The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Siapa Dia?!


__ADS_3

Zhu Long menatap Val tajam, percikan api memenuhi isi lembah. Untungnya murid-murid sekte tidak ada yang mati. Mereka memutuskan untuk mundur karena terluka parah, belum lagi api yang semakin membesar.


Mereka memutuskan untuk membatasi pergerakan api karena perhatian Phoenix tersita pada Harimau bersayap sepenuhnya.


"Kenapa kalian membawa ku pergi?!" Teriak Shang Jun kesal.


Para Junior nya menyeretnya pergi menjauh untuk berlindung, mereka memutuskan untuk pergi keatas lembah agar tidak terkena api. Padahal hujan sedang turun dengan deras aneh nya api itu tak kunjung padam dan terus melahap tumbuhan.


"Shang Jun kau ceroboh, kami akan pergi keatas jika kau ingin mati konyol disini kami akan menuruti mu."Salah satu panitia memerintahkan Junior nya untuk melepaskan Shang Jun.


"Tidak! Aku bercanda tolong bawa aku."


"Cih."


Semua orang melanjutkan perjalanan mereka, tapi sebelum itu salah satu dari mereka bertemu dengan rombongan Feng Wuxie.


"Salam senior,"


"Ya, kalian baru datang?"Tanya Tjong Yong.


Pemuda itu salah satu panitia dia memiliki tanggung jawab yang berat, karena harus membina para juniornya. Dan memastikan mereka baik-baik saja. Tidak seperti Shang Jun yang hanya ingin mementingkan urusan pribadi.


"Iya, kami baru datang kemari."


"Kalau begitu gabung dengan kami, seperti yang kalian lihat ini berbahaya."Tjong Yong menunjuk Phoenix dan Harimau putih yang tengah bertarung.


"Wahh... Ini pertama kalinya aku melihat Phoenix!"


"Konon, katanya Phoenix sangat langka."


"Apa kau tau Phoenix pernah menjadi spirit beast milik pendekar Lonceng?"


"Aku berharap bisa melihat nya lagi, aku tidak menyesal datang kemari karena ini akan menjadi bahan gosip yang paling populer."


Shang Jun menatap Junior-junior nya kesal, kenapa mereka malah mengagumi. Bukannya bergerak cepat menghindari api.


"Senior! Kami menemukan anak-anak lain!"


Beberapa junior kelas 2 berlari menghampiri Tjong Yong. Mereka menceritakan ada beberapa anak kelas 1 terjebak didalam gua dan gue tersebut tersegel. Mereka tak bisa keluar dari sana, hal itu membuat Tjong Yong langsung meminta beberapa orang mengikuti nya. Sisanya harus pergi ke dataran tinggi sebelah kiri, karena bagian atas lembah sebelah kanan memiliki lapisan pelindung yang tak bisa ditembus.


"Shui Sharon aku tidak melihat Val dan Zhu Rey." Feng Wuxie menunduk sedih.

__ADS_1


"Jangan sedih Val pasti baik-baik saja."


"Teman-teman nya juga sedang mencari mereka."Shui Sharon mencoba menghibur Feng Wuxie.


Saat ini Cun Myung menyerah untuk berusaha merusak pelindung nya, teman-teman nya juga menyerah.Kekutan pelindung nya terlalu kuat belum lagi diluar api merambat kemana-mana.


Mereka berharap para senior membantu mereka, meskipun itu tak yakin karena tadi begitu murid kelas dua menemukan mereka. Murid kelas dua itu berlari meninggalkan mereka di gua.


"Yuan Gang berhenti mencobanya, tubuh mu sudah mencapai batasnya."Xiu Xin menghadang Yuan Gang yang hendak melancarkan tinjunya.


"Menyingkir lah aku tidak mau mati konyol disini."Cetus Yuan Gang.


Hong Li menatap teman nya geli."Kau yang konyol sudah tau tidak bisa dibuka tapi tetap memaksakan diri."


"Brengs*k, jika kau tak mau melakukan apapun lebih baik tutup mulut bau mu!"Teriak Yuan Gang kesal.


Kesabaran nya kini setipis kertas, dia sudah terjebak lama didalam gua dan kedua bocah mengerikan itu tak kunjung kembali.


"Yuan Gang menyerah saja, aku capek jangan membuat keributan lagi." Cun Myung duduk dan bersandar memperhatikan keluar gua.


Rerumputan terbakar hangus tapi anehnya api itu tidak masuk kedalam Gua, apa ini karena pelindungnya? Kalau iya dia beruntung semoga saja kedua bocah tak waras itu kembali.


"Aku tidak mau mati teman-teman."Yuan Gang menoleh menatap ketiga temannya dengan mata berkaca-kaca.


"Tidak apa-apa kita tunggu bocah-bocah itu datang, lalu kita tidak akan mati terbakar karena ada pelindung."Cun Myung mencoba menenangkan diri nya sendiri dan teman-temannya.


Mendadak Xiu Xin tertawa dia teringat sesuatu saat Cun Myung mengatakan hal itu.


"Xiu Xin tawa mu seperti hantu."Hong Li kan badannya menjauh dari Xiu Xin sedikit.


"Aku tidak peduli, kita semua bodoh sudah tau ada pelindung malah mencoba keluar untuk mati."Xiu Xin menertawakan kebodohan mereka berempat.


Mata Yuan Gang membulat dia baru menyadari nya juga! Jadi itu sebabnya Hong Li tidak mau berusah payah setelah percobaan pertama mereka.


"Aku benci kalian yang baru menyadari hal itu."Cibir Hong Li membuat ketiga temannya murka.


Alhasil, wajahnya dipenuhi lebam dalam sekejap mata. Ugh temannya terlalu kejam untuk mengeroyok dirinya.


"Hei apa kalian baik-baik saja?!"Teriak Murid-murid kelas dua dari depan pintu gua.


"Senior!"Sontak Mereka berempat bersorak kegirangan.

__ADS_1


Saat ini ditempat bagian atas lembah sebelah kanan, Ang Bei mencoba menyadarkan Zhu Rey. Ini sudah lama karena dia menyadari dari pertarungan Phoenix dan Harimau putih yang tak kunjung selesai.


"Ang Bei lihat lah kenapa disini ada banyak gelembung air?"Tanya Dun Ming bingung.


Ang Bei menyadari keganjilan disekitar mereka, dia langsung memasang sikap waspada. Dun Ming melihat tindakan Ang Bei yang waspada jadi ikut memasang sikap itu.


Ribuan gelembung berdatangan entah dari mana.Kemudian, menyatu dan membentuk sesuatu. Cahaya biru menyilaukan membuat Ang Bei menyipitkan matanya.


"Siapa dia?"Tanya Dun Ming penasaran.


Lelaki dengan ekor seperti ikan, pupil mata yang mengecil. Telinga runcing dan memiliki gigi tajam serta ketampanan mematikan. Lelaki itu membuka matanya dengan anggun. Bulu mata lentik berwarna biru muda senada dengan pupil mata, rambut dan ekornya.


"Kenapa kau memanggil ku bocah?"Wa Di Xiang bergerak mendekati Zhu Rey.


Semerbak bau pantai membuat pikiran Ang Bei dan Dun Ming kosong untuk sesaat. Suara lelaki itu terlalu merdu, jika mereka berdua perempuan sudah pasti tergila-gila.


"Kau siapa?" Dun Ming memberanikan diri untuk bertanya saat Wa Di Xiang menyentuh Zhu Rey.


Wa Di Xiang merasakan hawa asing dari Ang Bei dan Dun Ming, dia menyipitkan mata menatap keduanya.


"Aku yang seharusnya bertanya siapa kau berani datang ke dunia manusia."Ketus Wa Di Xiang dingin.


Lelaki itu sukses membuat Ang Bei dan Dun Ming menganga lebar, ini pertama kalinya sesama spirit beast yang berbeda dunia bertemu.


"Lupakan dari pakaian kalian aku yakin kalian dari dunia atas."Wa Di Xiang mengobati luka Zhu Rey.


Dia tak menyangka akan dibawa masuk kedalam dimensi aneh oleh Zhu Rey, beberapa menit kemudian Wa Di Xiang baru menyadari sesuatu.


Dia menoleh melihat burung Phoenix dan Harimau tengah bertarung, ini pertama kalinya dia melihat Phoenix selain adik nya.


"Wa Di Xiang..."Zhu Rey terbangun dari pingsannya.


Pemuda itu memegangi kepalanya seraya menunjuk kearah pertarungan hebat antara spirit."Val! Hentikan Val dia akan menghancurkan tempat ini."


"Apa Val sudah berevolusi menjadi Phoenix?"


"Iya, Val memiliki roh pemimpin klan Phoenix yang sudah mati beberapa tahun yang lalu, roh itu mengambil alih tubuh Val begitu segelnya terlepas."Jelas Zhu Rey dia tak ingin ibunya merusak tubuh Val.


"Harimau itu kakak Val! Dia mengetahui cara menyegel tapi tak memiliki cukup kekuatan."


Mendengar penjelasan Zhu Rey yang tak lengkap, Wa Di Xiang menghela nafasnya.

__ADS_1


"Kau harus menjelaskan nya dengan detail nanti."Wa Di Xiang segera melesat kearah pertarungan.


Dia berencana mengurung Phoenix dan Harimau putih di dalam gelembung miliknya. Bahkan adik-adik nya pun tak ada yang bisa bertahan lama didalam gelembung. Sebenarnya apa yang sedang dilakukan oleh kedua anak kembar merepotkan itu? Dia baru saja berencana untuk mengunjungi hutan Mangrove karena dia harus menghidupkan hutan itu lagi.


__ADS_2