Terjerat Genggaman Palsu

Terjerat Genggaman Palsu
TGP 11


__ADS_3

Special Pov Erdian


Flashback On


***Kala itu... Aku membawa wanita yang ku sebut sebagai Kekasih ke apartemen. Dia Renata.. Wanita yang bergelar kekasih ku itu adalah wanita yang polos dan lugu. Dia dengan suka rela melepaskan harta yang paling berharga nya pada ku. Karena mungkin baginya Aku adalah laki-laki yang dapat dipercaya. Ditengah cumbuan ku.. terlihat matanya yang begitu sayu penuh harap.


"Apa Kau benar-benar yakin akan memberikan nya untuk ku?"


Dia hanya menjawab dengan anggukan kepala dan tentu saja itu membuat ku merasa senang.


"Tahan sayang mungkin ini akan terasa sakit. Tapi perlahan Kau akan menikmatinya".Yakin ku terhadap nya.


Lagi dan lagi Dia dengan lugu nya kembali menganggukkan kepala tanda menyetujui apa yang ku ingin kan.


Ya..


Kini, Aku bisa mendapatkan kesucian dan juga sekaligus cinta kasih sayang nya.


Ku buat Dia melayang terbang dengan buaian kenikmatan dari tiap titik sensitif nya yang tak luput dari sen tuh an dan juga lum atan ku.


"Tak ku sangka ternyata berci nta dengan nya membuat ku merasa candu". gumam ku penuh dengan rasa yang membuncah ruah.


Seperti anak kecil yang merengek tiap minta dibelikan mainan. Aku selalu menginginkan lubang yang sempit dan menggigit itu. Renata, Dia gadis lugu yang ku temukan diantara gadis-gadis palsu.


Ku jerat hati nya, ku genggam cintanya dan Aku nikmati semua yang ada pada dirinya.


Aku sadar ini terlalu jahat dan kejam. Aku tahu itu.


Tetapi Aku seperti ini karena Aku tidak pernah mendapatkan rasa yang sama ketika bersama dengan Yulia. Wanita yang berstatus Isteri Ku.


Ku nikmati manis nya madu dari kekasih ku yang lebih tepat nya adalah si penampung benih bibit super ku ini.


Hingga pada malam itu, selepas Kami berci nta dengan liar penuh kepua san dan kenik matan yang ku reguk darinya. Aku lihat Dia begitu kelelahan.


Sejenak membiarkan dirinya beristirahat sebelum nanti ku lahap kembali.


"Kau benar-benar memabukkan Re" Gumam ku ketika melihat Dia tertidur begitu damai.


Sial.. Hanya dengan menyentuh dan membayangkan berada dalam in tinya saja membuat ku kembali bergejolak, berhasrat.


Maniak!!!.


Ya bisa dibilang begitu. Karena Aku menjadi seperti ini hanya jika dengan nya. Sedangkan dengan Yulia Aku biasa saja.


Lihat, Si Anu ku.. dengan cepat menegak dan meronta minta diberi kepuasan.


Aku sadar Renata tidak secantik Yulia, Dia hanya gadis sederhana yang begitu polos dan lugu. Dia berjuang keras demi keluarga yang dicintainya. Tapi kini, Dia berjuang keras demi menuntaskan ha srat dan gair ah ku yang Dia anggap sebagai kekasih nya.


Oh Renata..


Ku peluk tubuh po los nya yang harum. Ku usap kulit bersih nya, ku ciumi rambut hitam tebal yang berbau shampoo,

__ADS_1


Renata.. meskipun Dia tidak seputih Yulia isteri ku tapi, berkat nya Aku mendapatkan harta karun yang tak ternilai.. Selaput daranya yang ketika ku robek Dia menjerit kepayahan, seketika ku bungkam bibir seksi nya dengan cumbuan ku yang semakin memabukkan. Dia yang selalu melayani ku diatas ranjang. Dan ranjang ini yang menjadi saksi betapa Dia membuat ku mengerang kenikmatan.


Andai saja ada mesin waktu. Ku pastikan Renata lah yang akan menjadi nyonya Erdiana bukan Yulia.


Aku menikahi Yulia hanya demi sebuah pertanggung jawaban. Kami menikah karena Yulia kedapatan mengandung. Sial nya, Aku lah lelaki yang terakhir berada di atas perutnya. Yulia adalah sahabat ku yang menjadi saksi perjuangan ku dalam mencapai cita-cita ku.


Aku sembunyikan status ku. Karena merasa kalau Aku hanya ingin hidup bebas tanpa sebuah ikatan. Dan Yulia menyetujui nya.


Kami menikah dan tentunya Aku pun memberikan hak nya secara lahir batin.


Yulia itu tidak senikmat Renata.


Yulia mungkin hanya ingin status untuk bayi nya. Dan Aku hanya ingin kepuasan dari dirinya. Kami hanya saling membutuhkan dalam artian hanya sebatas Friends With Benefit.


Teman tidur yang tidak bisa membuatku merasa jantan dan gagah saat di ranjang.


Itulah sebabnya Aku membawa Renata dalam kehidupan ku.


Dia mulai merasa terusik dan melenguh ketika dengan mesum nya Aku mem agut pucuk d ada nya yang terlihat manis menggemaskan. Ku remas dan sedikit ku cubit benda kenyal favorit ku itu. Sungguh jangankan Dia, Aku pun merasa melayang menikmati ulah ku sendiri.


"Sayang, Aku masukkan ya.." Beratnya suara ku tidak seberat has rat ku.


Tanpa menunggu ini itu, Aku kembali membenamkan benda keramat ku yang tengah meraung-raung ingin di puas kan.


"Ahhhh.. Ahhhh.. Sayang"


racau nya menikmati kenikmatan suntikan ku yang tertancap begitu dalam.


Aku tidak ambil pusing. Karena pikiran ku hanya diselimuti oleh has rat dan ga irah.


Kali ini Aku benar-benar merasa capek. Ku gulirkan tubuh ku yang dari tadi meninggal dih nya.


Nikmat dan Lezat nya mengalahkan segala kenikmatan yang ada di dunia ini.


Ku usap peluh yang membasahi dahi nya. Ku belai sayang rambut nya dan kembali menghujani nya dengan ke cupan dan ci u man tanpa lu matan.


Ku biar kan Dia tertidur kembali sebelum Dia pulang. Renata ku.. Dia tidak mau membuat adik-adiknya khawatir. Sungguh seorang Kakak yang luar biasa bagi adik-adiknya.


Drrtttt.. Kriiiiinggg


Gawai ku berbunyi tanda ada seseorang disana yang berusaha menghubungi.


Ku lihat nama Yulia tertera menjadi kontak si penelepon. Bergegas ku langkah kan kaki menjauhi kamar.


"Hallo sayang kamu dimana kenapa belum pulang?" Yulia selalu begitu jika menelpon ku.


"Aku masih di kantor ada lembur dan ada janji makan malam dengan seorang client". Alasan ku mencoba membuatnya yakin.


" Sayang tapi malam ini Kamu pulang ya, Aku sudah rindu. Nanti Kau akan ku puaskan " terdengar begitu dibuat-buat. Tapi Aku suka Yulia yang suka berinisiatif menyerang ku duluan.


"Iya sayang nanti Aku pulang, Aku akan menagih janji mu dan akan membuat mu terkapar tak berdaya".

__ADS_1


Aku memang si pembual ulung.


Bukannya berusaha menjaga suatu hubungan Aku malah seolah mempermainkan hubungan.


" Sayang pokoknya lekas pulang. Hati-hati dijalan nya".


"Iya sayang.. jangan khawatir istri ku".


Prangkkkk..


Tiba-tiba ku dengar suara gelas terjatuh. Dan seketika ku menoleh terlihat wanita ku itu sedang menatap ku begitu terkejut dan seolah menyiratkan banyak pertanyaan.


Jujur Aku kaget dan takut Dia mendengar semua yang ku ucapkan barusan. Berusaha bersikap biasa dan tenang ku hampiri dan tersenyum manis padanya.


"Sayang Kau sudah bangun?". Tanpa merasa bersalah Aku mencoba tenang agar semuanya akan sesuai dengan apa yang ku rencana kan.


Dia terlihat kacau dan acak-acakan tapi justru itu membuat kecantikan nya meningkat berkali lipat. Rasanya ingin ku menghabisinya lagi seperti tadi, bahkan lebih dari tadi.


Setelah ku jelaskan siapa Yulia dengan tangisnya yang jujur sangat membuat ku sakit Dia masih bertanya..


" Er apa Kau membohongi ku?"


Jelas saja Aku menyangkalnya. Tidak akan ku biarkan wanita ini mengetahui siapa Yulia yang sebenarnya. Aku tidak ingin kehilangan Dia dalam waktu dekat ini. Tak peduli bagaimana pun cara yang akan ku lalui.


Renata terlalu nikmat.


"Er sebelum Kau memberiku penjelasan, Kau jangan mendekati ku dulu".


Degg..


Mana mungkin Aku tidak mendekatinya, Aku sudah candu terhadapnya.


Ku biarkan Dia pulang dan menenangkan hati nya sebelum memenangkan nya kembali.


"Renata Kau tetap akan berada dalam kuasa ku, dalam kungkungan ku. Akan ku buat Kau menjadi terikat tanpa harus ku ikat".


Seringai ku dengan tatapan yang sulit dia artikan.


Pov end


Pemirsaaah... terima kasih buat yang sudah like dan komen. maaf kalau masih acak-acakan cerita nya dan masih belum sesuai dengan yang diharapkan.


Do'a kan agar Author membuat cerita yang ngga bakalan bikin kalian merasa mual mules karena muter.


Terima kasih,


Salam Hangat


πŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’š


Ukano

__ADS_1


__ADS_2