The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Pengungsian diarea dapur


__ADS_3

Kehancuran sekte Hongzhi telah di ketahui banyak orang, bahkan beberapa sekte terbesar mengetahui itu. Tidak pelak lagi akan ada orang-orang yang akan memanfaatkan hal itu.


Sekte hongzhi yang masuk kedalam 10 sekte terbesar kehilangan kedudukan nya, sekte-sekte kecil akan saling memperebutkan kedudukan sekte Hongzhi yang berada di urutan terakhir.


Bagi mereka ini adalah peluang yang tidak bisa mereka lepas. Kesempatan ini hanya ada sekali beruntung jika mereka mendapatkan posisi kosong itu.


Di kebun area dapur Val tengah memetik tomat berwarna merah segar, sementara Zhu Rey tengah menggali tanah mencabuti kentang yang sudah siap di panen.


"Tomat merah ... Tomat yang manis bagai gula..."Val bersenandung kecil.


Zhu Rey mendengar nya beberapa kali mengorek kuping nya yang terasa gatal, suara Val begitu jelek kenapa dia malah menyanyi?


"Suara mu jelek bisakah kau berhenti menyanyi."Seru Zhu Rey merasa terganggu dengan suara jelek Val.


"Ucapan Rey terlalu menyakitkan, jika Val mendengar nya sekali lagi sudah Val pastikan makan siang Rey tidak ada."Ancam Val dengan nada tidak suka.


Alih-alih membalas perkataan Val, Zhu Rey tertawa keras. Rui yang sedang memetik Cabai mendengar suara tawa anak kecil segera mencari sumber suara itu.


"Val! Rey! Cepat selesai kan pekerjaan kalian sebelum Senior Su memarahi kalian karena bermain-main."Teriak Rui dengan nada tinggi.


"CK sudah tua masih saja teriak-teriak seperti anak kecil." Zhu Rey memutar bola mata dengan malas.


Val yang mendengar nya sontak melemparkan tatapan permusuhan, membuat pemuda itu berjengit kaget.


"Yayaya, aku tau aku tidak sopan berhenti lah menatapku dengan tatapan mengerikan itu."


"Rey sangat menyebalkan." Cetus Val dia bergegas meninggalkan Zhu Rey yang masih berdiri mematung saat mendengar perkataan Val.


"Apa yang barusan dikatakannya? Aku... menyebalkan? arghhh manusia kurang ajar." Zhu Rey merasa jengkel dia berlari mengejar Val.


Di dalam asrama area dapur khusus murid, Bibi Su tengah mengobati para tetua sekte Hongzhi dia sempat mengira para tetua sudah mati. Untung saja salah satu murid dijalur alkemis menyadari denyut jantung semua tetua sangat pelan.


Jika tidak disadari mungkin tanpa pertolongan pertama ditempat mereka semua akan mati.


"Ketua sekte apa giok kehidupan kita baik-baik saja?"Tanya Sang Gu pelan dia takut wanita didepannya marah.

__ADS_1


Bibi Su menatap Sang Gu dengan tajam, pria itu adalah Bendahara sekte Hongzhi nya. Pengeluaran dan anggaran serta keuangan sekte dikelola oleh nya. Lalu yang di panggil kepala sekte oleh Sang Gu adalah Bibi Su.


Dia adalah mantan ketua sekte yang mendirikan sekte dari nol sampai menjadi 10 sekte terbesar.Karena merasa sudah tua dan teman-teman seperjuangan nya sudah tidak ada Bibi Su memutuskan untuk menetap di area dapur.


Meminta putranya mengisi jabatan ketua sekte yang kosong, hanya murid tingkat satu dan dua serta murid tukang nya serta para tetua dan pegawai yang lama dan mengabdikan seluruh hidup mereka pada sekte Hongzhi.


"Jangan panggil aku dengan sebutan itu, sangat disayangkan, giok itu tidak ada ditangan ku." Bibi Su menggeleng lesu.


"Maafkan saya, saya lupa anda tidak suka dengan sebutan itu meskipun begitu sekarang posisi ketua sudah kosong anda pasti harus mengambil alih jabatan anda."


"Kita bahas itu nanti, bukankah lebih baik kita membereskan kekacauan sekte?"


Sang Gu termenung ini sangat mencurigakan, mantan ketua sekte didepannya orang yang kuat bahkan semua orang disektenya tidak bisa menandingi kekuatan Bibi Su. Kenapa harta sekte yang berharga mudah di rampas.


Sang Gud menatap Bibi Su dengan tatapan penuh selidik, mungkin saja dia curiga terhadap Bibi Su. Namun, segera menepis semua pikiran negatifnya. Sang Gu tidak pantas mencurigai leluhur sekte hongzhi.


"Aku tahu apa yang kamu pikirkan, lebih baik membantu ku mengobati mereka ketimbang memikirkan hal buruk yang belum tentu itu benar."


Mendengar perkataan Bibi Su,Sang Gu merasa malu seperti nya Bibi Su mengetahui isi pikiran nya.


"Bibi Su."


"Kalian sudah selesai? Bibi masih mengobati senior kalian dan seperti nya Ru Qian tidak akan sadar malam ini." Bibi Su menghampiri Val dia meraih salah satu tomat di keranjang yang Val bawa.


Lalu memakannya tanpa memikirkan kotor atau bersihnya tomat merah itu. Mendadak Rui menemui mereka dengan tergesa-gesa. Dia langsung berlutut di depan Bibi Su, ada bahagia tersirat di raut wajah cantiknya.


"Senior, rombongan Ying Feng sudah datang mereka membawakan beberapa obat yang kita perlukan setelah mendengar berita tentang kita." Rui menengadah keatas menatap Bibi Su.


"Ying Feng.. murid tingkat 1, bulan lalu mereka mendapatkan tugas berlatih di hutan timur dari Su Tian?"


"Benar, mereka sudah menyelesaikan pelatihan mereka dan berhasil menerobos ke tahap petarung menengah bintang 5."Jawab Rui bersemangat.


Val yang mendengar nya memiringkan kepala, apa tahap petarung menengah bintang 5 sangat kuat?


"Dia lebih kuat dari mu waktu kita menetas saja kau masih berada di tahap petarung awal bintang 8." Balas Zhu Rey saat mengetahui isi pikiran Val.

__ADS_1


Dia juga sadar ada kejanggalan umumnya, untuk menetas Val harus memiliki kekuatan yang berada diatas tahap petarung. Namun,diluar dugaan mereka menetas dengan cepat meski kekuatan Val dibawah syarat.


"Iya Val mengerti."


Val kembali mengamati perbincangan kedua orang didepannya hanya, jika di pikir-pikir semua orang sangat menghormati Bibi Su menatap langsung matanya saja sangat takut.


Identitas yang Val tahu juga Bibi Su hanya kepala pelayan di dapur khusus para pengajar. Disaat situasi aneh seperti ini bukankah Val wajar curiga? Kenapa Bibi Rui melaporkan murid-murid tingkat satu sudah datang ke Bibi Su.


"Dia mantan kepala sekte." Bisik Zhu Rey ditelinga Val.


"Aku tidak sengaja mengetahui nya, saat menyebarkan jaring spiritual waktu itu aku merasakan ada segerombolan orang datang."


"Apa jaring spiritual bisa mendengar suara seseorang dari jarak tertentu?" Val mengernyitkan dahi. Dia saja pernah melakukan sekali tapi tidak mendengar suara orang berbicara.


"Aku lupa kau bodoh, jaring spiritual selain bisa merasakan gerakan mahluk hidup entah besar maupun kecil, asalkan memiliki gelombang yang mengenai jaring pasti akan tertangkap." Jelas Zhu Rey gemas.


"Dan manusia bernama Su itu memiliki jenis gelombang suara tinggi kemudian gelombangnya mengenai jaring spiritual ku."Entahlah Zhu Rey merasa sebal dengan Val.


Gadis kecil disampingnya menganggukkan kepala, tidak tahu Val mengerti atau tidak. Kalau saja Val mengatakan dia tidak mengerti siap-siap saja Val akan terbang dalam sekali pukul.


"Pada dasarnya wanita memiliki dua jenis nada suara, tinggi dan rendah."Zhu Rey mengelus dagunya."masing-masing suara memiliki wilayah yang tergantung pada tinggi dan rendah nya nada suara."


Val yang mendengar itu merasa pusing bukankah ini seperti mendengar kan guru seni dan fisik di bab gelombang bunyi serta nada.


"Bibi Su Val pamit ingin pergi ke dapur, jika Val berlama-lama di asrama murid tukang siapa yang akan menyiapkan makan siang."


Mendengar hal itu Bibi Su mengijinkan meski tahu di dapur sudah ada beberapa juru masak.


"Tunggu seharusnya sejak awal kita langsung pergi kesana, mengapa harus kesini terlebih dahulu? disini juga tidak disuruh melakukan apapun."Protes Zhu Rey.


"Tadi nya aku ingin meminta kalian membantu ku menjaga mereka tapi sepertinya sudah ada yang bisa menjaga mereka dengan lebih kompeten."Ucap Bibi Su saat rombongan Ying Feng masuk kedalam asrama murid tukang.


Ying Feng dan murid tingkat satu lainnya memberi penghormatan terlebih dahulu pada Bibi Su. Zhu Val segera pergi diam-diam tanpa menarik perhatian semua orang diikuti oleh Zhu Rey.


"Kau yakin akan masak makan siang untuk semua orang?"Tanya Zhu Rey tidak yakin.

__ADS_1


"Iya, Val sangat tidak sabar." Jawab Val penuh antusias.


Meski pun tahu Zhu Rey meremehkan kemampuan masak Zhu Val.Gadis itu membiarkan nya toh Zhu Rey akan mengakui kemampuan masak nya jika memakan masakan yang di buatnya.


__ADS_2