The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Harimau Putih Itu Kakak Val!


__ADS_3

Udara pagi begitu menyejukkan Namun, terlihat buruk bagi Cun Myung. Awalnya dia tidak ingin bangun tapi Hong Li memaksa nya untuk bangun karena mereka ingin langsung melanjutkan perjalanan.


Diluar dugaan, ternyata Padang rumput berkabut tidak tertutupi kabu saat pagi hari meski hanya berselimut kabut tipis.


"Aku tidak sabar untuk menyelesaikan ini semua." Ucap Hong Li.


Yuan Gang mengelus kepala elang yang akan dia naiki. Sangat disayangkan elang itu tidak mau dielus oleh Yuan Gang.


"Cun Myung kenapa spirit mu terlihat tidak menyukai ku?"


"Kenapa kau bertanya pada ku? Tanyakan saja pada dia."Balas Cun Myung sambil menguap lebar.


Val mengucek kedua matanya dia masih merasa ngantuk, dengan baik hati Xiu Xin menggendong nya anak perempuan itu langsung menaiki Zhu Xie yang tengah cemberut. Dia merasa Val tidak begitu perhatian pada nya beberapa kali dicampakkan begitu saja setelah memanggil dan menggunakan jasa tunggangan nya.


"Mmmm... Tidak sarapan itu buruk tapi kita harus menemukan banyak herbal lain sebelum diambil oleh orang lain." Zhu Rey mencengkeram bulu oleang erat.


Hong Li juga memegangi tubuh nya, pemuda itu takut dirinya jatuh.


"Iya tapi ku dengar ada ginseng yang tumbuh disini, kalau tidak salah Chang Yi pernah memberitahu ku tempat ginseng itu."Hong Li mencoba mengingat perkataan Chang Yi.


Xiu Xin mengerut kening."Kapan terakhir kali kau berbicara dengan Chang Yi?"


"Sehari sebelum ikut kegiatan ini, dia berpamitan pada ku untuk pulang kerumahnya lebih awal."Balas Hong Li.


Sontak semua orang menatap Hong Li meminta penjelasan, karena Chang Yi tidak memberitahu apa-apa pada mereka.


"Dia tidak ingin kalian melakukan perpisahan penuh drama karena dia tidak pergi selamanya."Imbuh Hong Li takut teman-teman nya salah paham.


"Aku mengerti."Cun Myung mengangguk kecil.


"Tapi ini sangat tidak adil untuk Val."Ucap Val cemberut.


Apa salahnya jika memberitahu semua temannya bahwa dia akan pulang? Apa Val tidak dianggap sebagai teman oleh Chang Yi? Hmmm seperti nya Val harus menanyakan ini secara langsung pada Chang Yi.


Sebuah sosok menerjang kearah mereka, tubuh berbulu dengan taring tajam disertai raungan yang menggelegar. Membuat teman-teman Val terkejut karena mereka tidak akan menyangka spirit beast Harimau putih bersayap tengah mengejar mereka.


"Bagaimana bisa ada spirit di dimensi ini?"Cun Myung menambah kecepatan terbang mereka.


Val menoleh ke belakang begitu juga Zhu Rey. Merasa terancam dengan keberadaan Harimau itu yang sudah berada tepat dibelakang mereka. Cakar besar itu menerkam elang milik Cun Myung.


Yang terkena hanya sayap dan membuat spirit itu tidak stabil lalu jatuh kebawah. Yuan Gang berteriak kencang bersama Hong Li dan Cun Myung. Sementara Zhu Rey terlihat santai saat tubuhnya terjun bebas kebawah.


"Teman-teman!" Xiu Xin berteriak keras.


Zhu Xie segera menyusul kebawah, sebuah jari spiritual terjulur kebawah.


"Bertahan lah, Xiu Xin tolong awasi Harimau itu."Val mengikat tubuh teman-teman nya


Tapi sayangnya dia tidak peduli dengan spirit burung yang malang. Semua orang bernafas lega, Hong Li merasa ada keajaiban yang membuat nya mengambang di udara.


"Val?" Zhu Rey mendongak menatap Val.


"Apa kalian baik-baik saja?"


"Yeah, kami baik-baik saja."Teriak Hong Li.


Yuan Gang menyentuh benang tipis dengan aura dipenuhi Ki.Dia melihat Val sekaan sedang memegangi tali dengan beban berat.


Perlahan mereka mendarat kecuali Val dan Xiu Xin yang tengah menyerang Harimau dibelakang nya dengan elemen.


"Kita turun saja Zhu Xie,"Ucap Val.


Harimau putih dengan sayap menawan itu mengikuti Val mendarat kebawah. Tatapan tajam yang tak gentar saat melihat aura Zhu Rey yang menakutkan.


"Grrr..."


"Waspada lah, dia pasti akan menerima kita."Cuma Myung mengawasi Harimau putih yang berjalan mengitari mereka seakan menunggu mereka lengan.


Val merasa ada sesuatu yang tidak beres, gadis itu memutuskan untuk berjalan mendekati Harimau putih.


"Val! Kembali ini berbahaya."Teriak Xiu Xin khawatir.


"Kau tidak boleh nekat untuk melawannya."Pekik Hong Li mencoba mendekati Val.


Tapi langkah kakinya terhenti dia tidak bisa bergerak saat Harimau itu melemparkan tatapan maut.


"Kakak... Kau kah itu?" Tanya Val pelan.


Dia tidak yakin, tapi firasat nya seakan mengatakan bahwa itu adalah Zhu Long. Val ingin mengetahui nya tapi bisa saja spirit didepannya, hanyalah spirit biasa bukan sosok yang dicarinya.


"Kakak."Panggil Val dengan suara tergetar.


Harimau itu menatap Val tajam cakar besarnya terangkat tinggi. Siap diayunkan dan menghantam kepala Val.


"Zhu Rey lakukan sesuatu! Adik mu dalam bahaya."Yuan Gang berteriak didekat telinga Zhu Rey.


Pemuda itu hanya diam mematung seakan sedang mengingat sesuatu. Mau tak Mau Hong Li juga mengguncang tubuh Zhu Rey sayangnya pemuda itu tetap bergeming ditempat.


Cun Myung mengeluarkan pedangnya dia berancang-ancang untuk menyerang Harimau itu, dia langsung melesat kearah Val saat Cakar besar itu hendak mengenai kepala Val.


"Kakak ini Val!"Mata Val berkaca-kaca.


Rasa sesak mengarungi dadanya, gadis itu menangis keras. Membuat Cun Myung semakin berlari kencang. Sebuah hal tak disangka olehnya. Cakar besar itu menepuk-nepuk kepala Val lembut membuat nya berhenti berlari.

__ADS_1


"Hwaaaaaaaaa.....hiks Kakak Val tau itu kau."Tangis Val semakin menjadi-jadi.


Dia memeluk Harimau itu tanpa rasa takut, hatinya dipenuhi akan rasa rindu yang menjeratnya selama ini. Melihat tingkah Val yang gila Cun Myung, Hong Li, Yuan Gang dan Xiu Xin terperangah. Kenapa Val tidak takut memeluk Harimau yang menyeramkan itu?


"Pfft...sialan ternyata kita bertemu lagi."Zhu Rey tertawa kecil.


Dia berlari kearah Harimau yang tengah di peluk Val, dia melompat dan mendarat dipunggung Harimau putih dengan senyum lebar.


"Hei kucing putih bodoh kemana saja kau pergi, kami sangat takut dengan dunia luar yang mengerikan."Sikap dingin Zhu Rey seakan hilang entah kemana.


Pemandangan ini membuat teman-teman nya terkejut setengah mati, kenapa mereka memiliki teman yang tidak waras?


"Kalian lah yang menghilang, aku sampai tersesat disini."Harimau putih bernama Zhu Long itu berubah wujud menjadi manusia.


Meskipun tidak sempurna karena telinganya tidak seperti manusia."Kau pasti merepotkan adik ku lagi kadal."


"Tidak, kau tau manusia tengil itu membuat ku kerepotan setengah mati."Zhu Rey menunjuk Val sebal.


Pemuda itu masih menempel di punggung Zhu Long, dia menyadari bahwa Harimau yang dulu terlihat kecil itu sudah tumbuh dalam waktu singkat.


"Rey turun! Val tidak suka Rey digendong oleh Kakak."Val menarik kaki Zhu Rey.


Tanpa dia sangka Zhu Long langsung mengangkat tubuh Val dan menggendong nya didepan. Val memeluk leher Zhu Long sambil menyembunyikan wajahnya didada Zhu Long. Dia masih tidak percaya bisa bertemu dengan kakaknya.


"Ummm bisakah kalian jelaskan situasi saat ini?" Kata Cun Myung pelan.


Dia tidak berani untuk bersuara keras karena spirit beast didepannya bukan spirit biasa. Zhu Rey menatap Cun Myung dari balik baju Zhu Long dia melompat turun dan mendekati Cun Myung.


Zhu Rey berdeham sejenak dia memasang wajah dinginnya kembali."Apa kita boleh berbicara dengan santai? Kita bisa berbicara sambil makan."


"Baiklah."Cun Myung menyetujui nya.


Xiu Xin, Yuan Gang dan Hong Li ragu untuk menyetujui nya mereka takut dengan Zhu Long. Namun, mereka juga harus tau tentang kejadian ini dan siapa spirit yang kuat itu.


"Teman-teman kemari." Cun Myung memberikan kode untuk mendekat.


Akhirnya mereka duduk diatas kain yang lebar. Ditemani alang-alang beserta rerumputan liar. Suasananya sangat canggung teman-teman Val merasa tak nyaman dengan sosok spirit yang kuat disamping Val.


Val menatap Xiu Xin malu-malu, mata bengkaknya terlihat lucu membuat Xiu Xin gemas ingin mencubit pipi Val. Hong Li juga berusaha menahan diri agar tidak menyentuh Val.


"Tolong jelaskan siapa sebenarnya kalian."Cun Myung mengatakan nya penuh dengan keberanian yang telah dikumpulkan sebelumnya.


"Ka-kami tadinya tidak ingin menanyakan ini tapi, lama-kelamaan kami juga penasaran apakah kalian akan menjadi teman atau musuh kami."Yuan Gang ikut berbicara.


"Kami juga tidak akan membeberkan kejadian ini, setidaknya kami perlu tau bahwa kehadiran kalian tidak mengancam keselamatan kami."Tegas Hong Li.


Xiu Xin mengangguk menyetujui hal itu, Zhu Rey menatap Val tajam dia tidak ingin repot-repot untuk memberitahu identitas mereka bertiga.


"Teman-teman, Val tidak ingin kalian salah paham, bukankah kalian sendiri sudah memutuskan untuk tidak menanyakan apapun tentang kami?"Val mengeluarkan sekotak kue bulan yang tersisa.


"Maaf Val kami melupakan janji kami."Xiu Xin menundukkan kepalanya dia menangkap wajahnya dengan kedua telapak tangan.


"Val mengerti, jika Val memberitahu kalian apa kalian akan menjamin bahwa kalian tidak akan membocorkan identitas kami suatu saat nanti?"


Ucapan Val membuat mereka berempat membeku, mereka tidak yakin dengan itu keadaan tidak selalu sama. Bisa saja mereka mengungkapkan identitas Val ketika terancam atau nyawa mereka diujung maut.


"Tidak apa-apa beritahu saja itu bagus Val, kau tau? Manusia sangat mudah dibunuh jika ada yang ingin membunuh kita langkahi dulu pawang kita."Cetus Zhu Rey sambil menyikut-nyikut pinggang Zhu Long.


"Bukankah Rey sendiri bilang tidak mau diburu oleh manusia yang tamak?" Tanya Val kesal.


"Apakah kalian penasaran siapa adik-adik ku ini? Aku rasa kalian sudah tau siapa aku kalian paham bukan mereka juga seperti ku tapi tidak untuk Val."Sela Zhu Long.


"Aku yakin kalian tidak bodoh, ingatlah jika kalian membocorkan identitas kami aku yang akan memburu kalian."Seringai Zhu Long sambil memberikan kuku runcingnya.


Cun Myung menelan ludah, dia tidak berani untuk mengingkari janjinya. Dan dia juga tidak akan berbuat jahat sejak awal Val dan Zhu Rey baik pada mereka.


"Maafkan kami,"Xiu Xin berdiri dan membungkuk kan badannya.


Sontak di ikutin Yuan Gang dan Hong Li, sementara Cun Myung masih duduk terdiam sebelum mengikuti teman-teman nya untuk membungkukkan badan.


Zhu Long tertawa geli dia mengibaskan tangannya."Sudah duduklah, aku tidak ingin kalian menjadi menjaga jarak dengan adik ku karena masalah ini."


"Kami tidak akan sungkan."


Suasana tegang itu menghilang, Xiu Xin mengambil kue bulan dengan hati-hati. Dia takut jika itu hal yang tidak boleh dia ambil. Hong Li mengulurkan tangannya untuk mengambil sebuah tangan kecil menahan nya.


"Val tidak mau pelit tapi tolong jangan habiskan."Ucap Val pelan.


Hong Li tertawa melihatnya."Iya, aku mengerti."


Pada akhirnya mereka berpikir untuk menghabiskan hari ini untuk duduk dan menikmati alam. Ini adalah kesempatan untuk berpiknik, Cun Myung juga meminta Zhu Long bertanggung jawab untuk menyembuhkan spiritnya.


Meski takut tapi dia harus melakukan nya, tanpa diduga Zhu Long dengan senang hati mengobati sayap spirit milik Cun Myung. Hong Li dan Yuan Gang asyik bermain ilalang, sementara Xiu Xin tengah tidur diatas kain dan menatap langit.


"Sudah berapa lama aku tidak menikmati hidup ku."Gumam Xiu Xin sambil menutupi matanya dengan tangan karena silau.


"Xiu Xin, Val membuat teh yang enak sebelum datang kemari."Val mengeluarkan sebuah teko dan bersama gelas-gelas keramik.


Xiu Xin langsung bangun dan menatap teko yang berada di depannya."Memang enak ya kalau kita memiliki cincin ruang."


"Iya lebih praktis."Val menyetujui nya karena itu faktanya.


"Omong-omong Val, Kakak mu kan Harimau kenapa kau manusia?"pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Xiu Xin.

__ADS_1


Gadis itu langsung menutup mulutnya,dia takut Val tersinggung dengan pertanyaan nya.


"Maaf aku tidak bermaksud..."


"Ah, ini memang aneh tapi Val juga setengah spirit tentu saja bukan Harimau."Jelas Val membuat alis sebelah kanan Xiu Xin menaik.


"Dulu Val juga manusia, saat Val masih bayi ayah menyelamatkan Val yang dibuang oleh orang tua kandung Val."Tutur Val lirih.


Val menuangkan teh kedalam gelas dan menyajikan nya didepan Xiu Xin. Yuan Gang tak sengaja mendengar nya berpura-pura untuk tidak dengar dan bermain dengan Hong Li. Zhu Rey tidak peduli Val mau bicara apa dia harus menghabiskan kue nya sebelum Val sadar.


"Karena tubuh Val lemah ayah memberikan sedikit kekuatan nya agar Val sehat, ibu juga membesarkan Val penuh kasih sayang dan Kakak juga memberikan waktu luangnya untuk bermain dengan Val." Tentu saja sebagian hanya karangan Val.


Val tidak mau Xiu Xin mengetahui semuanya, bagaimana Val menjadi spirit dan ini juga berhubungan dengan Zhu Rey.


Mendengar kisah Val tubuh Xiu Xin bergetar dia tidak menyangka kisah hidup Val lebih pahit darinya.


"Val,aku bersyukur kau bertemu dengan keluarga yang baik."Kata Xiu Xin serak.


"Meski keluarga Val berbeda dengan Xiu Xin, Val sangat bahagia karena Val memiliki keluarga seperti manusia pada umumnya."


Val terlihat ceria tapi itu hanyalah kedok, karena karakter yang Val pilih saat ini adalah anak perempuan yang ceria dan bahagia.


"Lupakan hal itu minumlah Xiu Xin pasti suka dengan teh nya."Ucap Val.


"Terimakasih aku akan meminumnya."Tanpa ragu Xiu Xin meminum teh buatan Val.


Matanya melebar saat rasa teh yang kental dan manis disertai rasa asam membasahi kerongkongan nya. Rasanya sangat segar bahkan teh tanpa es batu itu sangat dingin seperti teh yang dipadukan dengan es batu.


"Val kenapa tehnya dingin dan asam?"Xiu Xin mencondongkan tubuhnya kedepan dengan mata berbinar-binar.


"Itu karena Val memakai daun mint dan lemon."Kata Val sambil memamerkan daun mint.


"Hah apa? Aku juga mau menyobanya."


Mendadak Hong Li muncul, tanpa ragu dia menuangkan teh kedalam gelas kosong dan meminumnya. Rasa segar menghantam kerongkongan nya yang kering bak gurun pasir. Dia tak percaya rasa teh unik tanpa menggunakan es batu itu benar-benar menyegarkan.


"Aku suka dengan tehnya."


"Berikan satu gelas untuk ku Val."Yuan Gang duduk disamping Val.


Dengan senang hati Val menuangkan teh untuk Yuan Gang. Tak lama kemudian Zhu Long dan Cun Myung datang.


"Kakak dan Cun Myung juga harus menyoba teh buatan Val."Val memberikan dua gelas teh pada kedua pemuda itu.


Semua orang tampak menyukai teh buatan Val, sinar matahari yang mulai panas berhasil dihancurkan oleh teh dingin tanpa es batu buatan Val.


"Rey kau tidak mau teh nya?"


Val menoleh kebelakang dengan gelas ditangannya Namun, matanya melotot lebar saat melihat mulut Zhu Rey penuh dengan kue bulan lalu pemuda itu tengah memasukkan potongan terakhir kedalam mulutnya.


Mata kedua anak itu saling bertabrakan, Zhu Rey berusaha mengunyah cepat dan menelannya. Dia melihat Val tersenyum mengerikan gadis itu marah.


"Rey brengs*k! Mati aja kau kadal!" Val melempar gelasnya kearah Zhu Rey.


Semua orang terkejut mendengar itu, pasalnya Val gadis yang lembut, ceria dan imut itu tidak pernah berkata kasar.


"Val katakan siapa yang mengajari mu berkata kasar."Pekik Zhu Long terkejut setengah mati.


"Bu-bukan kami."kata Cun Myung cepat.


Yuan Gang menggeleng saat mendapati dirinya ditatap oleh Zhu Long, Hong Li menyilangkan kedua tangan sebagai tanda bahwa dia tidak mengajari Val, Xiu Xin juga hanya bisa menggeleng kecil.


"Keluarkan! Keluarkan semua kue Val."


Entah sejak kapan Val sudah berada didepan Zhu Rey sambil menarik kerah baju pemuda itu. Zhu Rey merasa tercekik dia berjuang setengah mati untuk menelan semua kuenya.


"Hiks kembalikan kue Val, bajing*n."Val mengeluarkan pisau anginnya."Jika tidak mata Rey akan Val lubangi."


"Keuhk...le-lepaskan aku Val."Zhu Rey mencoba melepaskan cengkraman Val.


Genggaman gadis itu pada bajunya sangat kuat,"Tidak mau,"


"Aku akan menggantikan nya 2 kali lipat."Kata Zhu Rey cepat.


"Val tidak akan tertipu, Rey tidak mungkin mau membelikan nya untuk Val."Cibir Val kesal.


"Aku akan meminta pada ketua sekte bagaimana? Dia pasti mau membelikan nya untukmu dan aku tidak akan menyentuhnya sedikitpun."Zhu Rey mencoba membujuk Val.


Kerah belakang Val ditarik kencang, mau tak mau Zhu Rey ikut tertarik karena pegangan Val sangat erat. Lehernya benar-benar tercekik erat. Dia ingin menggunakan cakarnya tapi dia tidak ingin Val terluka.


"Val lepaskan Zhu Rey."


Suara berat dan dingin milik Zhu Long itu membuat Val melepaskan Zhu Rey.


"Keuhk...uhuk-uhuk terimakasih."


Bugh... Sebuah pukulan mendarat dikepala Zhu Rey, pemuda itu terhuyung karena serangan mendadak dari Zhu Long.


"Hei jangan karena kau sudah keluar dari cangkang busuk jadi kau bersikap tidak tau diri."Kata Zhu Long dingin."Jika bukan karena Val yang menyukai mu sudah ku hancurkan kau sejak awal."


"Kau kucing putih menyebalkan."Zhu Rey berdecak kesal."Maafkan aku Val."


"Val tidak perhitungan ya, Rey harus menepati ucapan yang tadi."

__ADS_1


Pemuda itu mengangguk dia menepuk kepala Val pelan, setelah merasa puas beristirahat. Rombongan Val memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Zhu Long memutuskan untuk ikut dengan Val dia tidak mau membiarkan Val sendirian bersama kadal yang menyebalkan.


Disis lain Zhu Xie masih terlihat cemberut dia selalu dilupakan semua orang, ini tidak adil untuknya lain kali dia harus protes pada Val untuk tidak melupakan keberadaan nya.


__ADS_2