The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Anak ayam atau bebek?


__ADS_3

Suara kembang api membangunkan Val, ledakan keras itu membuat Val terlonjak kaget. Spontan membuka jendela kereta dan menatap langit yang dipenuhi percikan bunga api. Matanya membulat melihat pahatan indah dilangit, ini yang pertama kali dalam kehidupan kali ini Val melihat nya.


Namun, pandangan nya menjadi gelap ternyata Zhu Rey menutupi matanya dengan kain penutup mata.


"Kainnya terlepas, ini aneh padahal Zhu Long bilang sekali ikat mungkin akan terlepas."Gumam Zhu Rey.


Bibir Val terlihat manyun, dia baru saja menikmati pemandangan yang indah. Tapi Zhu Rey menutup pandangan nya, Val merasa ingin memukul kepala Zhu Rey.


"Jangan marah, ini demi kebaikan mu."Kata Zhu Rey saat melihat ekspresi Val.


Matanya melirik kusen jendela yang di pegang Val, kini rusak membuat nya harus berpikir alasan apa yang dia katakan. Saat Zu Ji Xuan terbangun dan menanyakan tentang kusen jendela yang rusak.


"Kau mau tidur lagi? Manusia itu masih tertidur dan mendengkur keras."


Val menggeleng."mungkin mau,"


"Baik, omong-omong kita sudah sampai di ibukota."Ucap Zhu Rey sambil menatap ke luar jendela.


"Sayang sekali Val mungkin bisa melihat semua hal yang ada disini."Keluh Val, membuat Zhu Rey terdiam.


"Val mau kah kau berjanji pada ku satu hal?"Tanya Zhu Rey mendadak.


Membuat Val bingung karena dia mendengar suara Zhu Rey dengan nada serius, lebih serius dari biasanya.


"Ya."Jawab Val tanpa ragu.


"Berjanjilah pada ku, jangan gunakan kekuatan mu secara terang-terangan, lalu jadilah anak yang polos seperti biasanya jangan tunjukkan bahwa kamu memiliki pemikiran yang dewasa dan mempunyai kekuatan lebih besar dari anak manusia seumuran mu."Kata Zhu Rey sambil mencengkram bahu Val erat.


Val terdiam mendengar perkataan Zhu Rey, dia mungkin ingin bertanya lebih banyak meski dia penasaran dengan alasannya. Zhu Rey mengatakan itu demi kebaikan dirinya sendiri.


"Baik, Val mengerti."


Zhu Rey tersenyum lega, dia berharap Val benar-benar melakukan apa yang dia katakan. Cukup dia seorang yang menarik perhatian Kaisar, Val mungkin boleh menarik perhatian Kaisar itu hanya membuat Val dalam bahaya mengingat Val saat ini mungkin bisa mengendalikan kekuatan nya dengan benar.


"Kau harus menikmati waktu disini sebelum kita pergi."Tegas Zhu Rey.

__ADS_1


"Mengerti,"Angguk Val.


Gadis itu memutuskan untuk merebahkan kepalanya dipangkuan Zhu Rey. Dia ingin tidur sebentar sebelum benar-benar sampai di tempat tujuan. Dengan hati-hati Zhu Rey membelai rambut Val, senyumnya merekah merasakan kelembutan rambut Val.


Takdir benar-benar suka mempermainkan seseorang, Zhu Rey mungkin suka mengingat dirinya mungkin bisa bersama Val lebih lama. Dia akan pergi menemui Ketua Klan Spirit Elite. Biasanya dipanggil sebagai Penguasa Agung, dan Val mungkin boleh ikut Zhu Rey mungkin bisa bertindak secara bebas jika memiliki beban.


"Aku akan menyelesaikan masalah ku secepatnya, lalu mungkin akan menjemput mu setelah masalah ku selesai."Gumam Zhu Rey dengan sorot mata sedih.


Pemuda itu mungkin bisa menemani Val pergi ke benua lain, dia pikir rencana nya pergi ke dunia atas akan memerlukan waktu yang sangat lama. Tapi siapa sangka Ang Bei dan Dun Ming menjemput nya.


....


Val terbangun dia merasa seseorang tengah menggendong nya, benar saja Zu Ji Xuan yang menggendong dirinya. Zu Ji Xuan menyadari bahwa Val sudah bangun.


"Kita sudah sampai di Paviliun ayah."Kata Zu Ji Xuan senang.


Bangunan megah dan klasik membuat Val kagum. Dia tak menyangka akan tinggal di paviliun ayahnya mulai hari ini.


"Ibu mu ada didalam menunggu mu."Zu Ji Xuan menurunkan Val.


Dengan sigap Chu Zu menangkap Val."Ya ampun putri ibu bertambah besar dan berat."


"Ibu! Val merindukan mu."Kata Val memeluk Chu Zu erat.


Wanita itu membalas pelukan Val dan mengecup kening Val penuh kelembutan. Mata Val berkaca-kaca, dia benar-benar merindukan Chu Zu jika saja Zhu Long ikut dengan nya. Dengan bangga Val akan memperkenalkan Chu Zu pada Zhu Long.


"Anak baik, ibu juga merindukan mu."


Zu Ji Xuan dan Zhu Rey menatap mereka berdua dengan datar. Mereka telah dilupakan untuk sesaat.


"Syukurlah kamu selamat dari kejadian itu, ibu sangat tidak berguna karena tidak melindungi mu dengan benar."


"Jangan khawatir Val sangat kuat."Ucap Val seraya memamerkan kepala tangan kecilnya.


Merasa gemas dengan Val, Chu Zu mencium pipi Val beberapa kali. Hari nya benar-benar merasa lega melihat Val masih ada didepan matanya.

__ADS_1


"Pelayan bawakan beberapa camilan manis kemari, lalu dengan teh jangan lupa siapkan makan malamnya."Perintah Chu Zu pada pelayan yang paling dekat dari dirinya.


Para pelayan keluar dari paviliun menuju dapur istana. Zu Ji Xuan duduk di kursi samping Chu Zu, sementara Zhu Rey berdiri didepan jendela melihat kembang api.Alis Chu Zu mengerut dia baru menyadari Val menggunakan penutup mata, wanita itu meminta penjelasan pada suaminya.


Zu Ji Xuan menjelaskan apa yang telah dia dengar dari Zhu Rey, lalu Chu Zu memutuskan untuk tidak bertanya lebih banyak. Dia takut Val tidak nyaman jika ditanya mengenai matanya.


"Jiejie kemana? Val tidak mendengar suaranya dan tidak mencium aroma tubuhnya."


"Zu Ji Shi masih berada disekolah kekaisaran, ku dengar murid disana tidak mendapatkan jatah liburan tapi Jiejie mu memberikan hadiah untuk mu Val."Chu Zu mengeluarkan sebuah boneka kecil yang bisa menjadi gantungan.


"Boneka beruang."Val menatap takjub.


Meski terlihat mungil seukuran telapak tangannya, Val sangat menyukai nya dia bisa menjadikan Boneka itu sebagai gantungan tas. Atau mungkin digantung bersama tanda pengenal.


"Kau sangat menyukai nya."


"Iya."Angguk Val dengan sorot mata berbinar-binar.


"Ibu mu juga membuat ini! Bagaimana? Kau pasti menyukai nya."Zu Ji Xuan memberikan boneka berwarna kuning dengan bentuk bulat .


"Kenapa kau yang memberikan nya?! Aku hanya menyuruh mu untuk menyimpan nya, harusnya aku yang memberikan boneka itu pada Val."


Zu Ji Xuan tertawa melihat Chu Zu berteriak marah, Val masih mengamati boneka didepannya. Sebenarnya boneka apa? Berwarna kuning dengan paruh dan sepasang mata bulat dengan sayap kecil serta kaki berselaput.


"Bebek?"Kepala Val sedikit miring dia tengah berpikir keras.


"Itu benar! Val memang pintar."Puji Zu Ji Xuan.


"Salah, itu anak ayam."Bantah Chu Zu kesal.


Zu Ji Xuan menatap nya bingung bukankah boneka itu lebih mirip dengan bebek kecil?


"Anak ayam."Gumam Val.


Gadis itu menerima boneka kedua, dia memeluknya erat tanpa memedulikan perdebatan pasangan Zu. Mereka berdebat tentang jenis boneka, padahal Val tidak peduli boneka itu sejenis ayam atau bebek.

__ADS_1


__ADS_2