The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Keluar dari Dimensi


__ADS_3

Tjong Yong merasa kesulitan ini pertama kalinya mereka mencoba menghancurkan segel pelindung.Jadi mereka tidak tahu menahu cara melepas pelindungnya.


"Senior seperti nya itu tidak akan berhasil, apinya semakin besar kalian harus menyelamatkan diri kalian."Kata Xiu Xin cemas.


"Tidak kami akan membantu kalian keluar."Tegas Tjong Yong.


Dia tidak mungkin meninggalkan juniornya, dia memikul tanggung jawab yang besar.Untuk melindungi murid yang berpartisipasi menjelajahi dimensi ini, tetapi jika ini memang tidak bisa dia harus terpaksa merelakan Junior yang malang.


"Eh? Senior apinya padam!"Teriak salah satu rekan Tjong Yong.


"Ini keberuntungan kita."Tjong Yong menatap langit dengan penuh perasaan lega.


Cun Myung mendekati pintu gua, dia merasa akan ada sesuatu yang datang. Samar-samar terdengar kerincingan yang akrab. Tapi anehnya tidak merasakan keberadaan Val di sekitar situ.


"Senior seperti nya portal dimensi akan terbuka."Cetus Hong Li cemas.


Mereka mendengar kerincingan yang samar seperti yang di dengar oleh Cun Myung, wajah Tjong Yong memucat dia tidak mungkin meninggalkan adik seperguruannya disini.


"Tidak! Kita harus menghancurkan segel sialan ini!" Teriak Tjong Yong panik.


Saat ini portal dimensi pasti masih dalam bentuk partikel terkecil seperti debu. Konon katanya suara kerincingan itu dibunyikan oleh angin yang bertiup dari arah lain melalui lorong lembah yang terhimpit dari dua arah dan menghasilkan bunyi.


Tapi itu hanyalah mitos, setahu Tjong Yong bunyi itu berasal dari lonceng milik seorang pendekar 1 dekade yang lalu. Tapi tidak ada yang tak letak pasti benda itu berada.Pendekar itu sengaja menaruh sebuah lonceng yang bisa melacak keberadaan portal.


Jika berbunyi maka itu pertanda bahwa portal dimensi terbuka kembali.


"Apa yang sedang kalian lakukan?"


Cun Myung bersemangat melihat Zhu Rey dan Val kembali Namun, keadaan Val menarik perhatian nya. Xiu Xin, Hong Li dan Yuan Gang terkejut melihat mata Val yang tertutupi kain hitam.


"Kenapa kalian berada disini? Apa Shang Jun tidak membawa kalian ke atas lembah bagian kiri?"Tanya Tjong Yong kaget.


Val tertawa mendengar nya."Senior kami kehilangan jejak jadi kami memutuskan kembali kesini untuk menjemput teman kami."


Tjong Yong menatap Val tak mengerti, gadis kecil itu dituntun oleh Zhu Rey kearah pintu gua. Val menepuk tangannya dua kali pelindung nya langsung lenyap. Teman-teman Val langsung menerkam Val sambil menangis.

__ADS_1


"Kalian bocah bod*h, kenapa lama sekali kami mengira kalian meninggalkan kami."Rengek Hong Li.


"Ya ampun Val apa yang terjadi pada mu?"Tanya Xiu Xin khawatir.


Yuan Gang menatap Zhu Rey lekat-lekat."Kalian menyebalkan bersenang-senang tanpa kami lagi."


Tjong Yong saat ini bingung dengan situasi nya, Zhu Rey menarik diri dari teman-teman nya. Kemudian menjelaskan bahwa pelindung tadi muncul karena artefak miliknya. Mereka pergi mencari herbal dan meninggalkan teman-temannya. Karena khawatir Val memutuskan untuk menggunakan artefak agar mereka aman.


"Ya sudah ayo ikut dengan ku kita harus kembali."Tjong Yong tidak mau ambil pusing.


Meski dia curiga tapi ini bukan waktunya, mereka harus pergi keatas lembah bagian kiri. Xiu Xin mendekati Val dan berbisik menanyakan kemana perginya Zhu Long.


"Kakak Long dia berada ditempat aman."Jawab Val sekena nya.


Mendengar itu Xiu Xin mengelus dada lega, dia takut kakak Val menghilang atau ketahuan oleh para senior. Sebenarnya saat Wa Di Xiang bingung harus pergi tanpa kelihatan murid-murid lain. Zhu Long menawarkan untuk masuk kedalam ruang penyimpanan nya, ruang itu bisa menyimpan makhluk hidup, dengan senang hati Wa Di Xiang masuk kedalam benda itu bersama Ang Bei dan Dun Ming. Semoga saja mereka berempat akur didalam sana Val tidak mau mereka bertengkar.


Kini Val sudah berada di atas lembah sebelah kiri, Feng Wuxie melihat kedatangan Val. Gadis itu berlari kencang kearah Val dan Zhu Rey, dia merasa lega karena kedua anak itu telah ditemukan. Dengan erat Feng Wuxie memeluk Val dan Zhu Rey, gadis itu menangis dia mengira kedua anak itu tidak bisa ditemukan dan mati.


"Tenang lah, kami baik-baik saja."Zhu Rey merasa risih karena tiba-tiba dipeluk.


Shui Sharon menatap temannya dengan wajah merah padam, dia terkejut melihat Feng Wuxie menangis didepan umum.Sedikit malu mengingat temannya yang biasa terlihat dingin malah menangis seperti anak kecil. Tapi dia memaklumi itu Shui Sharon mengerti betapa cemasnya Feng Wuxie saat mengetahui kedua bocah itu menghilang.


"Ekhem... bisakah kalian cepat berkumpul disana? Portal dimensi nya sudah terbuka."Ucap Tjong Yong hati-hati takut nya juniornya merasa tidak nyaman.


"Kami akan kesana sekarang."Cetus Cun Myung sambil menyeret Feng Wuxie bersama Val dan Zhu Rey.


Hong Li mengikuti Cun Myung dari belakang dia tidak sabar untuk pulang, mengingat besok adalah hari libur. Semua murid akan pulang untuk merayakan tahun baru dirumah mereka.


"Kau terlihat senang Hong Li."Kata Yuan Gang saat melihat temannya berjalan sambil bersiul.


"Dia senang karena besok kita pulang."Gerutu Xiu Xin.


"Itu buruk aku tidak mau pulang."Cun Myung memasang wajah tak suka.


Yuan Gang tertawa geli."Kau takut di kucilkan lagi sama keluarga mu?"

__ADS_1


"Yah itu benar,"Cun Myung mengakui hal itu.


"Kenapa kita tidak merayakan nya bersama saja? Toh orang-orang dirumah tidak akan peduli kita ada atau tidak."Ucap Xiu Xin membuat ketiga temannya menatap ke arah dirinya dengan mata berbinar.


"Itu ide bagus, kau ingin merayakan tahun baru dimana?" Tanya Hong Li bersemangat.


"Di ibu kota, ku dengar ada Festival lentera."Xiu Xin mencoba berpikir.


"Itu membosankan tidak ada kembang api."Cibir Yuan Gang tak setuju.


"Kata siapa? Tahun ini ada kembang api."Ketus Xiu Xin.


"Yah kita bicarakan itu nanti, ayo kita keluar dari tempat ini hehe.."Cun Myung berlari memasuki portal.


Yuan Gang dan Hong Li berlari mengejar Cun Myung. Xiu Xin menggandeng tangan Val sedari tadi bocah itu tidak bicara. Apa ada hal tak mengenakan terjadi saat meninggalkan dirinya di gua?


Ah, lupakan Val terlihat tidak ingin berbicara melihat raut wajah yang datar. Xiu Xin memasuki portal, butuh satu menit untuk keluar. Belum lagi goncangan didalam Portal membuat nya mual. Satu persatu murid sekte Hua San keluar mereka tak menyangka para tetua menyambut kedatangan mereka bersama ketua sekte.


"Val keponakan ku."Hua Hyungi menghampiri Val dan menggendong nya.


Semua murid merasa iri pasalnya mereka tidak pernah mendapatkan perlakuan harmonis dari ketua sekte sendiri, malah anak dari sekte lain mendapatkan kasih sayang karena identitas yang tidak biasa.


"Val bukan keponakan Paman!"Teriak Val keras.


Dia merasa Hua Hyungi sedang memanfaatkan dirinya untuk sesuatu, mungkin karena Bibi Su, Val tidak peduli dengan itu.


"Tidak kau keponakan ku buktinya kau memanggil ketua Sekte Hongzhi dengan panggilan Bibi."Kilah Hua Hyungi.


"Salam ketua Sekte."Semua murid memberikan penghormatan.


Hua Hyungi mengangguk."Apa ada sesuatu terjadi pada kalian?"


"Saya akan menceritakan nya, sebelum itu saya harap anda mengizinkan semua murid beristirahat."Kata Tjong Yong.


"Kalau begitu ikuti saya, dan kalian selamat beristirahat lalu berkemas lah besok kalian diliburkan."Hua Hyungi menurunkan Val dan pergi bersama Tjong Yong.

__ADS_1


Val menatap Hong Li dan mengulur kedua tangannya, Hong Li langsung menggendong Val dan mengajak teman-teman nya pergi ke asrama. Beberapa tetua mengajak murid-murid kelas tiga ke tempat lain untuk membahas apa yang mereka alami selama didalam dimensi Kunlun. Tentu saja itu hanya kedok untuk mengambil beberapa material yang mereka inginkan dari muridnya.


__ADS_2