Terjerat Genggaman Palsu

Terjerat Genggaman Palsu
TGP 7


__ADS_3

Aku...


Aku seperti..


Seperti Manekin yang bernyawa, pasrah dengan apa yang Dia lakukan terhadap ku.


Bodoh.. Ya Aku memang bodoh.. Dengan mudah nya terjerat dan terperdaya oleh bisikan cinta yang buta..


Tidak perlu diragukan lagi.. Hanya sampai 24 tahun Aku menjaga mahkota kesucian ku. Setelah ini, julukan apa yang pantas untuk ku?


Si Budak Cinta atau Si Pemuja Buta??


Entahlah karena saat ini, Aku masih ada dalam buaian kenikmatan itu.


"Sayang.. Aku masih ingin"


Seolah tidak peduli dengan keadaan ku, Er terus saja memaksakan diri membawa ku terbang kembali dengan rasa lelah dan kantuk yang mendera.


Entah dalam hitungan jam keberapa Dia berhenti merasai ku, yang Aku tahu saat ini rasanya Aku hampir mati karena lelah dan ingin tidur. Mungkin karena Dia kasihan atau setan di hati nya pun ikut tertidur, akhirnya Dia melepaskan ku dan membiarkan ku istirahat memulihkan tenaga.


Jangan ditanya lagi perasaan ku ketika membuka mata. Hari telah gelap, perut lapar, inti tubuh ku sakit, perut keram kebas, kepala nyut-nyutan akibat Pancen Oyes ku yang kelewatan, dan satu yang paling menusuk pikiran yaitu Penyesalan.


Ku lihat tubuh ku yang sudah penuh bercak merah seperti terkena wabah penyakit kulit. Ternyata rasanya ber***ta tidak seperti yang dikatakan orang lain. Ini rasanya sangat sakit, buktinya untuk sekedar melangkah ke kamar mandi saja sudah susah.


Dan si penikmat selaput dara iyaa si Er


"Kemana Dia..?? Habis pakai tak dibersihkan" gumam ku.


Aku butuh bantuan, tubuhku ingin bertemu dengan air tapi bukan air itu.. Aku butuh air untuk mandi.


Mungkin Er terkena bisikan Ghoib, ketika Aku sedang kesulitan melangkah tiba-tiba Dia datang dengan mimik muka yang sungguh (menyebalkan kalau bagi Author) merona bahagia. Tanpa banyak cingcong, Er membopong ku kedalam kamar mandi dan meletakkan ku kedalam Bathtub yang telah terisi air hangat.


Selamat... ternyata tidak ada acara drama dalam kamar mandi seperti kebanyakan kata orang dan kata si Mbah Gugel. Acara mandi ini berjalan sesuai dengan himbauan Author.


Singkat cerita setelah mandi dan memakai kembali baju ku yang sudah terlihat lusuh, Er pun mengajak ku makan malam.


"Sayang, Kau pasti lelah dan lapar setelah olahranjang tadi.. sebelum kita lanjut ber olahranjang nya, alangkah baiknya kita makan malam dulu biar full charge" Dia menaik turunkan alisnya menggoda ku.


(Sumpah Demi uang 3 koper si Er nyebelin banget, semoga alisnya tetep turun naik biar tauk rasaπŸ˜œπŸ˜‚).


"Aku mau pulang, tidak mau ikut olahranjang lagi sakit" ucap ku penuh dengan permohonan.


"Sekarang sakit tapi nanti setelah kita sering akan terbiasa, yang ada nanti Kamu akan terus ketagihan.. Aku ini Candu loh sayang" ucap nya tetap tidak tahu malu.


"Er, kamu mesum sekali.. Aku malu"


Er hanya tertawa karena mungkin Dia anggap Aku ini makhluk yang lucu nya mengalahkan si tukang kentut Larva.

__ADS_1


"Sudah jangan tertawa, Kau itu menyebalkan sekali, Aku lapar mau makan"


"Ya sudah sini Aku suapin" Er si pemaksa manis ini bersikeras menyuapi ku.


Pasrah lagi dan lagi.. Setelah puas bermain dengan tubuh ku, Dia menyuapi ku dengan lembut, lalu memberiku izin pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 22.00.


Sesampainya di rumah, adik-adikku ternyata sudah terlelap. Dan sekarang Aku disini. Di dalam kamar sendirian. Er tidak di izinkan menginap karena Aku tidak mau menjadi bahan omongan tetangga dan apa kata Dunia yang Penduduknya rata-rata kaum Julidun.


"si Renata membiarkan pria asing menginap di rumah nya". Pikir ku


" Oohh tidaaaaak... Aku belum mau viral atau digrebek warga"


Aku kembali merenung tentang apa yang telah Aku lakukan beberapa jam yang lalu. Aku menyesal, tapi Aku tak dapat menahan jeratan kenikmatan itu, hingga malam semakin larut dan tak terasa Aku pun ikut menjadi penikmat malam.


πŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’š


47 hari kemudian


"Pagi Dek"


Sapa ku pada Dita yang kini sedang berkutat menyiapkan menu sarapan Kami. Aku akhir-akhir ini sering lelah. Dita lah yang selalu menjadi penyelamat untuk isi perut kami di rumah.


"Pagi Kak.. Kakak kerja hari ini? Apa Kakak sudah baikan badannya?"


"Kakak kerja Dek, yah lumayan lah apalagi setelah mencium nasi goreng buatan Kamu, Kakak jadi makin lapar aja"


Dita, Dika dan Diki..


Aku bersyukur sekali mereka tidak merasakan kesusahan seperti ku dulu. Mereka bisa mendapatkan hidup yang layak dan semua kebutuhannya tidak pernah kurang, selalu tercukupi.


Gaji ku yang lumayan di tambah uang belanja dari Er sudah membuat hidup Kami diatas garis sejahtera. Tidak kaya tidak juga susah.


Setelah selesai sarapan ke tiga adikku berangkat sekolah. Dita, Dika dan Diki bahkan diberi hadiah sepeda motor oleh Er.


Er sangat perhatian dan menyayangi ke tiga adikku. Katanya karena Dia tidak memiliki saudara jadi melihat adik-adikku jiwa nya meronta-ronta ingin ikut memperhatikan segala kebutuhan ke tiga nya.


Aku pun setelah ini pergi berangkat bekerja. Bedanya kalau adik-adikku diberi hadiah sepeda motor, kalau Aku diberi hadiah sebuah mobil seperti dalam mimpi ku saat itu. Katanya agar bidadari nya ini tidak merasa kepanasan atau kehujanan.. Ya ampun Er Kamu ini memang sangat begitu manis candu yang memabukkan.


Kalau ada yang bertanya bagaimana hubunganku dengan nya.. Kami baik-baik saja, dan Kami semakin jauh terperosok Syurga yang semu. Tepatnya adalah Aku, Aku semakin terikat tetapi tanpa ikatan.. Er saat ini memberikan ku Syurga yang entah sampai kapan. Apakah sampai Dia merasa puas dan bosan? Aku seperti enggan berpikir sampai kesana.


Setiba nya di Resto, segera Aku menyiapkan semua jadwal tamu penting atau apakah ruangan tempat meeting yang sering dipakai oleh para pelanggan sudah siap dengan semua fasilitas nya atau belum. Aku yang menginstruksikan, selebihnya Aku dibantu para staff mengerjakan saling membantu. Tidak ada kata berpangku tangan dalam kamus hidup ku, selagi bisa dikerjakan sendiri, maka kerjakan. Tidak usah terlalu mengandalkan orang lain. Karena itulah kami semua sangat kompak dan Resto ini tetap menjadi yang terbaik.


"Kak Re, tamu pelanggan yang satu minggu lalu reservasi untuk mengadakan meeting siang ini akan segera tiba. Seluruh jamuan baik itu minuman dan makanan sudah siap semuanya Kak" Lili yang sedang melapor.


"Baiklah Li, terima kasih. Kamu istirahat lah dulu, takutnya nanti Kamu sibuk dan lupa makan".


" Iya Kak Re, nanti kalau butuh bantuan Lili tolong panggil saja ya Kak.. permisi" ucap Lili dengan sopan.

__ADS_1


"Ok Li" singkat ku.


Seperti sebelumnya, pelanggan Restoran Kami tidak ada yang mengeluh dengan pelayanan dan citarasa makanan yang Kami sajikan. Mungkin ini karma baik karena Kami disini tidak pernah bekerja setengah-setengah.


Mungkin dalam soal pekerjaan Aku mendapatkan keberuntungan yang berlimpah.


Tapi dalam masalah pribadi yang menyangkut hubungan ku dan Er, tidaklah semulus paha Cherrybelle atau selancar Aku mengeja A I U E O.


Er.. Hari ini Dia seperti biasa menginginkan ku dalam kuasanya. Dan Aku, apakah Aku mampu menolak pesona nya..?


Sudah jelas Aku tidak bisa, mungkin Aku telah terjerumus dalam kenikmatan itu. Jujur Aku ketagihanπŸ˜‚


Er, tidak pernah tidak puas dengan raga ku. Dia selalu merasa lapar ketika bersama ku, dan itu yang membuat jantungku kelonjotan.


Entah sudah berapa kali Kami melakukan nya. Tanpa takut akan sentilan Tuhan, setiap Dia ingin Aku selalu bersedia.


"Sayang Kamu selalu membuatku nikmat, Kamu tetap sempit dan menggigit" racau nya ketika berada diatas ku.


Aku yang merasa tersanjung berusaha membuatnya merasa makin pu*s. Setelah berkali-kali pelepasan akhirnya Dia mengerang panjang menghentakkan dan menghadiahi semburan kenikmatan.


"Terima kasih sayang, Kamu memang yang terbaik" ungkapnya ketika menarik ku kedalam dekapan nya.


"Malam ini tidur lah disini, jangan pulang Kau pasti lelah".


Aku hanya mampu menganggukkan kepala karena jujur Aku lelah. Si Er tidak akan melepaskan ku sebelum dirinya pun merasa lelah dan puas.


Tak bisa mendengar apapun lagi. Aku tertidur dalam dekapan nya yang hangat dan menenangkan. Di tengah malam Aku terbangun karena haus, Aku mencari sosok yang tadi memeluk ku tapi, entah kemana Dia.


Sayup terdengar seseorang sedang berbicara.


Aku mulai memakai baju ku yang tadi sempat ku pensiun kan karena Anu. Melangkah menuju dapur dengan gelas kosong di tangan ku.


Ternyata Er sedang menelepon seseorang, dan terdengar seperti sedang menyebut nama seseorang. Dan orang itu adalah Yulia. "Ada apa Er tengah malam begini berbicara dengan Yulia sambil mengendap-endap?"


pikir ku. Dan disaat yang bersamaan Aku mendengar Er, memanggil Yulia dengan sebutan....


Udah ah Mau mikir dulu sebutan apa ya kiraΒ² yang cocok buat si Yulia..


Sambil mikir sambil go to pillow island..


Maafkan Atas cerita aneh ku ini..


Salam hangat


πŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’š


Ukano

__ADS_1


__ADS_2