The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Pertandingan antar kelas 2


__ADS_3

Lapangan milik sekte Hua San terlihat sangat luas, bahkan nyaris dipenuhi oleh semua murid-murid nya. Cun Myung bergerak menerobos orang-orang agar bisa kedepan stage.


Ada empat stage itu pun dibagi dengan beberapa kelompok, untuk dipermudah para guru menulis nama-nama kelas pemula di papan pengumuman agar mereka tahu lokasi stage mereka.


"Tempat kita ada dimana?" Tanya Yuan Gang.


"Tentu saja sama seperti ditahun lalu."Jawab Hong Li.


Xiu Xin menatap teman-teman nya."Diantara kalian harus ada yang mau membawa si kembar mereka tidak mungkin bisa menerobos kerumunan murid."


"Aku tidak keberatan."Cun Myung mengangkat tubuh Zhu Rey dan tersenyum lebar."Aku akan menggendong jangan protes ya!"


"Ka-kau!" Zhu Rey menahan amarahnya.


Dia tidak akan mempertontonkan amarahnya dengan jelas didepan Val, lagi pula setidaknya Zhu Rey tidak perlu repot-repot menerobos kerumunan massa.


"Val kau bersama ku ya,"Chang Yi menatap Val dia menunggu persetujuan dari gadis kecil itu.


"Iya, Val tidak keberatan."


Mereka kembali menerobos kerumunan, hingga sampai di tempat pertandingan mereka.


"Ya ampun, ku kira lawan ku dari kelas tahun ketiga ternyata hanya murid tahun pertama."Seorang anak lelaki dengan seragam berwarna biru tua berjalan mendekati Cun Myung.


Cun Myung menyeringai dia menurunkan Zhu Rey dari gendongan nya."Ku kira disini ada seekor bebek yang berisik ternyata kau."


"Kau sialan!" Teriak anak lelaki dengan seragam biru tua berang.


"Sudah cukup kalian kemari semua ambil satu nomer, Kalian akan memiliki nomor yang sama jika salah satu di panggil makan nomor ganda lainnya akan ikut dipanggil dan menjadi lawan bertandi mengerti?"


Lelaki dewasa muncul dipertengahan keributan yang di timbulkan murid dari kelas lain. Semua murid mengambil kepingan bambu yang diukir dengan nomor acak. Val bergerak mengambil disalah satu wadah yang disodorkan lelaki dewasa tak dikenal itu.

__ADS_1


"Guru kami semua sudah siap untuk mengalahkan cecunguk-cecunguk itu."


Yuan Gang mengerut, yah memang lelaki dewasa itu guru dari anak-anak menyebalkan semoga saja guru mereka tidak memiliki sikap seperti mereka. Yuan Gang sangat berharap itu.


"Lakukan sesuka kalian asalkan tidak melanggar peraturan sekte dan membuat ku malu." Lelaki itu mengibaskan tangan.


"Cih dasar lemah hanya berani saat ada guru kalian." Cun Myung meludah tanpa diduga dia menendang kepala pemuda yang mengajaknya beradu mulut.


Bug...


"Cun Myung!"


Alih-alih menolong muridnya Guru itu malah menampar pipi kanan Cun Myung dengan keras.


"Bwahahaha apa kau marah Guru?" Tanya Cun Myung dengan nada mengejek.


Val memilih diam dia bergerak mendekati Xiu Xin dan membisikkan sesuatu pada gadis itu.


Di tempat lain kaisar Zu masih mengetuk-ngetukkan jari nya di kursi kebanggaan nya. Kemana dia mencari spirit beast yang akan ditaklukkan nya? Sebentar lagi perang dunia kedua akan terjadi demi mempertahankan kekuasaan nya. Tentu saja dia harus memiliki binatang kontrak yang hebat.


Dibenua ini hutan Mangrove lah yang memiliki spirit beast dengan level tinggi. Putra putri nya juga harus dia tumbal kan untuk perang dimasa mendatang. Dengan ada nya spirit beast kerajaan nya pasti akan menang.


"Kasim cepat kirim surat undangan untuk para menteri dan jendral aku ingin mengadakan pertemuan." Teriak nya keras.


"Ba-baik yang mulia saya akan segera mengirim surat panggilan kepada mereka."


Dengan cepat Kasim itu pergi untuk melaksanakan perintah majikannya.


"Hutan Mangrove sudah hancur para binatang sialan itu melarikan diri, apa yang harus aku lakukan? Kerajaan lain pasti tidak tinggal diam mereka akan mencari binatang-binatang bodoh itu sampai ke ujung benua."


Senyum kaisar Zu merekah dia teringat sesuatu."Oh, aku ingat masih memiliki perjanjian dengan sekte Hua San dan Sekte Tang mereka juga tidak akan diam saja melihat perang yang meletus didepan mata mereka."

__ADS_1


"Aku harus membuat mereka berada di kubu ku, lalu untuk sekte yang termasuk sepuluh besar lainnya sebisa mungkin aku menaklukkan mereka."


Tangannya mengelus dagu Kaisar Zu merasa puas dengan hasil pemikiran nya.Pintu aula terbuka terlihat pria berusia 20 tahun dari balik pintu. Zu Ji Xuan berjalan memasuki ruangan besar itu dia memberikan salam kepada kaisar Zu.


"Pangeran ini memberikan salam kepada yang mulia kaisar pemilik tanah kekaisaran Zu."


"Bangun, ada apa kau datang kemari?"


Zu Ji Xuan berdiri tegak dia menatap Kaisar Zu secara langsung meksipun itu sangat lancang Namun, Kaisar Zu tidak meributkan hal itu.


"Saya meminta izin kepada Baginda Kaisar untuk pergi menjemput putri bungsu saya." Ucap Zu Ji Xuan hati-hati.


Kaisar Zu mengerut kening dia pernah mendengar bahwa putra ke 4 nya memiliki anak angkat.


"Apa dia putri angkat mu?"


"Benar Yang mulia kaisar selain itu saya juga akan menjemput Zhu Rey."


"Oh? Anak lelaki yang menarik itu? Ku dengar dia pergi menemui saudara perempuan nya jadi mereka belum kembali."


Kaisar Zu memutar ingatannya saat bertemu dengan Zhu Rey pemuda itu benar-benar menyita perhatiannya. Selain gaya bicaranya yang aneh pemuda itu memiliki kekuatan yang besar.


"Aku jadi penasaran dengan saudari perempuan nya apa dia memiliki kekuatan yang istimewa?" Gumam Kaisar Zu.


"Pekerjaan mu belum selesai kau bisa pergi ditahun baru nanti,"Kaisar Zu mengibaskan tangannya.


Zu Ji Xuan menundukkan kepala dia merasa lesu, sudah lama tidak melihat keadaan putri bungsunya apa gadis itu baik-baik saja sekarang?


"Saya pamit undur diri yang mulia."


Kaisar Zu mengangguk dan membiarkan Zu Ji Xuan pergi dengan rasa kecewanya. Bisa saja mengizinkan Zu Ji Xuan menjemput anaknya. Tapi dia khawatir putra ke empatnya itu akan melalaikan tugas yang dia berikan lagi sebelum menyelesaikan nya seperti dahulu.

__ADS_1


__ADS_2