Terjerat Genggaman Palsu

Terjerat Genggaman Palsu
TGP 45 Berbunga Manis


__ADS_3

"Ya Seta. Ini aku Nick, kamu kenapa sakit? membuat ku khawatir saja." Jawab Nick yang sontak membuat mata Seta membulat, mulut menganga serta hati berdenyut kencang.


"Seta, aku mendengar semuanya. Semua yang tadi kau ucapkan. Aku juga seperti nya telah jatuh cinta padamu, gadis kecil."


***


Pengakuan Nick sontak saja membuat Seta gagal fokus, bukan karena kurang minum tapi Seta merasa kini dirinya gagal fokus karena pengakuan Nick yang tiba tiba dan mengejutkan nya.


Seta merasa tak percaya, dengan tingkah konyol nya dia malah mencubit tangan nya sendiri. Yang akhir nya rasa sakit bekas cubitan nya menjalar di daerah tangan yang tadi dia tarik dengan kerasnya.


"Aww.."


Seta meringis kesakitan.


Hal itu sukses membuat Nick tergelak merasa lucu melihat ulah gadis cantik yang ia pikir sebentar lagi akan resmi menjadi kekasih nya.


"Seta, ini nyata dan bukan mimpi. Jadi berhenti bertindak absurd seperti itu." Cecar Nick yang semakin gemas melihat Seta terdiam seketika setelah mendengar pengakuan nya barusan.


"Berhenti membuat ku jadi salah tingkah Kak Nick! Senang sekali ya menggoda ku seperti ini."


Seta pun kembali ke setelan awal nya yang suka sekali nyerocos kali ini sambil mengerucutkan bibir nya membuat pria di yang kini duduk di samping nya terlihat gemas.


Cup.


Tanpa Seta duga, Nick pun mengecup bibir Seta sekilas. Manis itu yang dapat Nick rasakan setelah nya.


Seta hanya mengerjapkan mata nya. Gadis itu seolah kehilangan keberanian untuk kembali mengomel seperti sebelum nya.


"Sudah kamu sekarang istirahat. Jangan banyak pikiran lagi, soalnya Kak Nick mu ini juga punya rasa sama seperti kamu." Pungkas Nick sambil mengusap rambut Seta dengan penuh sayang.


"Kak Nick, tolong jangan ceritakan apapun pada Kak Sena ya. A..aaku malu Kak." Jawab Seta mencari alasan.


"Baiklah gadis kecil ku sayang. Sekarang istirahat biar lekas sembuh. Aku akan menemui Papa dan Sena untuk segera menemui Mama mu dan menyelesaikan amanat Papa mu, calon mertua ku." Jawab Pria itu sambil terkekeh menggoda Seta yang kini terlihat wajah nya memerah bagai saus tomat.

__ADS_1


Seta mengangguk, dan segera berbaring kembali dengan selimut yang ia tarik hingga menutupi leher nya. Berusaha memejamkan mata, menormalkan detak jantung juga wajah nya yang memanas karena gugup.


Melihat gadis nya yang kini berusaha terlelap. Nick pun tersenyum, tak menyangka jika diri nya yang selama ini susah mencari kenyamanan dengan lawan jenis akan mendapatkan perasaan itu dari Seta yang baru baru ini hadir dalam hidup nya.


Bukan nya melangkah keluar kamar, pria itu malah duduk bergeser mendekati Seta yang terpejam. Seraya membelai wajah cantik yang polos tanpa make up. Tanpa di duga naluri nya membawa dia untuk mengecup lama kening Seta dengan kembali mengelus rambut nya.


"Tidur yang nyenyak sayang. I love you Seta."


Setelah mengucapkan kata kata keramat itu, Nick pun bangun dan bergegas keluar dari kamar Seta. Mungkin takut khilaf seperti Papa nya dulu.


Seta kembali membuka mata nya, rasa kantuk pergi entah kemana semenjak kemunculan Nick di kamar nya. Menarik nafas dalam, mengumpulkan kembali kewarasan setelah dilanda huru hara dalam hati yang bersorak sorai girang. Tersenyum mengembang mengusap bibir juga kening yang baru saja di beri tanda oleh si tampan pujaan.


"Ya Tuhan, baru saja berniat melupakan Kak Nick. kenapa dia malah datang dan memberikan kejutan manis. Kan kalau begini bisa bisa aku gila.. Kak Sena maaf kan aku Kak." racau nya dalam hati.


Mungkin karena terlalu bahagia atau terlalu lelah berpikir akhirnya gadis itu pun benar benar terlelap memberikan ruang pada tubuh nya untuk menikmati istirahat.


***


Erdian seakan mengerti apa yang sedang Sena pikirkan saat ini. Erdian pun berusaha menenangkan Sena yang terlihat jelas sedang gelisah memikirkan putra nya.


"Sena, apa kamu baik baik saja nak?" tanya Erdian.


"Eh.. i iya Paman, aku baik baik saja. Mungkin hanya sedikit gugup jika nanti berhadapan dengan Mama dan juga aku sedikit khawatir pada Seta." jawab Sena terdengar gugup.


" Tenanglah, Mama mu adalah perempuan kuat dan hebat. Paman yakin Mama kalian bisa mengerti posisi kalian. Dan Seta.. Dia juga pasti baik baik saja, jangan terlalu dipikirkan." Erdian mencoba menenangkan hati Sena yang dapat Erdian baca apa penyebab kegalauan sebenarnya.


"Terima kasih Paman sudah menenangkan ku." Sena sedikit terhibur dengan perkataan Erdian.


Erdian tersenyum, dalam hati nya ia memohon semoga nasib Nick tidak seperti dirinya. Gagal dalam memperjuangkan cinta nya.


Dengan senyum mengembang Nick datang menghampiri ke dua nya. Entah kenapa setelah dia mengetahui perasaan Seta serta berhasil mengungkapkan perasaan nya yang sesungguhnya hati merasa hangat. Jiwa nya yang kosong mendadak sempit karena satu nama gadis telah memenuhi rongga rongga yang menganga sebelum nya.


Hal itu tak luput dari pandangan Sena dan juga Erdian. Sudah pasti, sang Papa telah mengetahui apa penyebab putra nya menjadi sebahagia itu, hanya saja orang tua itu pura pura tidak mengerti dan menunggu Nick menceritakan nya sendiri.

__ADS_1


"Kak Nick sudah bertemu dengan Seta?" tanya Sena


"Sudah, dan saya juga sudah memastikan dia untuk tidur istirahat." Jawab Nick alakadar nya.


Sena pun hanya ber oh ria mendengar jawaban Nick yang terkesan datar tersebut.


"Sebaiknya kita bergegas pergi, karena sebentar lagi jam istirahat tiba. Sena, apa sudah dipastikan mama mu akan datang ke Restoran Cepat Lapar seperti yang sudah kita rencanakan?" tanya Erdian kembali memastikan.


"Sudah Paman, mama katanya sebentar lagi on the way" jawab Sena.


"Baguslah.. Tapi Paman agak merasa sedikit khawatir. Khawatir Mama mu tidak mau melihat keberadaan Paman." Keluh Erdian semacam anak baru gede yang akan bertemu dengan gebetan saja.


"Pa, tenang lah. Papa tarik nafas dalam dalam dan hembuskan perlahan. Setelah itu ingat lah Pa, Papa selama ini bertahan sendiri demi siapa." Ucap Nick


"Ya Nick. Terima kasih sudah menguatkan Papa nak." jawab Erdian


Melihat pemandangan seperti itu Sena jujur saja ada rasa ingin memiliki Erdian sebagai pengganti Papa nya. Sena juga berharap semoga Renata sang Mama mau menerima Erdian kembali sesuai permintaan terakhir Papa nya dulu.


"Ayo Paman, Kak Nick kita berangkat." ajak Sena, setelah sebelum nya dia juga pamit pada Bi Yeti dan kembali menitipkan Seta yang dilihat nya sedang terlelap tidur karena pengaruh obat demam yang tadi gadis itu minum.


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil Nick, Erdian sengaja tidak memberikan Sena untuk duduk dekat Nick yang ada di balik kemudi, untuk menjaga agar Sena tidak terlalu jatuh dalam pesona putra nya yang jelas jelas telah jatuh cinta pada Seta.


Sepanjang perjalanan, tak terdengar satu pun yang mengeluarkan suara. Hening, sunyi, senyap karena mereka sibuk dengan pemikiran mereka masing masing.


Tak berselang lama, mobil mereka pun sampai di halaman parkir Restoran Cepat Lapar. Belum terlihat mobil Renata, mungkin sedikit terjebak macet karena saat ini jam makan siang dan sudah menjadi tradisi jika bermacet macetan.


Sena berjalan di depan di susul Nick dan Erdian. Mereka berencana masuk ke dalam ruangan khusus yang sebelum nya telah mereka pesan.


Saat akan membuka ruangan, tiba tiba...


Degh...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2