The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Kedatangan Long xu


__ADS_3

Val menghentakkan kakinya gadis itu menggertak kesal. Benar kata ibu nya dunia kultivasi manusia sangatlah kejam.


Tanpa aba-aba Zhu Val meloncat kedepan menyerang mereka menggunakan pisau angin. Yang terselip dibeberapa jarinya dan melemparkannya secara cepat.


"Ap...arghh."


Beberapa orang berpakaian serba hitam itu terjatuh dengan luka tusuk didada. Gadis kecil itu terus melemparkan pisau angin kecil. Bahkan bisa berkelit dari serangan pemuda didepannya.


"Ck ternyata kau bisa bertarung menggunakan elemen angin rupanya."


"Anak yang bersama mu sungguh bertalenta jika ku bawa dia bukankah itu menguntungkan Wei wuxiang?" Pemuda itu menepis serangan-serangan Val.


Lalu membalasnya dengan senyuman yang tak bisa diartikan. Beberapa orang berpakaian hitam juga memasang pelindung. Mereka tak perlu membalas serangan saat tuan mereka memberikan instruksi.


"Hmp itu tak akan terjadi selama aku bisa membunuh mu." Ketus Val marah.


Val melompat ke udara lalu menyerang mereka dengan element udara miliknya. Tangan kecil nya membuat tornado angin kecil kemudian melemparkan ke kelompok itu.


Tornado itu membesar,"Hati-hati gadis kecil itu pasti akan melempar pisau angin lagi."


"Kau salah!" Pekik Val kencang.


Val menerjang masuk kedalam tornado buatannya sendiri, lalu menyerang semua pria berpakaian hitam menggunakan dua buah pisau angin.


Gerakannya begitu cepat, gadis itu menutup matanya langkah kakinya terlihat acak ketika menyerang mereka. Dalam beberapa detik tornado itu menghilang begitu saja. Menyisakan gadis kecil yang tengah berdiri dengan nafas terengah-engah dan tangan yang berlumuran darah.


Tangan kecil itu mengacungkan pisau angin nya pada pemuda dihadapan nya. Pemuda itu tak bisa bergerak untuk bangun. Gadis kecil itu sudah memotong kedua kakinya.


"Val sudah bilang bukan, Val tidak akan melepaskan kalian." Tubuh Zhu Val bergetar hebat. Ini kedua kalinya dia membunuh orang tapi kali ini dia sudah membunuh lebih dari satu orang!


"V-al tidak akan membiarkan mu lolos!" Pekik Val ketakutan.

__ADS_1


"Kau! Bocah tengik arghh sialan aku akan membunuh mu!"


Pemuda itu mengeluarkan sebuah jarum yang sudah dilumuri racun. Sebelum jarum itu dilemparkan. Tiba-tiba tubuh pemuda itu terbelah menjadi dua, percikan darah membasahi tubuh Val.


Gadis itu berteriak keras dia benar-benar terkejut, rasa takutnya menghinggapi Sebuah tangan besar tertutupi sarung tangan membekap mulut Val.


"Hei telur busuk, jangan berteriak kau kan sudah membunuh banyak orang." Bisik seseorang didekat telinga Val.


Val tersentak kaget dia menoleh kebelakang, Pria muda berusia 20 tahun tengah mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum hangat."Aku kesini mengganti kan Phoenix bodoh yang pergi meninggalkan mu sendiri."


Val tercengang saat mendengar nya, matanya berkaca-kaca dia langsung memeluk pemuda tersebut."Paman? Hwaaa Val takut sendirian."


"Ya tenanglah, panggil aku Gege nama ku Long Xu."


Long Xu tak menyangka gadis kecil ini akan memeluknya dihari pertama mereka bertemu."Ba-baiklah Paman."


"Tidak, panggil aku Gege!" Tegas Long Xu dengan sorot mata tajam.


"Gege Val terlalu banyak lebih baik jadi Paman Val saja."Val menggembungkan pipinya.


"Wei Gege dia... Terluka parah, baiklah Val harus membawanya pergi."


Zhu Val digendong oleh Long Xu ditangan kirinya sedangkan Wei wuxiang dipanggul pundak kanan Long Xu. Mereka bertiga melesat pergi dengan kecepatan penuh.


"Paman kita akan pergi kemana?"


"Kita akan pergi ke desa terdekat, tidak mungkin akan memakan waktu beberapa jam untuk menembus hutan ini." Jawab Long Xu tanpa melihat gadis itu dengan jelas.


"Umm"


Val mengangguk patuh dia menggenggam erat pakaian Long Xu, selama perjalanan untungnya mereka tidak bertemu dengan binatang buas. Semua itu berkat aura yang dikeluarkan oleh Long Xu spirit beast level rendah, menengah, dan tinggi tak berani muncul dihadapan Naga tersebut.

__ADS_1


Mereka memilih untuk bersembunyi ketimbang nyawa mereka yang menjadi taruhannya. Setidaknya butuh setengah hari untuk sampai didesa kecil. Ketika keluar dari hutan Val terlelap digendongan Long Xu.


'Adik apa kau menemukan nya?'


Kalimat itu berdengung dibenak Long Xu, Wa Di Xiang tengah bertelepati dengan Long Xu. Naga itu menjawab pertanyaan kakak tertuanya.


"Dage, aku menemukan nya keadaan nya cukup mengkhawatirkan."


"Dia terluka?"


"Sedikit, tidak dia bahkan mental nya terguncang karena memaksa kan diri untuk membunuh manusia."


"Tenangkan dia, lalu jaga dia baik-baik."


"Ya, aku mengerti."


Senyum kecil muncul diujung bibir Long Xu saat menginjak kan kaki didesa kecil itu. Desa tersebut hanya diterangi dengan obordan meski remang-remang. Itu sudah cukup untuk menerangi sekitar.


Long Xu mencari sebuah penginapan kecil didesa tersebut. Lalu berhenti di sebuah penginapan yang terdengar suara bising dari dalam. Naga itu masuk kedalam penginapan tersebut.


Resepsionis menyambutnya ramah ketika Pemuda tampan menghampiri nya. Bagi Long Xu ini tak aneh saat penginapan ramai dengan para pengembara yang tengah makan malam di lantai bawah.


"Ada yang saya bisa bantu Tuan muda?"


"Saya pesan dua kamar berisi dua kasur."


"Kebetulan sisa kamar ada satu yang seperti itu ini kunci nya tuan muda."


"Berapa harga sewa satu malam?"


"Sekitar 10 keping perak jika anda mau."

__ADS_1


"Tidak masalah." Long Xu memberikan 10 keping perak lalu pergi mencari kamar nya.


Setelah menemukan nya, dia masuk dan meletakkan Wei wuxiang terlebih dahulu sebelum Val. Pemuda tampan itu merebahkan tubuh Val dengan hati-hati di kasur agar Val tidak terbangun. Kemudian Long Xu mengobati luka Wei wuxiang.


__ADS_2