The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Kau bukan leluhur ku


__ADS_3

Sebuah asap hitam keluar dari gelang giok tersebut lalu terdengar suara datar dan dingin.Sosok pemuda tampan dengan hanfu hitam berdiri didepan Val.


"Ku pikir yang berhasil menghancurkan segelnya seseorang yang hebat ternyata hanya anak kecil."


Val mendongak menatap pemuda didepannya."Kau siapa?"


"Leluhur mu."Ketus pemuda itu.


"Val tidak mempunyai seorang leluhur disini berarti kau bukan leluhur Val." Balas Val.


Pemuda itu tersenyum kaku, dia teringat akan ada sesuatu yang harus dia lakukan. Gadis kecil didepannya hanya akan membuang waktu untuk dirinya.


"Anggap saja aku kakek mu, sudahlah aku akan pergi tapi sebelum itu." Jarinya menyentuh kening Val.


Mendadak tangannya terasa mati rasa dan terpental dengan sendirinya, seakan menolak untuk disentuh.


'Apa ini? Kenapa tubuhnya menolak untuk ku sentuh? Jika begini aku tak bisa memeriksa tingkatan nya dan bakat anak ini.' batinnya.


Matanya menangkap lonceng emas berpita merah, itu bukan lonceng biasa melainkan sebuah benda pusaka yang hanya ada satu pasang di dunia atas bahkan dibenua ini tak ada benda pusaka berbentuk lonceng.


Lonceng legenda peninggalan kultivator perempuan tangguh, yang sanggup mengguncang belahan dunia seorang diri.


'Jadi penyebab nya benda ini, anak yang menarik entah dari mana dia mendapatkan nya tapi aku tak peduli juga sih.'

__ADS_1


"Kenapa kau terdiam? Apa Val membuat mu sedih?" Val memiringkan kepalanya menatap pemuda didepannya dengan polos.


"Tentu saja tidak, nama ku Xingguang Zhao ingat itu baik-baik."


"Val." Balas Zhu Val.


"Marga mu?"


"Zhu."


"Baiklah sebagai hadiah pertemuan kita maka giok yang ada di pergelangan tangan mu menjadi milik mu." Xingguang Zhao tersenyum.


"Dan jalan pulang nya akan ku beritahu." Pemuda itu membisikan sesuatu pada Val.


Lalu menghilang bersama kabut hitam."Baiklah Val harus kembali Rey pasti sedang menunggu Val."


Val menepuk tangan."Ah apa dia seorang kakek yang terjebak di tubuh pemuda tampan? yah kemungkinan begitu sih."


"Tapi itu sangat menggelikan, Masih muda sudah jadi kakek." Val terkekeh geli.


Disisi lain Rey masih berkutat berusaha membuka pintu lubang yang menjatuhkan adiknya, sementara Wei wuxiang melindungi Rey dari beberapa jebakan yang tadi tak sengaja mereka aktifkan.


"Menyebalkan kenapa tak bisa dibuka?" Gerutu Rey kesal.

__ADS_1


Mendadak lantai yang sedang di buka itu bergetar dan meledak, membuat Zhu Rey terpental dan menabrak dinding gua begitu juga Wei wuxiang.


"Kenapa kau menggunakan peledak?!" Teriak Wei wuxiang jengkel.


Apa anak ini begitu bodoh menggunakan peledak hanya untuk membuka pintu lubang?


"Aku tidak meledakkan nya!" Zhu Rey membalas Wei wuxiang dengan teriakan nya.


Mereka berdua saling menatap dengan kesal,"Ada apa ini? kenapa kalian seperti sedang bermusuhan."


Mendengar suara asing itu membuat keduanya langsung menoleh ke sumber suara. Zhu Rey terkejut melihat Val sudah ada didepannya dia bangkit berdiri.


"Kau ... bagaimana bisa?"


"Seorang kakek menolong Val" Ucap Val.


"Ini aneh mana mungkin disini ada orang." Kata Wei wuxiang bingung.


"Dia juga memberikan Val gelang giok." Zhu Val memamerkan gelang itu dengan bangga.


"Itu..."Wei wuxiang menggeleng dia memilih diam mungkin saja itu keberuntungan Val.


"Baiklah ayo kita lanjutkan."

__ADS_1


"Setelah ini kita akan makan di kedai." Pinta Val bersemangat.


"Kau hanya memikirkan makanan terus."Zhu Rey menjitak kepala Zhu Val.


__ADS_2