
Feng Wuxie menurunkan Val dari gendongan nya, dia memperhatikan sekitarnya. Hutan dimensi Kunlun sangat aneh pepohonan disini terlalu tinggi bahkan sangat tak wajar.
"Feng Wuxie, Val harus bergabung dengan kelas Val." Val menarik ujung baju Feng Wuxie.
"Tidak kau akan ikut dengan kelas ku,"
Zhu Rey tertawa mendengar nya."Berarti aku boleh bersama anak-anak dari kelas ku."
"Sudahlah Feng Wuxie Val pasti ingin bersama teman-teman nya kau tidak boleh mengekang..."
"Aku akan mengajari mu tentang herbal bagaimana Val?" Sela Feng Wuxie cepat sebelum Sui Sharon menyelesaikan ucapannya.
"Tidak mau! Val hanya ingin bersama teman-teman Val." Teriak Val keras.
Feng Wuxie menatap Val cemberut, kenapa Val selalu saja membantah nya? Dia melakukan nya demi keselamatan Val. Baiklah anak-anak memang susah diatur Feng Wuxie terpaksa harus tersenyum manis membuat Val berhenti berteriak.
Dia menyadari hal aneh disekitar nya, Zhu Rey langsung waspada saat Val berhenti berteriak.
"Rey kau merasakan nya?"
"Sesuatu yang menekan kita, aku merasakan nya." Bisik Zhu Rey.
Hutan Kunlun dipenuhi aura asing, anehnya Val merasakan sesuatu yang akrab dengan dirinya.
"Hei kenapa kau terdiam? Val kau tidak ikut dengan kami?" Tanya Hong Li yang sedari tadi menonton perdebatan Val dan Feng Wuxie.
"Val tidak akan ikut dengan kalian." Ketus Feng Wuxie.
" Feng Wuxie kau terlalu menjaga Val terlalu ketat, apakah kau berpikir itu baik untuk Val juga?!" Bentak Shui Sharon tak tahan.
Hal itu membuat Feng Wuxie membeku, Shui Sharon menatap Feng Wuxie kesal bagaimana pun Val memiliki kebebasan nya. Gadis itu tidak perlu mengekang Val.
"Val masih kecil, aku tau kau mengkhawatirkan nya tapi harusnya kau tau mengekang kebebasan dirinya memilih juga tak baik." Ketus Shui Sharon dia menepuk bahu Feng Wuxie pelan.
"Sadar lah Feng Wuxie," Xiu Xin ikut menepuk bahu Feng Wuxie pelan lalu menggendong Val.
"Hong Li aku juga ingin di gendong."Zhu Rey menarik ujung baju Hong Li.
Pemuda itu terkejut dia menatap Zhu Rey tak percaya. Pasalnya anak itu tak suka digendong seenaknya bahkan terlihat sangat dingin. Namun, jika Yuan Gang yang menggendong Zhu Rey anak lelaki itu tak menolaknya.
"Seperti nya kau jadi anak yang baik akhir-akhir ini." Hong Li langsung menggendong Zhu Rey.
Yuan Gang yang melihat nya langsung merebut Zhu Rey."Lebih baik kau bersama ku."
"Mengapa kau merebut nya dari ku?!" Teriak Hong Li kesal.
"Kau pikir bisa seenaknya menggendong adik ku huh?!"
__ADS_1
Zhu Rey menggertakkan gigi."Sudahlah aku turun saja kalian berdua sangat menyebalkan!"
"Feng Wuxie, Val ingin teman-teman Val bergabung dengan kelas Feng Wuxie dengan demikian anggota kelas kami akan melindungi kalian." Ujar Val pelan.
Val yakin Feng Wuxie pasti mau bergabung meskipun kesal, benar saja Feng Wuxie mengangguk kelu. Gadis itu segera berjalan mendekati teman-teman kelasnya kemudian berdiskusi dengan mereka. Setelah selesai Feng Wuxie bersama teman sekelas nya mendekati Xiu Xin.
"Kami semua akan bergabung dengan kalian." Ucap Feng Wuxie.
"Mohon bantuannya." Pemuda jangkung beraroma daun mint melangkah maju mendekati Xiu Xin.
"Iya, aku harap kita bisa bekerja sama dengan baik."
Pemuda itu mengulurkan tangannya, Xiu Xin menyambut uluran tangan pemuda itu dengan baik.
"Kalau begitu kita harus menentukan kemana kita akan pergi, kalian pasti di beri peta oleh guru pembimbing." Yuan Gang ikut berbicara.
Val melompat turun dan berdiri dibelakang Yuan Gang, dia harus tau rencana kelompok baru ini.
"Kami sebenarnya sudah menentukan kemana kami akan pergi, lihat lah titik ini." Feng Wuxie memunculkan layar hologram dari gelang pemberian panitia.
Dia menunjukkan titik hijau bertuliskan 'padang rumput kabut.' Val terkagum-kagum saat tahu tentang teknologi diera ini. Dia tak menyangka ternyata dunia ajaib ini memiliki benda seperti itu.
"Padang rumput kabut memiliki banyak sumber daya, selain tanaman herbal dan tanaman sihir bisa saja ada tumbuhan herbal lain yang langka." Jelas Feng Wuxie.
"Kami akan pergi bersama kalian kesana."
"Feng Wuxie apa dia adik seperguruan yang waktu itu mencuri obat dari taman obat?" Pemuda disamping Feng Wuxie menyentuh pelan pipi Val dari belakang.
Kebetulan Val sedang menoleh kebelakang, gadis itu langsung membuang muka. Dia tidak ingin diganggu! Menyebalkan harusnya dia sudah besar tapi tubuhnya seperti lambat dalam pertumbuhan.
"Kau tidak perlu tau."
Mendengar suara Feng Wuxie yang dingin, pemuda itu hanya tertawa canggung. Seperti nya pemuda itu menyukai Feng Wuxie itu kesimpulan dari yang Val lihat.
Val yakin pemuda itu menyukai Feng Wuxie, sedari tadi pemuda itu tak mau terlalu jauh dari Feng Wuxie. Malam hari terlalu cepat datang membuat rombongan Val menghentikan perjalanan mereka.
Mereka juga terburu-buru menyiapkan perkemahan. Para pemuda tengah menyiapkan tenda dan perapian sedangkan gadis-gadis yang bersama Val memilih menyiapkan makan malam mereka.
Val sangat berharap malam ini tidak terjadi hal buruk, meskipun ada kekuatan mencurigakan yang menekannya dia tidak akan menurunkan kewaspadaan nya.
Berhubung Feng Wuxie tengah sibuk, Val segera pergi menemui Zhu Rey. Pemuda itu tengah duduk diatas dahan pohon, Val meloncat keatas dan duduk disamping Zhu Rey.
"Aku belum mengetahui siapa yang melakukan ini, tapi sepertinya aura itu menyelimuti seluruh penjuru hutan."kata Zhu Rey saat Val berada dihadapannya.
"Apa kita perlu menyelidiki hal ini Rey?"
"Iya, lagi pula semua orang sedang sibuk kau tau?"
__ADS_1
"Iya."Angguk Val.
Gadis kecil itu langsung berdiri saat Zhu Rey bangkit dari duduk nya. Val melihat Zhu Rey memunggungi nya dia langsung memeluk leher Zhu Rey dari belakang. Zhu Rey memanyunkan bibirnya Val benar-benar menyebalkan. Dia harus menggendong anak manusia yang tak bisa terbang dalam jangka panjang.
"Kau siap Val?"
"Iya! Val siap."
"Ayo kita pergi!" Senyum Zhu Rey merekah.
Pemuda itu melompat keudara dan terbang dengan mengendalikan angin. Meskipun Val bisa mengendalikan angin tapi gadis itu tidak bisa bertahan lama. Dari ketinggian hutan yang tempat mereka datangi itu tampak mengerikan.
Aura gelap menyelimuti seluruh bagian hutan, padahal saat di bawah Val tidak merasakan aura yang begitu gelap kecuali aura tak berwarna yang menekannya.
"Ini mengerikan, aku tak menyangka aura kegelapan menelan hutan ini."Gumam Zhu Rey saat menatap kebawah.
"Val merasakan energi besar disana." Val menunjuk rawa yang berada di tengah-tengah hutan.
Rawa itu terlihat mencolok karena aura gelap meliputi nya jauh lebih banyak dan begitu kental. Zhu Rey mengernyitkan dahi nya dia yakin ada sesuatu disana.
"Kita harus kesana Val."
"Pasti ada sesuatu bukan?"
"Iya, apa mungkin benih tanaman obat?" Tanya Val bersemangat.
"Tidak, mungkin." Zhu Rey terbang mendekati pinggiran rawa.
Dia mendarat dengan mulus, Val segera turun dari punggung Zhu Rey dan menggenggam tangan Zhu Rey dengan erat.
"Apa Val harus menggunakan mantra pemurnian?"tanya Val.
Dia tidak bisa melihat apapun ternyata saat sampai didekat rawa, penglihatan nya langsung tertutup oleh aura gelap. Tanpa menunggu jawaban Zhu Rey gadis itu mengangkat tangan kanannya kearah langit.
Baru saja membuka mulut, Zhu Rey menghentikan nya pemuda itu merasa mantra pemurnian tak berguna dihadapan sesuatu. Yang datang dari dunia kegelapan bisa saja benih iblis tingkah menengah. Dunia kegelapan tempat para iblis tinggal, manusia tidak bisa tinggal disana karena perseteruan yang terjadi beberapa ribuan tahun yang lalu.
"Jangan lakukan itu tidak berguna, gunakan Indra pendengaran mu Val lagi pula aku bisa melihat sekeliling kita."
"Tapi kenapa Val tidak bisa melihat sedangkan Rey bisa?"
"Karena darah ku sangat murni tanpa ada campuran darah manusia." Ucap Zhu Rey bangga.
Val berdecih kesal, Zhu Rey memang menyebalkan dia tidak suka itu. Tapi saat ini pemuda itu tempat Val bergantung. Val membiarkan Zhu Rey menuntunnya bergerak mendekati tepian rawa, dan Val duga Zhu Rey mememeluk pinggang Val erat dan melompat kedalam rawa.
"Rey gila!!!" Teriak Val histeris.
Tak ada pikiran curiga sedikitpun saat Zhu Rey membawanya, mendekati tepi rawa dan mengajaknya melompat kedalam rawa. Seperti nya Val harus waspada dengan tindakan Zhu Rey kedepannya.
__ADS_1