
"Gila saja baru sekali bertemu rasanya sudah seperti ini. Seta kau membuat ku terkena sindrom kesan pertama begitu menggoda." gumam Nick dengan terkekeh.
Nick pun berlalu kembali pulang ke apartemen, dia ingin segera bertanya pada sang Papa mengenai Wanita yang sempat Papa nya bahas dengan Seta tadi. Siapa sosok Renata tersebut?
***
Seta yang baru saja sampai ke rumah tak lantas pergi menemui sang kakak yang sejak tadi sudah berkali kali menghubungi nya. Seta malah bertolak menuju ke kamar nya karena ingin segera menghilangkan penat dengan mandi berendam air hangat.
Seta pun berendam sambil menerawang membayangkan perjumpaan nya dengan Erdian tadi.
"Apakah takdir akan membawa Mama kembali pada Paman Erdian sesuai dengan amanat Papa dulu?" gumam Seta lirih.
Segera Seta mengakhiri kegiatan mandi nya karena dia ingat ada sang Kakak yang sejak tadi menunggu nya pulang, juga sang Mama yang belum sempat dia temui.
Setelah berganti pakaian dan kembali segar, Seta pun beranjak pergi untuk menjumpai sang Mama terlebih dahulu pikirnya. Mama nya bagian yang paling penting dalam hidup nya lebih dari apapun.
Tok tok...
"Ma, Mama didalam? apa Seta boleh masuk"
Ucap Seta diselingi suara jari nya yang bergerak di daun pintu.
"Masuk Seta, Mama di dalam." Jawab sang Mama dengan suara yang sedikit agak keras.
__ADS_1
Ceklek.. pintu pun terbuka. Nampak lah sang Mama sedang memegang sebuah album foto yang sedikit telah usang. Seta dengan senyum khas nya menghampiri sang Mama dan mencoba menyelami apa yang sedang Mama nya itu rasakan.
"Hai Ma, apa Mama sedang merindukan Papa? Papa disana pasti juga sangat merindukan Mama, apalagi Mama adalah istri sekaligus ibu terbaik buat kami." Ucap Seta dengan lembut membelai punggung sang Mama.
"Mama hanya sedikit melow mungkin karena kerjaan Mama yang banyak di kantor. Kau dan Kakak mu sudah makan? panggil Sena kita makan malam bersama." Renata segera mengalihkan pembicaraan. Dia tak ingin anak anak nya pun merasakan kesepian seperti yang dia rasakan.
Seta pun seolah mengerti maksud dari pembicaraan sang Mama yang seolah enggan berlanjut lebih dalam lagi. Dengan mengulas senyum spesial untuk wanita yang telah berjuang melahirkan nya itu Seta pun bergegas pergi menemui Sena untuk makan malam bersama.
"Kak, Kakak.."
Panggil Seta sambil mengetuk pintu kamar Kakak nya itu.
Sena pun menyembul dari balik daun pintu yang terbuka.
"Kak, nanti ya kita bahas nya. Sekarang Mama nungguin kita buat makan malam, ayolah kasian Mama takutnya kelamaan nungguin kita." Jawab Seta.
Mereka pun pergi menghampiri meja makan yang telah di isi berbagai macam makanan buatan sang Mama. Nampak wanita yang masih cantik di usia nya yang sudah terbilang matang tersenyum ke arah mereka berdua.
"Sena, Seta duduklah Mama sudah masak makanan kesukaan kalian. Sengaja Mama cepat pulang agar bisa berkumpul bersama kalian dua putri cantik kebanggaan Papa dan Mama." Ungkap Renata dengan raut muka yang teduh dan hangat.
Sena dan Seta yang sudah lama hampir tak melihat Mama nya diselimuti senyuman hangat pun merasa bersyukur. Bagi mereka senyuman sang Mama adalah harta karun paling mahal dan tak terbeli dengan uang atau apapun.
Mereka makan dengan tenang diselingi canda tawa dan sesekali Seta membuat Mama dan Kakak nya tertawa lepas karena guyonan nya yang terlontar begitu saja.
__ADS_1
"semoga mama bisa terus bahagia dan tertawa seperti itu.. aku merasa sangat berdosa jika mama tak bisa kembali menemukan sosok yang bisa membawa nya ke dalam hangatnya bahagia." Sena bergumam dalam hati nya.
Selepas makan malam yang terkesan hangat mereka pun kembali berkutat dengan tugas mereka masing masing. Renata memilih masuk ke dalam ruang kerja nya sementara Sena dan Seta memilih masuk ke dalam kamar Sena karena dia sudah tak sabar ingin mendengar secara langsung penjelasan dari Seta.
"Seta, ayo coba ceritakan pada ku bagaimana kau bisa bertemu dengan Tuan Erdian dan dia itu orang nya seperti apa? apakah dia tampan seperti Papa kita?"
Sena yang pembawaan nya lembut dan santai tiba tiba melontarkan pertanyaan dengan nada penuh ketidak sabaran membuat Seta terkekeh merasa lucu dengan tingkah Kakak nya.
"Sebentar Kak, aku pasti akan jawab. Aku bertemu dengan Paman Erdian secara tidak sengaja.. saat itu aku sedang bersama teman teman ku di kafe"
Seta pun kemudian menceritakan pertemuan nya dengan Erdian secara detail kepada kakak nya yang sejurus kemudian terlihat membelalakan matanya karena merasa terkejut dengan sebuah pengakuan Seta yang bila mana semalam dia diantarkan pulang oleh Nick putra dari Erdian.
"Dek, jadi besok kamu dan Tuan Erdian akan mengunjungi makan Papa tanpa sepengetahuan Mama? dan Tuan Erdian akan secepatnya menemui Mama.. Ya Tuhan, kenapa jantung ku jadi berdetak kencang begini ya?"
Tanya Sena yang kembali membuat Seta kembali terkikik geli mendengar sekelumit pertanyaan dan juga ocehan kakak nya.
"Lebih tepat nya kita berdua Kak. Paman Erdian juga ingin bertemu dengan Kakak besok." pungkas Seta.
Tak terasa obrolan mereka pun berlangsung hingga Seta terkantuk kantuk menguap membuat Sena merasa kasihan dan membiarkan adik kembarannya berlalu pergi masuk ke dalam kamar nya.
"Pa, apa keputusan dan langkah kami ini sudah tepat? Sena takut sekali takut tidak bisa menerima kehadiran orang lain untuk mengganti Papa. Tapi Sena juga ingin melihat Mama bahagia."
Sena menggumam kecil sambil sesekali menarik nafas panjang. Sena merasa dilema disaat Seta sangat adik telah merasa lega karena telah berhasil menemukan orang yang menjadi amanat terakhir sang Papa.
__ADS_1
Bersambung...