan pemuda yang ia ketahui berperan sebagai putra nya Erdian dalam novel yang sedang kalian baca ini ya besti..


"Tante Renata, Tante baik baik saja kan?" kembali pemuda itu menyadarkan lamunan Renata.


"E.. eh i iya Tante ba baik baik saja, kamu Nick eh maksud Tante kamu sedang apa disini Nick? apa kau bersama dengan Sena juga Papamu?" jawab Renata sedikit tergagap.


Nick pun tersenyum seraya menenangkan lawan bicara nya agar tenang dan tak merasa tertekan dengan kehadiran nya.


"Tante, bisa kita bicara? maksud aku, boleh kita duduk dulu sebentar ada yang mau aku tanyakan sama tante."


"Hanya sebentar, aku janji." ucap Nick


"Kamu mau bertanya apa Nick? boleh lah kalau hanya sebentar. karena habis ini tante harus kembali ke kantor."


Mereka pun duduk di bangku yang tersedia di luar komplek pemakaman ditemani segelas air kelapa muda yang sengaja pemuda itu pesan kan guna menemani obrolan mereka agar tak membuat kering tenggorokan dan panas dalam.


Tanya Renata membuka obrolan


"Maaf tan, aku sebenarnya sangat penasaran dengan masa lalu Papa dan tante. Maaf jika aku lancang dan berani mengungkit hal ini. karena yang aku lihat dan aku rasakan selama ini, Papa ku begitu enggan membina suatu hubungan karena seluruh perasaan nya sudah habis untuk seorang perempuan dan itu adalah Tante Renata."


"Aku juga tahu, jika sebenarnya aku ini bukan putra kandung dari Papa. Mama hanya menjadikan Papa ku laki laki bodoh yang harus mau bertanggung jawab atas apa yang tidak Papa lakukan. Selama ini Papa hidup dalam kesepian dan bayang bayang Tante Re, tersiksa dengan segala dosa dan kesalahan nya, menyesali kebodohan nya dan juga selalu berdoa untuk kebahagiaan Tante."


"Papa ku manusia biasa yang banyak sekali melakukan kesalahan, tapi dia bagaikan malaikat buat ku. Aku mohon Tante Re, maafkan kesalahan Papa ku dan terimalah dia kembali setidak nya sebagai teman dan kawan."


"Aku pastikan Papa tidak akan kembali menyakiti hati Tante Renata. Aku mohon."

__ADS_1


Setelah selesai sedikit menjelaskan dan menceritakan kondisi Papa nya selama ini, pemuda itu lantas menangkupkan kedua tangan nya di depan dada, memohon agar Renata sudi memberikan maaf nya untuk sang Papa.


Melihat ketulusan dari pemuda di hadapannya, Renata pun ternyuh, tergugah dan sedikit merasa bersalah. Selama ini dirinya begitu egois, padahal jika di ingat kembali bukan hanya Erdian yang salah, tetapi dirinya pun ikut andil besar. Hanya mungkin Renata yang paling merasa di rugikan setelah dibuat enak oleh Erdian dulu.


"Sudah Nick, Tante rasa kamu tidak perlu seperti ini Nak. Tante sudah memaafkan Papa mu jauh jauh hari. Semasa mendiang suami tante masih ada, Tante sudah memaafkan Papa mu. karena Tante juga ikut bersalah dalam hal ini."


"Terima kasih sudah mau menemui Tante, Papa mu sangat beruntung memiliki putra yang baik dan sangat menyayangi nya dengan tulus, juga kamu sangat tampan jika tersenyum."


Jawab Renata mengabaikan kegalauan nya, mencoba mengganti dengan senyuman dan sedikit menggoda pemuda di hadapan nya, yang dapat Renata rasakan ketulusan nya yang menguar saat menyampaikan permohonan maaf nya tadi.


Nick pun merasa takjub dengan perempuan di hadapan nya ini, perempuan berhati lembut yang dia harapkan dapat menjadi sosok pengganti ibu nya kelak.


"Terima kasih banyak Tante Re. Terima kasih sudah mau memaafkan Papa dan mengakui jika aku ini memang tampan, apa Tante tak berniat untuk mengadopsi ku?, aku juga rindu pelukan seorang ibu, seperti Tante." ujar pemuda itu berbalik menggoda Renata.


Sontak saja Renata tertawa mendengar permintaan konyol dari pemuda yang sangat cocok jika menjadi menantu nya itu.


Seolah menular, Nick pun ikut tertawa, menertawai kekonyolan nya juga merasa bahagia melihat Renata kembali ke setelan awal nya, bahagia.


"Tante mau mengadopsi kamu, jadi menantu buat salah satu putri tante." di sela tawa nya, tiba tiba Renata memberi penuturan yang mencengangkan membuat hati Nick meroket, berbunga bunga dan seolah ingin meluapkan kebahagiaan nya pemuda itu langsung berhambur memeluk Renata si calon mertua.


"Terima kasih calon mama mertua, terima kasih banyak atas restu nya."


"Jadi benar? kamu mencintai Sena?"


Bersambung...

__ADS_1


Lah kenapa jadi Sena si Re, gitu kalau keseharian nya ngurusin berkas mulu. Jadi ketinggalan gosip kan Nyonya Renata😅🤭


__ADS_2