
Trang...
Trang...
Bunyi dentingan pedang terdengar begitu nyaring, Hao Tian kini tengah serius menghadapi Jia Li saat ini dirinya tengah ditonton oleh Zhu Val. Tentu saja Hao Tian ingin merasa tampil dengan sempurna didepan gadis kecil itu.
Val menyoraki Hao Tian dari bawah panggung pertandingan, dia terlihat bersemangat untuk menyemangati Pamannya.
"Kenapa kau sangat bersemangat sekali Val? Kalau melihat ku bertarung saja kau tak pernah menyemangati." Zhu Rey menatap Jengkel Val.
Val berhenti menyemangati dia menoleh menatap Zhu Rey dengan senyum lebar.
"Tentu saja lagi pula dipertarungan ini tidak ada yang mati."
Tak...
Sebuah sentilan darat di kening Val meninggalkan bekas merah kecil, tangan Val mengusap kening nya kenapa Zhu Rey begitu jahat dia kan tak melakukan hal bodoh lagi.
"Lebih baik kita kembali sekarang." Zhu Rey menarik tangan Val untuk membawa gadis itu pergi.
"Gak tidak mau!" Dengan kasar Val menghentakkan tangannya.
Tangan mungil Val terlepas dari genggaman Zhu Rey membuat pemuda itu marah."Kau?!"
Krak.....
Mendadak sebuah retakan besar muncul di tanah membuat lubang panjang, retakan itu menjalar kearah kaki Val. Zhu Rey melihatnya merasakan sebuah firasat aneh.
"Val!"
Mata Val melebar saat tanah dibawah kaki nya hancur, dia merasakan Zhu Rey merengkuh pinggang nya mendekat kearah pemuda itu.
Retakan besar pun berhasil membuat Area pertarungan hancur. Hao Tian dan Jia Li segera meloncat ke tempat yang lebih aman.
"Val'er..."
"Dia baik-baik saja." Jia Li menunjuk Val dan Zhu Rey yang tengah duduk di pinggir retakan besar.
Keduanya terlihat terengah-engah, deru nafas yang memburu dan detak jantung yang berdegup kencang. Val benar-benar merasa takut dan terkejut.
"Rey tidak melakukan ini kan?"
Mendengar hal itu tentu saja Zhu Rey merasa tersinggung,kenapa dia harus melakukan hal bodoh yang membuat dirinya nyaris kehilangan nyawa nya sendiri?
"Tentu saja tidak."Cibir Zhu Rey dia beranjak bangun dan membantu Val bangun.
__ADS_1
"Apa kalian baik-baik saja?"
Mendengar suara familiar ditelinga keduanya serentak menoleh, terlihat bibi Su tengah memandangi mereka berdua dengan cemas.
"Val baik-baik saja begitu juga dengan Rey."
"Syukurlah."Bibi Su mendekap erat Val dan Rey.
Lalu menggendong kedua anak itu menjauhi retakan besar, meski menggunakan kedua tangan untuk menggendong dua anak kecil bukan lah hal sulit. Bibi Su harus hati-hati agar mereka tak terluka.
"Bibi Su bagaimana bisa kau tau kami ada disini?"
Mendengar pertanyaan Zhu Rey, perempuan setengah baya itu menaikkan satu alisnya. Dia tersenyum tipis dan mengatakan."Tentu saja berkat keahlian Bibi mencari kalian."
"Bibi Su!"
Jia Li dan Hao Tian mendekati Bibi Su, mereka berdua penasaran dengan apa yang terjadi. Bibi Su membungkukkan badan serendah yang dia bisa. Jika tak memberikan hormat pada seorang pangeran sama saja mencari mati.
Hao Tian mengangguk dia menyuruh Bibi Su berdiri."Sebenernya apa yang terjadi?"
Bibi Su hendak menjawab Namun, ragu dia tak mau Val dan Rey tau mereka masih terlalu dini untuk mengetahui nya. Hidup dalam bayang menakutkan bukanlah hal baik untuk psikologi anak-anak.
"Saya mengerti Bibi bisakah membawa mereka berdua pergi? biar kami berdua ikut membantu menangani nya."Tanggap Jia Li.
"Jangan bilang Dia datang lagi?" Tebak Hao Tian cemas.
"Ya, tanpa ku beritahu pun anda sudah tau itu."Angguk Jia Li.
Kecepatan langkah Hao Tian bertambah dia takut orang-orang di aula sekte sedang terdesak ataupun terjadi hal lainnya. Saat hampir sampai di aula sekte sebuah ledakan besar terjadi.
"Tidak !" Pekik Jia Li dia berlari cepat menuju aula sekte.
"Tunggu aku Jia Li."Hao Tian segera menyusul Jia Li.
Langit mendadak menggelap awan-awan mendung berkumpul diatas sekte Hongzhi. Hal itu membuat Val mendongak ke langit tak disangka semua awan hitam itu kini berputar membuat suatu lingkaran aneh.
"Bibi Su seperti nya badai akan datang."Ucap Val gelisah.
"Seperti nya begitu bibi akan menambah kecepatan agar kalian cepat sampai di Area dapur."
Zhu Rey memeluk leher Bibi Su dengan erat, dia mengirimkan sinyal telepati agar Val merespon.
"Akan ada sesuatu yang terjadi di sekte ini."Zhu Rey menatap Val dengan serius saat gadis itu menoleh ke arah nya.
"Bukankah itu berarti sekte ini dalam bahaya?"Zhu Val sontak terkejut saat mendengar nya.
__ADS_1
"Benar, aku merasakan aura kegelapan yang pekat, seperti nya penguasa kegelapan telah bangkit."
Siapa penguasa kegelapan? Val baru mendengar nya kali ini. Dia bahkan tak pernah diberitahu siapa pun mungkinkah penguasa kegelapan adalah antagonis di dunia ini?
Val terdiam kepala nya penuh dengan banyak pertanyaan-pertanyaan. Jika pun Val menanyakan tentang penguasa kegelapan pasti Zhu Rey akan marah.Pemuda itu tak suka jika tahu Val kurang berwawasan yang luas.
Apalah daya jika selama ini Val dikurung dalam gua, lalu mendadak berpetualang demi mencari keluarganya. Bahkan dunia luar yang asing menurutnya penuh dengan bahaya.Dan sangat mengasyikkan penuh dengan warna.
"Kita sudah sampai." Bibi Su menurunkan Val dan Zhu Rey.
Ru Qian menyambut Bibi Su dia membungkukkan sedikit badannya lalu berdiri, dan menarik Val mendekat.
"Jaga mereka berdua aku akan pergi menyusul yang lain."
"Saya mengerti, pergilah jangan sampai sekte ini jatuh di tangannya senior adalah harapan saya satu-satunya." Ucap Ru Qian lesu.
Disaat masa krisis seperti ini dia malah menjadi seseorang yang tidak berguna bagi sosok yang di cintai nya.
"Bibi Su."Panggil Val.
Bibi Su menghentikan langkahnya dia menoleh menatap kedua anak kembar itu, kedua anak itu terlihat memberikan sebuah senyum tulus dan hangat serta harapan yang tersirat.
"Berjanjilah untuk kembali hidup-hidup."Kata Zhu Rey dia mewakili Val untuk mengungkapkan nya.
"Lalu kita akan tidur bersama dan Val akan membacakan sebuah dongeng untuk Bibi Su."
Lagi-lagi Bibi Su menahan senyum lebarnya, terlihat jelas dimata Val seperti nya Val kurang menyemangatinya. Wanita paruh baya itu bergegas meninggalkan mereka bertiga.
"Ayo kita masuk kedalam kalian tidak boleh sampai terluka."Ru Qian mendorong Zhu Val dan Zhu Rey untuk masuk kedalam bangunan Area dapur.
"Paman sebenarnya apa yang sedang terjadi?"Tanya Val dia berharap Ru Qian mau menjawab nya.
Setelah masuk Ru Qian menutup pintu rapat-rapat. Dia tak langsung menjawab pertanyaan Val melainkan mengeluarkan sebuah gulungan,lalu membukanya memperlihatkan pola rumit yang terlukis didalam gulungan kertas.
Ujung jari Ru Qian tergigit hingga terluka dan mengeluarkan darah. Setetes darah terjatuh diatas lukisan tinta hitam tersebut. Perlahan lukisan dalam gulungan kertas itu memudar berubah warna menjadi keemasan. Lukisan itu melambung tinggi ke langit-langit lalu sebuah formasi muncul mengelilingi seluruh Area Dapur.
"Dengan ini saja sudah cukup, takut aku tidak yakin bisa menahannya."Ru Qian menghela nafas pelan.
Val mencubit tangan Ru Qian membuat nya meringis kesakitan."Tolong jelaskan semuanya pada Val meski Val masih kecil jika sesuatu terjadi pada sekte ini."
"Setidaknya Val mengetahui penyebabnya agar Val kelak bisa menjaga diri Val dari semua bahaya."
Gadis kecil itu benar tidak baik merahasiakan sesuatu hanya saja apakah Val akan hidup dalam ketakutannya? sosok yang menjadi musuh sekte Hongzhi bukanlah hal yang mudah dihadapi.
Jika semua orang disini mati setidak nya harus ada yang hidup, untuk membangun kembali sekte Hongzhi.
__ADS_1