
2 minggu kemudian...
Dikamar asrama semua orang tampak sibuk dengan diri masing-masing. Mereka mempersiapkan diri untuk acara yang telah dinanti-nantikan. Xiu Xin mengetuk pintu asrama Val keras.
Krieet...
Pintu terbuka gadis itu disambut oleh Feng Wuxie,"Masuk lah adik ku sedang bersiap-siap."
"Terimakasih."Xiu Xin mengangguk entah kenapa Feng Wuxie terlihat lebih dewasa dari Xiu Xin sendiri."Apa kau kakak seperguruannya Zhu Val ?"
"Iya." Sahut Feng Wuxie singkat.
Xiu Xin melangkah masuk diikuti Feng Wuxie, sebenarnya bisa saja dia pergi ke kelas terlebih dahulu tapi entah kenapa kakinya malah membawa dirinya kedepan kamar Zhu Val.
"Val apa kau sudah siap?"Tanya Xiu Xin.
"Belum apa kau tidak lihat? Gadis ini sedang ku sisir rambutnya."
Alis Xiu Xin terangkat melihat Zhu Rey berada di dalam kamar perempuan.
"Bukankah pengurus asrama tidak mengijinkan anak lelaki berada di wilayah asrama perempuan."
Shui Sharon keluar dari kamar mandi langsung mendengar hal yang tak mengenakan itu."Kau tidak tahu ya? Pengurus asrama sialan itu bilang tidak ada cukup kamar untuk kami memaksa kami satu kamar."
Mata Xiu Xin terbelalak lebar, bagaimana bisa? Bukankah masih ada beberapa kamar kosong kenapa pengurus asrama berbuat seperti itu.
"Aku tidak mengetahui hal ini."Gadis itu mengerut kening.
Sementara Zhu Rey tengah membagi rambut Val kemudian mengikat nya dengan pita kesayangan Val. Entah kenapa pita berlonceng kecil itu tidak menyerangnya biasanya setiap dia tak sengaja menyentuh benda berisik itu.Sesuatu menyakitkan menyengat nya.
"Itu wajar, pengurus asrama pasti tidak memberitahu semua orang akan hal ini tapi kami tidak masalah toh anak ini bisa kami urus."Shui Sharon melipat tangan didepan dada dengan angkuh.
"Setidaknya kami tidak kerepotan jika mereka berdua tidak terpisah mereka bisa menjaga satu sama lain."Feng Wuxie berdiri disamping Xiu Xin.
Val berdiri dia tidak ikut berbicara dengan mereka bertiga, melainkan hanya diam membiarkan Zhu Rey merapihkan bajunya. Jika diperhatikan Zhu Rey terlihat seperti pelayan Zhu Val.
"Kami sudah siap."Zhu Rey menatap Feng Wuxie seraya menunjukkan pakaian nya yang rapih.
"Bagus."Feng Wuxie mengangguk."Aku harap kalian tidak merepotkan teman sekelas kalian jangan memaksakan diri untuk ikut bertanding."
"Kami mengerti kalian tidak perlu mengkhawatirkan kami."Ucap Zhu Val serasa tersenyum lebar.
"Toh kami hanya duduk diam dan menonton acaranya saja."
Xiu Xin tertawa mendengar nya dia mendekati kedua anak kembar itu lalu mengikatkan ikat kepala bermotif batik Mega mendung berwarna biru langit.
"Kami tidak punya banyak waktu lagi,"Ucap Xiu Xin.
Feng Wuxie dan Shui Sharon mengangguk."Pergilah, semoga beruntung."
__ADS_1
"Terimakasih!"
Ketiga nya pergi meninggalkan kamar, menyisakan Feng Wuxie dan Shui Sharon.Mereka saling menatap lalu mengangguk kan kepala.
"Kau sudah siap Feng Wuxie?"tanya Shui Sharon dengan nada menyebalkan.
"Tentu saja aku sudah mempersiapkan diri dengan baik aku yakin pada kemampuan ku."Jawab Feng Wuxie sambil mengedipkan mata.
Hari ini pertandingan antar kelas bukan hanya untuk murid di jalur lain tapi, jurusan mereka juga mengadakan pertandingan nya sendiri. Feng Wuxie harus menang hadiah yang didapatkan juara pertama sangat menggiurkan.
Selain mendapatkan banyak poin, herbal dengan harga mahal pun termasuk dalam daftar hadiah. Yang paling Feng Wuxie tunggu adalah mengunjungi kebun tanaman herbal milik sekte Hua San!
Semua itu tentu saja ada syaratnya Feng Wuxie dan Shui Sharon harus berada dalam daftar pemenang.
Di tempat lain lebih tepat nya didalam kelas Chang Yi tengah mengajak teman-temannya berkumpul. Toh kali ini pun guru mereka tidak akan memperdulikan mereka seperti ditahun sebelumnya.
"Aku tidak mau tahun ini kalah lagi."Cun Myung membuka suara membuat teman-teman nya mengangguk.
"Beberapa kelas lain terus menerus meremehkan kita, aku benar-benar kesal asal kalian tahu saja kemarin aku nyaris mati akibat ulah mereka."
Murid dari jalur ahli formasi sering kali membuat jebakan untuk membuat hari-hari mereka menjadi sial. Ditambah lagi murid dari jalur pedang suka mengajak ribut diluar.
"Tidak itu saja tadi waktu sarapan mereka menumpahkan semangkuk kototran ayam kedalam makanan ku tentu saja minat makan ku langsung hilang."Yuan Gang mendengus kesal dia tidak menolerir mereka kali ini.
"Selama ini kita diam saja karena ingin belajar dengan benar, Jiak seperti ini terus menerus mereka akan semakin menjadi."Hong Li ikut menggerutu.
"Aku tidak setuju dengan ucapan mu, selama ini aku terus bergerak menggertak mereka tapi kalian tidak membantu sama sekali dan kau bilang selama ini kita diam?!"
"Kami ...minta maaf soal itu."Yuan Gang menggaruk kepalanya yang tak gatal diikuti dengan anggukan Hong Li dan Chang Yi.
"Sudahlah lupakan hal itu, omong-omong kemana Xiu Xin?"Cun Myung menghela nafas saat gadis yang di carinya tidak ada dikelas.
"Dia? Sedang menjemput si kembar."
"Oh, lihat mereka sudah datang!" Seru Hong Li dengan semangat melambaikan tangannya.
Val berlari menghampiri teman baru nya, dia terlihat bersemangat mereka terlihat senang saat Val menghampiri. Meskipun Yuan Gang memasang wajah datar atau pun Cun Myung yang terlihat acuh.
"Kalian terlihat sangat bersemangat!"
Chang Yi mengangguk."Tentu saja, kami sudah berlatih selama setahun untuk mengikuti pertandingan ini."
"Ku beritahu kau satu hal."Cun Myung mencondongkan tubuhnya kedepan Val dia menunduk menatap gadis kecil itu dengan serius.
"Aku akan menendang bokong mereka."Senyum lebarnya merekah.
Val yang mendengar nya sontak tertawa lepas, baginya itu terdengar seperti lelucon garing yang menggelikan.
Plak...
__ADS_1
Sebuah tangan mendarat di kepala Cun Myung, Xiu Xin tampak marah ketika mendengar lelucon Cun Myung baginya itu tidak bagus jika anak kecil seperti Val mendengar nya. Dia tidak mau Val menendang bokong seseorang hanya mengikuti lelucon Cun Myung.
"Aww...kau benar-benar menyebalkan aku bahkan tidak mencari ribut dengan mu!"Pekik Cun Myung seraya memegang kepalanya.
Mata cantik milik Xiu Xin melotot lebar."Jangan mengatakan hal aneh pada anak kecil kau mengerti?!"
Pemuda itu mendengus dia merasa perkataan nya tidak aneh."Ah sudahlah kita tidak punya waktu lagi."
"Seharusnya sedari tadi kita pergi ke tempat pertandingan diselenggarakan."Celetuk Zhu Rey.
Dia menarik Val kesamping nya agar menjauh dari kerumunan lalat.
"Apa Guru Ning tidak datang ke kelas?"Tanya Val.
Bukankah seharusnya guru akan mendampingi murid-murid nya jika ada pertandingan? Entah kenapa Val berpikir jika Ning Lian menjaga jarak dengan murid sendiri.
Xiu Xin menepuk kepala Val pelan."Dia tidak akan datang ke kelas tapi jangan khawatir Guru Ning pasti akan melihat kita di pertandingan."
Gadis kecil itu tahu Xiu Xin berusaha menutupi sesuatu yang belum diketahui. Val menyipitkan matanya menatap Xiu Xin curiga lalu tersenyum tipis.
"Val mengerti."
"Cepat jalan aku tidak mau berdiri di pinggir lapangan dan tidak bisa melihat pertarungan dari jarak dekat."Hong Li bangkit berdiri dari kursinya.
Pemuda itu memberikode kearah teman-teman nya agar mengikuti dirinya. Mereka tidak memprotes atau pun mendengus melainkan mengikuti Hong Li dari belakang.
Zhu Rey melirik Val gadis itu masih diam tidak mengajak dirinya bicara. Val berjengit kaget saat Zhu Rey merangkul bahu nya.
"Apa yang sedang Rey lakukan?!" Teriak Val tanpa suara.
"Aku hanya ingin merangkul mu apa itu saja tidak boleh?"Tanya Zhu Rey datar.
"Tentu saja tidak boleh perasaan Val sedang buruk."
"Aku tidak peduli itu jadi ku peringatkan satu hal jangan dekati laki-laki lain."Ketus Zhu Rey dingin.
Val menelan ludah dia merasa cengkraman tangan Zhu Rey dibahubya sedikit mengeras. Pemuda itu sungguh ingin mengekang nya membuat Val tersenyum kaku. Tanpa Zhu Rey duga Val membalas rangkulannya dan berbisik.
"Rey apa kau cemburu?"
"Tidak!" Jawab Zhu Rey cepat.
Pemuda itu tidak berani melirik Val, pandangan nya tetap lurus dengan wajah merah padam. Meski begitu telinga nya tidak bisa disembunyikan.
Melihat tingkah Zhu Rey, Val menahan tawanya yang nyaris tersembur keluar dari mulut nya. Pemuda itu tahu Val tengah menahan tawanya.
"Tertawa lah sesuka mu, aku tidak mau membantu mu mencari Harimau itu!"Seru Zhu Rey kesal.
Val menutup mulut nya dengan kedua tangan."Cih dari kemarin-kemarin pun Rey tidak mencari nya."
__ADS_1
"Aku akan mencarinya janji!"