
Xiu Xin menatap kabut yang begitu pekat dengan ragu. Apa yang ada didalam kabut pekat ini? Dia tidak yakin akan aman selama beberapa hari melewati tempat ini.
"Kalian yakin akan melewati tempat ini?" Tanya Yuan Gang takut.
Jujur saja dia tidak pernah mengira Padang rumput dikelilingi oleh kebut yang pekat. Jika mereka menghamburkan diri kedalam kabut yang menyambut mereka hanya kegelapan pekat dan sesuatu tak terduga.
"Api juga tidak mempan." Cun Myung mengeluarkan elemen api ditangannya.
Kegelapan terlalu pekat, Kabut nya juga tebal. Ditambah ini sudah tengah malam membuat mereka menelan ludah karena rasa takut yang menghampiri hati mereka.
"Tidak apa-apa."Val membuka genggaman tangannya yang mengepal.
Percikan cahaya muncul diatas telapak tangannya dan terbang diatas mereka. Kemudian mengambang di atas, kabut disekitar mereka menghilang.
"Ini menakjubkan, aku jadi tidak takut lagi."Ucap Xiu Xin senang.
Hong Li yang sedari tadi diam hanya bisa menghela nafas lega, mereka mulai memasuki kawasan Padang rumput berkabut. Beberapa kali langkah mereka terhenti karena menemui banyak tanaman sihir.
Val juga mencabut banyak tanaman sihir, saat ini penyimpanan Zhu Rey sudah tidak muat. Membuat pemuda itu menolak untuk memasukkan tanaman sihir.
"Tidak mau."
"Satu ini saja ya? Lihatlah Rey ini sangat langka kita tidak akan menjumpai rumput kabut untuk membuat bom asap yang lebih pekat dari bom asap biasa." Ucap Val.
"Kenapa kau tidak menyimpan nya di lonceng? Jangan menyusahkan ku, tanaman herbal dari Bibi Su saja belum kita habiskan."Tolak Zhu Rey mentah-mentah.
Val menghela nafas dia sebenarnya tidak tau cara menyimpan barang di lonceng kesayangannya, siapa yang mengira lonceng itu memiliki fungsi yang dia suka.
Tanaman yang berada ditangan Val menghilang, loncengnya seakan memiliki kemauan nya sendiri tak mau disuruh. Val pikir lonceng ini seperti memiliki jiwa.
"Wah lihat ini, aku tidak pernah melihat tanaman seperti ini." Hong Li memperlihatkan tanaman yang tidak asing bagi Val.
"Itu... tanaman bumbu dapur."Val menatap Hong Li sebal.
"Eh? Aku tidak tau itu."
Hong Li menggaruk kepalanya yang tak gatal, Xiu Xin mencabut tanaman itu terlihat beberapa buah yang dihasilkan tanaman itu di akarnya.
"Ini jahe, masa kau tidak tau Hong Li? Aku yang tak pernah ke dapur saja tau nama dan bentuk bumbu-bumbu dapur." Cecar Xiu Xin kesal.
Biarpun dia tak pernah menginjak kan kaki didapur, tapi demi bisa bertahan hidup diluar jika keluarga nya mengusir nya. Setidaknya dia tau cara memasak makanan dan bertahan hidup dengan baik.
Cun Myung tertawa geli saat menyadari kebodohan temannya."Kau begitu saja tidak tau!"
"Tutup mulut mu, kau hanya tau berlatih pedang tanpa guru dengan tolol nya kau terluka seperti orang bodoh." Cetus Hong Li berhasil melenyapkan suara tawa Cun Myung.
"Ha-ha-ha... Baiklah aku mengakui itu."Cun Myung berdeham sedikit.
"Teman-teman lihat itu."Zhu Rey menunjuk dinding batu.
"Eh? Ada tebing."Xiu Xin mencoba menyentuh dinding itu.
Tapi dengan kasar Val menepis tangan Xiu Xin menggunakan daun jahe.
"Jangan sentuh sembarangan." Ucap Val serius.
"Kita coba berjalan kearah selatan siapa tau ada gua."Usul Zhu Rey.
Karena pencahayaan mereka tak begitu memadai, hanya disekitar mereka dengan jangkauan sempit mau tak mau mereka menerima usulan Zhu Rey.Berjalan dengan perlahan, tapi yang mereka temukan hanya air terjun.
"Kebetulan sekali aku haus." Cun Myung langsung mengambil air dari sungai dekat air terjun.
Mendadak seekor ikan raksasa tengah membuka mulutnya dibawah tangan Cun Myung.
"Hikk ...." Refleks Cun Myung menarik tangan nya kembali.
Ikan yang hampir menggigit tangannya itu melompat kepermukaan. Membuat Val, Xiu Xin, Yuan Gang dan Zhu Rey terkejut setengah mati.
"Itu kan monster ikan yang seperti di perbukitan tempat Ji Xuan tinggal."Zhu Rey mengeluarkan jaring spirit nya.
Kemudian melempar nya kedalaman sungai, puluhan ikan predator muncul dipermukaan. Xiu Xin yang melihat ketakutan setengah mati. Dengan santainya Val mengambil satu ekor ikan monster ternyata ukurannya lebih besar dari yang dia kira.
"Ikan ini memiliki makanan cukup untuk membuat tubuhnya menjadi besar."
"Va-val hati-hati ikan itu berbahaya." Yuan Gang hendak menarik Val.
Tapi gadis kecil itu menepis tangannya."Jangan khawatir mereka tidak akan menggigit kok."
"Kalian ambil lah satu ekor masing-masing, aku tidak bisa menjinakkan mereka selama 30 menit." Ucap Zhu Rey.
Mau tidak mau Cun Myung membantu Val mengambil ikan monster, Yuan Gang yang tadinya enggan langsung ikut membantu.
"Aku... Baiklah aku akan mengambilnya juga."
Setelah mengambil ikan sesuai dengan jumlah orang, Zhu Rey meminta mereka menjauh dari pinggir sungai. Dia menarik kembali jaring spirit nya. Ikan-ikan monster itu melompat- lompat ganas. Beberapa kembali kedalam air, sebagian dari mereka mengintai Zhu Rey seakan mengatakan Zhu Rey adalah mangsa mereka.
"Wew... mengerikan, lain kali aku tidak akan ceroboh." Cun Myung mengusap tengkuknya yang dipenuhi keringat.
"Kemari biar Val yang memasak semua ikan ini." Ucap Val bersemangat.
"Tidak biar kami semua memasaknya bersama." Tolak Yuan Gang, dia tidak yakin Val bisa memasak.
"Ini, peralatan nya didalam sini," Zhu Rey melepaskan cincinnya.
Kemudian menyematkan nya di jari manis Val,"Akan lebih baik kau mengenakannya, karena aku merasa benda ini tidak berguna."
"Wahhh... Terimakasih Rey." Val melompat kegirangan.
Dia memeluk Zhu Rey erat, tak menyangka dengan baik hati Zhu Rey memberikan cincin yang berisi bahan masakan, herbal, makanan kesukaan nya, serta benih Iblis.
"Jangan senang dulu, kau tidak boleh menggunakan semua herbal dan benda itu seenaknya." Cetus Zhu Rey dingin.
Pemuda itu tau Val pasti akan menggunakan nya karena penasaran. Dia tersenyum puas saat melihat ekspresi Val yang tidak terlihat baik.
"Val kami benar-benar tidak ingin kau mengerjakan nya sendiri." Ucap Xiu Xin pelan.
Val yang mendengar nya hanya bisa mengangguk kecil, tapi pada akhirnya dia tidak dibolehkan untuk ikut memanggang ikan itu dan hanya bisa memakannya tanpa melakukan hal berguna.
"Ini menyebalkan." Cibir Val saat ikan panggang nya sudah berada ditangan.
"Nikmati saja." Balas Zhu Rey.
__ADS_1
Kabut semakin tebal, selesai makan malam mereka memutuskan untuk tidur ditempat terbuka karena tidak menemukan gua didekat air terjun. Lalu kabut tebal itu membuat gerakan mereka terbatas.
Zhu Rey menatap Val jengkel, kenapa gadis itu selalu saja tak mau menjauh darinya saat tidur?! Zhu Rey juga ingin tidur sendiri pas sangat nyaman tidak ada kaki yang menendangnya, atau pun tidak leluasa untuk bergerak.
"Val, bisa kah kau tidur dengan kasur lipat mu sendiri?"
"Nggggroookk...."
Wajah Zhu Rey merah padam dia menahan amarahnya. Jika pun dia mengamuk itu tidak ada gunanya. Bagaimana mungkin naga yang agung seperti dirinya marah hanya karena manusia kecil dan lemah seperti Val?
Suara ngorok Val kembali terdengar, membuat Zhu Rey teringat Val sebelumnya tidak pernah mendengkur. Apa Val dirasuki oleh sosok itu?
"Ah? Val sudah tidur ya." Xiu Xin terlihat kecewa.
Padahal dia ingin sekali tidur dengan Val, gadis kecil itu mengingatkan dirinya dengan boneka yang selalu dia peluk saat tidur.
"Kau ingin tidur dengannya? Aku ingin tidur sendiri." Zhu Rey menyingkirkan selimut.
Dia langsung pindah ke kasur milik Xiu Xin, kemudian berpura-pura tertidur pulas.
"Eh?... Ya sudahlah." Xiu Xin tersenyum dia langsung tidur disamping Val dan memeluk Val erat.
Tanpa mereka ketahui dia pasang mata tengah mengawasi mereka. Pakaian serba hitam yang ditutupi oleh jubah. Wajah mereka tertutupi oleh topeng kulit.
"Itu mereka, apa kita bawa mereka berdua sekarang?"
"Aku takut kita salah."
"Tapi, aura anak lelaki itu tidak bisa dipungkiri."
Salah satu dari mereka menaburkan bubuk, dalam hitungan detik suara dengkuran keras bersahut-sahutan. Mereka berdua bergerak cepat dan berhenti didepan Zhu Rey.
"Sebenarnya kita hanya membutuhkan anak ini saja, gadis itu tidak perlu saat ku dekati ternyata dia tidak memiliki aura itu."
"Terserah dirimu saja, yang penting kita menyelesaikan tugas ini secepatnya."
Salah satu dari mereka hendak menyentuh Zhu Rey Namun, tangan mengerikan penuh sisik hitam mengkilat dan kuku tajam mencegahnya.
"Kalian pikir aku tidak mengetahui kehadiran kalian huh?!"
"Kucing liar, anjing liar." Ejek Zhu Rey.
Mereka berdua memiliki aura yang sama dengan yang dia rasakan saat pertama kali masuk kedalam dimensi ini.
"Kau benar-benar hebat, tidak bisa terpengaruhi oleh bubuk penidur andalan ku."
Zhu Rey tersenyum sinis." Duduklah, aku sedang tidak ingin bertarung."
Mereka berdua menatap Zhu Rey bingung."Kau tidak takut dengan kami?"
"Tidak, jelaskan tujuan kalian mengapa kalian ingin membawa ku pergi?"
Mereka berdua saling berpandangan sebentar."Kami tidak memiliki hak untuk menjelaskan ini padamu, kami hanya mendapatkan misi untuk membawa mu kehadapan Tuan kami."
"Siapa yang begitu berani mau membawa saudara kesayangan Val pergi?" Suara imut terdengar dari belakang mereka berdua.
Kebetulan saat ini mereka sedang berjongkok didepan Zhu Rey. Tapi bukankah semua anak-anak sedang tidur kecuali Zhu Rey?
"Siapa sebenarnya kalian berdua?" Tanya Zhu Rey dingin.
"Ka-kau bagaimana bisa kau berani bicara tanpa takut sedikitpun."
"Memangnya aku harus takut dengan spirit beast rendahan seperti kalian?"
"Eh? Apa kalian berasal dari klan spirit elit?" Tanya Val penasaran.
Val melihat tanda segel yang unik didalam tubuh mereka. Zhu Rey melotot tak percaya kenapa dia baru menyadarinya?
"Paman, tolong jelaskan pada kami berdua kenapa kalian ingin membawa saudara ku pergi?"
"Untuk apa kami jelaskan pada kalian? Pada akhirnya kalian memberontak."
"Tadi kau bilang Tuan mu ingin bertemu dengan ku, aku akan ikut." Ucap Zhu Rey bersemangat.
"Kau sedang tidak bercanda?" Tanya mereka tak percaya.
"Tentu saja!"
Zhu Rey harus bertemu dengan ketua Klan spirit beast elite. Ada hal yang ingin dia lakukan ini bersangkutan dengan ayah nya.
"Rey, mereka hanya membawa mu pergi kau ingin aku ditinggal disini sendirian?" Tanya Val kecewa.
"Disini kau kan tidak sendirian, ada mereka." Zhu Rey menunjuk teman-teman sekelasnya.
"Tidak mau! Pokoknya aku harus ikut! Kita ini sepaket! Jika kau yang dipesan maka aku juga akan datang sebagai pendamping pesanan." Val menatap Zhu Rey marah.
Zhu Rey menggigit bibir, saat ini Val bukan menggunakan topeng nya sebagai anak kecil yang imut dan penurut. Tapi anak kecil yang keras kepala.
"Baiklah."
Val membuang pisau anginnya melempar nya kesembarangan arah. Dia langsung melompat kearah Zhu Rey, dengan wajah datar Zhu Rey menangkap Val. Gadis itu benar-benar kekanakan.
"Kau senang Val?"
"Umm!" Angguk Val.
Melihat tingkah kedua anak yang membingungkan, utusan dari klan spirit elit hanya bisa menghela nafas mereka.
"Kalian terlihat bersemangat sekali, lagi pula kita tidak pergi sekarang."
Mulut Val dan Zhu Rey ternganga lebar saat mendengar nya.
"Kenapa?!" Pekik keduanya tak terima.
Mereka kecewa, Val berpikir dia bisa mendapatkan pengalaman langka dari hidupnya untuk bisa bertemu dengan klan spirit elite. Selain Zhu Yan dan Alyosh, sementara Zhu Rey berpikir untuk meminta bantuan ke ketua Klan agar bisa bertemu dengan ayah nya.
"Gerbang teleportasi tidak bisa dibuka disini."
"Kami terpaksa menyelinap duluan untuk mengawasi kalian terlebih dahulu."
"Ini mengecewakan,"Val menyembuhkan wajahnya kebelakang bahu Zhu Rey.
__ADS_1
"Tidak apa-apa setidaknya kita tidak menelantarkan teman kita." Zhu Rey mengusap punggung Val lembut.
"Nak, beritahu nama kalian."
Val yang mendengar nya langsung menoleh."Tidak mau, ibu ku bilang kami tidak boleh memberitahu nama kami pada orang asing yang belum memperkenalkan dirinya."
Kedua utusan itu tertawa melihat keluguan Val." Baiklah."
Salah satu dari mereka menyibak tudung nya, memperlihatkan sepasang telinga berbentuk telinga harimau."Nama ku Ang Bei"
"Penampilan dan nama tidak cocok."Cemooh Val melihat wajah Ang Bei yang tegas.
Nama itu mengandung arti semangat yang tinggi dan bersinar. Tapi sorot mata lelaki dewasa didepannya tidak bersemangat. Melihat respon Val yang kurang menyukai namanya Ang Bei tidak bisa berkata-kata.
"Saya Dun Ming." Wajah berseri-seri dari balik topeng dengan telinga serigala silver terkesan menggemaskan.
"Itu sangat cocok dengan namanya." Val mengulurkan tangannya.
Dengan senang hati Dun Ming menjabat tangan mungil Val."Bagaimana bisa kau sangat cerewet,"
"Jika tidak begitu, Val yakin paman pasti bosan."Balas Val dengan seringai lebar.
"Maaf dia memang seperti itu."Ucap Zhu Rey dengan wajah datar.
Ang Bei menatap Val sekilas, cara bicara Val selalu berubah-ubah seperti memiliki dua kepribadian. Dia ingin bertanya tapi itu tidak sopan. Bukankah Val masih kecil? Anak kecil sering meniru perilaku orang dewasa, mungkin itu ditiru dari orang-orang disekitar Val.
"Tidak apa-apa, mau kah kalian membuat perjanjian dengan kami?" Tanya Ang Bei.
"Perjanjian? Perjanjian seperti apa yang ingin kau tawarkan?"Zhu Rey menatap Ang bei curiga.
"Tidak perlu curiga, kami hanya ingin kalian menemui ketua Klan bulan besok."Ucap Ang Bei serius.
"Kau tidak takut ketua Klan akan marah besar."
Ang Bei mencondongkan badannya sedikit kedepan kemudian berbisik pada Zhu Rey."Kami masih ingin tinggal didunia manusia, dunia ini menarik hanya sebulan bagaimana?"
"Val setuju!" Val menjabat tanga Ang Bei secara paksa.
Ang Bei terkejut padahal dia menggunakan tehnik bisikan, barusan dia tidak membuka mulutnya sama sekali.
"Val kau tidak boleh menyela percakapan orang lain itu tidak sopan, bukankah selama ini kau sangat menjunjung tinggi kesopanan." Zhu Rey menarik Val untuk tetap duduk diam disampingnya.
"Maaf Val sangat bersemangat, kalau begitu Val akan tidur saja lalu Rey tidak boleh meninggalkan Val karena Rey sudah berjanji pada Val."Cibir Val, dia langsung menyelimuti dirinya dan tertidur disamping Zhu Rey.
"Aku setuju dengan tawaran itu tapi ada syaratnya."
"Apa itu?" Dun Ming menatap Zhu Rey penasaran.
"Sebelum aku mengatakan itu, aku ingin bertanya pada kalian berdua."
"Kalian tau siapa kami?"
Ang Bei dan Dun Ming saling berpandangan lalu menjawab pertanyaan tersebut.
"Kau spirit yang lahir dengan membawa bencana."
Wajah Zhu Rey menekuk."Jangan bercanda,"
"Ketua Klan bilang seperti itu."Dun Ming mengacungkan jari telunjuknya.
"Setiap Spirit yang lahir memiliki keunikan sendiri, mereka masing-masing lahir dari kekuatan para penguasa alam."
"Lalu kau lahir dengan kekuatan yang tak biasa, sudah puluhan ribu dekade belum ada spirit yang lahir dengan kekuatan mutlak apalagi memiliki potensi yang menjadi eksistensi yang tertinggi."
"Tapi itu hanyalah ramalan yang tertutupi kabut."Jelas Ang Bei serius.
Zhu Rey terdiam dia tidak mau percaya, jika dia menjadi eksistensi tertinggi itu adalah bencana besar. Menjadi eksistensi tertinggi diantara spirit maka itu akan membuat nya menjadi salah satu penguasa alam dalam mitologi bintang.
Lelucon macam apa yang dibicarakan Ang Bei dan Dun Ming? Apa mereka hanya ingin menyenangkan Zhu Rey? Tapi apa tujuan mereka berdua.
"Aku mau tidur, kalian kalau ingin bergabung dengan ku ikuti dengan diam-diam aku tidak mau teman-teman ku curiga."Ucap Zhu Rey sebelum menutupi tubuhnya dalam selimut.
"Kau tidak perlu khawatir kami bisa mengurus diri kami sendiri."
Zhu Rey langsung menidurkan dirinya sendiri, meski mendapat gangguan dari Val dia harus tetap tidur untuk esok hari. Ada banyak pertanyaan tentang dirinya sendiri.
Zhu Rey pernah membaca buku tentang spirit beast di perpustakaan istana Kaisar Zu. Yang menjadi pertanyaan nya saat ini, mengapa dirinya saat menetas sudah dalam bentuk tubuh manusia? Apakah dia spirit beast yang cacat, atau ada keunikan lain dalam dirinya.
"Apa saya cacat ibunda?" Tanya Zhu Rey seraya menatap Val.
Berharap sosok yang bersembunyi didalam tubuh Val itu menjawabnya.
"Apa saya tidak sempurna karena saya memiliki darah campuran."
"Kenapa kau merendahkan dirimu sendiri nak?"
Zhu Rey membuka matanya, menatap Val yang tengah tertidur. Ternyata ibunya hanya membisiki dirinya tanpa mengambil alih tubuh Val.
"Gadis disamping mu saja tidak merendahkan dirinya sendiri, meskipun dirinya memiliki tubuh yang sama seperti mu dia tetap menjadi dirinya sendiri."
"Nak, dunia ini tidak lah sempurna seperti yang kau pikirkan, jika kau merasa rendah diri karena takdir mu lebih baik mati saja, karena aku tidak ingin memiliki seorang anak yang tidak mau menerima nasibnya."
"Aku tau, aku hanya ingin tau apakah diri ku benar-benar cacat seperti kata para burung-burung jelek itu mengejek ku." Zhu Rey teringat sesuatu.
Meskipun dalam proses pembentukan tubuhnya tapi, tuhan telah membuat dirinya memiliki kesadaran. Memberikan Indra pendengaran dan memberikan pengertian bahasa padanya. Dia tau klan dari pihak ibu nya sangat membencinya begitu juga dari pihak ayah.
"Mengapa ibu melawan takdir? Apakah ibu tidak berpikir apa yang ibu lakukan akan membuat hidup ku tidak sebahagia spirit beast lain."
"..."
"Nak, apa sekarang kau merasa bahagia? Jawablah dengan jujur."
"Aku..." Zhu Rey tak mampu menjawabnya.
Dia merasakan sesuatu menggelitik hati nya setiap hari, hal itu terus berulang kali terjadi saat Val datang memasuki kehidupannya.
"Kau bahagia, aku telah mengamati kau tumbuh bersama anak ini." Suara bariton kembali membisiki Zhu Rey.
"Tidakkah kau berpikir setiap kekurangan akan tertutupi oleh hal lain? Sama halnya seperti Zhu Val, dia datang untuk melengkapi ketidak sempurna nya hidup mu."
Ibu nya tak sepenuhnya benar, Zhu Rey tak selalu memiliki perasaan itu. Dia memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan itu. Memilih untuk menenggelamkan dirinya dalam mimpi.
__ADS_1