
Zhu Rey masih mengawasi Hua Hyungi lelaki itu tengah berbicara dengan Val. Dia tidak akan mengalihkan pandangannya jika dia melakukan itu mungkin saja Hua Hyungi akan melakukan sesuatu pada Val.
"Benarkah? Val bisa meminta hal apapun asalkan Val tidak membocorkan yang terjadi hari ini." Val terlihat senang.
Dimata Zhu Rey gadis itu terlihat bodoh, apanya yang menyenangkan dari barang yang digunakan untuk menyogok mereka berdua? Val tidak berubah sama sekali bagi Zhu Rey gadis itu tetap terlihat bodoh dimatanya.
Mereka berenam berjalan menuruni bukit dengan hati-hati kali ini mereka tidak menggunakan kekuatan. Mungkin lebih baik menyimpan kekuatan mereka toh jalan kaki sambil menikmati langit malam tidak buruk.
"Jadi gadis kecil kau mau meminta apa?" Tanya Hua Hyungi penasaran.
"Val akan menyimpan nya jika benar-benar membutuhkan sesuatu Val akan meminta nya pada anda." Jawab Val seraya melirik Zhu Rey.
"Baiklah kau anak yang baik, besok akan ku kirimkan seragam baru untuk mu bersama teman-teman mu."
Seperti nya ketua Sekte Hua San menyukai gadis kecil itu, ketiga pria berjubah hitam berpikir, Ketua Sekte mereka berubah semenjak bertemu dengan gadis kecil berambut perak.
"Apa kau lihat tadi? Ketua Sekte tersenyum aku tidak menyangka pria sedingin dia tersenyum." Bisik salah satu dari mereka.
"Oh aku tidak melihat nya sangat disayangkan sejak tadi perhatian ku malah terfokuskan pada si kecil perak itu." Timpal pria yang lain.
Meski mereka berbicara dengan suara rendah pendengaran Zhu Rey yang tajam tetap bisa menangkap isi percakapan mereka.
....
"Kalian berdua semalam kemana saja?!" Teriak Shui Sharon marah.
Kedua anak kecil didepannya benar-benar menyebalkan, jika bukan karena amanah dari ketua sekte untuk menjaga dua bocah itu Shui Sharon tidak perlu menjaga mereka berdua.
"Apa kalian tidak tahu betapa kami berdua khawatir semalaman?" Feng Wuxie menatap Val dan Zhu Rey dingin.
Kedua anak kecil itu membuatnya khawatir setengah mati! Saat hendak menyusul pengurus asrama memergoki mereka dan memarahi kedua gadis itu.
Tentu saja mereka mendapatkan hukuman Namun, entah kenapa pengurus asrama membatalkan hukuman nya dan menyuruh Feng Wuxie bersama Shui Sharon kembali ke dalam kamar.
__ADS_1
"Kami minta maaf karena telah bertindak sembrono."Val menunduk tak berani menatap mata Shui Sharon secara langsung.
"Aku tidak peduli, jika ini terjadi lagi aku tidak mau memberikan poin ku pada kalian."Sentak Feng Wuxie.
Benar urusan perut kedua anak itu bergantung pada Feng Wuxie dan Shui Sharon. Jika membeli makanan menggunakan kantin makan nilai mata uang menjadi rendah jika menggunakan koin perunggu atau pun perak sekalipun.
"CK padahal kami tidak memerlukan poin kalian, siapa juga yang mau, huh?"
Bugh...
Feng Wuxie kehilangan kesabaran nya dia memukul kepala Zhu Rey meski pun tidak keras. Tetap saja Zhu Rey marah bagaimana tidak? Kepalanya yang berharga ternodai kembali!
Nafas Feng Wuxie naik turun, sangat sesak untuk menahan amarahnya. Val merasa Feng Wuxie mengerikan ini pertama kalinya dia melihat.
"Tidak boleh terlalu keras nanti mereka akan semakin nakal karena tertekan."Shui Sharon menahan tangan Feng Wuxie yang hendak berayun kembali.
Gadis yang biasanya sangat bersabar kini naik pitam akibat ulah Zhu Rey.
"Dan kau Zhu Rey! bukannya menjaga adik mu yang sedang sakit malah pergi berkeliaran entah kemana." Jari telunjuk Feng Wuxie terangkat ke depan muka Zhu Rey.
"Lalu kau Val sudah tau kau sedang sakit malah pergi menyusul Zhu Rey."
Val merasa bersalah, apa yang di lakukan olehnya memang salah. Wajar Feng Wuxie marah pada nya.
"Sudahlah Feng Wuxie kita harus pergi ke kelas sebelum guru kita datang." Ucap Shui Sharon mencoba menjauhkan Feng Wuxie dari kedua anak kembar itu.
"Huft," Feng Wuxie menghela nafas dia merasa tak terkendali kali ini."Pikirkan baik-baik untuk tidak membuat masalah."
Setelah berkata seperti itu Feng Wuxie langsung pergi, Shui Sharon menatap kedua anak kecil didepannya Zhu Rey terlihat tidak perduli dengan apa yang terjadi dan Val yang masih menundukkan kepala.
"Jangan sedih Feng Wuxie hanya khawatir kepada kalian berdua lain kali, kalian tidak boleh membuat nya khawatir mengerti?" Shui Sharon mencoba menghibur keduanya.
Sangat di sayangkan Zhu Rey tidak peduli dengan itu, dia masih marah dengan Feng Wuxie yang memukul kepalanya.
__ADS_1
"Val sangat menyesal."Bisik Val serak ini pertama kalinya seseorang sangat marah pada nya.
Kedua orang tua angkatnya tidak pernah marah, sekali pun marah Zhu yan ibu angkat Val hanya tersenyum dan diam. Lalu Alyosh paling-paling hanya memberikan Val hukuman tanpa berteriak atau pun memukul.
Shui Sharon menggendong Val tanpa meminta persetujuan gadis itu."Ayo aku akan mengantar mu ke kelas mu ku dengar hari ini ada pemeriksaan bakat jika kau memperlihatkan elemen dan tingkatan mu pasti akan ada kesempatan untuk pindah kelas "
"Umm."Angguk Val.
Zhu Rey yang mendengar langsung tersentak, jika kekuatan Val terukur maka semakin besar risiko ketahuan. Dia mengikuti langkah Shui Sharon dari belakang menatap Val yang menempatkan kepalanya di bahu Shui Sharon.
Keduanya saling menatap satu sama lain, ada pesan tersirat dari Zhu Rey. Val langsung mengerti Namun, gadis itu memilih diam.
Tak butuh waktu lama mereka bertiga sampai di kelas, Shui Sharon menurunkan Val dengan gemas gadis itu mencubit kedua pipi Val.
"Aku akan menjemput kalian jadi tunggu disini jika kelas kalian sudah selesai mengerti?"
Val mengangguk begitu juga Zhu Rey, beberapa murid dikelas mengintip mereka dari jendela mereka terlihat sangat tidak suka melihat Shui Sharon berada didepan kelas mereka.
"Dia anak kelas lain kenapa berada disini? Apa gadis itu ada hubungannya dengan si kembar?"
"Kau tidak tahu ya? Ku dengar mereka satu sekte sebelum datang kemari jadi tidak heran jika mereka berada di satu tempat yang sama."
"Gadis itu pasti berada dikelas alkemis dilihat dari seragamnya kelasnya jauh berada diatas kita."
"Aku sangat iri, omong-omong dia seumuran dengan kita semoga pemeriksaan bakat minggu ini dapat pindah kelas."
"Aku harap begitu, lalu aku tidak menyangka tahun ini akan sekelas dengan anak sekecil mereka."
Mendengar suara bisikan yang terdengar sangat jelas itu, Zhu Rey merasa terganggu jika diamati dikelasnya rata-rata berumur 7 tahun. Mereka pasti bakatnya biasa saja jika memiliki bakat bagus seperti Shui Sharon sudah di pastikan kelas mereka tidak disini.
"Sudah sana pergi kau akan telat."Zhu Rey mengibaskan tangan sebagai isyarat agar Shui Sharon pergi.
"Tanpa kau suruh pun aku akan pergi, dan lagi bersikaplah yang sopan pada Kakak seperguruan mu!"
__ADS_1
"Ck, manusia rendahan seperti mu ingin menjadi kakak ku? Mimpi saja sana!" Balas Zhu Rey.
Shui Sharon tersenyum kaku, terkadang makhluk mungil didepannya berbicara layaknya seorang penguasa hebat yang memandang semua orang rendah.