Terjerat Genggaman Palsu

Terjerat Genggaman Palsu
TGP 43 Membuat Kesepakatan


__ADS_3

Pagi telah menyapa bumi. Ketika seorang perempuan yang terlihat begitu antusias mempersiapkan diri seindah mungkin, mematut raga agar terlihat mempesona. Begitulah Seta saat ini, entah kenapa dirinya begitu menggebu akan berjumpa kembali dengan Erdian dan tentu saja putra tampan nya yaitu Nick. Seperti orang yang sedang jatuh cinta kalau kata Author mah.


"Sepertinya Kak Nick orang nya perfectsionist mungkin dengan pakaianku seperti ini akan terlihat seimbang dengan nya." gumam nya dalam hati dan terlihat sesekali merekahkan senyum nya seolah tengah berhadapan dengan seseorang yang spesial dalam hati nya.


tok tok tok


"Dek, kamu sudah siap? Mama sudah menunggu kita sarapan. cepatlah sedikit, ya."


"Iya Kak. ini hampir selesai".


ceklek


Pintu pun terbuka, nampak lah sosok Seta dengan balutan pakaian yang terlihat begitu elegan dan menambah kadar kecantikan nya.


Sena menilai penampilan sang adik pagi ini merasa takjub namun tak urung membuat nya bertanya tanya.


" Kak, bagaimana penampilan ku? apa ada yang terlihat kurang pas?" tanya Seta mendahului sang kakak yang masih tercengang melihat nya.


"Kau cantik sekali Dek, bercahaya seperti orang yang sedang jatuh cinta." jawab Sena


Blush..


Seketika wajah Seta merona merah karena tebakan sang kakak tepat mengenai sasaran. Namun dia segera menepis kecurigaan Sena dengan sebuah tawa yang terkesan garing tak renyah.


"jatuh cinta? ayolah kak.. mana mungkin aku jatuh cinta sebelum kakak ku sendiri mengenalkan calon kakak ipar untuk ku." jawab Seta terdengar menggelikan bagi Sena.


"sudah sudah, berdebat dengan mu tak akan membuat kakak menang. lebih baik sekarang kita turun sarapan. setelah itu kita segera menemui Tuan Erdian." pungkas Sena disertai kekehan ringan Seta.


Mereka berdua berjalan beriringan menyambangi meja makan yang telah terisi oleh berbagai macam menu sarapan. Terlihat wajah cantik sang mama yang bersorot mata penuh kelembutan tersenyum melihat ke dua putri nya begitu harmonis.


"Mama merasa beruntung memiliki kalian dua permata berharga mama. Terima kasih sayang sudah hadir dalam hidup mama." ucap Renata terdengar bergetar menahan haru.


Sena dan Seta seraya menghampiri sang mama dan mereka memeluk perempuan cantik itu dengan sayang.


"Kami yang harus nya berterima kasih sama Mama. Mama sudah berjuang melahirkan, merawat dan membesarkan kami." Jawab Sena

__ADS_1


"Mama wonder woman kami, Aku dan Kak Sena sayang sekali sama Mama." timpal Seta.


Akhirnya mereka pun bersama menikmati waktu sarapan nya dengan bahagia. Setelah selesai sarapan, Renata pamit untuk segera pergi ke kantor. Sedangkan kedua putri nya bermaksud akan pergi ke kampus setelah sebelumnya menemui Erdian terlebih dahulu.


Tak sampai 30 menit, Sena dan Seta pun akhirnya tiba ditempat yang telah mereka sepakati sebelum nya.


Terlihat Erdian telah menunggu dengan senyuman yang tak henti merekah melihat kedua putri dari perempuan yang sangat dia cintai. Erdian, pria itu kembali merasa takhub melihat Sena dan Seta yang begitu kompak menganggukkan kepala seraya memberikan hormat pada Erdian.


"Paman, apa kabar? Maaf sudah menunggu lama. O iya kenalkan ini kakak ku. Kak Sena, ini Paman Erdian yang aku ceritakan." Seta dengan riang memperkenalkan sang Kakak kepada Erdian.


Sena pun dengan senang hati mengulurkan tangan, dan dibalas dengan Erdian dengan genggaman hangat nya yang terasa menjalar dalam aliran darah serta denyut nadi Sena.


"Sena, panggil saja saya Paman. Paman senang sekali bisa bertemu dengan mu." ucap Erdian.


"Terima kasih Paman." jawab Sena singkat dengan senyuman nya yang merona.


Mereka pun sejenak terdiam, menikmati udara pagi di sekitar gerbang pemakaman.


"Sena, Seta bisakah kita mengunjungi Papa kalian sekarang? Paman ingin segera bertemu dengan nya." tanya Erdian.


Mereka berdua kompak mengangguk dan mengantarkan Erdian berjalan masuk ke pengistirahatan terakhir cinta pertama mereka.


Ucap Sena dengan nada bergetar menahan rasa yang berkecamuk dalam dada.


Setelah memanjatkan do'a ke hadirat sang Pencipta mereka pun kembali terdiam merasakan hembusan semilir angin yang menyapa.


"Sena Seta, apa Paman boleh berbicara dengan Papa kalian berdua?"


"Hmm.. Baiklah Paman silahkan, kalau begitu kami permisi dulu." jawab Seta


Erdian pun mengangguk, setelah Sena dan Seta menjauh Erdian dengan mata yang berkaca kaca seraya bergumam pelan


"San, maaf jika saya telat menjenguk mu. Terima kasih sudah mendidik anak anak mu dengan tidak membenci ku. Jika diperbolehkan aku ingin membuat kesepakatan dengan mu. San, terlepas dari amanat mu yang kau titipkan pada kedua putri mu. Aku merasa Renata takkan bisa dengan mudah menerima ku, untuk itu aku mohon berikanlah salah satu putri mu untuk menjadi bagian dari hidup ku. Kau tahu aku memiliki seorang putra yang tampan dan mapan, aku ingin menjadikan salah satu putri ku menjadi istri dari putra ku, Nick. Ayolah San, kau pasti tidak akan kecewa jika kau tahu bagaimana baik nya putra ku itu."


Erdian terkekeh dengan ucapan nya sendiri, menjeda obrolan nya dengan menarik nafas dalam dan kembali melanjutkan apa yang telah terjeda.

__ADS_1


" San, jika kau tahu perasaan ku selama ini terhadap Renata istri mu. Tetap tak berubah, tapi aku tidak boleh egois dengan perasaan ku ini. Lagian istri mu juga belum tentu mau menerima ku, benar begitu bukan?"


"Maka dari itu, kau jangan melarang ku untuk mempersatukan putri mu dan juga putra ku, Ok!"


Erdian kembali terkekeh seperti orang yang tidak waras. Setelah dirasa cukup menumpahkan segala yang mengganjal dalam hati dan mengungkapkan keinginan nya. Erdian pun mengusap batu nisan yang bertuliskan nama dari mantan rival nya itu. Bergegas berdiri dan berjalan melangkah keluar pemakaman, seraya menghampiri Sena dan Seta yang setia menunggu nya.


Senyum Erdian pun mengembang seketika melihat sebuah mobil mewah yang datang menghampiri mereka. Pemilik mobil yang tak asing itu merupakan putra semata wayang nya yang berinisiatif menyusul sang Papa yang telah meminta nya untuk datang dan menemui orang orang yang penting dalam hidup Erdian tersebut.


"Maaf Pa, Nick sedikit terlambat. Papa sudah selesai berziarah?"


Ucap nya penuh sesal.


Sena yang pertama kali bertemu dengan Nick pun seolah tersihir oleh pesona laki laki tampan itu. Berbeda dengan Seta yang tampak begitu salah tingkah melihat kedatang Nick yang terlihat sangat sempurna sekali.


" Tak apa Nak, Papa baru selesai. Nick, kau tidak menyapa mereka?" Ujar Erdian dengan senyum seringai yang sulit diartikan.


" Hampir saja lupa Pa, Hai Seta bagaimana kabar mu? dan ini.." Ucap Nick mengambang melihat kehadiran Sena yang mempunyai wajah mirip dan bahkan nyaris sama dengan Seta.


" Baik, Kak Nick. Ini Kak Sena, kakak ku. Kami kembar Kak jadi jangan aneh begitu melihat nya." jawab Seta sambil terkekeh melihat Nick.


"Oh jadi kalian ada dua. Baiklah, Sena saya Nick. Senang bertemu dengan mu." ucap Nick sambil tersenyum seraya mengulurkan tangan nya ke arah Sena.


Sena seketika menjadi gugup dan salah tingkah. Bagaimana tidak, seorang pangeran dari negeri dongeng berada tepat di hadapan nya dan tersenyum manis memabukkan.


"Se.. Sena." hanya itu yang mampu keluar dari bibir tipis gadis cantik yang mungkin sekarang wajah nya sudah memerah karena gugup dan malu.


Degh..


Sena merasa tersengat ketika kulit mereka bersentuhan. Ada rasa menggelitik dalam hati sehingga menciptakan getaran baru yang kini dia rasakan. Seolah tak ingin berkedip, Sena tak sedikitpun melepaskan tatapan nya dari wajah tampan yang kini tersenyum dihadapan nya.


"Sena, kamu tidak apa apa?" tanya Nick membuyarkan lamunan nya.


"Eeh i.. iya tidak apa apa". jawab Sena refleks menarik tangan nya dengan malu.


Erdian yang melihat semua itu hanya tersenyum, tapi juga merasa bingung karena melihat Seta yang hanya tergugu menatap Sena dan Nick secara bergantian. Erdian tahu betul jika Seta pun menaruh hati pada sang putra sejak pertemuan pertama mereka.

__ADS_1


Bersambung...


Mohon maaf othor hiatus nya kelamaan karena sedang ada perbaikan🤭 perbaikan isi kepala😅😁


__ADS_2