
Semua orang tampak gugup mereka menatap tangan milik guru dari kelas pedang tahun kedua.
"Nomor 3 dan 7." Ucap Kuan Ye.
Chang Yi menatap kayu berukiran nomor 7 dengan wajah suram. Belum apa-apa sudah mendapat bagian pertama.
"Yang nomor nya di sebut, naik keatas stage." Kuan Ye menatap murid-murid nya dengan tatapan sangar.
"Sungguh aku tidak menyangka akan bertarung dengan mu Chang Yi." Teriak anak laki-laki diatas stage.
Chang Yi meloncat keatas dalam sekali gerakan, mereka berdua menatap satu sama lain dengan tatapan tajam.
"Aku yakin sekarang aku akan memenangkan pertandingan kali ini." Kata Chang Mu.
Anak lelaki itu sejak menjadi rival Chang Yi, tidak sejak mereka lahir mereka ditakdirkan sebagai musuh.
"Chang Yi harus menang!" Val berteriak keras.
Chang Yi menoleh menatap gadis mungil yang meneriakinya penuh semangat. Melihat tangan Val yang mengacung di udara sebagai tanda bawah gadis itu menyemangati nya Chang Yi merasa bersemangat.
"Iya! Aku akan memenangkan pertandingan ini untuk mu Val." Balas Chang Yi.
Val mengangguk, gadis itu merasa tatapan tak suka dari Zhu Rey."Apa Rey cemburu?"
"Tidak." Ketus Zhu Rey datar.
"Ayo mengaku saja! Val tidak keberatan lagi pula Rey milik Val."Val tertawa geli.
Sementara itu wajah Zhu Rey terlihat merah padam, dia memilih tidak menanggapi hal itu.
"Menjauh lah lihat apa yang di lakukan Chang Yi seharusnya kau mempelajari gerakannya bukan mengajak ku bercanda Val." Zhu Rey mendorong pelan Val agar tidak terlalu menempel padanya.
Val berdecih dia menatap Chang Yi yang tengah di pojokkan oleh lawannya. Chang Yi adalah pengguna elemen bukan seorang pendekar atau pun pendekar elemen. Meski begitu dia kalah tahapan dengan Chang Mu yang berada diatasnya.
Suara dentingan terdengar pelan pertanda bahwa pertandingan telah dimulai. Chang Mu bergerak terlebih dahulu dengan membawa pedang kayu nya.
Sementara Chang Yi meski dia tak berpengalaman tentang menggunakan pedang tapi dia mengetahui teknik dasar. Ini salah Guru kelas mereka yang fokus pada tingkatan elemen. Tanpa mengajari mereka teknik pedang, hal ini sangat merugikan bagi Chang Yi mau pun teman-teman nya.
Chang Yi menangkis pedang kayu yang terayun pada nya. Di luar dugaan kekuatan fisik Chang Mu lebih unggul dari nya.
"Kau tampak berusaha keras melakukan nya apa guru mu tidak mengajari mu tentang pedang?" Chang Mu menatap remeh Chang Yi.
__ADS_1
"Kau pasti kesal karena tidak boleh menggunakan elemen mu itu." Ejek Chang Mu.
Chang Yi melancarkan serangannya meski di tangkis beberapa kali oleh Chang Mu.
"Kau pikir dengan provokasi rendahan itu aku akan terpancing? Gunakan otak kecil mu itu jika ingin membuat ku marah." Balas Chang Yi sengit.
Val mendengar pembicaraan nya dia mengerut kening, apa keduanya saling kenal satu sama lain? Jika mengingat Chang Yi memang sudah lama tinggal di Sekte Hua San tidak menutup kemungkinan bahwa Chang Yi mengenal pemuda itu.
"Mereka seperti nya masih menyimpan dendam masing-masing,"Gumam Xiu Xin dia menggigit bibir bawahnya.
Meskipun Chang Yi sudah memiliki kemajuan sangat disayangkan Chang Yi masih di bawah Chang Mu.
"Apa Chang Yi mengenal orang itu?" Tanya Val penasaran.
"Tentu saja! Orang itu adalah anak dari selir Tuan Chang bisa dikatakan mereka saudara tiri." Jawab Xiu Xin.
"Mereka sangat membenci satu sama lain padahal dulu terlihat sangat akrab ku denger hubungan mereka retak karena sama-sama menyukai orang yang sama." Jelas Xiu Xin tanpa Val minta.
Gadis mana yang membuat Chang Yi dan saudara nya bertengkar sampai memiliki dendam? Val sangat penasaran apakah gadis itu sangat cantik dan baik hati hingga bisa memikat kedua hati pemuda itu?
Brak...
Val dikejutkan dengan suara keras, dia mendongak menatap Chang Yi yang tengah menahan serangan Chang Mu. Mirisnya pedang kayu yang dia pakai sudah patah apakah ada harapan untuk menang?
Perlombaan ini sangat tidak adil bagi mereka yang hanya bisa menggunakan elemen. Karena menggunakan elemen dalam pertandingan sesuatu yang tak diperbolehkan.
Tujuannya tentu saja untuk mengurangi tingkat kecelakaan lebih rendah. Jadi Murid-murid kelas pedang saat ini sedang berada diatas angin!
"Chang Yi akan kalah." Yuan Gang Mengelus dagunya.
Zhu Rey menatap Yuan Gang tidak percaya, melihat Zhu Rey yang tak percaya pada Yuan Gang pemuda itu mengacak-acak rambut Zhu Rey.
"Jika Chang Yi kalah maka kita harus menang, kalau pun kau kalah itu tidak masalah Zhu Rey lagi pula kelas kita sudah berpengalaman dalam hal ini."
Mata Xiu Xin memicing."Maksud mu kita berpengalaman dalam kekalahan begitu?!"
Yuan Gang tertawa kaku,"Ya kau tau itu."
"Tidak Val akan menang dalam pertandingan ini jika kalian mau!"Seru Val bersemangat dia pernah di ajari oleh Ayah dan Ibu nya sebelum datang kepermukiman manusia.
"Bukannya aku tidak mau mempercayai mu hanya saja kau terlihat akan kalah dalam sekali serangan." Ejek Cun Myung.
__ADS_1
"Apa?!"
Melihat Val yang kesal, Cun Myung tertawa lebar entah kenapa gadis kecil itu sangat lucu dan menggemaskan. Tawa nya terhenti saat seseorang meremas bahunya.
"Apa yang sedang kau tertawakan bocah?"
Mendengar suara asing itu Cun Myung mengerut kening, dia menoleh menatap wajah yang tak ramah.
"Siapa kau?"
"Tentu saja kakak seperguruannya Zhu Val." Feng Wuxie tersenyum sinis.
"Feng Wuxie." Val menerjang gadis itu dan memeluknya erat.
"Panggil aku kakak." Feng Wuxie terlihat sangat senang saat Val memeluknya didepan banyak orang.
"Val tidak mau, jadi kenapa Feng Wuxie ada disini? bukankah seharusnya sedang mengikuti perlombaan khusus kelas..."
"Kami sudah selesai lebih cepat dari yang kau kira." Shui Sharon muncul dari belakang Feng Wuxie.
Cun Myung sangat terkejut dengan kehadiran Shui Sharon yang mendadak itu. Kenapa mereka sangat suka mengagetkan orang lain?
"Shui Sharon!" Xiu Xin bergerak mendekati gadis itu dengan perasaan senang.
Mereka telah melupakan keadaan Chang Yi jika pemuda itu tau dia pasti akan menendangi bokong mereka semua.
"Kau terlihat sangat bersemangat apa Val merepotkan kalian?"
"Tidak sama sekali, bocah itu..."
"Apa apaan kalian?! bukan nya harus menyemangati ku kalian malah mengobrol!"
Shui Sharon dan Feng Wuxie terkejut, bahkan Xiu Xin serta Cun Myung tak kalah terkejutnya. Chang Yi menyeruak ditengah-tengah mereka dalam keadaan menyedihkan.
"Chang Yi bukan kah kau masih bertarung?"Tanya Cun Myung.
Alhasil pemuda itu berhasil menyulut amarah Chang Yi."Bertarung mata mu!"
Cun Myung menatap Chang Yi tak suka, teman nya itu terlalu mengganggu bahkan lah jika dihadapi dengan pedang.
"Maafkan kami Chang Yi kau tidak boleh merajuk aku akan mentraktir mu jika kita menang." Xiu Xin menepuk bahu Chang Yi.
__ADS_1
Sangat disayangkan gadis itu tidak tahu bahwa Chang Yi sudah terlanjur kecewa. Val yang melihat nya hanya bisa diam dia tak mampu mengeluarkan kata-kata menghibur.