Terjerat Genggaman Palsu

Terjerat Genggaman Palsu
TGP 30 Cerita Masa Lalu


__ADS_3

Sebelum masuk dan bertemu dengan Kakak nya, Dita terus saja memikirkan cara agar sang kakak mau menceritakan kejadian yang sebenarnya tanpa melukai perasaan kakak tercinta nya itu.


"Baiklah, mungkin cara ini bisa aku coba." gumam nya masih dalam hati.


Ceklek..


Tampak pemandangan yang sangat menyejukkan mata. Terlihat Sansan Kakak ipar mereka sedang menyuapi istri nya dengan penuh kesabaran.


"Sayang sudah, aku sudah kenyang." rengek Renata manja.


Sansan pun meletakan piring yang setengah bagian isi nya sudah berpindah tempat di perut ibu anak-anak nya tersebut.


Sambil melirik dan merentangkan tangan Renata menyambut ke tiga adik nya terutama Dika yang baru mengunjungi nya.


"Kalian sudah datang, Dika kemana saja baru datang? kamu ngga khawatir ya sama kakak." ucap Renata bernada merajuk pada sang adik.


"Wah kakak ku ini memang benar-benar luar biasa. Baru saja melahirkan keponakan ku yang cantik-cantik kini sudah pandai merajuk lagi. Kakak Ipar, sebenarnya Kak Reta ini kenapa ya mendadak pandai merajuk begini?" Jawab Dika sambil terkekeh tak lupa memeluk sang kakak yang begitu ia sayangi.


"Sudah jangan lama-lama berpelukan nya. Dika, istri ku ini baru saja melewati masa sulit nya, jadi kau jangan terlalu erat memeluk nya."


"Sayang sudah lepaskan pelukan nya ya."


Ucap Sansan dengan nada yang sangat manis.


"Kakak ipar ini sungguh kejam sekali ya." protes Dika dengan raut muka yang dibuat menggemaskan.

__ADS_1


Mereka pun larut dalam tawa bahagia. Renata seakan melupakan sakitnya perjuangan pasca melahirkan. Dia begitu merasa sempurna sebagai seorang istri bisa memberikan suami keturunan dua sekaligus.


"Kak, apa si kembar sudah dibawa kesini untuk ASI?" tanya Dita.


"Sudah tadi. Tapi karena ASI nya belum lancar jadi Dokter menyarankan agar si kembar diberi Susu formula dulu sementara."


Jawab Sansan mewakili sang istri.


"Syukurlah. Kondisi Kak Reta sendiri sekarang bagaimana? apa masih pusing atau mungkin butuh sesuatu? biar Aku dan Dika yang akan berbicara dengan Dokter." Ucap Diki penuh perhatian.


Renata yang mendapat perhatian seperti itu tersenyum bangga. Dia tidak sia-sia membesarkan ke tiga adik nya. Mereka tumbuh dengan begitu penuh cinta kasih terutama pada dirinya dan keluarga kecil nya.


"Kakak, sudah baikan Dek. Kakak juga udah kuat kalau harus jewer kalian seperti dulu." jawab Renata disertai guyonan nya terhadap Dika dan Diki.


"Kakak ipar tolong kami Kak. Kak Reta galak." Jawab Dika dengan gaya khas nya yang disertai gelak tawa. Ruangan Renata menjadi ramai dan hangat.


"Sayang, pergilah keluar cari makan atau minum. dari tadi hanya aku saja yang kau perhatikan. sedangkan aku belum melihat mu makan atau minum sesuatu. Aku ada Dita yang menemani, jangan khawatir." dengan nada yang lembut penuh perhatian Renata meminta suami nya itu untuk mengisi perut nya.


"Hmm.. baiklah sayang. aku keluar sebentar dan mungkin akan melihat anak-anak kita sebelum pergi mencari makan. Istirahat lah ini sudah mendekati subuh." ucap Sansan.


"Dita, tolong jaga Kak Reta dulu sebentar. Sebelum Kakak kembali ya." Sansan seolah merasa berat untuk meninggalkan istrinya meskipun hanya sebentar.


"jangan khawatir kak." jawab Dita singkat.


******

__ADS_1


Setelah ke tiga laki-laki kesayangan nya keluar. Renata pun menyuruh Dita untuk duduk di kursi yang ada samping ranjang nya.


"Dek, apa ada yang mau kamu tanyakan. Kakak tau kamu pasti penasaran kan. dan kakak juga tau pasti diantara kalian bertiga sudah ada yang mencari penyebab kakak tak sadarkan diri tadi. Apa kamu mau mendengarkan apa yang akan kakak ceritakan?"


Tanpa berpikir panjang karena memang itu yang sedang Dita pikirkan, langsung saja Dita menganggukkan kepala nya. Menghampiri sang kakak dan duduk tepat di samping nya.


Dengan pandangan lurus ke depan Renata pun menceritakan apa yang dia alami tadi Restoran tempat mereka hendak makan malam. Dia pun menceritakan semua nya kepada Dita tentang tuduhan Yulia dan rasa bersalah nya selama ini telah menjadi orang yang menyebabkan hubungan diantara mereka berakhir.


Dita mendengarkan dengan seksama. Dirinya tak menyangka jika wanita yang dia lihat di video rekaman CCTV tersebut adalah Yulia mantan istri dari orang yang paling ingin kakak nya itu hindari.


"Kak, kalau menurut aku ini bukan kesalahan kakak. meskipun mungkin memang penyebab mereka berpisah memang karena Kak Er yang ternyata mencintai kakak. kakak disini juga sama menderita nya dengan wanita itu bahkan kakak lebih sakit dari apa yang wanita itu alami. perasaan kakak, masa depan kakak, juga cinta kakak waktu itu yang hanya dimanfaatkan oleh kak Er.


kita tak bisa melawan takdir kak, dan lihat meskipun kak Er ternyata mencintai kakak tapi takdir tidak berpihak, justru takdir kakak adalah kak Sansan. Kakak dan kak Sansan sudah di takdir kan bersama. untuk itu, Dita mohon kakak jangan terbawa oleh perkataan nya wanita itu. Kakak harus bahagia dengan kak Sansan dan juga anak-anak kalian."


Dita secara panjang lebar memberikan kekuatan pada kakaknya agar tidak terpengaruh dengan segala yang di ucapkan oleh Yulia.


"Kakak, apa kakak tau. Kak Sansan begitu kalut seperti kehilangan arah tujuan saat kakak tak sadar kan diri. Aku melihat kak Sansan begitu menyayangi Kakak takut kehilangan kakak. tetaplah menjadi kakak ku yang kuat dan tidak pernah hanyut dalam masa lalu. aku mohon." kembali Dita berbicara kali ini dengan nada penuh permohonan.


"Dek.. terima kasih." Renata dengan mata berkaca-kaca menggenggam erat jemari adik nya dan Dita dengan segera menghambur ke pelukan terhangat dan ternyaman nya selama ini.


"Aku, Niken Pradita tetap akan menjadi adik sekaligus teman buat kakak ku Renata Eliana, perempuan cantik yang begitu kuat dan penuh kasih sayang yang telah dengan susah payah membesarkan ku selama ini."


Dua perempuan itu pun terisak penuh haru.


dan tanpa mereka sadari Sansan, Dika dan Diki pun ikut mendengar obrolan mereka. Ketiga laki-laki tersebut ikut berkaca-kaca terharu dan sekaligus merasa bangga terhadap hubungan kedua adik kakak yang begitu kuat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2