
Kicau burung dan hangat nya sinar matahari pagi yang menyelinap, sedikit mengusik tidur lelap nya sang permaisuri yang tadi malam tak kenal lelah menjemput kenikmatan.
Mengerjapkan mata seraya mengumpulkan kesadaran. Renata seketika tersenyum dan merona mengingat betapa lincah nya dia semalam menjadi pawang kebuasan senjata sang suami.
Dengan senyum yang mengembang dia pun melangkah kan kaki menuju kamar mandi. Tak berselang lama, kegiatan mandi dan bersolek pun selesai. Masih dengan senyum nya yang tak memudar, Renata menuruni anak tangga bersiap menuju dapur dengan niat akan membuat kan suami tercinta secangkir kopi dan roti bakar favorit suami tercinta nya.
Para pelayan yang tengah mengerjakan tugas mereka masing masing pun di buat tersenyum dengan ulah sang nyonya yang semenjak datang tak henti menularkan senyum manis nya.
"Selamat pagi semuanya.. " sapa Renata dengan hangat ceria.
"Selamat pagi juga Nyonya.. " sahut Para Pelayanan dengan serempak.
"Bi, apa Tuan masih ada di ruang olahraga?" tanya Renata pada salah satu pelayan yang bernama Bi Yeti.
"Iya Nyonya, Bibi tadi melihat Tuan masih berolahraga" jawab Bi Yeti dengan sopan.
"Baiklah kalau begitu, aku akan membuatkan sarapan favorit nya".
Ucap Renata dengan tangan yang cekatan meracik kopi dan menyiapkan roti pilihan untuk sang suami.
" Biar Bibi bantu ya Nyonya. Bibi takut Nyonya kecapean dan membahayakan kandungan Nyonya". Tutur Bi Yeti dengan tulus.
"Baiklah, kalau Bibi memaksa. Tolong ini roti nya dibakar ya Bi" tutur Renata dengan tetap sopan.
Setelah semuanya dirasa selesai, Renata pun segera pergi memanggil suaminya untuk sarapan bersama.
"Sayang.. Pak Suami, Papa.. " panggil nya sambil masuk ke ruang olahraga. Di lihatnya ruangan tersebut kosong.
Langkah kaki nya pun kini beralih menuju kamar mereka. Tak lama berselang, Renata pun masuk ke dalam dan menemukan sang suami tengah berada di walk in closet, entah sedang melakukan apa.
"Sayang rupanya kau disini.. " ucap nya sedikit mengagetkan sang suami.
"Aku sedang kebingungan, untung saja kau datang tepat waktu". ungkap Sansan dengan raut wajah gembira.
" Kau sedang bingung? apa kiranya yang membuat suami tersayang ku ini bingung? ". Renata bertanya dengan sedikit memberikan bumbu gurauan.
__ADS_1
" Tolong siap kan aku pakaian yang dapat membuat mu jatuh cinta berkali lipat dari sebelum nya". Sansan tak mau kalah menggoda sang istri.
"Pak suami sebaik nya kau tak usah mengenakan pakaian.., karena hal itu membuat ku semakin jatuh cinta dan kadar keseksian mu meningkat pesat". Gurau Renata sambil cekikikan.
" Hey Kau membuat mood berperang ku kembali dan kau harus bertanggung jawab". desah Sansan dengan sorot mata yang sulit diartikan.
Renata pun bergeming, merasa telah salah menggoda. Karena kini dia harus berhadapan dengan Tuan yang suka sekali membuat nya lemas tak berdaya.
"Bu.. bukan begitu maksud ku. Mmm.. ayo pakai pakaian mu dan kita sarapan. Iya sarapan.. Aku lapar sekali sayang.. Anak anak kita juga". Bujuk Renata dengan sorot mata yang dibuat sendu.
Mendengar istri nya kelaparan, sontak saja hal itu membuat Sansan kalang kabut asal mengenakan pakaian nya. Yang ada dalam pikiran nya saat ini adalah istri nya kelaparan dan pasti saja calon anak anak nya pun ikut merasakan lapar.
"Ayo kita turun, atau apa kau mau sarapan di dalam kamar saja? biar aku yang ambil kan"
Melihat suami nya yang begitu penuh perhatian, Renata pun bergelayut manja di lengan kokoh yang semalam dia ingat bahwa tangan itu merupakan tangan nakal yang telah bergerilya ke segala area sensitif nya.
"Aku tadi membuat kan mu kopi dan roti bakar spesial. Ayo kita turun, nanti sarapan nya keburu dingin" Renata dengan senyum memberikan perhatian kecil sebagai ungkapan sayang nya pada sang suami.
Dengan merangkul mesra pinggang sang istri yang tengah bergelayut manja, Sansan pun ikut turun dan menikmati hangat nya kebersamaan.
"Sayang, apa hari ini kau tidak pergi ke kantor? " Renata masih dalam mode manja bertanya terhadap suami nya.
"Ke kantor dong sayang, tapi nanti siang setelah kita.. " Dengan menggosok gosokan telapak tangan nya, Sansan mencoba menggoda sang istri.
" Mesum sekali suami ku ini.."
Renata terkekeh melihat suami manja nya yang menggemaskan.
"Aku mesum nya hanya sama istri cantik ku ini. Tiap melihat mu tersenyum senjata ku langsung berdiri tegak. Seperti saat ini". Bisik Sansan yang berhasil membuat istrinya meremang berdesir hebat.
Melihat ekspresi yang di tunjukkan istri nya tersebut, Sansan tergelak tak bisa menahan rasa gemas. Dan sebenarnya memang begitu Sansan tidak bisa bertahan menahan has rat nya jika berdekatan dan bersentuhan dengan sang istri.
Renata yang merasa malu dengan ulah nya pun tertunduk dan menyembunyikan rona merah yang menghiasi wajah cantik nya.
Setelah selesai dengan sarapan yang sebenar benar nya sarapan. Sansan mengajak Renata istrinya itu untuk masuk ke ruang kerja.
__ADS_1
Tanpa Renata duga ternyata suami nya itu telah menyiapkan sesuatu yang tak pernah dia pikir kan sebelum nya.
"Maaf baru sekarang aku mengajak mu untuk bulan madu.. Sebenarnya di mulai hari ini hingga seminggu ke depan aku sengaja mengosongkan semua jadwal kerja dan ingin mengajak mu berlibur. Apa istri tersayang ku ini bersedia? Jangan khawatir.. Aku sudah konsultasi ke dokter kandungan mu. dan hasil nya ternyata tidak ada yang harus di khawatir kan. Kandungan mu kuat, anak anak kita kuat dan itu berkat istri tercinta ku yang selalu menjaga mereka dengan tulus". Ucap Sansan panjang lebar meyakinkan istri nya.
Renata yang mendengar penuturan dari suami nya terpaku. tak menyangka suami nya begitu memperhatikan kondisi dirinya juga janin dalam kandungan nya hingga se detail ini.
"Terima kasih.. " Renata menghambur ke dalam pelukan Sansan dengan mata mengembun berkaca kaca penuh haru hingga hanya kalimat itu yang mampu terucap.
Bersyukur..
Renata bersyukur sekali dipertemukan dengan pria yang kini mendekap nya erat dan terasa hangat.
Tak merasa di abaikan atau sakit karena cinta sepihak.
Sansan dengan penuh kasih sayang membelai punggung yang sedang berguncang terisak di dada nya. Memberi kesempatan untuk istri nya meluapkan perasaan yang sedang bergelayut dalam dada.
Setelah isak nya mereda, Renata melonggarkan pelukannya. seraya menatap penuh cinta pria yang memancarkan sorot mata penuh ketulusan yang kini berstatus sebagai suami nya itu.
"Sepertinya ada yang minta untuk
"Maaf jika aku malah menangis seperti ini. Aku merasa sangat beruntung dimiliki dan memiliki mu Kulkas" cicit nya dengan bibir yang kembali menyuguhkan senyuman.
Setelah selesai dengan drama yang mengharu biru itu pun, mereka dengan dibantu Bi Yeti dan Bi Sumi segera membereskan barang bawaan. Tak banyak yang mereka bawa. Hanya vitamin dan susu hamil juga makanan kesukaan Renata saja yang menyesaki koper dan itu semua tak urung mendapat protes dari sang istri dan tetap tak di indahkan oleh Sansan.
Bersambung...
Kira-kira bulan madu versi Sansan Renata itu seperti apa ya..?
Dan sengaja ngga dibanyakin part Erdian ataupun keluarga nya Renata karena Author punya kehaluan yang lain untuk mereka.
Terima kasih sudah mampir dan sudi membaca.
Tolong ditunggu like, komen dan vote nya
Salam hangat,
__ADS_1
ππππππ
Ukano