The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Bertemu dengan Hao Tian


__ADS_3

"Cap cip cup bunga kuncup, pilih yang mana yang mau di cup."


Jari telunjuk Val berhenti diatas telapak tangan Zhu Rey. Gadis itu menjerit senang saat yang terpilih bukanlah kakek tua penjaga perpustakaan.


"Bisa kah kau membuat ku menang kali ini? Kenapa aku selalu kalah?!" Teriak lelaki tua dengan nada frustasi.


Jika begini terus makan kedua anak ini yang akan menghabiskan, manisan buah yang dibeli olehnya dikantin.


"Terima saja nasib mu pak tua." Ucap Zhu Rey dengan nada mengejek.


"Kau selalu saja memanggil ku Pak tua, Nama ku Bishounen."


"Kakek Bishounen, manisannya sudah habis jadi permainan tidak bisa dilanjutkan."


"Apa?!"


Val menyungging kan senyuman tak bersalah, sementara itu Rey terkekeh geli Bishounen sudah tua tapi kelakuan nya tak mau kalah dengan anak kecil.


"Berhenti menatap Val seakan Val seorang terdakwa."Kata Val jengah.


Bishounen berdeham sejenak, dia sungguh melakukan hal memalukan pada anak kecil.


"Sebagai gantinya sekarang kotak makan Val yang akan menjadi taruhan pemenangnya, tentu saja tidak semuanya hanya boleh memakan satu biji saja."


Mendengar hal itu Zhu Rey dan Bishounen nyaris tersedak ludahnya sendiri. Kenapa Val sangat pelit? Bukankah hanya sebuah bekal makan saja.


"Gadis kecil memakan satu biji saja itu tidak membuat perut ku kenyang, sedangkan kau memakan semua manisannya tanpa memikirkan diriku yang belum mencicipinya sama sekali." Ucap Bishounen bersungut-sungut.


"Tapi Val belum makan siang!" Pekik Val keras.


Kegaduhan terjadi keduanya tak mau kalah, Zhu Rey mendengar ocehan keduanya saja sudah pusing. Satu yang kecil tak mau mengalah dan satu lagi yang tua terus mendesak. Benar-benar tidak tau malu bahkan tidak memedulikan murid-murid yang sedang membaca dilantai satu menatap keduanya.


"Ayolah Bishounen kau sudah tua, sudah jadi kakek nenek yang bungkuk jangan bersikap seperti anak kecil yang terus merengek meminta manisan."


Ucapan Zhu Rey tak di dengar membuat naga tersebut merasa diabaikan. Kegaduhan yang di buat Bishounen mengundang banyak perhatian semua murid di pagoda. Dari satu lantai menyebark lantai atas hingga sampai ditelinga pemuda yang tengah membaca beberapa buku teknik.


"Bishounen ribut dengan anak kecil? Aku baru tau si tua itu memiliki sikap kekanakan." Pemuda bersurai hitam itu menutup buku nya.


Lelaki berseragam murid sekte bagian dalam tergopoh-gopoh mendekati pemuda bersurai hitam.


"Yang mulia..."


"Ada apa? Kau terlihat sangat tergesa-gesa."

__ADS_1


"A-itu anda pasti sangat terkejut jika mendengar berita dari ku!"Kata Shu Feng bersemangat.


Hao Tian mengangkat alis sebelahnya."Tidak perlu kau kasih tau pun aku tau kalau Bishounen..."


"Anda benar-benar sudah tau Val'er ada disini?!" Sela Shu Feng cepat.


Hal itu membuat Hao Tian terkejut bukan main, apa dia salah dengar? Shu Feng pasti sedang membohongi nya!


"Kau jangan main-main dengan ku Shu Feng." Ketus Hao Tian dingin.


"Aiya, Yang mulia saya tidak membohongi anda jika tidak percaya anda bisa pergi kelantai satu"


"Oh iya dia sedang bersama Bishounen dan seorang..." Belum sempat Shu Feng menyelesaikan ucapannya.


Junjungan mudanya itu malah pergi meninggalkan nya secepatnya kilat tanpa memberitahu dirinya. Kemana junjungan muda pergi.


"Dia selalu saja begitu." Cibir Shu Feng tak suka.


Kemudian menyusul Hao Tian, tadi saat hendak menemui Bishounen dilantai dasar Shu Feng dikejutkan oleh sosok mungil. Bagaikan mimpi baginya saat melihat sosok mungil yang dirindukan nya.


Andai saja jika juniornya tidak sengaja menabrak nya dengan keras mungkin, dia menganggap hal ini sebuah mimpi ataupun halusinasi.


Di sisi lain Hao Tian bergegas menuju lantai dasar, tak peduli seberapa besar tekanan yang diberikan oleh pagoda padanya. Bukan berarti dia akan berjalan pelan jika itu terjadi maka. Kesempatan nya akan hilang begitu saja dan Hao Tian tak bisa bertemu Val lagi.


"Val..."


Mendengar seseorang memanggil nya dengan suara familiar ditelinga Val, membuat gadis itu menoleh sumpit nya terjatuh ketika kedua netra jernih nya. Melihat Hao Tian.


Bibirnya tergetar menahan sesuatu, netra jernih milik Val kini terlihat seakan-akan seperti cermin pecah. Desakan sesak di dada nya seakan terlepas saat melihat lelaki bersurai hitam dengan paras tampan itu.


"Paman...!"


Val berlari menghampiri Hao Tian saat pemuda itu sudah turun dari tangga yang terhubung ke lantai atas. Dekapan hangat yang bersambutan itu membuat suasana suram menjadi sendu.


"Paman... Val rindu pada mu." Val terisak-isak meskipun baru beberapa bulan mereka berpisah.


Sejak kepergian, kedua orang tua Val dan terpisah dari Zhu Long. Val tidak bisa menghubungi Hao Tian mau pun Shu Feng. Dia benar-benar merasa sendirian apa jadinya jika Val terlunta-lunta diluar dengan kekuatan nya yang tersegel.


Beruntung Zhu Rey sekarang bersamanya, jadi Val tak perlu takut lagi dan kini pemuda tampan bersurai hitam kembali kesisi Val.


"Paman juga merindukan mu Val, bagaimana bisa kau terpisah dari kakak mu? Apa kau baik-baik saja gadis nakal?" Hao Tian memeluk Val erat.


Berulangkali pemuda itu mengecup dahi Val, dia bersyukur Val baik-baik saja setelah mendapat kabar dari Zhu Long Val menghilang. Kedua kakak beradik itu terpisah akibat ulah manusia yang memburu mereka berdua.

__ADS_1


Dia juga mengkhawatirkan Zhu Long kakak lelaki Val itu kini tak bisa dihubungi, sudah dua bulan tak bisa di hubungi bahkan jejak nya seakan lenyap tanpa sisa.


"V-val baik-baik saja semuanya berkat Zhu Rey dia melindungi Val." Val berbicara sambil sesenggukan.


"Lalu bagaimana Paman tau Val terpisah dari kakak Long."


"Anak kecil tidak boleh tahu, lebih baik kau beritahu aku siapa Zhu Rey? Setahu ku kau tidak memiliki saudara lain selain Zhu Long."


Hao Tian terlihat bingung bukan kah Nyonya Zhu hanya memiliki dua anak saja. Tidak mungkin beliau melahirkan anak hanya dalam beberapa bulan.


"Ceritanya panjang, aku harap kau tidak terlalu memikirkan hal itu."Zhu Rey ikut berbicara dia beranjak bangun lalu mendekati Hao Tian dan Val.


Tanpa ragu menarik Val hingga menabrak tubuhnya meski begitu, tubuh Zhu Rey tetap kokoh tidak goyah sedikit pun.


"Aku harap kau tidak menyentuh milik ku lagi."


Hao Tian terdegun, apakah anak lelaki itu memiliki perasaan khusus pada Val? Jika dilihat meski wajahnya mirip seperti versi Val menjadi anak lelaki. Entah itu iris mata yang berwarna merah mirip Val atau pun rambut hitam yang tidak dimiliki keluarga Zhu.


Seperti nya anak lelaki itu hanyalah anak angkat dari pasangan Zhu tersebut.


"Rey kau tidak sopan pada Paman Val, haruskah Val mengajarkan tata krama pada Rey agar Rey bisa sopan pada yang lebih tua."Protes Val tak suka.


"Kau tidak perlu mengajarkan ku hal itu, aku tidak akan bersikap sopan pada siapa pun kecuali orang tua ku." Zhu Rey tersenyum lebar.


"Cih, Val tidak yakin dengan itu." Ucap Val sebal.


"Bisakah kalian tidak ribut? jika kalian tidak mau diam aku akan menendang kalian semua satu persatu."Bishounen berkacak pinggang dengan gaya menyebalkan.


Val kira Bishounen takut dengan Pamannya ternyata tidak, lalu seseorang turun dari lantai atas mendekati mereka tidak lain adalah Shu Feng.


"Paman Shu!"


"Val! sudahlah kita tidak bertemu bagaimana kabar mu?"


"Kabar Val baik, selain itu bisa kah kita pergi ke tempat lain? Val ingin bicara."Pinta Val seraya melirik Bishounen, seperti nya kakek tua itu tak menyukai keributan yang dibuat orang lain.


"Baiklah ayo kita pergi." Hao Tian menyetujuinya saat mendapati tatapan tajam dari Bishounen.


"Kau tidak boleh terlalu dekat dengan kedua paman mu Val, tetap berada disisi ku."Bisik Zhu Rey pada Zhu Val.


"Eh??"


Kenapa Zhu Rey malah terlihat sangat waspada kepada kedua Paman Val, apa Zhu Rey terlalu memikirkan keselamatan nya. dalam hal ini Val begitu tidak peka faktanya Zhu Rey hanya tak suka Val dekat dengan lelaki lain selain dirinya.

__ADS_1


__ADS_2