Terjerat Genggaman Palsu

Terjerat Genggaman Palsu
TGP 18


__ADS_3

"San.. ada apa? jangan membuat ku takut".


Grep


tubuh langsing nya seketika pindah tempat masuk ke dalam dekapan sang suami yang sejak tadi bersikap aneh.


Hening.. hanya ada deru nafas dan detak jantung ke duanya yang terdengar bersahutan. Mereka seakan menikmati pelukan pertama setelah label halal mereka kantongi.


"San.. " lirih Renata seraya melepas pelukan suami yang hangat dan menenangkan.


"Ssttt.. sayang kenapa tak memakai baju yang sudah ku siapkan di lemari? padahal itu tiket kita menuju angkasa" ujar nya membuat si istri melongo kurang mengerti maksud ucapan suami.


San-san hanya tersenyum melihat tingkah istri nya yang melongo tak mengerti atas apa yang telah dia ucapkan barusan.


"Kau membuat ku semakin gemas dan tak sabar sayang". Ucapnya dengan cepat mengangkat tubuh langsing yang selama ini hanya bisa dia peluk.


Seolah kesadaran nya kembali pulih, Renata dengan sigap memeluk leher kekar dan membenamkan wajah nya dengan malu.


Dengan lembut dan penuh kasih sayang, San-san meletakkan istri cantik nya diatas peraduan yang memang telah di siapkan untuk arena mengolah raga nya malam ini.


"Apa kau sudah siap dengan senjata baru mu sayang?" tanya nya terkesan menyebalkan tapi membuat Renata semakin merona.


"San.. tapi aku takut kamu akan kecewa" cicit Renata dengan sorot mata yang sayu berharap suami tak menyesal dengan kondisi nya saat ini.


Tanpa ragu San-san menggelengkan kepala


"Tidak sayang.. apa yang kau takut kan itu takkan terjadi. Kau tau sejak dulu aku sangat mengharapkan mu" ucap San-san penuh keyakinan.


Mendengar jawaban suami yang begitu tulus, Renata dengan sigap menarik tangan San-san hingga terjatuh tepat di atas tubuh nya.


Mendapat reaksi sesuai harapan, San-san dengan bahagia nya mem agut bibir istri yang sangat di cintai nya sepenuh hati.


"Sayang, ada yang terlupa.. " di sela pagu tan dan yang begitu pan as San-san tiba-tiba melepas nya dan sontak saja hal itu membuat Renata istrinya mengerutkan alis.


"Apa yang terlupa?" tanya Renata setengah melotot.


"Doa nya yang terlupa. Kita berdo'a dulu biar nanti kalau bibit super ku bertunas, tunas nya sehat dan bisa berkembang dengan subur".


Ujar San-san menjelaskan dengan bahasa yang sedikit membingungkan.

__ADS_1


Blusshhh


Renata merona. Tak menyangka suami nya begitu memperhatikan hingga sedemikian rupa.


Setelah merapalkan do'a dan dipastikan sang istri siap untuk di masuki. San-san dengan susah payah membenamkan senjata nya tepat ke dalam sangkar yang lembab dan hangat.


Dibawa nya sang istri menuju ke angkasa nirwana. Dengan kekuatan super dan di iringi kelembutan juga kerenyahan sukses menghantarkan mereka melewati angkasa dan mendarat sempurna.


Terdengar suara nafas mereka yang masih memburu tanda akan kembali melakukan pendakian menuju angkasa untuk kesekian kali nya. Desa han Era ngan kenikmatan dari keduanya cukup menjelaskan bagaimana dalam nya senjata San-san terbenam.


"Sayang kau begitu memabukkan" sempat sempat nya Sansan menggoda istrinya yang terlihat pasrah dalam kenikmatan..


"Lebih cepat San.. oohh iyaa.. aaaahhh"...


Renata menjawab nya dengan racau an disela gempuran dahsyat yang dilancarkan oleh sang suami.


Seperti mendapat tenaga tambahan Sansan menaikan tempo hentak kan nya dan tak berselang lama mereka pun hanyut dalam gelombang kenikmatan syurga dunia.


" Terima kasih istriku.. i love you Renata Eliana"


Ungkap Sansan dengan senyum melebar serta kecupan hangat di kening istrinya yang tampak tak berdaya.


"Tidur lah, kau pasti lelah.." perintah Sansan dengan lembut dan menenangkan.


Tak berangsur lama Renata pun masuk ke alam mimpi. Terdengar suara dengkuran halus nya, di susul sang suami yang juga terlihat tampak tak kuasa menahan buaian rasa ngantuk.


******


Bahkan semesta pun berpihak kepada mereka, disaat mereka merajut kenikmatan dan kebahagiaan menjadi sepasang pengantin baru. Ditempat lain terlihat seorang pria tampan dengan penampilan yang kusut berjalan keluar dari sebuah club malam terkenal di ibukota.


Menyedihkan, Dia kehilangan semangat hidup setelah menyadari perasaan yang dia rasakan sebenarnya terhadap sang wanita yang hanya dianggap sebatas pemuas naf su syah wat nya.


Erdiana Putra Wardhana. Seorang pengusaha muda sukses tersebut jatuh kedalam pesona seorang gadis biasa yang tak lain ialah Renata Eliana.


Setelah peristiwa malam tersebut, hidup nya seakan kehilangan arah. Jiwa nya kosong dan semakin rapuh. Tak ada lagi senyum dan gai rah hidup. Dia seolah gila mencari keberadaan Renata nya yang seolah hilang ditelan bumi.


Keluarga dan sahabat Renata pun tak ada yang tahu dan mereka seolah enggan memberi tahu. Sejak Erdian sering menyambangi rumah nya, ke tiga adik dan sahabat Renata pun seolah lenyap tak bersisa.


Bingung, sedih dan menyesal itu lah yang Erdian rasakan. Hingga selama 3 tahun ini yang Dia lakukan hanya minum dan enggan disentuh oleh siapapun selain asisten kepercayaan nya. Belum puas mencari keberadaan wanita yang telah di sakiti nya, Erdian pun memutuskan mengakhiri pernikahan nya dengan Yulia istri yang di anggap pemicu kepergian Renata nya.

__ADS_1


"Maaf Tuan.. Tuan muda Nick saat ini sedang sakit. Apa Tuan akan pulang untuk menjenguk nya?" Tanya Rendi asisten kepercayaannya.


"Baiklah Ren, meskipun kau tau Nick bukan darah daging ku, tapi aku tak bisa mengabaikan anak itu. Hanya Dia yang mampu mengembalikan kewarasan ku saat ini". Ungkap Erdian dengan senyum yang seolah di paksakan.


" Sesuai permintaan Tuan. Nyonya Yulia tidak akan bisa membawa Tuan Muda Nick karena Nyonya Yulia tidak bisa merawat dan membesarkan Tuan Muda dengan baik".


Tutur Rendi dengan tetap melajukan kendaraan menuju kediaman Tuan nya.


Setiba Erdian di kediaman nya. Tampak beberapa pelayan hilir mudik ke dalam kamar Nick putra semata wayang nya.


"Tuan sudah pulang, maaf Tuan ini Tuan muda dari tadi tidak mau makan. Kami sudah berusaha membujuk nya tapi tetap Tuan Nick tidak mau makan". Tutur pelayan yang di ketahui bernama Bi Wiwi tersebut panjang lebar.


"Terima kasih Bi, kalian istirahat saja biar saya yang bujuk".


Bi Wiwi bersama beberapa pelayan lain nya pergi setelah sebelum nya membungkuk kan badan tanda menghormati sang majikan.


Erdian dengan langkah cepat menaiki anak tangga dan segera menghampiri anak yang beberapa hari ini tidak ditemui nya.


"Hai jagoan Papa.. " sapa Erdian pada anak nya.


Nick.. terlihat bocah laki-laki tampan berkulit putih, berambut lurus sedikit kecoklatan, berhidung mancung, berbibir sedikit tebal mengerucut menggemaskan. Bocah 4 tahunan tersebut merajuk manja pada sang ayah yang dianggap kurang perhatian terhadap nya.


"Kamu marah sama Papa, Nick? Maaf Papa banyak pekerjaan sayang. Papa janji akhir pekan besok Papa ajak jagoan Papa yang tampan ini jalan-jalan kemana pun kamu ingin". Rayu Erdian


"Apa itu benar Pa? Nick akan Papa ajak jalan-jalan kemana pun Nick mau?" tanya bocah itu dengan sorot mata yang berbinar binar.


Erdian pun membawa putra tampan nya kedalam pelukan. Sambil membelai sayang rambut putra tampan nya Er pun kembali berjanji dan siap menjadi Papa terhebat dalam hidup putra nya itu.


"Papa akan berusaha sekuat Papa untuk membuat mu bahagia Nick" Gumam Erdian dalam hati.


*Bersambung...


Dear Readers tersayang..


Terima kasih untuk segala perhatiannya. Salam hangat semuanya..


πŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’šπŸ’™πŸ’š*


Ukano

__ADS_1


__ADS_2