Terjerat Genggaman Palsu

Terjerat Genggaman Palsu
TGP 44 Gadis Kecil


__ADS_3

"Sena, kamu tidak apa apa?" tanya Nick membuyarkan lamunan nya.


"Eeh i.. iya tidak apa apa". jawab Sena refleks menarik tangan nya dengan malu.


Erdian yang melihat semua itu hanya tersenyum, tapi juga merasa bingung karena melihat Seta yang hanya tergugu menatap Sena dan Nick secara bergantian. Erdian tahu betul jika Seta pun menaruh hati pada sang putra sejak pertemuan pertama mereka.


***


2 minggu berlalu, entah kenapa semenjak Sena bertemu dengan Nick, Seta seolah membatasi diri. Dia seolah tak mau jika ada orang lain yang tahu tentang perasaan nya terhadap Nick. Seta dapat melihat dengan jelas jika Sena sang kakak pun menaruh hati pada pria yang selalu ada dalam pelupuk mata nya.


Seta hanya tak ingin terluka, karena bagaimana pun gadis cantik itu sangat menyayangi kakak semata wayang nya.


Seperti hari ini, Erdian akan menemui Renata sesuai dengan yang telah dia rencanakan sebelum nya. Sena begitu antusias sekali karena dirinya sudah pasti akan bertemu dengan Nick. Tapi, tak berlaku bagi Seta, dia merasa bahagia amanat Papa nya akan segera terealisasi tapi kalau untuk bertemu dengan Nick dirinya begitu enggan. Seta enggan jatuh terlalu dalam terlalu jauh pada pesona laki laki tampan itu.


"Seta, ayo kita segera berangkat. Paman Erdian pasti sudah menunggu kita. Aku tak sabar ingin segera melihat ekspresi Mama jika bertemu kembali dengan Paman Erdian." Terang Sena yang akhir akhir ini begitu aktif dan banyak bicara.


"Kakak, maaf tiba tiba aku agak sedikit demam Kak. Badan ku rasanya sakit semua. Kalau boleh, kakak saja ya yang bertemu dan mengantar Paman Erdian bertemu dengan Mama, maaf kak."


Jawab Seta dengan suara nya yang serak.


Memang benar, Seta saat ini sedikit drop. Mungkin karena hampir tiap malam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dia terus saja berpikir untuk kebahagiaan sang Mama juga Kakak nya Sena.


Mendengar keluhan Seta, Sena pun terlihat begitu cemas. Sena dengan segera meraba kening sang adik dan ternyata benar saja, badan Seta terasa begitu panas.


"Sebentar Dek, Kakak ambilkan dulu air hangat untuk kompres kamu. Sama kamu pasti belum sarapan kan?" tanya Sena panik.


Seta menjawab dengan gelengan kepala.


Tak berselang lama, air hangat untuk kompresan pun tersedia. Sena dengan begitu telaten mengompres sang adik dan setelah nya menyuapi Seta dengan penuh kasih sayang.


"Bagaimana aku akan egois kak, melihat kakak begitu sayang nya sama aku. aku akan memberikan apapun asal kakak bahagia." gumam Seta dalam hati.


"Selesai, sekarang minum parasetamol nya ya Dek. setelah itu kamu istirahat. Biar kakak yang handle urusan Mama dan Paman Erdian." ucap Sena.

__ADS_1


Seta pun kembali menganggukkan kepala nya dan setelah minum obat dia berusaha memejamkan mata, berpura pura tidur agar sang kakak bisa berangkat dengan tenang.


Tanpa di duga, Erdian dan Nick ternyata menyambangi mereka di rumah. Sena yang baru saja keluar dari kamar Seta di kejutkan dengan laporan Bi Yeti yang mengatakan bahwa ada dua orang tamu yang menunggu nya di teras rumah.


Sena pun menghampiri guna melihat siapa tamu yang Bi Yeti maksud tersebut. Alangkah terkejutnya Sena, melihat dua sosok pria yang akan di temui nya kini berada di rumah nya.


"untung saja Mama tak ada di rumah. bisa kacau rencana kalau sampai di lihat Mama" batin Sena.


Dengan raut muka yang berseri seri ditambah senyum manis dengan kadar maksimal. Sena melangkah percaya diri, entah kemana rasa gugup atau ketidak percaya dirian nya saat ini. Mungkin menguap seiring rasa kantuk yang sedang Author rasakan saat ini.


"Paman, Kak Nick. Maaf menunggu lama." Ucap Sena basa basi.


"Maaf Sena, terpaksa Paman datang kemari karena dari tadi Paman mencoba menghubungi salah satu dari kalian tapi tak ada jawaban." Jelas Erdian.


"Sena, dimana Seta? Tidak keliatan."


Degh


"Seta sedang sakit Kak Nick, sebab itulah aku telat datang ke tempat yang telah kita janjikan." Terang Sena.


Erdian dan Nick merasa sedikit kaget mendengar keadaan Seta yang sakit.


"Maaf Sena, kalau di izinkan apa boleh saya melihat keadaan Seta. Sebentar saja?"


Sena seakan menimbang permintaan Nick untuk menjenguk keadaan Seta. Tapi, akal sehat Sena bisa mengalahkan ke egoisan nya.


"Silahkan Kak, tadi Seta sedang istirahat baru saja minum obat. Mungkin sekarang dia sedang tidur." jelas Sena masuk di akal.


"Tak apa, saya hanya ingin melihat nya saja sebentar. Tunjukkan saja kamar nya sebelah mana, biar kamu temani Papa saya disini."


Sena pun memberi tahu kan Nick posisi kamar Seta.


Setelah dirasa cukup jelas, Nick pun melangkahkan kaki nya untuk melihat keadaan Seta, entah kenapa pria tampan itu merasa sangat khawatir mendengar Seta terbaring sakit tak berdaya.

__ADS_1


Kini, Nick tepat berada di depan pintu kamar Seta. Nick mencoba mengetuk pintu namun tak ada sahutan. Dengan gugup dia pun mencoba membuka pintu kamar itu agar bisa melihat seseorang yang sangat dia khawatirkan.


Ceklek


Terlihat Seta sedang berbaring memunggungi nya. Seta tak sadar jika yang masuk ke dalam kamar nya itu adalah Nick bukan Bi Yeti seperti dugaan nya.


"Bi, Seta sudah makan dan minum obat. Apa kak Sena sudah berangkat? Bi, do'a kan kak Sena ya semoga kak Sena bahagia dan mendapatkan cinta nya Kak Nick." ucap Seta terdengar bergetar.


Nick hanya diam terpaku mendengar penuturan Seta. Nick tak menyangka jika Sena menaruh hati pada nya, sedang kan dirinya mencelos karena terlanjur terpesona oleh seseorang yang membuat nya kepikiran siang dan malam.


"Bi, kenapa Bibi diam saja? Bibi sedang sariawan ya? ya sudah Bibi cukup dengarkan dan jangan bilang siapapun ya Bi. ini rahasia kita berdua.


ehmm.. Bi, sebenarnya aku jatuh cinta sama Kak Nick. Bibi tahu dia itu pria paling sempurna yang pernah aku temui. Dia baik, tapi sedikit jutek. Senyum nya mampu membuat ku terjungkir hingga tak mampu berkedip rasanya." Seta terkekeh sendiri karena ucapan nya.


"Bibi, bi Yeti kenapa si diam terus Bi?"


Seta yang dilanda penasaran pun sontak membalikkan posisi tidur nya dengan tanpa curiga. Saat ini yang terlihat dalam pandangan nya sosok tampan Nick yang sedang menyorot tajam ke arah nya.


"Kak Nick" gumam Seta sambil mengucek mata nya.


"Mungkin karena badan ku panas hingga bayangan kak Nick muncul disini." gumam nya kembali.


Disaat bersamaan Nick pun mendekat ke arah Seta, Seta yang merasa ada dalam dunia halusinasi pun hanya mengerjap kan mata nya.


Melihat tingkah Seta yang seperti itu, Nick pun menjadi gemas. Nick tak tahan ingin segera mendekap gadis nya yang kini dia sadari jika dirinya telah terpaut hati pada sosok Seta yang periang.


"Kak Nick.." Seta pun berhasil meraba wajah tampan itu setelah Nick duduk di tepi ranjang tempat Seta berbaring.


"Ya Seta. Ini aku Nick, kamu kenapa sakit? membuat ku khawatir saja." Jawab Nick yang sontak membuat mata Seta membulat, mulut menganga serta hati berdenyut kencang.


"Seta, aku mendengar semuanya. Semua yang tadi kau ucapkan. Aku juga seperti nya telah jatuh cinta padamu, gadis kecil."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2