
"Kau sudah tenang Val?"tanya Chu Zu.
Saat ini keduanya berada di Paviliun milik Zu Ji Xuan. Kedua mata Val terlihat merah dan bengkak. Membuat gadis itu kesulitan untuk membuka matanya. Dia sudah terlihat tenang, Chu Zu masih menepuk pelan punggungnya. Sambil memegang cangkir teh hangat yang membuat Val semakin merasa tenang.
"Ung."Val mengangguk menanggapi pertanyaan Chu Zu.
"Kalau begitu coba ceritakan pada ibu, apa yang membuat Val menangis?"
Chu Zu menatap Val lembut, dia melihat Val enggan untuk menceritakan nya. Meski begitu Val tetap membuka mulutnya untuk mengatakan hal yang membuat perasaan nya kacau.
"Zhu Rey pergi ke tempat yang jauh, dia meninggalkan Val."
"Hmmm? Anak itu tidak bilang pada ibu jika dia akan pergi padahal anak sekecil itu terlalu berbahaya untuk pergi keluar."
"Tidak Val maaf Ibu terlalu menganggap kalian seperti anak kecil, meskipun kalian adalah spirit tapi dimata Ibu, kalian tetap anak kecil yang normal."Chu Zu mencubit kedua pipi Val pelan.
"Jika Zhu Rey pergi tanpa mengajak Val, anak itu pasti memiliki alasannya tersendiri."ucap Chu Zu mencoba membuat Val memahami keinginan Zhu Rey.
"Tapi Val tidak ingin Zhu Rey pergi, jika dia pergi siapa yang akan menemani Val bermain?"
Gadis mungil itu membuat Chu Zu tersenyum maklum, bagaimanapun sejak Val dalam telur keduanya sudah terikat. Kedekatan mereka berdua tidak bisa digantikan dengan apapun.
"Bukankah Val masih memiliki Ayah dan Ibu? Val juga masih memiliki Jiejie dan Gege."
Val mengangguk tapi mereka semua, tidak bisa dibandingkan dengan Zhu Rey. Meski begitu Val tidak akan bilang bahwa mereka tidak menempati posisi penting di hati Val.
Hari demi hari berlalu, Val menghabiskan waktu liburan nya dengan bersenang-senang. Bersama Zu Ji Xuan dan Chu Zu, sesekali bermain dengan Kaisar Zu yang terkenal sebagai tiran. Anehnya dimata Val, pria tua itu sama seperti Kakek-kakek pada umumnya.
Beberapa kali Val bermain dengan Kaisar Zu dengan permainan yang tidak pantas untuk anak kecil, Kakeknya sering membawa Val untuk mengajari gadis itu cara menyiksa para napi di penjara. Terkadang membawa Val hanya untuk mengajarinya cara bermain panah.
Meskipun Val tidak diberikan busur karena benda itu terlalu berat. Kaisar Zu terlihat bodoh saat mengajari Val memanah. Para bawahan nya ingin mengingatkan bahwa Val tidak bisa melihat, tapi Kaisar Zu mengabaikan hal itu dan tetap mengajari Val memanah.
__ADS_1
Berkat permainan panah sang kakek indra pendengaran Val semakin tajam, tanpa jaring spiritual. Kemampuan nya menduga posisi makhluk hidup dengan indra pendengaran dan penciuman. Sangat menguntungkan Val, dia tidak perlu selalu mengandalkan jaring spiritual.
Liburan berakhir dengan cepat, Val merasa enggan untuk kembali ke sekte Hua San. Apa lagi dia di istana merasa menjadi cucu kesayangan Kaisar. Meski itu hanya gosip tidak pada tempatnya, kenyataan nya Val nyaris mati karena beberapa kali. Kaisar Zu hampir melukainya jika merasa Val sangat menggemaskan.
"Pria tua itu menyeramkan, aku tidak ingin dia mencubit pipi ku keras-keras atau memukul pantat ku atau mungkin akan mencubit telinga ku jika tidak seperti itu dia akan mencoba menusukkan sumpit di pipi ku sampai terluka."ucap Val sambil bergidik ngeri.
Chu Zu yang mendengar ucapannya Val hanya bisa tersenyum geli, wanita itu sudah menyiapkan banyak pakaian untuk Val. Mendengar Val hendak pulang, dia langsung membeli banyak baju dan sempat memesankan baju nanti jika tidak bisa di kirim ke istana hari ini. Dia berpikir untuk mengirimkan nya ke sekte Hua San.
"Ibu apa ada banyak kudapan yang bisa Val bawa?"tanya Val bersemangat saat melihat ibunya mengemasi barang-barang.
"Tentu, ayah mu juga sekarang sedang membeli kue Dou Sha Bao dan Yuebing."
"Yuebing?"kepala Val sedikit miring saat mendengar itu.
"Itu adalah kue yang biasa kita makan ketika Festival Pertengahan Musim Gugur, ada berbagai macam isi nya."
"Ini belum musim gugur memang nya ada yang menjualnya?"tanya Val heran.
Mata Val terlihat berbinar mendengar nya, dia tidak sabar untuk mencoba dessert itu! Chu Zu melihat reaksi Val merasa jantungnya tidak aman, putri angkatnya itu terlalu imut bahkan dia bisa melihat ada air liur disudut bibir Val. Seperti nya Val sedang membayangkan makanan yang akan di bawa oleh Zu Ji Xuan.
"Kasim Gu? Ada urusan apa sampai kau datang kesini?"tanya Chu Zu.
"Maaf yang mulia putri, Kaisar memberikan beberapa kudapan untuk nona muda Zhu Val."
Kasim Gu memberikan gumpalan kain besar yang berbentuk kotak, Val menerima nya dengan baik. Kasim Gu langsung mengundurkan diri, sedangkan Val membuka isi kotak-kotak kayu yang terbelenggu kain sutra berwarna merah muda.
"Apa ini semua untuk Val?"tanya Val penuh harap.
Dia takut ibunya akan meminta kudapan yang diberikan Kaisar Zu, dia tidak Sudi berbagi dengan siapa pun. Kecuali Zu Rey, tentu saja Val membuat pengecualian.
"Ya semua itu untuk Val, ibu tidak akan memintanya."
__ADS_1
Saat Val sibuk memeriksa isi kue, Zu Ji Xuan datang dengan nafas terengah-engah. Dia memberikan kue untuk Val dan mengucapkan salam perpisahan. Dan menyempatkan diri untuk mencium kening Val. Setelah itu langsung pergi begitu saja, membuat Val dan Chu Zu bingung dengan tingkah laku Zu Ji Xuan.
"Seperti nya Ayah sangat terburu-buru."gumam Val.
"Dia mendapatkan tugas lagi, Ayah Kaisar tidak bisa memberikan nya waktu luang."jelas Chu Zu agar Val mengerti.
"Ayah sangat malang, Kakek juga keterlaluan."cetus Val sambil duduk dipangkuan Chu Zu.
Chu Zu memeluk Val erat, setelah ini dia pasti akan berpisah lagi dengan Val. Dengan gemas Chu Zu menciumi Val beberapa kali.
"Ibu tidak mau Val pergi, bisakah malaikat kecil Ibu tetap disini?"tanya Chu Zu sedih.
"Seperti nya tidak bisa."
"Ah ayolah, kau masih terlalu kecil Val."Chu Zu merengek pada Val."Orang tua mana yang membiarkan anaknya pergi belajar di usianya yang lima tahun?"
"Ibu, Val tau bahwa Ibu sedang membual tapi kenyataannya Ibu saja pasti di umur seperti Val sudah belajar."
"Tapi di umur seperti mu Ibu hanya belajar membaca dan menulis serta mengenal huruf-huruf kekaisaran."kilah Chu Zu.
Val tertawa mendengar nya, itu memang normal. Sama seperti didunia sebelum nya Val juga melakukan hal yang sama. Tapi kali ini Val tidak punya waktu untuk bermalas-malasan.
"Nah ibu sudah membereskan barang-barang yang harus Val bawa."Chu Zu memperlihatkan tumpukan kotak dan kain diatas meja.
Mata Val tertuju pada satu kotak kayu besar berisi boneka-boneka, anak ayam buatan tangan Chu Zu dalam berbagai ukuran.
"Ibu membuat ini semua karena takut Val akan merindukan ibu, jika Val merasa kesepian Val bisa tidur bersama mereka semua."ucap Chu Zu menjelaskan saat melihat tatapan mata Val jatuh pada sekumpulan boneka.
"Te-terimakasih Val menyukainya."Val tersenyum kaku.
Dia membuka kantung ruangnya dan memasukkan semua barangnya kedalam situ. Dia sudah siap untuk pergi dan kembali belajar bersama teman-teman nya. Chu Zu mengantar Val sampai depan gerbang kekaisaran. Tadinya dia hendak mengantar Val sampai ke sekte Hua San, tapi Val menolak nya dia bisa pergi sendirian.
__ADS_1