
Zhu Val berlari dia merasa Zhu Rey sangat menyebalkan. Zhu Xie merasa Val sedang marah memutuskan untuk berbicara.
"Nona, apa kau mau mendengar sebuah cerita yang menarik?" Tanya Zhu Xie.
Majikannya melambatkan langkah saat mendengar pertanyaan itu."Iya, kalau Zhu Xie tidak keberatan."
"Tapi Val tidak mau bercerita saat berjalan."
"Baiklah."
Zhu Val terdiam dia lupa jalan pulang menuju asrama.Ah ini salah Zhu Rey yang meninggalkan nya sudah beberapa menit Val berjalan tida menemukan bangunan yang di carinya. Aura misterius menarik perhatian nya.
"Zhu Xie aku merasa ada sesuatu yang aneh dari dalam tempat ini." Zhu Val menunjukkan pintu gerbang kayu berwarna coklat.
"Disana banyak tanaman herbal, apa nona tidak lihat tulisan di atas gerbang?"
Atas gerbang itu tertulis bahwa di dalam cakupan pagar kayu yang tinggi, terdapat banyak tanaman herbal.
"Tempat budidaya tanaman herbal? Val harus masuk kedengaran nya menarik." Val membuka pintu gerbang.
Meski terdapat sengatan aneh hanya saja tidak terasa sakit untuk Val. Baru saja membuka banyak tanaman unik menyambutnya. Val kegirangan melihat tumbuhan yang pernah dilihat dari buku herbal milik ibu angkatnya ada di taman itu.
"Ini mengejutkan! Nona izinkan saya keluar." Kata Zhu Xie bersemangat.
Val mengangguk dia mengizinkannya, Zhu Xie keluar dia berlari mendekati salah satu rumput dan memakannya.
"Zhu Xie, apa Zhu Xie tidak takut memakan rumput berwarna ungu itu?" Tanya Val seraya mendekati Zhu Xie.
"Tidak tumbuhan ini tidak mengandung racun, Nona harus mencobanya rasanya sangat enak!"
Val begitu penasaran dia mencabut daun rumput itu kemudian memakan nya. Rasa manis meletup didalam mulut nya benar-benar seperti permen yang sangat enak.
"Ini sangat enak Val menyukai nya!" Val kembali mencabut daun herbal itu dan memakannya.
"Anak nakal hentikan!" Teriak seseorang.
Zhu Xie terkejut begitu juga dengan Val Cheetah itu langsung menatap tajam kearah pemuda berpenampilan seperti cendikiawan.
"Ya ampun, bahan obat untuk guru habis dimakan oleh mu." Pemuda itu menghampiri setangkai rumput ungu yang masih utuh.
"Maaf..."
__ADS_1
Val merasa bersalah dia mendekati pemuda itu Namun, sangat disayangkan pemuda itu terlanjur marah. Dia menarik kerah dileher Val dan menyeret Val pergi.
"Dasar anak nakal susah payah aku menanam nya untuk guru jika rumput itu benar-benar habis kau akan mati." Geram nya.
Val memberontak keras tapi percuma saja cengkraman pemuda itu cukup kuat.
"Val tidak sengaja tolong lepaskan Val." Leher Val terasa sakit dia memberontak pun tidak di gubris dengan baik oleh pemuda asing itu.
"Kau harus di hukum karena masuk kedalam kebun milik guru tanpa izin lalu memakan tanaman herbal tanpa meminta izin juga."
Zhu Xie mencoba mengejar mendadak saja dia kembali keruang jiwa milik majikannya. Dia menyesal melakukan hal sembrono.
"Nona tolong keluarkan saya, biar saya yang mengurus pemuda ini."
"Tidak." Ucap Val tegas.
Pemuda asing itu membawa Val ke Balai Hukum, penjaga disana menatap mereka dengan bingung.
"Hukum gadis kecil ini ikat dan cambuk dia, dia sudah melanggar peraturan bahkan mencuri tanaman herbal milik sekte." Pemuda itu melemparkan Zhu Val kedepan penanggung jawab Balai Hukum.
"Val tidak sengaja!" Teriak Val keras.
"Baiklah saya akan menghukumnya." Jawab penanggung jawab Balai Hukum.
Val menatap pemuda asing yang pergi meninggalkan nya. Dia menatap lelaki dihadapan nya dengan mata berkaca-kaca.
"Paman... Val benar-benar tidak sengaja." Val menatap lelaki itu dengan wajah memelas.
"Sudahlah nak, kau harus bertanggung jawab mau itu sengaja atau tidak."
Mendengar hal itu Val langsung cemberut, dia dibawa kedalam tempat hukuman. Kedua tangannya terikat lalu lelaki tadi membawa seutas cambuk dan mendekati Val tanpa merasa tega dia mengayunkan cambuk tersebut.
Val memejamkan matanya erat, cambuk itu diayunkan keras. Lalu mengenai tubuhnya, ditempat lain Shui Sharon mencari Val dan Zhu Rey Namun, tidak menemukan mereka dia curiga bahwa kedua anak kembar itu sudah kembali ke asrama.
"Feng Wuxie ayo kita kembali ke asrama."Shui Sharon menarik lengan Feng Wuxie.
Namun, gadis itu tetap bergeming ditempat nya dia tengah serius menatap papan misi didepannya. Kata Zu Mo jika ingin mendapatkan uang untuk makan dikantin bisa mengambil misi di tempat yang telah disediakan jika bisa menyelesaikan nya makan dia bisa mendapatkan imbalan poin yang bisa ditukar dengan makanan.
"Aku mau mengambil misi mencari tanaman herbal itu." Feng Wuxie menunjuk misi tingkat rendah.
Penjaga didepan nya mengangguk dia memberikan sebuah kartu yang tertulis nama Feng Wuxie ketika gadis itu menyentuh kartu tersebut beserta kantung kain serut.
__ADS_1
"Ini jika misi mu berhasil dan herbal nya masuk ke dalam kantong otomatis poin nya akan masuk kedalam kartu mu." Ucap penjaga dengan ramah.
"Ku kira kartunya harus ku kembalikan pada mu." Balas Feng Wuxie.
"Tidak Nona, kartu itu didapatkan oleh murid yang pertama kali mengambil misi semua murid disini juga memiliki nya semua."
Mendengar hal itu Shui Sharon merasa membutuhkan kartu itu juga."Kalau begitu aku ingin mengambil misi yang sama."
"Kebetulan, misi ini memerlukan banyak orang Nona bisa mengambilnya dan ini kartu beserta kantung serut."
Shui Sharon menerima kedua barang itu dengan senang hati."Ayo kita pergi Feng Wuxie."
"Sebentar kenapa di Balai Hukum sangat ramai?" Feng Wuxie mengedipkan mata.
"Seperti nya ada yang dihukum." Jawab penjaga papan misi.
Mendengar hal itu Feng Wuxie langsung berlari kearah kerumunan orang-orang, Shui Sharon segera menyusul teman nya.
"Permisi tolong beri aku jalan."
"Hei gadis kecil itu benar-benar sangat buruk dihari pertama nya dia malah mencuri herbal milik salah satu tetua sekte."
Deg...
Feng Wuxie semakin khawatir entah kenapa dia merasakan sesuatu yang tidak nyaman. Saat sampai didepan tempat hukuman, rasanya dirinya tersambar petir saat melihat Val dicambuk bahkan seragam gadis kecil itu berlumuran darah.
"Val!"
"Astaga, tidak...apa itu benar-benar Val?!" Teriak Shui Sharon tidak percaya.
"Sebenarnya apa yang terjadi dimana Zhu Rey?!" Shui Sharon merasa marah.
Bagaimana bisa gadis kecil yang manis harus mendapatkan hukuman seperti itu, saat hendak naik keatas panggung batu sebagai tempat hukuman.
Penjaga mencegah Shui Sharon."Mohon Nona tidak mengganggu proses hukuman pencuri kecil itu."
"Pe-pencuri??"
"Tenanglah kita bisa tanyakan padanya jika ini sudah selesai."Ucap Feng Wuxie seraya menahan Shui Sharon saat gadis itu memaksa untuk menghampiri Val.
"Tapi..." Shui Sharon merasa tidak tega membiarkan Val mendapatkan banyak luka.
__ADS_1