The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Menyelamatkan hewan spirit


__ADS_3

Hembusan angin malam dan suasana menyeramkan tidak menyurutkan niat Zhu Rey. Anak lelaki itu mendongak menatap ujung puncak bukit dengan tatapan mata serius.


Dia menyebarkan jaring spiritual nya seluas yang bisa dia jangkau. Beberapa jaring bergerak membentuk gelombang kearah Zhu Rey. Matanya menyipit saat mendengar suara gelombang jaring spiritual.


"Sungguh aku lelah membesarkan kalian tapi kalian tidak mau membalas Budi pada ku."


"Grrr..."


"Ya ampun lihat tatapan mata mu yang mengerikan itu,aku tidak menyesal telah membesarkan mu."


Zhu Rey hendak menyentuh penghalang Namun, sebuah tangan mungil menghentikan nya.


"Rey tidak mungkin pergi sendirian tanpa mengajak Val kan?"


Mendengar suara familiar itu Zhu Rey langsung menoleh kebelakang, wajah pucat dengan bibir gemetar tengah menatapnya penuh amarah.


"Val kau sudah bangun?!"


"Apa Rey mau keatas sana? Apa Rey tidak tahu menyentuh penghalang sama saja mengumumkan kehadiran Rey?"


Zhu Rey menyadari kebodohannya, dia hanya bisa melihat Val mengoceh gadis itu meski terlihat jauh lebih baik sebelumnya tetap saja dia masih sakit.


"Kenapa kau datang kemari apa Feng Wuxie dan Shui sharon tidak menahan mu?"Zhu Rey mengalihkan pembicaraan Val.


"Val membuat mereka tertidur, Rey juga pernah bilang ingin membawa Val kesebuah tempat jika Val sudah sadar bukan."


Val menatap Zhu Rey tajam pemuda itu merasa tak nyaman mengingat hal itu seperti nya, Val masih sadar saat Zhu Rey mengatakan sesuatu.


"Tetap saja kau bodoh, masih sakit sudah ingin pergi bertarung jika kau mati aku akan bersama siapa nanti."


Zhu Rey mengatupkan mulutnya rapat dia tidak sengaja mengatakan nya. Di sisi lain Val malah tersenyum manis gadis itu malah memeluk nya erat.


"Val bisa masuk tanpa menghancurkan pelindung nya Ayah pernah mengajarkan Val tentang menyusup ke wilayah musuh tanpa harus menghancurkan pelindung nya."


"Jurus yang tidak berguna." Zhu Rey berdecak dia melepaskan pelukan Val.


Gadis itu menggenggam tangannya erat lalu membacakan sesuatu yang tidak Zhu Rey mengerti. Selesai membacakan mantra Zhu Val menarik paksa Zhu Rey menerobos pelindung.


Keduanya berjalan dengan perlahan, Zhu Rey mengarahkan Zhu Val pada arah suara gelombang yang dia dapat. Gelombang suara itu menuntun mereka ke puncak bukit.


"Lebih baik kita hilang kan hawa keberadaan kita Val." Zhu Rey menginginkan Val.


Gadis itu mengangguk mengerti sesampainya disana Zhu Rey dan Val mengintip dari balik semak-semak. Tiga sosok berjubah hitam tengah menyiksa spirit beast mungil.


"Hewan itu sangat imut."Bisik Val saat melihat sepuluh spirit beast yang terkurung dalam sangkar.


"Kau menyukai benda bulat itu?" Zhu Rey menatap spirit lemah itu tak suka.


Kenapa wanita sangat menyukai hal-hal yang imut? Padahal Zhu Rey jauh lebih baik dari spirit kecil itu bahkan mudah sekali di bunuh karena ukuran mereka sebesar telapak tangan.


"Iya mereka mirip dengan mochi putih." Balas Val senang.


"Mochi? Apa itu sejenis makanan Val?" Lagi-lagi Val mengucapkan hal yang tidak pemuda itu mengerti.


"Tentu." Angguk Val.

__ADS_1


"Baiklah aku akan mendapatkan nya untuk mu." Zhu Rey menatap lurus kedua bola mata Val.


Gadis itu membalas tatapannya dengan berbinar-binar. Sikap yang tidak wajar untuk kedua anak kecil itu tidak pernah membuat mereka berpikir kalau mereka berdua berada dalam lingkaran zona merah.


Puk...


"Tunggu disini jangan keluar." Ucap Zhu Rey seraya menepuk kepala Val lembut.


Val menatap kepergian Zhu Rey beberapa menit kemudian keributan terdengar, Val mengintip ternyata Zhu Rey menyerah tiga orang berjubah hitam itu.


"Rey bodoh atau apa? Bukannya mengambil diam-diam malah mengajak mereka berkelahi." Zhu Val menggembungkan pipi kesal dia bergerak secara perlahan mendekati sangkar yang mengurung sekelompok spirit beast tingkat rendah itu.


Berhubung Zhu Rey mengalihkan perhatian ketiga orang berjubah itu. Setelah dekat dengan sangkar yang mengurung spirit beast itu Val menatap spirit mungil dengan tatapan kasihan.


Entah kenapa dia bisa berkomunikasi dengan spirit walaupun dia belum mengontrak mereka. Apakah itu kemampuan baru nya?


"Siapa kau? Apa kau sama jahat nya dengan mereka?"


Makhluk mungil itu menjauh dari Val mereka berkumpul di sudut sangkar lain dengan ketakutan.


"Apakah Val terlihat jahat? jangan takut Val akan membebaskan kalian." Ucap Val lembut.


Hewan spirit tertua diantara mereka merasakan hal lain dari Val. Gadis itu memiliki aura yang sama.


"Ka-kau apakah kau juga spirit seperti kami?" Tanya nya takut.


Val tersenyum dia mengangguk, para spirit mungil itu langsung mendekati Val jika Val sudah bisa berubah wujud menjadi manusia berarti Val lebih kuat dari mereka. Itu yang mereka pikirkan manusia di depannya terlihat sangat kuat memungkinkan mereka untuk lolos dari jangkauan penjahat berjubah hitam itu.


"Bukankah kau sudah memasang formasi pelindung agar tidak ada yang masuk ke bukit terlantar?" Salah satu dari tiga orang berjubah hitam itu.


"Kau pikir aku bercanda saat mengatakan hal itu? Bocah ini benar-benar menyebalkan." Sahut temannya seraya menyerang Zhu Rey.


"Manusia memang bodoh seperti ini saja tidak bisa menangkap ku." Ucap Zhu Rey dengan nada meremehkan.


Ucapan Zhu Rey sukses membuat ketiga orang itu marah. Mereka menyerang Zhu Rey tanpa memperdulikan bahwa Zhu Rey juga salah satu murid sekte Hua San jika di lihat dari seragamnya.


"Kalian benar-benar lemah mengurus satu tikus saja tidak becus."


Seorang bersurai hitam mendadak muncul ditengah pertarungan mereka. Kini Zhu Rey berada di dalam genggaman orang itu dengan sekali gerakan lelaki familiar itu menangkap Zhu Rey.


"Kau?" Zhu Rey mengintip wajah yang tak asing baginya.


"Ketua sekte!" Ketiga orang berjubah hitam itu memberikan hormat.


Zhu Rey membulatkan mata, dia tidak menyangka akan bertemu dengan ketua Sekte Hua San. Lelaki tua itu tampak tidak senang saat menatap Zhu Rey.


"Kalian sangat lama aku sampai bosan menunggu kalian." Ucap Hua Hyungi kesal.


Dia menatap Zhu Rey seperti nya dia pernah melihat anak kecil ini."Nak apa yang kau lakukan disini ? Bukankah harusnya kau sudah tidur apa pengurus asrama tidak menjaga anak-anak dengan baik."


"Aku hanya menginginkan makhluk rendahan yang kalian kurung di sangkar, lalu pengurus asrama tidak akan mencari kami kalau pun kami tidak ada di asrama toh dia tidak menyukai ku karena bukan dari sekte Hua San." Zhu Rey mendengus.


Hua Hyungi menaikkan sebelah alisnya saat mendengar kata terakhir dari dari Zhu Rey. Dia tidak menyangka anak laki-laki yang dia pegang itu dari ekte lain mungkin kan dari sekte Hongzhi? Di sekte nya ada beberapa murid dari sekte lain.


"Apa kau dari sekte Hongzhi?"

__ADS_1


"Kau lupa? Pandahal waktu itu kita pernah bertemu baiklah aku maklumin karena kau sudah tua."


Jleb...


Rasanya ada sesuatu yang membuat dada nya merasa sakit. Hua Hyungi menahan emosinya dia tidak ingin mengakui dirinya sudah tua! 40 tahun masih di katakan muda.


Dia ingin memarahi Zhu Rey Namun, bagaimana jika Zhu Rey melaporkan tindakannya lalu menjelek-jelekkan dirinya di hadapan ketua sekte Hongzhi.


"Baiklah nak sekarang mau kah kau merahasiakan apa yang terjadi hari ini?"


"Tidak,"


"Aku akan memberikan mu banyak poin bagaimana?" Tanya Hua Hyungi dia yakin Zhu Rey tidak akan menolak hal itu.


"Tidak,"


Hua Hyungi menatap Zhu Rey dengan senyum kaku. Pemuda itu malah menolak keuntungan untuk bisa makan enak di kantin sekte.


"Jadi apa yang kau inginkan anak muda?"


"Aku? Tidak ada mungkin gadis di belakang mu menginginkan poin atau pun sesuatu." Zhu Rey menunjuk kebelakang Hua Hyungi.


Hua Hyungi membalikkan badan , kerlipan perak menyambut nya. Gadis kecil bersurai perak memunggungi Hua Hyungi spirit beast mungil tingkat rendah tengah mengelilingi gadis itu tanpa rasa takut.


"Val." Panggil Zhu Rey.


Val menoleh tatapan nya tak sengaja bertemu dengan Hua Hyungi. Lelaki itu membeku di tempat entah kenapa perasaan akrab menggelitik hatinya. Dia pernah bertemu dengan Val Namun, tidak pernah merasakan yang sekarang dia rasakan.


Di kegelapan yang remang-remang dengan cahaya bulan serta para spirit mungil yang bercahaya bersama rambut perak yang berkilau. Ingatan Hua Hyungi membawa lelaki itu mencari sosok yang pernah dia lihat.


'Rambut perak... Dimana aku pernah melihat nya?' Batin Hua Hyungi.


Lelaki itu menunduk menatap Val dalam-dalam kemudian dia mengingat sesuatu.'Iya benar dia mirip dengan wanita dalam lukisan yang pernah ku lihat hanya saja mata merahnya berbeda jika benda itu tersingkir kan mungkin akan sangat mirip.'


"Siapa anda?" Zhu Val mengerut kening seperti nya dia melupakan bahwa Hua Hyungi adalah ketua sekte.


"Ekhem, aku ketua sekte apa kau melupakan ku gadis kecil?"Hua Hyungi tersenyum ramah.


Dia mendekati Val dan menggendong Val, tubuh gadis itu sangat ringan membuat Hua Hyungi berpikir gadis kecil yang berada di dalam gendongan nya tidak makan dengan baik.


"Siapa nama mu nak?"


"Zhu Val, bagaimana dengan anda?" Balas Val bertanya.


"Nama yang bagus, nama ku Hua Hyungi."


Kedua nya terlihat akrab Zhu Rey menatap jengah Hua Hyungi dan Val. Dia menoleh menatap ketiga orang aneh itu. Lalu mendekati ketiga orang berjubah hitam dengan tatapan tajam.


"Apa ketua sekte kalian sangat menyukai anak kecil? Tanpa kalian jawab pun aku tahu sekarang dia suka anak kecil." Ketus Zhu Rey saat melihat Val tertawa bersama Hua Hyungi.


Ketiga orang berjubah hitam merasa Zhu Rey tidak waras. Pemuda itu menanyakan sesuatu pada mereka lalu menjawab pertanyaan nya sendiri.


Ah mereka tahu! Mungkin saja pemuda nakal itu merasa cemburu pada ketua sekte mereka karena dekat dengan gadis kecil bersurai perak itu. Mereka memutuskan untuk menepuk kepala Zhu Rey pelan bermaksud untuk menghibur pemuda itu.


"Arghhh singkirkan tangan kalian dari kepala ku!" Teriak Zhu Rey keras.

__ADS_1


"Kau benar-benar tidak bersyukur kami hibur." Balas salah satu dari mereka bertiga sinis.


Haaah... Zhu Rey menatap mereka marah kepala nya yang sangat berharga di sentuh manusia rendahan. Harga dirinya sebagai naga yang agung merasa ternodai.


__ADS_2