Terjerat Genggaman Palsu

Terjerat Genggaman Palsu
TGP 41 Terkena Sindrom


__ADS_3

"Dimana Mama mu saat ini? Apa dia baik-baik saja setelah Papa mu pergi?"


Seta pun kemudian menceritakan keadaan Mama nya. Dari awal Papa nya meninggal sampai sekarang yang seolah meluapkan kesepian nya dengan bekerja keras.


Erdian semakin merasakan sakit dalam hati nya. Membayangkan wanita yang dia kasihi mengalami keadaan yang pasti membuatnya sulit.


*****


Tak terasa obrolan mereka pun harus terhenti karena kedatangan Nick yang sejak dari tadi menghubungi sang Papa dan menanyakan dimana keberadaan nya. Nick yang saat itu datang dengan penampilan yang begitu segar berhasil memukau Seta. Tak menyangka jika Paman Erdian memiliki seorang putra yang sangat tampan rupawan disertai kepribadian yang santun tapi sedikit dingin.


Nick pun tak menyangka jiga Papa nya sedang bersama dengan seseorang yang terlihat sangat cantik dan menarik dengan usia yang masih muda berada dibawah nya.


Erdian yang mampu menyadari ketertarikan dari ke dua insan lawan jenis tersebut hanya mampu tersenyum. Dirinya sedikit berharap agar Nick dan Seta bisa bersama kedepannya.


"Pa, Papa disini rupanya." ucap Nick sambil menarik salah satu kursi kosong dan menempatkan bokong nya.


"Papa bosan Nick, jadi Papa keluar hanya untuk mencari angin. Kebetulan Papa bertemu dengan Seta, putri sahabat terbaik Papa."


"Seta, kenalkan ini Nick. Dia putra Paman satu satunya." Jawab Erdian sambil mengenalkan putra tampan nya itu pada Seta.


Pada akhirnya Seta dan Nick pun saling menjabat tangan mengenalkan diri masing-masing.


Erdian dan Nick pun mengobrol sambil menikmati menu pesanan yang sengaja Nick pesan untuk menu makan malam mereka. Seta tentu merasa canggung berada ditengah dua laki-laki tampan berbeda usia tersebut. Dia berharap kakak nya Sena segera menelpon untuk meminta nya pulang. Do'a nya pun terkabul, Seta mendengar benda pipih nya bergetar seraya menampakkan sebuah panggilan yang harus segera dia jawab.


"Maaf Paman, Kak Nick. Seta terima telpon dulu sebentar." pamit Seta.


Kedua laki-laki itu pun menganggukkan kepala dan melanjutkan makan nya.


"Hallo Kak Sena, aku berada di kafe xx.. "


" ... "

__ADS_1


"Iya Kak, nanti aku ceritakan. Aku akan segera pulang."


" ... "


"Iya Kak. daaah"


Usai menerima telpon dari Sena, Seta pun pamit dari hadapan Erdian dan Nick setelah sebelum nya membuat janji bertemu esok hari di makam sang Papa untuk berziarah. Tentunya tanpa sepengetahuan Renata terlebih dahulu.


Erdian merasa kalau belum saat nya dia menemui wanita yang amat dia rindukan tersebut sekarang. Dia masih harus berjuang untuk meyakinkan dan mendapatkan maaf yang benar-benar dari hati dan bibir Renata. Erdian tahu, jika dulu Sansan lah yang meyakinkan Renata untuk memberikan nya maaf. Kini Sansan tidak ada maka Erdian harus kembali meyakinkan Renata jika dirinya sudah benar-benar menyesali dan ingin memperbaiki keadaan.


Seta berlalu dari hadapan ayah dan anak itu dengan hati yang entah kenapa berdesir hebat. Teringat senyuman Nick yang mampu menggoyahkan hati nya. Seta pun menggelengkan kepalanya berusaha menepis rasa yang tiba-tiba mencokol di dalam hatinya.


Saat hendak menyetop sebuah taksi tiba-tiba Seta dikejutkan oleh sebuah suara bariton yang dari tadi ingin dia hilangkan dari pikiran nya.


"Seta, apa kau sedang menunggu taksi?" tanya nya terdengar kaku.


Seta menoleh dan benar saja ternyata pemilik suara itu adalah Nick si tampan yang terkesan dingin datar.


Nick yang mendengar jawaban Seta sontak terkekeh dan seraya menjulurkan tangan nya menunjuk sebuah rambu lalu lintas yang menunjukkan huruf S yang di silang.


"Itulah masalah nya Nona Seta. Kau berdiri disebelah rambu lalu lintas yang melarang kendaraan untuk berhenti disini." Jawab Nick yang membuat wajah Seta merah menahan malu.


"Ya sudah, kalau kau mau. Aku akan mengantarkan mu pulang. Jangan malu-malu begitu."


Seta yang sedikit sebal mendengar tawaran Nick merasa salah tingkah. Tak lantas serta merta menjawab tawaran Nick.


"Hey nona.. waktu ku tak banyak ayo kau aku antar pulang. nanti Papa ku mengomel kalau kau tidak mau aku antar." Kali ini nada suara Nick terdengar memerintah.


"Kalau tak merepotkan Kak Nick, baiklah aku ikut saja." jawab Seta terdengar pelan.


Nick pun membawa Seta kedalam mobil nya dan mengantarkan Seta ke alamat yang sesuai dengan yang Seta berikan padanya.

__ADS_1


Seta untuk pertama kalinya diantar oleh pria tampan pun merasa grogi sendiri. Dia diam diam mencuri pandang, hati nya tak memungkiri jika Nick adalah pria pertama yang mampu membuat jantung nya berdetak lebih kencang.


"Apa kau belum pernah melihat pria tampan sebelum nya?"


sontak saja pertanyaan Nick mengagetkan Seta yang memang sedang mencuri curi menikmati pemandangan indah hasil ciptaan Author.


Untuk kedua kali nya Seta merasa sangat begitu malu, dalam hati Seta merutuki kebodohan nya yang dengan begitu mudah nya mengagumi laki-laki yang baru saja dia kenali itu.


"Memang nya siapa yang melihat mu? Kau ini begitu percaya diri sekali!"


Jawab Seta tanpa bisa menghindari kondisi wajahnya yang sudah memerah semerah buah cabai karena menahan malu.


Mendengar jawaban Seta, Nick terkekeh dia begitu merasa gemas melihat tingkah Seta yang menurut nya begitu lucu dan menggemaskan.


"Terima kasih atas jawabannya itu secara tidak langsung kau mengakui bahwa saya ini memang sangat tampan."


Ujar Nick kembali dengan senyuman nya yang memabukkan.


"Ya Tuhan kenapa dia tersenyum lagi, manis banget lagi.. hamba mohon jangan biarkan jantung hamba copot karena terlalu keras berdetak nya." Dalam hati Seta


"Hey.. Sudah sampai. Ayo turun lah karena saya masih banyak urusan. Besok jangan lupa dengan rencana mu tadi. Jangan biarkan Papa saya menunggu lama." Sarkas Nick sedikit tidak nyambung.


"Iya Kak, aku tidak akan lupa. Kau tenang saja. Terima kasih untuk tumpangan nya"


Seta bergegas lari masuk ke dalam gerbang rumah nya, sengaja tidak menunggu Nick hingga berlalu dari hadapan nya untuk meminimalisir detak jantung nya yang semakin bertalu tak tentu.


Nick tersenyum kembali melihat ulah Seta yang semakin menggemaskan seperti itu. Entah kenapa Nick merasa nyaman dengan Seta gadis yang menurut Nick sangat berbeda dan istimewa.


"Gila saja baru sekali bertemu rasanya sudah seperti ini. Seta kau membuat ku terkena sindrom kesan pertama begitu menggoda." gumam Nick dengan terkekeh.


Nick pun berlalu kembali pulang ke apartemen, dia ingin segera bertanya pada sang Papa mengenai Wanita yang sempat Papa nya bahas dengan Seta tadi. Siapa sosok Renata tersebut?

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2