The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Kebimbangan Zhu Rey


__ADS_3

Chu Zu menatap gelas teh yang kosong,Zu Ji Ning menatap ibunya heran. Ini sudah lebih dari 6 tahun. Dia selalu memergoki ibunya melamun saat melihat boneka lusuh seukuran telapak tangan.


"Ibu apa anda baik-baik saja?"tanya Zu Ji Bing khawatir.


Dia terbiasa berbicara formal sejak kecil, tidak seperti adiknya Zu Ji Shi. Yang berbicara informal pada orang tua mereka. Pemuda berambut cokelat itu tidak bisa menahan diri lagi untuk bertanya.


"Ibu baik-baik saja nak."jawab Chu Zu lesu.


"Apa yang sebenarnya Ibu pikirkan? Apa Ibu memikirkan anak yang pernah Ibu pungut itu?"


Entah kenapa perasaan Zu Ji Bing menjadi berantakan, Ibu nya tidak pernah cemas berlebihan dan teringat setiap tahun. Kenapa Ibunya begitu perhatian pada anak angkatnya ketimbang anak sendiri?


"Bing'er jika kau mengatakan dia anak pungut lebih baik pergi dari sini."ketus Chu Zu marah.


Zu Ji Bing menggigit bibir bawahnya, dia mengepalkan tangan kanannya tanpa sengaja.


"Ibu kau jangan marah, Bing Gege hanya cemburu karena Ibu lebih memikirkan Val dan Rey."ucap seorang gadis cantik dengan tubuh tinggi semampai. Rambut yang setengah digelung itu tampak anggun menambahkan kesan yang kuat pada kepribadian nya.


"Saya tidak cemburu."bantah Zu Ji Bing cepat.


"Hahaha, aku tidak percaya dengan itu."Zu Ji Shi menatap  Kakaknya dengan ekspresi wajah mengejek.


"Sudah jangan berisik, Ibu tidak ingin kalian membuat kegaduhan."


Zu Ji Shi seketika terdiam, Ibunya tidak lagi seperti dulu. Hangat dan menyenangkan, semenjak kedua adiknya tidak pulang selama 5 tahun. Kebahagiaan Ibunya seakan terenggut dan sirna.


Mendadak asap gelap muncul didalam paviliun Chu Zu, dengan sigap Zu Ji Bing menarik pedangnya dan berdiri didekat Ibunya. Begitu juga dengan Zu Ji Shi, gadis itu menodongkan pedang nya kearah portal dimensi.


"Wow, aku baru datang kau sudah menodong ku."


Pemuda bersurai hitam, tubuh tinggi dan berotot. Warna mata berwarna merah, serta wajah tampan yang angkuh itu muncul dari dalam portal dimensi.


"Siapa kau?"Zu Ji Shi menatapnya hati-hati.


Chu Zu menatap pemuda didepannya, dia merasa tak asing dengan warna mata merah. Dia bergegas bangun, refleks Zu Ji Bing menahan Ibunya. Ia takut sang Ibu akan terluka oleh pemuda yang tidak di ketahui identitas nya. Apa lagi warna matanya sangatlah unik, di benua ini tidak ada warna mata merah.


"Ibu! Anda tidak boleh mendekati nya."tangan Zu Ji Bing menahan lengan Chu Zu.


Namun, wanita paruh baya itu menepis tangannya dan berlari mendekati pemuda asing itu. 


"Shi'er tahan Ibu!"teriak Zu Ji Bing panik. 


Alih-alih menjawab, adik perempuan nya malah mematung membiarkan Ibunya mendekap pemuda itu penuh dengan rasa rindu.


"Rey'er! Ini kau kan nak? Ibu tidak mungkin melupakan mu."Chu Zu menangis tersedu-sedu sambil mendekap putra angkat nya.


"Ternyata kau tidak melupakan ku manusia."Zhu Rey membalas pelukan Chu Zu.


Ada banyak perubahan yang terjadi pada wanita penuh asih itu, tubuhnya semakin kurus dan ringkih. Keriput yang mulai bermunculan, serta uban. Penampilan yang penuh dengan perubahan drastis menurut Zhu Rey.


"Jadi dia salah satu anak angkat Ibu."gumam Zu Ji Bing pelan.

__ADS_1


Hatinya merasa tertohok melihat Ibunya begitu merindukan anak yang tidak memiliki darah yang sama dengannya.


"Nak, percayalah Ibu selalu memikirkan mu,"kata Chu Zu sedih."bagaimana kabar mu? Apa urusan mu sudah selesai sekarang?"


"Iya, kabar ku baik dan mau kah kau ikut dengan ke suatu tempat?"tanya Zhu Rey penuh harap.


Zu Ji Shi tersadar dari lamunannya saat Zu Ji Bing menepuk bahunya, dia memikirkan hal yang tak masuk akal. Harusnya selama pergi 5 tahun Zhu Rey berusia 10 tahun sekarang. Tetapi yang dihadapannya, terlihat seperti anak berusia 17 tahun. Apa karena spirit berbeda dari manusia?


"Zhu Rey apa kau tidak ingat dengan Jiejie?"tanya Zu Ji Shi berkaca-kaca mengingat Zhu Rey tidak menatapnya dan mengajak nya bicara.


"Ingat, tapi mengingat sifat kau sangat merepotkan dulu membuat ku tidak ingin berdekatan."cibir Zhu Rey membuat hati Zu Ji Shi merasa ditusuk.


"Bedebah, kau mau ku pukul?"Zu Ji Shi memamerkan bogem nya.


Zhu Rey tersenyum tipis,"Tidak terimakasih,nanti wajah tampan ku tergores."


"Jadi Ibu kau mau ikut bersama ku?"tanya Zhu Rey.


"Baiklah."angguk Chu Zu.


"Tunggu, biarkan saya ikut."sela Zu Ji Bing.


"Cih, untuk apa kau ikut?"decak Zhu Rey kesal.


"Adik, Jiejie mu ini juga ingin ikut."Zu Ji Shi menatap adiknya penuh harap.


Zhu Rey mengibaskan tangannya, portal dengan aura gelap muncul. Dia menarik Chu Zu untuk masuk, Zu Ji Bing dan Zu Ji Shi segera mengikuti kedua orang didepannya.


Namun, itu hanya sekejap saja. Karena pintu keluar sudah muncul didepan mereka, begitu keluar pohon-pohon besar menyambut kedatangan mereka. Beberapa Peri pohon hendak menyerang, tetapi mereka merasakan kehadiran yang tak asing.


"Pemimpin kecil?"


"Pemimpin kecil datang!"


"Beri tahu Pemimpin besar!"


Zu Ji Bing tercengang, ini pertama kalinya dia melihat Peri pohon. Peri pohon memiliki wujud mewakili pohon yang di huni mereka. Dan hanya terdapat di hutan Mangrove, populasi mereka sangat sedikit karena itu. Mereka berada di hutan Mangrove untuk melindungi diri mereka.


"Nak ini dimana?"


"Zhu Rey apa ini hutan Mangrove? Ku dengar hutannya sudah hancur."ucap Zu Ji Shi ragu-ragu.


"Ibu, kita berada di hutan Mangrove."Zhu Rey menatap Zu Ji Shi."Hutan Mangrove akan tetap hidup meskipun hancur, mereka akan meregenerasi saat inti dari hutan menghendaki."


"Maksudnya?"Zu Ji Bing menatap Zhu Rey bingung.


"Biar aku yang jelaskan Gege."sela Zu Ji Shi yang tau sedikit tentang Mangrove.


Mereka berempat berjalan mendekati pusat hutan, saat sampai disana. Pemandangan danau berwarna hijau zamrud terpampang begitu indah. Sebuah gazebo kecil dengan ukiran kayu elegan di detiap sudut, menambah kan kesan klasik.


Diatas Gazebo terlihat sosok dengan ekor ikan menawan, tengah memainkan kecapi. Jari jemari lentiknya memetik benang kecapi lembut, menghasilkan nada yang sanggup membuat orang terbuai.

__ADS_1


"Wa Di Xiang..."panggil Zhu Rey."Aku sudah datang."


"Untuk apa kau datang kemari?"tanya Wa Di Xiang sinis."bahkan tak sungkan kau membawa manusia-manusia itu ikut."


Zhu Rey melirik Chu Zu, Zu Ji Shi dan, Zu Ji Bing. Sebenernya dia hanya ingin bercerita tentang dia dan Val pada Chu Zu tapi kedua anak itu seenaknya mengikuti mereka berdua.


"Ada hal yang harus di ceritakan."


Mereka berempat duduk di Gazebo lebih tepatnya didepan Wa Di Xiang. Zhu Rey terdiam memikirkan untuk mengawali ceritanya.


"Kalian tau kan aku dan Val terlahir dari telur yang sama."


Zu Ji Bing yang sedari tadi diam kini terkejut, mengetahui bahwa anak angkat Ibunya adalah spirit. Apa kedua spirit itu sudah mengikat kontrak dengan Ibu dan adiknya? Tapi secara umum spirit yang mengikat kontrak tidak bisa jauh dari majikan nya.


"Ibu tau itu."


"Lalu sebenarnya, kami berdua bukanlah saudara kandung."Zhu Rey menatap Wa Di Xiang serius."Apa kau pernah menjumpai kasus seperti kami? Awalnya Val adalah manusia biasa karena keadaan genting aku tak sengaja membawanya masuk kedalam telur dan membuat nya terjebak bersama ku."


"Apa?!" Teriak semua orang.


Chu Zu tak percaya itu, selama ini kedua anak kembarnya tidak pernah bercerita tentang itu. Apa itu sebabnya Val dan Zhu Rey memiliki warna rambut berbeda?


"Val berasal dari keluarga Zhu, Ibunya spirit elit Harimau putih dan Ayah nya berasal dari spirit elit Naga, mereka hanyalah keluarga palsu terbentuk secara tak sengaja, demi membesarkan Val layaknya manusia pada umumnya."


Zu Ji Shi terperangah, ternyata spirit juga memiliki perasaan seperti manusia. Bahkan terlihat sangat berprikemanusiaan, dari pada manusia itu sendiri. Sementara Kakak nya Zu Ji Bing tidak percaya dia yakin Zhu Rey sedang membual agar dibelaskasihani.


"Aku sudah tau itu, Zhu Long menceritakan hal itu pada ku, meskipun Val tau keluarga nya palsu tapi dia tidak kekurangan cinta dan perhatian dari keluarga nya saat ini."Wa Di Xiang memetik kecapi tanpa ekspresi.


Zhu Rey hanya bisa menghela nafas mendengar nya,"Sebenarnya aku menceritakan ini karena aku ingin bertanya pada kalian."


"Apa yang ingin kau tanyakan? Ibu akan menjawab nya."Chu Zu membelai rambut Zhu Rey, anak yang malang. Mengapa takdir anak-anak nya begitu rumit.


"Apa kalian akan membiarkan ku melamar Val?"tanya Zhu Rey seraya menahan rasa malunya.


Semua orang terbatuk-batuk mendengar hal tak terduga itu."Adik apa yang kau katakan? Kalian adalah saudara!"pekik Zu Ji Shi.


"Saya tidak peduli,"cetus Zu Ji Bing dingin.


"Nak kau yakin? Meskipun kalian bukan saudara kandung tapi Val juga memiliki setetes darah yang sama seperti mu saat didalam telur."Chu Zu menjadi cemas, ini tidak benar perasaan antara saudara itu seperti racun.


"Kau ingin melamar nya? Aku tidak yakin kau sanggup mendapatkan izin dari kedua orang tua spirit elite itu."Wa Di Xiang melipat tangan di dada.


Dia sebenarnya terkejut tapi dia menyembunyikan hal itu,"Rey'er coba pikirkan kembali, bagaimana jika ada sesuatu terjadi akibat pernikahan kalian?"


Zhu Rey terdiam, ucapan Chu Zu benar. Jika Val menikah dengan Val maka, pemimpin agung akan memburu mereka berdua. Val akan merasa menderita sama seperti Ibunya.


Lalu bagaimana dengan perasaan yang Zhu Rey pendam? Semakin lama semakin membengkak, dia takut jantung nya tak mampu menampung perasaan itu seorang diri.


"Berisik! Itu urusan ku, kalian hanya menyetujui nya saja apa susahnya!"teriak Zhu Rey frustasi.


Kenapa takdir sangat buruk? Apa tak bisa sedikit saja dia bisa mengubah takdir? Bahkan jika harus melawannya. Zhu Rey akan melakukan itu demi Val, tapi apa Val akan menerima perasaan nya? Zhu Rey bimbang dengan semua rencana rumitnya.

__ADS_1


__ADS_2