The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Pantai


__ADS_3

Adik-adik Wa Di Xiang menatap nya tak percaya, kekuatan asli Val hampir melampaui mereka. Sebelumnya yang mereka kira Val masih berada di level terendah. Ternyata tubuh Val tersegel, lalu penutup mata itu adalah pengganti segel yang terlepas.


Disisi lain, Val berdiri di pintu gua. Angin sepoi-sepoi memainkan rambut peraknya. Dia tersenyum dan menghirup udara dalam-dalam, lalu menghembuskan nya.


'Sudah berapa lama tidak berkunjung ke Pantai? Ini pertama kalinya setelah pergi dari desa.'bathin Val.


Kaki telanjangnya menginjak bebatuan karang besar, dia mengangkat sedikit penutup matanya untuk mengintip. Akhir-akhir ini Val bisa menggerakkan penutup matanya. Meski tidak sampai melepaskannya, karena segel nya tidak mudah dihancurkan oleh Val.


"Wahh... Sungguh rasanya sedang bermimpi melihat laut yang tak terbatas dimata."decak Val kagum.


Val menginjak pasir putih yang kasar, pasir-pasir itu terbuat dari butiran batu karang yang hancur. Jika terkena air dan melekat ditubuh hingga kering, menggosok nya akan terasa sakit di kulit.


Jiwa Val terasa bebas, dia berlari dipinggir pantai yang luas. Berteriak-teriak seperti orang gila. Dia sangat senang bukan main.


"Aaaaaaa, ini bukan mimpi! Ibu! Ayaaaah,Val berada di pantai lagi!"Val berteriak kencang sambil berlari.


Sejak Val kecil ia sangat menyukai pantai, tempat itu membuat pikiran nya jernih. Tidak ada beban yang tersangkut di kepala, rasanya Val hidup dengan damai sambil menatap laut tanpa batas.


Dulu Zhu Yan sering menggendong Val sambil berjalan di pesisir pantai, sementara Alyosh sibuk mengurus Zhu Long yang terus menjahilinya.


"Ah, ternyata kenangan indah pun bisa berubah menjadi rasa sakit."gumam Val.


Dia melambatkan larinya dan berjalan dengan pelan. Suara deburan ombak membuat Val berpaling untuk melihat nya. Gulungan air yang sering dia lihat saat kecil, membuat Val menangis.


"Mereka bertiga tidak ada, sekarang hanya ada aku sendirian."lirih Val serak.


Dia menarik penutup matanya kebawah, agar pandangan nya tertutup kembali. Gadis itu memilih untuk duduk diatas pasir, membiarkan angin membelainya dengan lembut. Serta mendengarkan deburan ombak pantai yang menghantam tebing dekat gua.


Mendadak wajah datar Zhu Rey terbayang dibenak Val, membuat Val berteriak seperti orang gila. Dia tidak suka mengingat tentang pemuda yang meninggalkan nya seenak jidat.


"Val."panggil suara bariton.


"Kakak Long?"


"Ternyata kamu sudah besar, bagaimana kabar mu?"Zhu Long duduk disamping Val.


Dia membelai rambut Val, sorot matanya terlihat banyak kerinduan yang tersirat.


"Val baik."ucap Val sambil menoleh kearah suara.

__ADS_1


Dia menangkap tangan Zhu Long dan menyusuri nya hingga kewajah Zhu Long, jari jemari Val merabah wajah Kakak nya. Zhu Long terdiam tidak berani untuk bergerak, dia membiarkan Val melakukan apa yang gadis itu mau.


"Wajah Kakak berubah."bisik Val serak.


Dengan pelan Zhu Long menarik Val kedalam dekapannya, dia mendekap adiknya erat. Terlalu lama untuk meninggalkan Val agar Val mandiri.


"Tentu, ini sudah 5 tahun Val."angguk Zhu Long."Kau juga semakin tinggi, dan cantik aku yakin banyak lelaki yang akan terbuai oleh wajah mu."


Val hanya tersenyum menanggapi ucapan Zhu Long, dia menyandarkan kepalanya di dada milik Zhu Long. Irama detak jantung Kakak nya terdengar stabil.


"Ini sudah waktunya untuk bertemu dengan Ibu,"kata Zhu Long mendadak.


"Apa Kakak akan mengantarkan Val?"


"Iya, kita akan pergi bersama dan keluarga kita akan lengkap lagi."


"Kalau begitu sekarang kita harus pergi."


Val melepaskan diri dari dekapan Zhu Long, pemuda itu juga menggandeng tangan Val untuk berjalan lebih jauh lagi. Dia sudah berbicara pada Wa Di Xiang untuk membawa Val pergi. Jadi para spirit itu tidak akan mencari Val karena dia membawanya pergi.


"Kita akan kemana?"


"Pelabuhan, di dekat sini ada pelabuhan."


"Mau ku gendong Val?"


"Umm, mau."


Dalam sekejap Val sudah menempel di punggung Zhu Long. Kakak Val itu segera melesat pergi dengan langkah kilat, dia tidak ingin membuang banyak waktu. Jika sampai di desa dekat pelabuhan, Zhu Long akan memberikan banyak makanan pada Val karena berat badan adiknya sangat ringan.


Bayangan tentang Zhu Rey yang tengah menggendong Val terlihat dibenak Val, gadis itu tadi sedang menatap leher Zhu Long dibelakang tapi malah teringat dengan Zhu Rey. Val merasa gila karena terus mengingat pemuda itu.


Suara bising berhasil mengalihkan perhatian Val, ada banyak manusia yang tengah berkeliaran disekitarnya. Mereka tengah membawa ikan segar yang sudah ditangkap. Dan kapal-kapal besar di dekat dermaga pelabuhan.


"Kita akan ke desanya sebentar."


"Val mau turun."


"Tidak boleh."tolak Zhu Long cepat.

__ADS_1


Mereka masuk kedalam hutan, dalam beberapa menit sudah sampai di pasar kecil. Tempat yang menarik untuk wisatawan berbelanja.


"Ikan segar! Hanya 3 perak untuk satu ikat!"


"Nona, lihat kain ini! Ini terbuat dari sutra yang di bawa oleh pedagang benua sebelah."


"Nyonya, anda tidak bisa mengambil cumi sebanyak itu dengan harga yang anda mau!"


Telinga Val menangkap semua itu, dia hanya melihat aura seseorang dengan jaring spiritual. Dia merasa Zhu Long berhenti melangkah didepan penjual sepatu.


"Tuan Muda, sepatu apa yang anda butuhkan?"


"Yang itu dan yang ini lalu tolong carikan ukuran yang pas untuk adik ku."ucap Zhu Long sambil menurunkan Val.


"Baiklah, Nona Muda tolong duduk di kursi sebentar saya akan mencocokkan sepatu ini."


Val dituntun kekursi duduk, dia melihat pedagang sepatu itu memasangkan sepatu pada kakinya.


"Anda beruntung Nona, hari ini saya mendapatkan sepatu ini dari pedagang kekaisaran Luasthisa."


"Bukankah sangat jarang ada pedagang dari sana?"tanya Zhu Long.


"Itu benar, makannya saya bilang Nona ini beruntung."


"Dimana letak Kekaisaran itu?"tanya Val penasaran


"Berada di benua sebelah, omong-omong kapal yang berasal dari sana akan berangkat sekitar satu jam lagi."


"Sepatu nya pas, anda jadi membelinya Tuan Muda?"


"Iya, tolong bungkus yang satunya."pinta Zhu Long sambil memberikan uang.


Setelah selesai membeli sepatu, Zhu Long menanyakan pada Val. Apa yang gadis itu ingin makan.


"Val ingin ikan bakar, lalu berbagai jenis sate kerang."jawab Val begitu Zhu Long menanyakan.


"Baik, kita ke kedai yang disana setelah itu kita segera pergi kepelabuhanan."


"Um!"angguk Val.

__ADS_1


Zhu Long membawa Val mendekati kedai ikan bakar dan satu kerang. Pemuda itu memesankan nya dengan rasa pedas, manis sesuai permintaan Val. Matanya tak sengaja melirik topi anyaman yang terlihat indah.


Dengan pinggiran topi yang lebar itu pasti cocok jika Val mengenakan nya, tanpa basa basi Zhu Long mengangkat tubuh Val keatas kursi. Dia langsung pergi ke kedai sebelah, Val merasa heran kenapa Kakak nya pergi ke tanpa bicara sedikitpun.


__ADS_2