The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Makam leluhur Jiankun


__ADS_3

Pagi menjelang Val membuka matanya dia mendapati dirinya berada diatas kasur yang nyaman. Samar-samar gadis itu melihat pemuda tampan bersurai merah tengah bermeditasi disamping nya.


"Paman."


Long Xu mendengar suara Val segera mengakhiri latihannya, dia membuka matanya dan menatap gadis kecil itu.


"Kau sudah bangun adik kecil? Panggil aku Gege jangan paman."


"Ta-..."


"Kau adalah anggota keluarga beats di hutan mangrove jadi panggil aku Gege."


Mata Val melebar saat mendengar nya dia bangkit dan duduk menghadap Long Xu."Apakah kau juga seekor beats?"


Long Xu mengangguk."Ya, asal kau tahu Dage yang menyuruh ku menjaga mu dan Dage juga yang menyuruh Phoenix membawa mu pergi."


Val mengangguk paham dia bertemu dengan keluarga harmonis itu pun berkat Phoenix.


"Jadi Val harus memanggil mu Gege?"


"Tentu saja."


"Bagaimana jika Val memanggil mu Kakak."


Val langsung menjelaskan arti dari panggilan Kakak, ketika melihat raut bingung Long Xu. Kemudian Pemuda itu menyetujui nya, disaat itu juga Wei wuxiang sadar dia mengerang kesakitan saat menggerakkan badannya.


"Arghhhh... Aku dimana?"


"Gege kau ada di penginapan, Gege Long yang membawa mu dan Val kemari." Jawab Val segera menghampiri Wei wuxiang.


"Jadi begitu, terimakasih saudara telah menyelamatkan saya dan Val." Wei wuxiang memberikan hormat pada Long Xu.


"Jangan sungkan aku membantu mu karena kau sudah menjaga adikku."


Wei wuxiang sontak terkejut mendengarnya dia menatap Val lalu menatap long Xu memang tidak ada kemiripan diantara keduanya. Namun, bisa saja mereka saudara angkat.


"Kalau begitu aku tidak akan sungkan." Ucap Wei wuxiang dengan senyum tipis.


"Hwaaaa Val lapar." Ucap Val berkaca-kaca menatap perutnya yang berbunyi.


Wei wuxiang memutuskan untuk mengajak Long Xu dan Val untuk sarapan di lantai bawah. Mereka hanya memakan kudapan sayur dan roti yang disediakan penginapan kecil itu.


"Apa ini? Rasanya enak!" Val memasukkan beberapa kue bertekstur kenyal.


Matanya berbinar saat isi kue tersebut berisi kacang hijau yang lumer didalam mulutnya.


"Enak Val suka."


Long Xu mencicipi kue yang dibilang enak oleh Val. Tapi wajah nya biasa saja baginya tak ada yang istimewa dari makanan manusia itu hanya terasa manis.


"Kue ini bernama kue bulan." Wei wuxiang menanggapi pertanyaan Val.


"Konon dibalik sebuah kue yang enak ini ada sebuah cerita menarik."


"Apa itu? Val ingin mendengar nya."


Val memperbaiki sikap duduknya dan menajamkan pendengarannya. Wei wuxiang ingin bersorak ketika adik angkat nya yang lucu itu memasang sikap seperti itu didepannya, benar-benar menggemaskan.


"Dahulu kala, ada seorang sarjana muda yang mendapat kan hadiah dari kaisar karena kerja kerasnya, membuat seluruh kekaisaran memenangkan peperangan nya melawan pasukan demonic."


"Sarjana itu memiliki seorang istri yang sangat cantik, mereka berdua merasa sedih ketika harus berpisah."


"Kenapa mereka harus berpisah? Bukankah itu tak menyenangkan."


"Ya itu memang tak menyenangkan, tapi Val kaisar menghadiah kan sarjana itu sebuah pil yang membawanya ke dunia dewa."


"Aku tidak akan percaya pada dewa." Gumam Val.


"Karena tak ingin berpisah akhirnya Sarjana tersebut memutuskan untuk menyimpan pil itu, beberapa hari kemudian dirinya dipanggil oleh kaisar untuk membantu menyelesaikan masalah."


"Seseorang mendengar hal itu, memutuskan untuk mengutus bawahannya untuk datang ke rumah sarjana dan merebut pil berharga itu."


Long Xu mendengar cerita tak masuk akal itu merasa sebal, akhirnya dia menghabiskan kue bulan yang ada di depannya. Dan membiarkan Wei wuxiang melanjutkan ceritanya sebab Val terlihat sangat antusias.


"....lalu Istri Sarjana itu menjadi Dewi bulan setiap bulan purnama sang sarjana akan membuat kue bulan dan memakannya sambil menunggu istrinya turun ke bumi."


"Sangat mengharukan." Decak Long Xu.


"Kakak! K-kau menghabiskan kue nya..." Val menatap Long Xu berkaca-kaca.


Hal itu membuat Long Xu merasa salah tingkah dia langsung memesan kue bulan dua porsi satu dibungkus satu tidak.


"Jangan menangis adik Gege akan memesan kannya lagi untukmu."


"Ummm..." Val mengangguk kelu.


"Senior Xu apa kamu pernah mendengar, jika makam leluhur Jian Kun." Wei wuxiang mencondongkan tubuh kedepan.


Long Xu yang mendengar nya menjadi sangat kepo, dia ikut mencondongkan tubuhnya kedepan dan berbisik sepelan Mungkin.


"Aku tidak pernah mendengarnya, apa disana ada banyak barang menarik?" Long Xu menyipitkan matanya.


Mendadak Val muncul ditengah-tengah."Apa Val juga bisa ikut?"


"Tentu saja adikku harus ikut, kakak mu ini akan melindungi mu jadi tenang saja." Kata Long Xu penuh percaya diri.


"Senior apa tidak apa apa jika adik Val ikut?"


"Tidak apa apa aku yang akan menjaga nya."


"Baiklah."


"Horeee Val ikut."


Long Xu mengusap kepala Val dengan gemas. Val tetap memakan kue bulan meski tak suka setelah menelan makanannya dia menatap Wei wuxiang dengan penasaran.

__ADS_1


"Kapan kita akan pergi ke makam leluhur Jian Kun?"


Wei wuxiang terdiam sejenak dia baru mengingat satu hal yang membuat nya resah." Makam leluhur Jian Kun akan terbuka malam ini."


"Apa?! Info sepenting itu kau baru memberitahu kami?!" Long Xu mencekal kerah baju Wei wuxiang dengan gemas.


"Maaf senior aku baru mengingatnya."


"Kakak ayo kita pergi sekarang!" Kata Val bersemangat.


Long Xu mengangguk dia memanggil pelayan dan membayar makanan yang dipesannya. Lalu ketiga nya pergi meninggalkan penginapan tersebut.


"Val penasaran dengan bentuk makam itu." Ucap Val tangannya mencengkram erat kepala Long Xu.


Gadis kecil itu duduk di pundak Long Xu sementara kakak angkatnya itu membawanya lari melompati perumahan warga. Disusul dengan Wei wuxiang.


"Kau akan melihatnya sendiri Val dan tempat itu bukanlah hal baik untuk anak kecil seperti mu." Balas Wei wuxiang berharap Val tak akan takut jika melihat pembunuhan terjadi didepan matanya sendiri.


Tengah malam tiba, ketiganya sampai didepan sebuah gua besar di bawah kaki gunung berapi. Beberapa orang mengenakan baju yang sama dan berbeda warna serta motif. Beberapa dari mereka memiliki gurat wajah yang tegas dan beberapa menampilkan ekspresi meremehkan.


"Apa ini tempat nya? Kenapa sangat ramai." Val menatap sekeliling nya beberapa perempuan muda berusia 16 tahun dengan pakaian putih bermotif bunga teratai. Menatap Long Xu dengan kagum.


"Woahh mereka terlihat cantik!" Pekik Val dia meminta turun kebawah.


Long Xu segera menurunkan Val dan berkata."Jangan jauh-jauh dari kakak mengerti? Disini banyak orang jahat berhati-hati lah."


"Val mengerti." Angguk Val dia memegang ujung pakaian lengan Wei wuxiang."Gege apa masih lama lagi? Kenapa mereka tak langsung masuk malah menunggu diluar."


"Kau lihat mereka Val? Lelaki tua berjanggut putih dengan pakaian berwarna putih motif bunga teratai dan dua lelaki tua lain, mereka tengah berusaha membuka segel yang menghalangi kita masuk."


"Mereka terlihat sangat hebat."


"Tidak mereka tidak sehebat diriku." Long Xu tertawa bangga.


Val mencibir saat mendengar nya dia berlari kedepan saking penasarannya dengan segel didepannya.


"Anak nakal!" Pekik Long Xu kaget dia menepuk kepala Wei wuxiang.


"Cepat kejar adik mu!"


"Baik senior!"


"Adik Val kembali lah didepan sangat berbahaya." Teriak Wei wuxiang cemas dia menyusul Zhu Val mencoba menerobos kerumunan murid dari berbagai sekte.


Val menghiraukan teriakan itu, dia terus menerobos secara kasar. Membuat para murid yang disenggol nya memaki-maki tak suka. Gadis kecil berhenti berlari ketika sampai didekat para tetua yang tengah berusaha membuka segel.


"Apa-apaan ini? Kenapa ada anak kecil disini?"


"Ya ampun anak kecil seimut itu kenapa malah ada disini? Siapa yang membawanya?"


Para murid saling berbisik-bisik. Bahkan beberapa ketua yang masih mengawasi murid pun terkejut dengan kehadiran Val.


"Kakek apa segelnya sangat kuat?" Val bertanya seraya mencondongkan tubuhnya kedepan.


"Astaga anak siapa ini?! Hu zhian cepat bawa anak ini menjauh!" Tetua Gong ou terkejut bukan main ketika Val muncul disampingnya.


"Adik kecil kemari jangan disitu." Hu zhian mencoba meraih Val.


Namun, gadis itu menolak tangannya memegang erat tetua yang tengah memfokuskan perhatian nya pada segel. Long Xu tak ada pilihan selain mendekati Val sendiri.


"Ayolah gadis kecil disini bukan tempat mu." Hu Zian menarik Val keras.


Val merasa kesal dia menendang Hu Zian dengan kekuatan fisik membuat pemuda itu terpental jauh. Semua orang terperangah tak percaya anak berusia 5 tahun mampu mengalahkan murid tetua Gong ou!


"Huuh dasar tidak berguna." Seorang gadis bersurasi coklat mendekati Val dia tersenyum manis.


"Adik mau tanghulu?"


"Apa itu sejenis makanan." Pikir Val.


"Mau Val mau."


"Kalau begitu kemari lah Kakak akan memberimu tanghulu."


Mendadak Val mendapatkan sinyal telepati itu bukan dari Long Xu naga itu terlihat masam ketika telepati nya di putus oleh seseorang yang tidak lain adalah Zhu Rey.


"Gadis kecil aku ada didalam, ku kira kau ada dimana ternyata ada didepan kemari lah segel itu mudah bagi mu bukan untuk dihancurkan?"


"Oh?! Rey tunggu Val kesitu." Teriak Val senang dia berlari menjauhi gadis tadi menerobos masuk kedalam gua.


"Gadis kecil!" Teriak semua murid ketika melihat aksi nekad Val.


Di luar dugaan Segel gua itu meledak membuat para tetua melotot kaget. Bagaimana mungkin anak sekecil itu dapat melepaskan segelnya?! Apa mata mereka yang salah?


Long Xu bergegas menyusul Val entah kenapa dia merasakan hawa lain selain Val didalam gua. Wei wuxiang juga menyusul Long Xu mendahului para tetua sekte dan murid-muridnya.


"Kakak dimana? Ada dua cabang." Val berhenti berjalan ketika didepannya ada cabang jalan. Berkat sisa Aura yang ditinggalkan Zhu Rey.


Tak lama kemudian Val sampai ditempat yang dipenuhi dengan es ditengah-tengah ruangan yang dipenuhi es tersebut. Terdapat pilar yang diatasnya diduduki anak lelaki berusia lima tahun dengan rambut berwarna hitam.


Val melompat keatas mendapati Zhu Rey tengah bermeditasi. Mata Zhu Rey terbuka dia menahan senyum saat melihat wajah yang hampir tak pernah dilihat nya muncul disekitar nya.


"Val kangen."


Grep...


Val memeluk erat Zhu Rey membuat pemuda itu terkesiap kaget. Namun, tangannya ikut memeluk erat Zhu Val tidak bisa di pungkiri Zhu Rey juga sangat merindukan Zhu Val.


"Baru beberapa hari kau sudah merindukan ku huh?" Zhu Rey berdecih tak suka.


Meski begitu perkataan nya sangat berkebalikan dengan sikap tubuhnya. Long Xu tampak terlihat tak suka saat kedua bocah itu kembali bersama. Dia menatap adiknya


"Xiao Cheng itu kah kau?" Long Xu merasakan keberadaan Sima Cheng dia menatap sekeliling nya dan menemukan Harimau putih yang tengah duduk di pojok ruang


"Gege? Kau disini juga."

__ADS_1


"Tentu saja asal kan kau tau bocah itu menginginkan sesuatu di makan ini."


"Dia pasti mengincar token berharap milik peninggalan orang yang mati disini."


"Aku tidak tau itu." Long Xu mengibaskan tangan dia duduk disamping Sima Cheng.


"Mereka berdua terlihat sangat harmonis." Sima Cheng menatap Zhu Val dan Zhu Rey dengan tatapan lurus.


Val terlihat begitu bahagia, begitu juga Zhu Rey pemuda itu terlihat gemas dengan sikap Val. Seolah-olah baru berjumpa setelah ribuan tahun tak bertemu.


"Naga itu ... Dia sangat tak menyukaiku ketika mengetahui aku akan bersamanya."


Long Xu memiringkan kepalanya mencoba memahami perkataan adiknya."Maksudmu apa? Anak laki-laki itu juga naga?"


"Dia... Naga kegelapan lalu bagaimana dengan gadis kecil itu?"


"Seperti yang di katakan merah dia memiliki aura Phoenix agung mungkin saja darahnya mengalir kekuatan yang mengerikan."


"Disisi lainnya gadis itu memiliki setengah aura naga kegelapan."


"Identitas mereka sangat rumit jika kita tidak bisa melindungi nya atau mencegah mereka membuat kekacauan sangat mustahil."


"Pihak dunia atas pasti akan mengincar mereka." Timpal Long Xu cemas.


"Tidak hanya itu saja keduanya mampu membuat bencana yang lebih mengerikan dari itu."


"Apa Dage juga mengetahui ini?"


"Iya lebih baik kita kembali sisanya serahkan pada pemuda yang kau bawa itu."


"Maksudmu dia?" Long Xu menunjuk Wei wuxiang yang baru saja datang.


"Iya lagi pula adik kita masih kecil dan ingin berkeliling didunia yang luas sedangkan kita dalam wujud seperti ini pun pasti diincar banyak orang."


"Haish bilang saja kau tak ingin melindungi mereka."


"Tapi Dage meminta kita kembali seperti nya ada hal yang penting."


"Baiklah."


"Senior.. kau sangat cepat aku hampir tak bisa mengimbangi mu."


"Wei wuxiang."


"Ya senior?"


"Tolong jaga adikku."


"Senior akan pergi kemana?" Tanya Wei wuxiang penasaran.


"Kau tidak perlu tau." Long Xu langsung menghilang bersama asap hitam.


Val yang melihat hal itu tetap tenang tak peduli dengan kepergian Long Xu selama Zhu Rey ada dirinya tak usah takut. Val mengajak Zhu Rey menyusuri gua lebih dalam bersama Wei wuxiang. Meski Val mencoba memperkenalkan Wei wuxiang pada Zhu Ray tapi pemuda itu tak menanggapi ucapan Val dengan baik.


"Berhenti Val." Zhu Rey menahan Val untuk tidak melanjutkan langkahnya.


Dia menyembunyikan Val dibelakang nya agar aman ketika mereka sampai disebuah pintu besar terbuat dari emas. Pintu itu tampak menyimpan sebuah rahasia besar.


Baru saja terbuka ribuan panah menyambut mereka. Untungnya Zhu Rey membuat pelindung yang memantulkan ribuan panah itu. Hampir saja mereka dalam bahaya.


"Me-mengerikan." Ucap Zhu Val tergetar.


Tangannya menggenggam erat tangan Wei wuxiang."Apa kita bisa kembali?"


"Lupakan hal itu Val aku sangat penasaran dengan sesuatu didalam sana." Jawab Wei wuxiang.


"Jangan takut ada aku." Tegas Zhu Rey membuat Val menganggukkan kepala dengan kelu.


Mereka bertiga berjalan menyelusuri lorong gelap itu. Beberapa kali Val membuat jebakan didalam lorong misterius aktif.


Jika saja tidak ada Wei wuxiang dan Zhu Rey mungkin saja Val dalam bahaya.


"Hati-hati banyak jebakan jangan lengah."


Krak...


Mata Val melebar saat merasa dirinya menginjak sesuatu. Lubang kecil muncul dibawah kakinya membuat dirinya menjerit kaget dan terjatuh kedalam lubang.


"Aaaaaa Rey tolong Val!"


"Val!"


Terlambat Val sudah menghilang lubang yang membawa Val pergi itu telah menutup kembali.


"Arghh sial." Zhu Rey menatap Wei wuxiang dengan cemberut.


Wei wuxiang hanya tersenyum tipis."Kita bisa mencari letak tombol yang di injak Val lalu menyusulnya."


"Hu um."


Saat ini Val mendarat dalam posisi tengkurap, wajahnya terkotori dengan debu bibirnya maju sedikit dia kesal bagaimana bisa dirinya tidak hati-hati dan berakhir di ruangan entah berantah?


Wushhh...


Beberapa obor menyala sendiri menampakkan sebuah lorong misterius menarik perhatian Val.


"Apa itu? Apa ada sesuatu menarik disana?" Val menatap ujung lorong yang tak bisa dia lihat.


Val memaksa kan diri untuk menelusuri lorong misterius itu. Obor yang semula mati perlahan menyala satu persatu ketika Val melewatinya. Ujung kegelapan itu seakan tanpa akhir membawa Val kesebuah tempat yang tidak pernah tahu apa akan membawa bahaya untuknya ataukah tidak.


"Apa itu?" Val menyipitkan matanya saat cahaya menerkam seluruh pandangan nya.


Ketika pudar Val menyadari dirinya sampai di ujung lorong. Lorong misterius itu membawanya pada sebuah ruangan besar dengan satu pilar batu yang menopangnya. Sebuah aura misterius menarik perhatian nya. Aura tersebut ternyata bersumber pada pilar batu itu.


Val berjalan mendekati pilar tersebut dan menyentuh pilar batu dengan sangat hati-hati. Sekerlip cahaya memenuhi ruangan dan menghilang lenyap menyisakan sebuah gelang giok berwarna putih bercampur emas.

__ADS_1


Gelang itu melayang terbang dan terpasang sendiri nya dipergelangan tangan kiri Val.


"Menakjubkan..." Val terlihat kagum dengan gelang giok itu.


__ADS_2