
Suasana malam ini sangat gaduh, beberapa anak perempuan tengah melempar serbuk herbal keudara. Disekitar api unggun lalu terlihat Xiu Xin cukup sibuk menata kasur gulung, Yuan Gang juga tampak membantu ketua kelasnya menata kasur.
Sisanya ada yang menata formasi jebakan, tapi kebanyakan teman-teman kelas Feng Wuxie lah yang memasang nya. Sementara anak kelas Xiu Xin sibuk mengumpulkan kayu bakar lalu membantu hal kecil lainnya.
"Feng Wuxie kau melihat Val dan Rey?" Tanya Shui Sharon.
Feng Wuxie yang sedang fokus menaburkan serbuk herbal dikasur langsung menoleh. Shui Sharon langsung merasa apa yang dia tanyakan akan menjadi bencana untuknya.Mengingat sifat Val tidak mau diam ditempat dengan tenang.
"Bukankah tadi dia berada disalah satu tenda?"
"Feng Wuxie Val lapar."
Shui Sharon terkejut mendengar suara anak kecil dengan nada akrab itu, padahal baru saja dibicarakan sudah ada didekat mereka.
"Lihat dia ada!" Feng Wuxie menunjuk Val datar.
"Ta-tapi dia tadi..."Shui Sharon menatap Val tidak percaya.
Tadi gadis itu tidak ada! Zhu Rey juga tidak ada ah sudahlah Shui Sharon pusing dengan tingkah kedua anak itu. Dia langsung menghampiri Val dan berjongkok didepan Val.
"Makan malam belum selesai tahan beberapa menit lagi ya Val."
"Ta-tapi."
"Val kau harus bersabar, jika tidak bisa menahan rasa lapar mu lebih baik minum banyak air hingga kenyang lalu tidurlah kami akan membangunkan mu." Sela Feng Wuxie cepat.
Mau tak mau Val harus menurut dia berlalu pergi kembali ketenda nya, langkah nya terhenti saat merasakan aura Zhu Rey yang begitu kuat dari dalam tenda. Gadis itu bergegas masuk dan mendapati Zhu Rey tengah mencekik Zhu Xie spirit beast itu tampak kesulitan untuk bernafas.
"Zhu Xie? Val baru melihat mu kenapa akhir-akhir tidak muncul?"
Zhu Xie menatap Val pasrah saat Zhu Rey menarik kedua kupingnya keras. Dia ingin mengatakan alasannya tapi dia yakin Val tidak akan percaya. Lalu mahkluk dalam tubuh Val itu pasti akan membuatnya semakin sengsara.
"A-aku hanya sedang menaikkan tingkatan ku." Kata Zhu Xie cepat.
"Kau bohong, aku tidak melihat ada perubahan pada dirimu makhluk rendahan."ketus Zhu Rey geram.
Zhu Xie langsung bersembunyi dibalik tubuh Val sebelum Zhu Rey melayangkan bogem mentah nya. Sebelum itu terjadi Val langsung mengalihkan topik pembicaraan.
"Berikan Val kue bulan." Val mengulur tangannya kedepan Zhu Rey.
"Kau lapar?"
"Iya, tadi Val menanyakan pada Feng Wuxie tentang makanan ternyata belum selesai dimasak."
Zhu Rey segera mengeluarkan sekotak kue bulan kesukaan Val, sebenarnya kue bulan tidak dimakan sembarangan karena tradisi. Hanya dimakan saat perayaan tertentu tapi Val tidak peduli pada hal itu baginya, makanan enak ada itu untuk dimakan bukan untuk melengkapi sebuah perayaan.
Kedua anak itu duduk saling berhadapan, menatap kotak penuh kue kesukaan mereka. Sebelum makan Zhu Rey membagi kue tersebut dengan sama rata. Hal itu untuk menghindari Val yang akan makan lebih banyak dari nya.
"Bagian ini milik mu, dan sebelah ini milik ku."Zhu Rey menunjuk bagian Val."Lalu jangan mengambil milik ku karena ini sudah adil, kau tidak boleh mengambil hak milik orang."
"Cih, tanpa Rey jelaskan pun Val juga tau." Cibir Val.
__ADS_1
Meski sudah tau jika tidak diberitahu lagi, Zhu Rey tau Val akan tetap menghabiskan semua nya.
"Baiklah, selamat makan!" Kata Val dan Zhu Rey bersamaan.
"Enyak..." Ucap Val dengan mulut penuh.
"Twelean dulu makannwaamnnmmu."
"Rey juga jangan makan sambil bicara, kita harus memakannya cepat sebelum Feng Wuxie dan Shui Sharon melihat kita makan."Val memasukkan dua kue kedalam mulutnya.
"Bilang saja kau tidak ingin berbagi dengan mereka."Cibir Zhu Rey.
Val mengangguk mengakui hal itu, siapa yang mau membagi makanan kesukaan nya dengan orang lain? Dia tidak sudi!
"Rey, pernah kah Rey berpikir saat ini kita aman? Bahkan tidak ada kejadian kejar mengejar dengan para pembunuh kecuali waktu di bukit belakang." Kata Val mendadak membuat Zhu Rey mengernyitkan dahi.
"Kau benar, tidak ada yang mengejar dan mencoba membunuh kita entah apa masalah nya tapi rasanya semakin aneh."
"Tidak ada luka dan darah, tidak ada andrenalin, tidak ada jeritan kesakitan ah Val merindukan nya seperti saat membunuh guru kita." Val tertawa cekikikan seakan itu hal normal.
Disisi lain Zhu Rey merasa Val semakin gil* dan bod*h."Val bercanda hehehe..."
"Aku tau, harusnya kau bersyukur tapi firasat ku tidak enak seperti akan ada sesuatu yang lebih buruk akan terjadi pada kita."
"Sebelum itu terjadi kita harus hati-hati."Kata Val serius dia menelan kue yang sudah dikunyah lama.
"Lalu kita akan terus meningkat kan kekuatan kita, dan aku mohon kau tidak boleh percaya pada siapa pun selain aku."Zhu Rey menatap Val serius.
"Kenapa?"
"Kau tau? Semakin kau percaya pada manusia semakin besar dampak rasa sakit saat kau di khianati."Zhu Rey tersenyum tipis."Aku mengatakan ini karena tau, akhir-akhir ini kau sangat mempercayai semua orang tanpa membatasi diri."
"Itu bukan hal bagus untuk mu Val,"
Val segera menutu kotak kue yang sudah kosong, dia tetap diam. Tidak berniat membalas perkataan Zhu Rey. Menurut Val jika tidak mempercayai seseorang lalu bagaimana caranya seseorang mempercayai dirinya?
Sulit baginya untuk tidak percaya dan berharap. Tapi teman-teman sekelas, Feng Wuxie, Shui Sharon, Bibi Su, ketua sekte Hua San, kakak-kakak angkat nya, para paman yang baik dan para orang tua angkat itu. Sangat ingin Val percayai seseorang mempercayai yang lain itu tergantung pada diri orang itu sendiri.
Tapi yang dikatakan oleh Zhu Rey juga tak salah,"Kau boleh percaya pada mereka, asalkan kau tau batasan nya."
"Iya Val paham kok."Kata Val dengan senyum lebar.
"Tidak perlu tersenyum palsu, aku tidak membutuhkan nya."Ketus Zhu Rey kesal.
Zhu Xie hanya bisa menghela napasnya, dia tidak tahu harus berbuat apa. Kedua anak itu tidak bisa menikmati masa muda mereka. Anak-anak yang seharusnya bermain diusia mereka,malah terpaksa harus bersikap dewasa karena keadaan.
Di sisi lain Yuan Gang melihat keributan dari teman-teman Feng Wuxie, dia segera berlari mendatangi kerumunan anak-anak.
"Apa yang sedang terjadi?" Tanya Yuan Gang tanpa basa basi.
Tubuhnya membatu saat melihat seorang anak laki-laki terbujur kaku ditanah dengan kulit pucat, dan terlihat menyedihkan.
__ADS_1
"Cepat bawa dia ketenda kita akan memeriksa nya kemungkinan dia terkena racun atau apa." Ucap Cun Myung tiba-tiba muncul entah dari mana.
Pemuda itu langsung menggotong anak yang sudah tak bernafas, Yuan Gang segera mengikuti nya dia masih syok.
"Kalian sudah memeriksa nya?"
"Kami sudah memeriksa nya tapi tidak ada gejalan aneh apapun, bahkan tidak ada racun atau pun luka."
"Kalau begitu kumpulkan semua anak yang memiliki kemampuan medis lebih hebat dari kalian." Yaun Gang segera berlari menuju tenda lain.
Beberapa anak lelaki juga ikut mencari seseorang, tentu saja yang mereka cari adalah Feng Wuxie. Diantara mereka Feng Wuxie lah yang paling berbakat kemampuan medis yang berada diatas mereka. Serta keterampilan dan kecekatan nya saat menangani pasien.
"Tolong sisanya cepat sediakan peralatan medis, serta semua obat-obatan yang mungkin dibutuhkan." Teriak Cun Myung keras.
Dia meletakkan anak lelaki diatas kasur gulung, kemudian membuka baju bagian atas. Dan menunggu Feng Wuxie datang tidak ada yang bisa Cun Myung lakukan dia tidak bisa mengobati pemuda didepannya itu.
Mendengar kabar buruk, Feng Wuxie segera berlari menuju tempat Cun Myung bersama Yuan Gang lalu anak-anak perempuan yang bertugas membawa perlengkapan medis.
Shui Sharon ingin ikut dengan Feng Wuxie tapi dia malah disuruh menjaga Val dan Zhu Rey serta menunggu teman-teman Val yang belum kembali ke tempat mereka.
"Shui Sharon?"
"Val teman mu yang lain mana?"
"Mereka masih sibuk, memang nya kenapa? Apa ada hal buruk terjadi."
"Iya."
"Katakanlah." Zhu Rey meminta Shui Sharon memberitahu nya apa yang sedang terjadi.
"Ada seseorang dari kelas ku entah kenapa dia mendadak jatuh pingsan, kata Yuan Gang dia... Ah tidak kalian tidak perlu khawatir." Shui Sharon tertawa kaku dia tidak boleh membuat mereka berdua khawatir.
"Shui Sharon tidak perlu menyembunyikan sesuatu, kami sudah besar."Ucap Val saat tahu gadis didepannya tak ingin memberitahu.
"Hahaha sudahlah kita harus mencari teman-teman mu,"
Mereka bertiga segera keluar dari tenda, mereka bertemu dengan Hong Li dan Xiu Xin.
"Kalian bertiga mau kemana?" Tanya Xiu Xin penasaran.
"Kami mau mencari kalian, apa kalian sudah tau? Anak kelas ku mendadak tak sadarkan diri kini Feng Wuxie tengah mengurusnya bersama teman-teman ku."Jawab Shui Sharon cemas.
Mendengar hal tak terduga itu Xiu Xin dan Hong Li saling bertatapan, mereka tidak mendapatkan kabar itu!, Mereka harus melihat keadaan nya.
"Kami akan pergi, dimana anak itu berada?"
"Tenda ke 3, Yuan Gang bilang kita tidak perlu kesana."
"Tidak, kami akan kesana sekarang." Xiu Xin segera pergi menuju tenda ke 3 disusul dengan Hong Li.
"Kami juga mau kesana jika kau mau menuruti perintah Hong Li terserah, kami ingin tau apa yang sedang terjadi." Zhu Rey langsung membawa Val pergi membuat Shui Sharon tak bisa berbuat apapun.
__ADS_1
Mau tak mau dia harus ikut pergi juga, lagi pula toh teman-teman Val akan kembali. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, dia juga penasaran dengan kondisi teman sekelas nya.