The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Sekte hongzhi


__ADS_3

Suara lolongan serigala terdengar dimana-mana, beberapa mengikuti Zhu Val dan Zhu Rey bermaksud menjaga mereka berdua.


Sementara Zhu Xie akan tetap tinggal di puncak gunung, dia akan datang kapan pun jika kedua anak kembar itu membutuhkan bantuannya.


"Kau tau tempat tujuan mu kemana?" Tanya Zhu Rey sebenarnya gadis kecil yang tengah digendong nya itu tak pernah memberitahukan kemana dia akan pergi.


"Benua Canglan."Ucap Val pelan.


Pemuda yang menggendong nya itu tersedak mendengar nya, benua Canglan sangat lah jauh jika ingin kesana mereka harus mengarungi laut yang luas. Juga membutuh kan uang dengan jumlah tidak sedikit


"Kita tidak akan pergi kesana sekarang, Val harus menjadi lebih kuat terlebih dahulu."


"Lalu bagaimana mana dengan Zhu Long kakak mu?"


"Kita juga akan mencarinya mungkin Val akan meminta bantuan pada Paman Shu dan Paman Hao."


"Kalau begitu kita akan pergi menemui mereka."


"Kau tau persis apa yang Val pikirkan kita akan pergi ke sekte Hongzhi, kebetulan Val mempunyai plakat milik paman Hao."


"Sebelum itu kita cari tau letak sekte itu."


"Baiklah."


Kedua nya meneruskan perjalanan serta berharap ada desa yang tak jauh dari kaki gunung. Zhu Rey mempercepat langkahnya menggunakan langkah ringan, sementara gadis di punggung nya terasa tak berhenti gemetar.


"Val apa kau baik-baik saja?" Tanya Zhu Rey cemas.


Val terdiam kemudian menggigit bibir bawahnya pelan, dia kedinginan.


"Val kedinginan." Jawab Val tergetar.


Udara malam di bawah kaki gunung menjadi lebih dingin dari tadi. Zhu Rey mengangguk dia berhenti dan menurunkan Val lalu mengeluarkan selimut dari cincin dimensi nya dan mengenakannya pada Zhu Val.


"Harusnya kau bilang sedari tadi." Zhu Rey berjongkok didepan Zhu Val meminta gadis itu naik ke punggung nya.


"Umm."


Keduanya kembali melanjutkan perjalanan meski, hari sudah malam bukan berarti Zhu Rey tak bisa melihat sekitar nya dengan jelas. Sebagai seekor naga dia bisa melihat ditengah kegelapan.


Langkah nya terhenti sejenak entah kenapa dia merasa sangat lelah. Di punggung nya Val mendengkur keras membuat Zhu Rey tersenyum. Dia menurunkan Val dan memindahkan nya kedalam pangkuan nya.


"Tubuh ini semakin terasa melelahkan apa menjadi manusia adalah hal buruk." Zhu Rey bersandar pada pohon di belakang nya.


Krak....


Zhu Rey menatap tajam kearah kiri saat terdengar suara ranting kering terinjak.


"Siapa?"


Seorang pemuda berpakaian serba putih muncul dari semak-semak, di pinggang nya terdapat sebuah pedang dengan sarung mengilap.


"Ah? Ku kira ada penyusup ternyata hanya anak kecil yang tersasar."


Pemuda itu mendekati Zhu Rey dan Zhu Val, kemudian berjongkok didepan mereka berdua.


"Kenapa kalian berada di hutan seperti ini? Apa kalian tersesat adik kecil."


"Pergilah jangan ganggu kami, adik ku baru saja tertidur jika dia terbangun aku akan memukul kepala bodoh mu itu."


Pemuda itu tertawa geli anak kecil didepannya sungguh menggemaskan.


"Disini dingin apa kau mau ikut dengan ku? Kebetulan sekte ku tak jauh dari sini."


Zhu Rey terdiam memandangi pemuda didepannya lalu menatap Zhu Val. Jika Val di bawa ketempat yang lebih nyaman mungkin tidak akan kedinginan lagi.

__ADS_1


"Baiklah bawa kami kesana, kami akan menginap satu malam saja."


"Apa kau tidak tertarik menjadi salah satu murid di sekte ku?"pemuda asing itu mengerutkan kening.


"Tidak,"


Pemuda itu menggeleng kan kepala nya pusing, dia tak mengerti jalan pikiran anak kecil di depannya. Kemudian berjongkok dan meraih Val kedalam dekapannya.


Sebelum beranjak bangun Zhu Rey menahannya dan menatap pemuda itu tajam."Siapa nama mu?"


"Luo Lin."


"Jika kau membohongi ku akan ku cabut jantung mu dengan tangan ku." Telunjuk Zhu Rey menunjuk ke arah dada Luo Lin.


Luo Lin tersenyum tipis dia mengangguk kecil, dia mengajak Zhu Rey pergi ke tempat sekte nya berada mungkin guru nya akan memarahi nya karena memaksa mengizinkan kedua orang asing tinggal di dalam sekte.


Di tempat lain seorang pria tampan terlihat berwibawa tengah duduk diatas batu, meditasi benar-benar terlihat serius. Harimau putih disampingnya tengah mengawasi keadaan sekitar.


"Cepat lah sedikit Alyosh aku khawatir jika pria tua bangka itu mengetahui keberadaan kita." Ucap sang Harimau putih dengan cemas.


"Tenang lah Zhu Yan, pria tua itu tak akan mudah menemukan kita dengan cepat."


Harimau putih itu merubah wujudnya menjadi manusia cantik dan anggun, dia mencubit telinga Alyosh hingga pria itu menghentikan meditasi nya dan meringis kesakitan.


"Naga bodoh ! Cepat selesai kan penyatuan prasasti kuno itu dengan pagoda suci yang kita curi dari pria tua itu." Omel Zhu Yan kesal


"Jika ingin dipercepat jangan mengganggu ku Harimau tua!" Bentak Alyosh tak kalah kesal.


Zhu yan terenyuh larut dalam pikiran nya, bagaimana keadaan anak kandung dan anak angkat nya? Apa mereka baik-baik saja? Dia tak berharap kedua anak nya akan bertemu dengan nya di tempat yang di janjikan.


Semoga saja kedua anak nya hanya fokus pada pengembangan diri mereka masing-masing, hingga tak mengingat janji yang dia lontarkan.


Zhu Rey menatap pria tua yang kini duduk dihadapan nya penuh tatapan tak suka. Apa lagi dengan Zhu Val seolah-olah mereka seonggok kotoran yang menjijikkan.


"Sekte perguruan ini bukan tempat penampungan anak liar, kenapa kau masih saja membawa orang-orang asing masuk kedalam sekte?!" Bentak Gu Xiong kesal.


"Saya mohon guru biarkan mereka tinggal disini, saya akan bertanggung jawab terhadap mereka." Ucap Luo Lin dia bersujud berharap sang guru mau mengabulkan permintaan nya.


"Guru tak mempercayai mu, terakhir kali dirimu membawa penjahat kesini dan membuat sekte kacau itu membuat harga diri guru turun!"


"Kali ini tidak guru, saya yakin mereka anak-anak yang baik jika pun tak bisa menjadi murid disini menjadi tukang pun tak apa." Tegas Luo Lin.


Zhu Rey mendengar nya tersedak keras, apa pemuda itu gila? Dia tak mau menjadi babu rendahan dari sekte miskin seperti ini! Sekte yang menjadi incaran nya adalah sekte Hongzhi. Sedangkan sekte perguruan ini tidak begitu terkenal.


'Apa ku bunuh saja hewan tua dan hewan menyebalkan didepan ku ini?'pikir Zhu Rey.


"Baiklah karena kau terus memaksa guru, maka kali ini guru memberikan mu kesempatan terakhir."


Luo Lin mendongak dia menatap Gu Xiong dengan gembira, dia memberikan hormat dengan penuh suka cita.


"Terimakasih Guru saya benar-benar berterima kasih pada anda."


"Pergilah Guru mu ini akan beristirahat antar mereka ke tempat tinggal para tukang."


"Baik guru, saya pergi dulu."


Zhu Rey berjalan mengikuti Luo Lin dengan cemberut. Setelah pergi dari kediaman Gu Xiong, Zhu Rey mencibir keras.


"Kau menyebalkan, aku dan adik ku tak akan tinggal di sekte miskin ini."


Bibir mungil Zhu Rey cemberut membuat Luo Lin tertawa kaku. Tak lama kemudian mereka sampai di tempat yang akan menampung kedua anak kembar itu. Seorang perempuan paruh baya mendekati mereka dengan membawa obor.


"Luo Lin kenapa malam-malam begini kau datang kemari? Apa kau lapar."


"Tidak bibi Su aku kemari mengantarkan kedua anak ini, guru merekomendasikan mereka untuk menjadi tukang disini."

__ADS_1


Wanita paruh baya itu menatap sendu kearah Zhu Rei dan Zhu Val yang berada di gendongan Luo Lin.


"Anak sekecil mereka harus berada disini sungguh malang." Ucap Nya penuh simpati.


"Bibi Su aku juga tidak punya pilihan lain."


"Baiklah bawa mereka masuk ke pondok ku biar mereka berdua tinggal bersama ku, tak perlu bersama murid tukang."


Zhu Rey mengernyitkan dahi, kenapa wanita tua itu begitu baik hati pada orang yang baru ditemui nya? Lalu tentang murid tukang apakah itu sejenis murid yang tidak berbakat lalu untuk menyambung hidup mereka di sekte miskin harus menjadi murid tukang?


Manusia memang aneh, Zhu Rey mengikuti langkah wanita tua di depan nya.


"Adik ku terlihat demam apa kau bisa membuatnya lebih baik?"


Bibi Su melirik Zhu Rey dan tersenyum kecil."Aku bisa membuat nya lebih baik, dia akan tidur dengan nyenyak malam ini."


"Baguslah." Ketus Zhu Rey dia merasa lega wanita tua itu mau membantu nya.


Jujur saja dia tak tau cara membuat Zhu Val merasa nyaman, jika naga sakit mereka akan memulihkan diri dengan regenerasi nya. Atau pun kekuatan lainnya.


Sedangkan manusia? Ah sudahlah kepalanya cukup pusing.


"Zhu Rey aku akan pergi jaga adik mu baik-baik." Luo Lin meletakkan Zhu Val dengan hati-hati di ranjang milik Bibi Su.


"Tanpa kau ingatkan pun aku menjaga nya dengan baik." Cibir Zhu Rey.


Sepeninggal nya Luo Lin, Bibi Su mengompres Zhu Val dengan penuh perhatian.Dengan hati-hati Zhu Rey menggenggam tangan kecil Zhu Val.


"Manusia memang rapuh, itu sangat merepotkan tapi kau tidak termasuk kedalam hal itu Val." Zhu Rey mengecup lembut punggung telapak tangan Val.


"Apa kau menyukai gadis kecil ini anak muda?"


"Dia adik ku tentu saja aku menyukainya."


"Ku kira kau bukan saudara nya."


"Apa kau tidak melihat wajah kami yang mirip? Kami berdua kembar."


Bibi Su tertawa geli melihat tingkah Zhu Rey, dia bangkit berdiri pergi ke dapur khusus para guru dia adalah salah satu juru masak yang terkenal di kalangan para tetua di sekte tersebut.


"Mereka berdua sangat mengesankan baru pertama kali bertemu saja, aku merasa mereka bukan lah anak kecil pada umumnya."


Bibi Su kembali membawa dua mangkuk bubur teratai untuk kedua anak kembar itu, seperti nya pondok milik Bibi Su akan ramai dia tak akan merasa bosan lagi.


"Kau ingin tidur bersama adik mu atau di kamar lain?" Tanya Bibi Su saat memasuki kamar.


"Tidak aku akan bersama nya dia tidak boleh jauh dari ku." Balas Zhu Rey tanpa menoleh.


Hidungnya mencium aroma wangi dan manis membuatnya merasa lapar, Zhu Rey menoleh melihat Bibi Su meletakkan senampan berisi dua mangkuk bubu teratai di atas meja.


"Aku menyiap kan ini kau pasti lapar bukan?"


"Ya, aku akan memakan nya setelah kau keluar."


Ah,Zhu Rey terlalu dingin, membuat Bibi Su hanya bisa mengangguk sebenernya dia ingin menanyakan nama pada anak lelaki itu.Namun, Zhu Rey terlihat tak mau diganggu.


"Bibi Su kau bisa memanggil ku Zu Rey dan adik ku Zhu Val."


"Lalu Bibi Su apa nama sekte perguruan ini?"


"Sekte Hongzhi."


Zhu Rey terbelalak lebar saat mendengar nya, bagaimana mungkin?! sekte yang dia pikirkan tak sama dengan imajinasi nya.


"Kau tidak bohong kan?!"

__ADS_1


Bibi Su mengangguk dia langsung pergi begitu saja.


__ADS_2