
Erdian berjanji di dalam hati nya untuk memberikan yang terbaik untuk Nick. Meskipun Er bukan ayah biologis dari Nick, tapi Er sadar Nick tidak bersalah. Yulia lah dalang dari segala ketidak jelasan dari status Nick.
"Pa. kenapa Papa melamun?" tanya Nick kembali menyadarkan Er.
"Tidak sayang, Papa hanya sedikit lelah. Ya sudah, jagoan Papa kenapa tidak mau makan? Katakan pada Papa". tanya Er
"Aku ngga lapar Pa, sebenarnya tadi sebelum waktu makan malam Aku makan biskuit cokelat kesukaan ku yang waktu itu Papa belikan. Nick kangen sama Papa. Tiap Nick kangen Nick makan biskuit itu. Bik Wiwi nya saja yang ngga ngerti". Ungkap Nick membuat hati Er kembali berdenyut nyeri.
" Seandainya saja aku tidak kehilangan Renata mungkin Nick anak mendapat ibu pengganti yang jauh lebih baik" cicit nya dalam hati.
"Ya sudah jagoan Papa sebaiknya sekarang segera tidur. Besok satu hari lagi Papa bekerja dan setelah itu kita pergi berlibur. Ok".
" Baik Papa. Kalau begitu Nick mau bobo dulu ya Pa. O iya Pa nanti libur nya Nick mau pergi ke tempat yang banyak anak-anak nya. Boleh kan Pa? ke asuhan asuhan itu".
"Maksud nya anak Papa ini mau pergi ke panti asuhan. Begitu kah sayang?"
"Iya Pa. Panti asuhan" wajah polos itu kembali berbinar.
"Ok sayang kita ke panti asuhan dan membeli banyak mainan untuk teman-teman disana ya".
" Asiiiiik terima kasih Papa ganteng ". Ujar nya seraya mengecup pipi sang Papa.
Setelah memastikan Nick terlelap, Er pun keluar dari kamar putra nya tersebut.
" Renata dimana kau saat ini sayang.. " gumam nya lirih.
*******
"Selamat pagi sayang.. "
" apa tadi malam kau tidur dengan nyenyak setelah kita.. "
Belum sempat melanjutkan perkataan nya Renata terlebih dulu membungkam bibir suami nya dengan tangan. Renata tersipu malu ketika teringat kegiatan nya semalam yang luar biasa dengan suami nya itu.
Tanpa Renata sadari perbuatan nya yang secara tiba-tiba membuat selimut yang membungkus raga nya terkupas. Dan lihat lah aset berharga nya terpampang dengan jelas membuat mata sang suami seolah berhenti berkedip.
Secara cepat Sansan membalik posisi mereka. Saat ini Renata dengan kegugupan nya berada di bawah kungkungan suami mesum nya.
"Kau sengaja ya membuat senjata ku kembali ingin beraksi?"
"Sayang.. kau begitu menggugah selera. Aku kehausan ingin sarapan dengan ini". ucapnya ngelantur seraya mema gut puncak gunung sang istri dengan lahap.
__ADS_1
Mendapat serangan kenikmatan secara tiba-tiba dari sang suami Renata pun hanya berdesis manja. Menikmati apa yang tengah suami nya nikmati saat ini. Seolah takut di ambil orang lain Sansan pun begitu lahap dan seperti orang kelaparan.
"Aahh San.. aku aahhh" Renata yang mendapat pelepasan pertama nya pun meracau ke enak kan.
Sansan dengan mulut yang penuh dengan sumber protein seolah tak ingin hanya sampai disitu. Tangan nakal nya pun turut serta bergerilya memberikan sentu han sentu han lain yang membuat wanita nya itu semakin ingin di masuk ki lebih dalam lagi.
Wajah sendu serta mata sayu sang istri seolah menghiba memohon agar sang suami memberikan apa yang sedang dia butuh kan. Senjata besar yang kini ia rindu kan mulai menerobos masuk ke dalam inti nya yang ber kedut hebat.
Petualangan Sansan dan Renata di pagi hari pun di mulai. Membuahkan suara suara khas dan juga decitan hebat. Mengolah raga bermandikan keringat tetapi nikmat.
Setelah misi selesai dan berakhir mandi bersama. Renata dengan sisa tenaga yang ada memulai aktivitas nya sebagai istri di hari ke dua setelah label halal yang berhasil mereka kantongi.
Bukan pekerjaan nya yang terasa baru bagi nya, tetapi status nya kini yang baru menyandang sebagai seorang istri yang membuat nya sedikit merasa canggung dan tentu saja masih terasa sedikit asing.
Sansan teman masa kecil nya dulu yang begitu usil, jail tapi selalu ada ketika dirinya merasa sedih kini sah menjadi suami nya. Pria yang menghalalkan nya, mengangkat nya dari jeratan palsu dan tentu nya memberikan status yang diakui oleh agama juga negara.
" Ada apa, kenapa melamun hmm..? "
Tanya Sansan sambil memeluk pinggang langsing istrinya tak ketinggalan Dia juga memberikan kecupan di tengkuk mulus sang istri.
"Mengagetkan ku salah satu hobi baru mu ya pak suami?" tutur Renata dengan bibir yang mengerucut gemas.
Sansan yang mendengar terkekeh gemas melihat tingkah istrinya.
" Aku lemas oleh perbuatan mu semalam dan barusan tadi. Sekarang aku lapar ingin makan ". omel Renata terdengar manja.
"Tunggu sayang.. sebentar lagi makanan nya sampai. Tapi sebelum itu tolong berikan suami mu ini makanan pembuka nya".
Ucap Sansan menyeringai.
" Oh itu.. kopi mu sudah aku siapkan di atas meja. Mungkin sekarang sudah agak dingin. Apa kau mau yang baru? aku bikinkan dulu sebentar ".
Belum sempat Renata melangkah kan kaki jenjang nya. Sansan terlebih dulu menarik istrinya itu kedalam pelukan nya.
Cup..
Sansan memberikan kecupan gemas di bibir istri nya.
" Bukan kopi tapi ini.. "
Seolah tak ada kata bosan, Sansan kembali me lum at bibir yang sudah bagaikan makanan pokok bagi nya itu. Kali ini dia begitu menutut. Renata yang mengerti akan keinginan sang suami berusaha mengimbangi nya.
__ADS_1
Alhasil mereka kini saling mem belit bertukar sali va dengan nafas yang semakin berat. Sansan menggiring sang istri menuju sofa empuk yang mungkin akan mereka jadikan landasan pendakian.
Tok tok tok
Terdengar seseorang mengetuk pintu kediaman nya.
Sansan yang tengah sibuk menikmati daging kenyal seolah tuli dan pura pura tak mendengar. Sehingga dengan sorot mata Renata yang memelas memohon untuk dilepaskan menyadarkan Sansan.
" Maaf sayang. Aku ketagihan terus. kayanya Aku terserang virus ber ci nta semenjak menikah dengan Renata Eliana ".
Renata hanya menanggapi ocehan suami nya dengan rona merah dan senyum yang mengembang. Dia sangat bahagia suami nya begitu merasa beruntung bisa menikahi nya.
" Tunggu disini ya.. suami siaga mu ini akan kembali sebentar lagi" ucap nya terkekeh dan berlalu menuju pintu yang masih tertutup rapat.
Bergegas Renata merapikan kancing baju yang terlepas akibat ulah si kulkas mesum juga rambut nya yang terlihat acak acakan.
Tak henti senyum nya mengembang, seiring kebahagiaan yang dia rasakan saat ini.
"Sayang.. ini makanan nya. Aku pesan kan sesuai dengan kesukaan mu".
Sansan menyerahkan kantong yang berisi beberapa kotak makanan favorit istri nya.
Renata mendapat perlakuan manis dari suami pun malah diam tak bergeming. Mata nya berkaca-kaca dan mulut nya bergetar. Setelah meletakkan kantong tersebut di meja. Renata malah berjalan cepat menghampiri suami nya yang tersenyum memandang istri cantik nya itu.
Bruk..
Renata memeluk tubuh gagah itu dan membenamkan wajah nya di dada bidang sang suami.
"Terima kasih, kau begitu perhatian dan selalu membahagiakan ku. I love you more San, Suami ku tersayang".
" I love you too more and more my wife.. sudah Sayang, lebih baik kita makan dulu setelah itu kita lanjutkan lagi yang barusan tertunda hmm.. " goda Sansan yang di langsung di hadiahi kecupan manis dari sang istri.
Mereka pun mengisi perut keroncong nya sambil sesekali bersenda gurau bersama.
"Tuhan Maha Adil, memberikan luka dan menyembuhkan nya kembali dengan tawa. Tak ada obat yang paling mujarab untuk patah hati, selain hati yang baru yang siap berbagi dan saling memberi".
Bersambung...
Salam hangat,
ππππππ
__ADS_1
Ukano