The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Segel Val Terlepas


__ADS_3

Perlahan tubuh Zhu Rey terapung di udara bersama Val, keduanya berpelukan erat saat proses pembentukan ulang tubuh dimulai. Perlahan tulang mereka diremukkan oleh sambaran petir yang telah diatur tingkatannya. Sebelumnya sambaran petir pertama dan kedua hanya penyambutan tak penting. Tapi di petir ketiga ini permulaan yang sesungguhnya, perasaan sakit yang tak tergambarkan itu menyiksa keduanya.


Setelah proses pembentukan tulang selesai, sisik hitam mengkilat muncul memenuhi tubuh Zhu Rey, kedua tangannya berubah menjadi cakar. Perlahan tubuhnya berubahnya menjadi wujud naga sepenuhnya. Tak bisa menahan rasa sakit nya pegangan Zhu Rey pada Val terlepas.


Pemuda itu terbang melawan petir ke 4 yang hendak menyambar keduanya, Val terlihat tenang saat tubuhnya jatuh kebawa. Tubuhnya dipenuhi bulu berwarna merah paket. Kedua kakinya tak lagi seperti manusia, tangannya dalam sekejap menjadi sayap berwarna merah pekat.


Ekor indah milik Val terbuai angin malam, perpaduan warna hitam, merah dan putih. Membuat ekornya terlihat unik, Val terbang melesat mengejar Zhu Rey.


"Hihihi...." Val tertawa keras saat menerjang petir.


"Anda!" Zhu Rey terkejut melihat perubahan Val yang terasa tak asing.


Pupil mata merah gelap milik Val membuat Zhu Rey menggeram, dia membelit tubuh Val erat.


"Keluar! Keluar dari tubuh Val!" Teriak Zhu Rey panik.


"Tidak! Ini kesempatan ku kau tidak boleh mengganggu ku."Geram Val keras.


Petir ke empat menyambar mereka berdua dengan aliran volt listrik lebih besar. Bukannya merasa kesakitan Val malah tertawa geli, membawa Zhu Rey membumbung tinggi lebih tinggi dari yang tadi.


"Saya mohon ini saat yang penting untuk Val."Pinta Zhu Rey cemas.


"Tidak, dia sudah tak sadarkan diri hihihi... Aku menguasai tubuhnya saat segel jiwa nya melemah."


Zhu Rey meronta dia tak menyangka ibu nya akan melilitnya dengan rantai api, dia tak bisa berkutik di cengkraman sang ibu yang mengambil alih tubuh Val.


"Hmmmm.... Ah segar sekali susah berapa lama aku tidak menghirup udara?" Val tersenyum senang.


"Baiklah, saya ingin anda bekerja sama untuk menghadapi petir ke 5."


"Akan ku ajarkan bagaimana aku menghadapi petir ilahi ke 5 dengan benar."Val mempererat rantai api nya.


"Keuhk...tolong longgarkan ini menyakiti tubuh saya." Zhu Rey memberontak tekanan pada rantai yang mengikat nya benar-benar melukai organ dalamnya.


"Hahaha tidak akan ku lepas ayo petir ke 5 sudah datang nak!"


Val membuat pelindung, itu hanya mencegah serangan dari arah tak terduga. Tapi pelindung itu tidak bisa menangkal petir.


JDARR...!!


"Aaarghh...!!"


Jeritan melengking keluar dari mulut Zhu Rey, rasa sakit dan perih itu terlalu berat. Dia mencoba untuk mempertahankan kesadaran. Arus petir nya masih menyambarnya dengan kuat.

__ADS_1


"Keuhk..! Astaga."Val memuntahkan darah segar.


Tubuhnya lemas tak berdaya, arus volt petirnya menyusup kedalam tubuhnya.


"Jaga kesadaran mu nak, alirkan seluruh arusnya dengan benar untuk membentuk dantian baru."


"Ini sulit saya..."


"Jika kau tidak berhasil aku tidak mau melepaskan Val."Ancam Val kesal.


Yah jiwa yang sedang menguasai tubuh Val tidak mau menyebutkan namanya, itu sulit untuknya yang sudah tak memiliki raga. Jika namanya di sebutkan, maka manusia yang menyebut nya akan menjadi kontraktor secara otomatis.


Dia menggunakan nama Val sebagai ganti dari hal yang merugikan.Tidak semua spirit seperti itu, karena dia saat ini hanya sebuah jiwa dengan raga yang mati.Itu berlaku pada spirit yang telah mati sedangkan jiwanya masih berkeliaran didunia.


"Ugh... Saya tidak tahan lagi." Zhu Rey kehilangan kesadaran nya.


Pemuda itu jatuh meluncur kebawah, dia merasakan tubuhnya mati rasa. Tidak Zhu Rey tidak boleh pingsan! Val membutuhkan nya semua orang tengah mengincar dirinya dan Val.


"Wa Di Xiang aku butuh bantuan mu..."Bisik Zhu Rey sebelum kegelapan menelannya.


"Tidurlah biar aku yang mengurus sisanya, tenaga Val sangat bagus dia tidak terkuras habis meski aku menggunakan rantai api."


Val terkekeh, dia terbang kearah bawah kemudian menyerang orang-orang di bawah lembah menggunakan bola api.


"Oh ya ampun manusia menjijikan seperti kalian berani mengangkat pedang di depan ku."


"Sekarang serang!"


Belasan murid-murid sekte Hua San terbang melesat kearah Val, menyerang dengan membabi buta. Sayangnya yang mereka hadapi adalah Phoenix yang melegenda dalam sejarah.


"Keuhk apa? Apa-apaan ini?!"


Segel lima arah menjerat tubuh Val."Itu berhasil! Phoenix itu sedang dalam keadaan lemah."


"Senior cepat lah."


Mata Val membesar saat seseorang melesat hendak meneteskan darah, untuk melakukan kontrak paksa.


"Hahaha aku beruntung tahun ini!"


"Bedeb*h!"


Duarr....!

__ADS_1


Kilatan cahaya merah menghantam tubuh Shang Jun. Membuat nya terpental kebelakang. Phoenix didepannya ternyata masih memiliki tenaga untuk melawannya!


Shang Jun tak percaya Phoenix itu berhasil lepas dari jeratan segel lima arah dan, terbang melesat keatas dengan cepat.


"PERGILAH KE NERAKA!!" Val berteriak murka.


Sepuluh buah bola api menghujani murid-murid sekte Hua San, membuat mereka kalang kabut.


Disisi lain Zhu Rey jatuh menimpa Zhu Long yang bersiap-siap menangkap Val, pemuda itu mengira Val akan terjatuh juga.


"Sialan! Kau menyebalkan menyingkir dari ku!"Teriak Zhu Long kesal.


Zhu Rey berubah ke wujud manusia, pemuda itu masih belum sadar.


"Tuan Muda apa dia tak sadarkan diri?" Ang Bei muncul dari balik pohon bersama Dun Ming.


Zhu Long menatap mereka berdua dengan waspada, melihat sikap Zhu Long yang waspada. Ang Bei membuka tudungnya, Dun Ming melakukan hal serupa seperti temannya.


"Kalian?!" Teriak Zhu Long terkejut.


Bagaimana bisa tangan kanan dan tangan kiri Pemimpin agung disini?!


"Kau pasti bingung, kami disini karena perintah dari Pemimpin Agung untuk menjemput Zhu Rey."


Apa? Dia tidak mendengar hal ini, apa bagusnya kadal yang baru berevolusi itu sampai-sampai pemimpin agung tertarik dengan Zhu Rey?


"Kami akan menjelaskan nanti, tapi Tuan Muda beberapa manusia tengah mencoba datang kemari."


"Anda bisa tenang kami sudah membuat pelindung disini." Ucap Ang Bei.


"Aku tidak peduli, Val sedang dalam bahaya."Zhu Long melemparkan Zhu Rey kepada Ang Bei.


Dia mengetahui sesuatu, Phoenix tua sudah terlepas dari segelnya. Zhu Long harus menyegelnya lagi jika tidak jiwa Val akan terkikis secara perlahan dan tubuh Val. Akan sepenuhnya menjadi milik Phoenix tua itu.


"Phoenix tua!" Raung Zhu Long marah.


Phoenix tua adalah panggilan khusus dari Zhu Long. Dirinya marah karena Phoenix tak tahu tempatnya itu berani menyusup ke dalam lautan jiwa Val. Saat Val kecil gadis itu tak sengaja bertemu dengan Phoenix, pemimpin klan Phoenix yang baru naik tahta di wilayah Barat.


Phoenix tua itu tengah dikejar oleh prajurit klan Naga. Entah karena konflik apa mereka bertarung hebat hingga Phoenix tua terbunuh. Para kawanan prajurit Naga itu membawa mayat Phoenix tua. Tapi sayang nya mereka tidak tau jiwa Phoenix tua bersembunyi di sebuah telur yang di jatuhkan nya.


Val memungut telur itu sambil memandangi para prajurit Naga yang masuk kedalam pintu dimensi. Itu adalah pertemuan pertama Val dengan Zhu Rey, Zhu Long bisa melihat jiwa Phoenix menyusup masuk kedalam tubuh Val. Dia membawa Val pulang dan menceritakan nya pada Alyosh, Naga itu marah besar dia memutuskan untuk menyegel Phoenix tua yang bersembunyi di lautan jiwa Val.


Tapi hal itu menyebabkan kekuatan asli Val ikut tersegel. Meski itu membuat Alyosh lega karena pertumbuhan Val yang mengerikan akan terhenti sementara waktu.Zhu Long tidak menyangka ini akan menjadi bumerang untuk nya dan Val.

__ADS_1


__ADS_2