
Udara dingin semakin menusuk, entah kenapa pagi identik dengan kata dingin. Val menarik selimut merapatkan nya serapat mungkin apakah ada yang membuka jendela di sepagi ini?
"Sampai kapan kau akan terus tertidur pemalas?"
"Bibi Su bilang hari ini kau akan belajar bersama murid tukang lainnya."
Mau tidak mau Val bangun dari tidurnya, dia menyipitkan mata saat samar-samar terlihat sosok yang berdiri didekat jendela.
"Val tidak tau itu, kenapa membangunkan Val padahal matahari saja belum muncul."Protes Zhu Val seraya melipat selimut nya.
Pemuda di sebrang ruangan itu melipat tangan di dadanya, gadis kecil itu sangat pemalas Zhu Rey tidak suka itu.
"Aku ingin sarapan bukankah juru masak di dapur akan sibuk mulai dari jam 4 pagi."Zhu Rey berkacak pinggang."Bukankah kamu ingin memasak jadi ayo bangun mandi dan buat sesuatu untuk ku sebelum dapur murid dipakai mereka."
"Jadi sekarang jam berapa?"
"Jam 2 pagi."Seringai Zhu Rey.
Mata Val terbelalak lebar dia berlari dan melompat memeluk Zhu Rey. Nyari saja mereka terjatuh jika Zhu Rey tidak sigap.
"Apa yang kau lakukan? Jangan lakukan seperti ini lagi! Jika kita jatuh bagaimana." Bentak Zhu Rey kesal.
"Rey jahat ini masih malam kenapa malah membangunkan Val." Dengan keras Zhu Val memukul Zhu Rey.
"Kau mirip dengan kucing, cepat mandi aku lapar."
"Tapi jangan mengangkat Val seperti kucing! Turunkan Val ini memalukan." Val memberontak saat Zhu Rey meraih kerah baju tidur nya bagian belakang.
Mengangkat Val layaknya kucing dan membawa Val ke kamar mandi."Cepat mandi aku menunggu mu di teras rumah."
"REY JAHAT !!!"
Zhu Rey hanya mengorek kuping nya dia mengabaikan Val yang berteriak, lalu keluar dari kamar mandi dia akan menunggu Val di teras rumah Bibi Su.
Setelah mandi Val menemui Zhu Rey, pemuda itu tengah duduk sesekali menguap karena ngantuk. Val menepuk kedua pipi Zhu Rey dari belakang sambil menggigil.
"Air nya sangat dingin apa Rey merasakan nya?"
"Iya sebelum kau bangun aku mandi terlebih dahulu." Jawab Zhu Rey.
Val menarik Zhu Rey berdiri keduanya berjalan berdampingan. Tentu saja tempat yg di tuju nya adalah dapur.
"Rasanya setiap kali seseorang menolong, dan membawa kita pulang pasti tempat itu tidak akan bertahan lama dalam seminggu." Gumam Val dia merasa semua masalah terus menerus menghampiri nya.
"Itu karena mereka lemah, kita jika memiliki identitas yang rumit tidak aneh jika banyak masalah yang datang."Balas Zhu Rey.
Val bergelayut manja di lengan Zhu Rey seumur hidup dia hanya melakukan hal itu pada Zhu Long.Dan ini kedua kalinya dia melakukan hal itu pada Zhu Rey.
Zhu Rey sendiri tidak keberatan Val melakukan hal itu,setiba nya di dapur Val menyuruh Zhu Rey duduk dia memeriksa bahan-bahan makanan Yang ada di dapur.
Setelah mengumpulkan bahan yang di perlukan,"Kau mau membuat apa?"
"Ubi kukus untuk Rey."
Zhu Rey membulat kan mata."Aku tidak mau itu apa kau tidak mau memasak yang lain Val?"
"Kebetulan ada kentang yang kemarin Rey ambil lalu ada telur kita bisa membuat sesuatu dari kedua bahan itu." Zhu Val mengangguk semangat dia juga tidak menyangka di zaman ini ada minyak.
Mungkin harga nya tidak murah kalau begitu Zhu Val akan menggunakan nya sedikit. Hal pertama di lakukan adalah mengupas kentang lalu mencuci semua kentang yang di kupasnya.
Kemudian direbus dalam air mendidih, Zhu Rey memperhatikan betapa cekatannya tangan Zhu Val seolah-olah sudah terbiasa memasak sesuatu. Setelah merasa bosan karena makanannya tidak kunjung matang pikiran pemuda itu mengawang ke udara.
Dia berpikir apakah sekte Hua San baik untuk Val atau tidak, bisa saja disana identitas mereka diketahui oleh pemimpin sekte Hua San. Mungkin saja ada hal buruk yang tidak bisa dia cegah.
Tak...
Val menaruh satu hidangan, Zhu Rey menatap makanan yang di berikan oleh Val.
"Kau yakin ini enak?"
"Iya coba lah." Val mengangguk dia membersihkan tangannya menggunakan lap.
"Apa makanan manusia seenak ini?."Tanya Zhu Rey setelah mencoba masakan Val.
"Selesai sarapan bisa kah kau memanggil Cheetah itu kemari."
__ADS_1
Mendengar permintaan Val pemuda itu menyetujui nya, mungkin ada hal yang diinginkan oleh gadis itu.
"Namanya Zhu xie aku memberikan nama itu pada nya Val."
"Itu bagus, geser Val juga mau makan."
"Ku kira semua ini untuk ku."Cibir Zhu Rey membuat Val cemberut.
Selesai makan Zhu Rey membawa Val pergi ke perkebunan area dapur. Lalu memanggil Zhu Xie sementara Val menyebarkan jaring spiritual miliknya untuk mendeteksi. Orang yang akan mendekati kebun Zhu Xie tidak boleh sampai ketahuan.
Tidak memakan waktu lama Zhu Xie datang dia merasa senang akhirnya mendapatkan panggilan.
"Kenapa baru memanggil ku sekarang? Aku hampir mati kebosanan." Zhu Xie mendekati Val dia menggesekan kepalanya di lengan Val.
"Kenapa harus menunggu ku panggil? Kau kan bisa saja datang kesini asal tidak ketahuan orang lain."Ketus Zhu Rey.
Cheetah itu tertawa kaku dia tidak bisa membantah Zhu Rey sebab pemuda itu jauh lebih hebat dari nya.
"Zhu Xie apakah Zhu Xie mau ikut dengan kami ke sekte Hua San? Val akan belajar disana selama lima tahun begitu juga Rey."Ucap Zhu Val dia menggaruk lembut leher Zhu Xie membuat cheetah itu mendengkur kesenangan.
"Aku akan ikut dengan mu kemana saja tapi aku mau kau melakukan kontrak dengan ku."Jawab Zhu Xie.
"Lakukan saja itu sangat menguntungkan Val."Zhu Rey melipat tangan nya di dada.
Gaya nya sangat menyebalkan di mata Zhu Xie. Val mendengar itu langsung paham sebab orang tua angkatnya pernah memberitahukan hal itu.
"Val menyetujuinya."Angguk Val dia menatap ragu jari telunjuknya.
Bibir bawah Val tergigit pelan dia takut melukai dirinya. Namun, Zhu Xie dan Zhu Rey tengah menatapnya serius Meksi dia pernah membunuh manusia tapi melukai diri sendiri bukanlah hal mudah.
"Biar ku lukai dasar bodoh kenapa bisa kau takut dengan luka kecil."Kata Zhu Rey mengejeknya.
Jari jemari Zhu Rey tumbuh sisik berwarna hitam, kuku nya menjadi panjang dengan ujung runcing. Zhu Rey menggunakan ujung kuku nya untuk melukai jari telunjuk Val.
Gadis itu menatapnya berkaca-kaca ."Sakit Rey bodoh!"
'Tidak tahu terimakasih' maki Zhu Rey dalam hati."Cepat lakukan darah mu sudah keluar."
Dengan Cepat Zhu Val meneteskan darahnya di kening Zhu Xie, lalu mengucapkan sumpah .
"Serap darah Val, patuhi perintah Val, dengan roh Val, Val mengontrak mu seumur hidup mu."Bisik Val pelan.
Sumpah mereka berdua terbentuk melahirkan cahaya biru kemudian, membentuk segel api biru di kening Val dan Zhu Xie. Segel api biru terlihat hanya separuh disisi lain segel api merah tetap ditempat memberi ruang setengah.
Pada segel yang akan menempati ruang jiwa milik Zhu Val. Dengan cekatan Zhu Rey merapikan poni Zhu Val yang berantakan untuk menutupi segel itu.
"Bagus itu bagus karena kau sudah menjadi budak adikku masuk lah ke ruang jiwa nya."Zhu Rey menepuk kedua tangannya bersemangat.
Lalu mengirimkan pesan telepati pada Zhu Xie."Dengarlah Zhu Xie didalam ruang jiwa Val kau jangan mendekati nya, jika dia melakukan sesuatu yang aneh beritahu pada ku satu hal yang perlu kau ingat."
Zhu Xie menoleh dan mendongak menatap pemuda yang mengirim pesan suara ke kepalanya."Jangan beritahu Val apa yang kau lihat disana, jangan mendengar bujuk rayu nya jika kau sampai tergoda dengan ucapannya kau akan hancur oleh kecerobohan mu."
"Apa maksudmu..."
"Kau akan mengetahui nya sendiri dan paham apa yang ku katakan."Sela Zhu Rey.
Val merasakan seseorang menyentuh jaring spiritual dengan sengaja lalu menggenggam erat jaring nya, Zhu Val segera menarik jaring spiritual dia menatap Zhu Rey dengan wajah pucat.
"Rey! Seseorang menyentuh jaring Val dengan sengaja bahkan menggenggam nya erat." Teriak Val gelisah.
Di sisi lain Seorang pemuda berusia 15 tahun tengah berdiri menatap gerbang sekte Hongzhi dengan wajah datar. Pakaian putih nya tertiup angin.
"Aku tidak akan menyangka sekte Hongzhi akan hancur dalam satu malam." Weiheng menepuk pundak Chen Fen.
Pemuda yang ditepuk hanya hanya diam tangan nya bergerak, seperti sedang menggenggam sesuatu.
"Hei kau dengar aku tidak?"
"Tidak."Balas Chen Fen datar.
Chen Fen mengetuk pintu sekte berulang kali, pintu terbuka menampakkan seorang wanita paruh baya dengan senyum mengerikan.
"Kalian sudah sampai ya."
Weiheng terkejut dia tak menyangka ketua sekte yang lama akan menyambut secara langsung, bahkan dibelakang wanita itu tidak ada seorang murid pun.
__ADS_1
"Weiheng memberi salam pada ketua sekte."
"Chen Fen memberi salam pada ketua sekte Hongzhi."
Bibi Su mengangguk dia mengajak kedua pemuda itu masuk, kemudian menutup gerbang pintu sekte. Kedua pemuda yang mengikuti nya dari belakang terkejut mereka tidak menyangka bangunan sekte Hongzhi. Hancur semua kecuali satu area yang masih utuh tanpa reruntuhan bangunan.
"Ba-bagaimana bisa..."Weiheng menutup mulutnya dengan tangan kanan.
Dia merasa tidak sopan, tapi mengingat sosok yang menghancurkan nya dia langsung mengerti. Kali ini sekte Hongzhi mengalami kerugian yang sangat besar.
"Karena kami masih belum memperbaiki semua ini untuk sementara kalian bisa tinggal di asrama murid tukang." Ucap Bibi Su dia melirik kedua pemuda dibelakang nya.
Tidak ada ekspresi merendahkan dari mereka berdua, seperti nya kenalannya mengirimkan murid yang sangat sopan.
"Kalian tidak keberatan dengan itu bukan?"
"Kami tidak keberatan dengan itu ketua sekte."Balas Chen Fen.
Weiheng menyetujui nya, mereka bertiga memasuki wilayah area dapur. Diluar dugaan wilayah itu terlihat jauh lebih layak dari semua sekte yang dikunjunginya. Biasanya tempat tinggal murid tukang sangat buruk tidak layak untuk ditinggali.
Seperti nya Ketua sekte Hongzhi sangat adil dalam pembangunan seluruh wilayahnya. Bibi Su mempersilahkan kedua tamu nya masuk di ruang tamu yang biasa digunakan.
Murid tukang berkumpul meski hanya sekedar bercakap-cakap. Setelah kedua pemuda itu duduk di kursi bibi Su menatap kedua nya dengan serius.
"Saya tau perjalanan kalian sangatlah melelahkan, tapi sepertinya saya belum bisa mengizinkan kalian beristirahat sekarang."kata Bibi Su hati-hati.
"Tidak apa-apa, kami juga beristirahat cukup selama di perjalanan."
"Nanti siang kalian bisa bertemu dengan murid yang saya pilih, sebelum itu Chen Fan katakan yang kau lihat sebelum masuk ke gerbang sekte Hongzhi."Bibi Su menatap tajam Chen Fan serta mengeluarkan aura intimidasi.
"Bukankah kita hanya melihat reruntuhan bangunan saja?" Tanya Weiheng bingung.
Chen Fen menggeleng kan kepala, seperti nya Weiheng tidak menyadari sesuatu."Saya melihat jaring yang terbuat dari spiritual yang kuat bahkan saat saya menggenggam nya jaring itu tidak hancur."
"Sebaliknya jaring itu menyerap energi roh mu kan." Sela Bibi Su.
Chen Fen mengangguk, sementara Weiheng terkejut mendengar nya apa ada jurus yang seperti itu ? Ini baru pertamakali dia mendengar jurus yang aneh.
"Apakah itu jurus milik anda?" Tanya Weiheng penasaran.
"Bukan, saya tidak memiliki jurus aneh seperti itu."Bibi Su menggeleng."Belakangan ini jaring spritual sering saya lihat setiap malam tiba."
"Semenjak penyerangan terhadap sekte kami, lalu jaring itu menghilang setiap pagi menjelang kadang tidak menentu."
"Apakah anda bermaksud meminta kami tidak memberitahukan hal seperti ini kepada guru kami?" Tanya Chen Fen saat menyadari nya.
Bibi Su mengangguk."Iya, saya juga mengawasi apa yang dilakukan jaring itu, jika di amati jaring spiritual tidak melakukan apapun selain menyebar ke seluruh wilayah sekte kami."
"Baiklah saya akan menjaga rahasia ini." Chen Fen tersenyum tipis.
Weiheng mengangguk kecil."Seperti nya salah satu murid disini yang melakukan nya."
"Benar tapi saya tidak bisa melakukan apapun terhadap murid itu."
"Jika anda sudah mengetahui pelakunya kenapa tidak menanyakan alasannya?" Chen Fen merasa Bibi Su membatasi keingintahuannya sendiri.
Bibi Su tertawa mendengar pertanyaan Chen Fen."Mengapa saya harus menanyakan itu? Sementara saya sudah mengetahui alasan mereka."
"Eh?" Chen Fen dan weiheng benar-benar dibuat bingung Bibi Su.
"Baiklah karena sebentar lagi matahari terbit bukankah lebih baik kalian beristirahat sejenak?"Bibi Su menyudahi pembicaraan mereka.
Weiheng mengangguk."Terimakasih karena sudah menyambut kami ketua sekte."
"Tidak apa apa, saya akan mengantar kalian ke kamar yang saya sudah siapkan."
"Maaf kami terlah merepotkan Anda."Chen Fen membungkukkan badan.
Bibi Su menarik pemuda itu berdiri."Tidak merepotkan sama sekali."
Chen Fen merasa tidak enak pada Bibi Su tapi sepertinya, wanita paruh baya itu tidak suka di bantah apa yang mau dia lakukan.
Kamar yang ditempati keduanya terlihat begitu nyaman meski satu kamar. Weiheng terlihat menyukai kasur nya.
"Omong-omong aku penasaran dengan pemilik jaring spiritual itu."Weiheng merapihkan bantal sebelum merebahkan kepalanya diatas benda empuk itu.
__ADS_1
"Sama apa kau ingin mencari pemilik jaring itu?" Tanya Chen Fen.
"Tidak aku hanya ingin tidur."Tolak Weiheng mentah-mentah.