
Sebuah abu dalam guci kecil kusam itu tengah di tatapi oleh semua murid sekte Hua San dengan sedih, mereka tak menyangka kematian itu sangat menakutkan. Bahkan terlihat menyakitkan mereka menyaksikan proses roh yang terambil oleh malaikat dengan ngeri.
Tubuh yang kehilangan suhu hangat nya, kelenturan dan ke elastisitas tubuh menghilang. Warna kulit menjadi putih pucat bahkan sulit digerakkan karena kaku kemudian, mulut yang menganga seakan roh yang keluar dari tubuh itu, ditarik secara kasar dan keluar dari mulut.
"Aku menjadi takut dengan kematian." Shui Sharon masih terbayang-bayang oleh kejadian tadi.
Dia menjadi sadar bahwa kematian bisa terjadi tanpa sebab apapun, karena takdir yang mengatur nya.
"Sudah lebih baik kita makan dan beristirahat, abu nya akan kita kembalikan pada keluarga nya saat ini semua sudah selesai, lagi pula libur akhir tahun sebentar lagi."Ucap Feng Wuxie membuat semua orang langsung pergi menuju tempat mereka memasak.
"Yuan Gang kau tidak mau pergi?" Tanya Xiu Xin saat melihat Yuan Gang menyentuh guci berisi abu itu lembut.
"Aku akan menyimpannya," Yuan Gang mengambil guci itu dan melenggang pergi begitu saja.
"Kalian mau makan tidak? Makanan nya sudah makan."
Feng Wuxie mengangguk kelu dia mengikuti Xiu Xin, kemudian disusul oleh Shui Sharon. Mereka langsung bergabung dengan yang lain.
Makanan hangat terlihat menggiurkan saat ini,jarang ada orang yang melakukan hal yang sekarang mereka lakukan mampu membuat sup hangat.
Biasanya hanya makan dendeng kering atau pun roti yang keras. Xiu Xin berhenti memakan saat menyadari Val dan Zhu Rey tak terlihat.
"Shui Sharon kemana Zhu Val dan Zhu Rey pergi? Mereka belum makan apapun sejak siang." Xiu Xin terlihat khawatir bukan main.
Hongli yang mendengar nya langsung menjawab."Aku sempat melihat mereka pergi saat kita sedang panik mengurus anak yang meninggal."
"Feng Wuxie..." Shui Sharon melirik ke Feng Wuxie gadis itu langsung berdiri dan pergi.
"Cepat cari mereka, kalau mereka menghilang ketua sekte akan menghukum mereka semua!" Teriak Feng Wuxie keras.
"Kalian makan saja kami akan mencarinya." Cun Myung beranjak berdiri dan pergi.
Di ikuti dengan Hong Li, Xiu Xin, Yuan Gang. Mereka berlima pergi ke tenda memeriksa semua tenda. Kemudian pergi mencari kehutan sekitar, tidak peduli keluar dari zona amannya.
"Kemana mereka pergi?"
"Kita ahrus cepat sebentar." Cun Myung mengeluarkan kantong ruang.
Dia membuka kantong itu, burung elang raksasa muncul dari dalam kantong itu. Binatang itu adalah spirit beast kontrak Cun Myung yang dirahasiakan dari keluarga nya.
"Aku tidak tau kau mempunyai spirit kontrak." Hong Lin menatap kagum.
"Itu lah kenapa aku memaksa kalian untuk latihan diluar pengawasan wali kelas dan keluarga kita." Cun Myung tersenyum bangga.
"Sudah cepat lah aku tidak suka berlama-lama." Teriak Xiu Xin tak sabar.
Mereka semua naik ke punggung elang, Xiu Xin memberikan selembar kain kecil milik Val yang dia ambil dari tenda yang dihuni Val.
"Kau kenapa memberikan ini?" Cun Myung merasa bingung.
"Indra penciuman spirit beast lebih tajam dari manusia jadi jika kau memberi tau baunya seperti ini maka elang ini akan mencarinya dengan benar." Jelas Xiu Xin.
"Hey kau gila? Dia elang bukan anjing." Yuan Gang menahan tawanya.
Wajah Cun Myung terlihat kesal, tapi dia tetap mencobanya dan memerintahkan binatang kontraknya membawa mereka pergi mencari Val dan Zhu Rey.
"Eh..apa itu?" Xiu Xin menyipitkan matanya.
Melihat dua sosok mungil yang tak asing, dia melihat nya! Sisi lain dari anak kecil yang imut. Yuan Gang memperhatikan tingkah laku Val seperti tengah menjerat leher iblis dengan sebuah tali.
"Hey serius itu iblis?"Tanya Yuan Gang.
"Ini pertama kalinya aku melihat iblis tapi tidak seseram yang ada di buku dongeng." Xiu Xin mencoba mencondongkan badannya sedikit kebawah untuk bisa melihat.
"Dia iblis tingkat rendah."Ucap Hong Li."Menurut buku yang pernah ku baca kebanyakan iblis tingkat rendah sangat lemah tapi dilihat dari wujudnya dia sudah berevolusi ke tingkat menengah."
"Zhu Rey tampak mengerikan! Lihat tangannya."Teriak Hong Li mendadak.
Tangan yang lebih mirip dengan cakar bersisik, kuku panjang berwarna hitam. Mereka berlima menelan ludah seperti nya ada hal yang seharusnya tidak boleh mereka ketahui.
__ADS_1
"Mereka bukan manusia." Cun Myung menatap kedua anak kembar itu was-was.
Dia mendarat tak jauh dari tempat Val dan Zhu Rey. Agar tidak curiga bahwa mereka mengetahui rahasia kedua anak kecil itu.
"Lalu apa? Iblis juga?" Tanya Yuan Gang.
"Kemungkinan besar begitu."Timpal Xiu Xin.
Mereka bergerak pelan, saat hendak mendekati kedua anak kembar itu. Val membakar jasad iblis itu sambil mendumel keras.
"Kenapa harus ada iblis di dunia ini? Aku tidak berpikir akan bertemu dengan mereka."
"Sudahlah kita harus cepat ketempat tujuan kita, sebelum semua orang sampai disana." Zhu Rey merangkul Val dan mengajak gadis kecil itu pergi.
"Ah kamu benar, kita harus bergerak cepat mereka tidak boleh mengetahui perubahan itu."
"Setelah itu terjadi, apa kau akan pergi menemui keluarga angkat mu?"
"Hanya sebentar, setelah pamit pada mereka kita akan langsung pergi."
"Tapi setidaknya habiskan saja masa pembelajaran kita disini."
"Tidak, aku sangat tidak sabar tau?"
"Ya sudahlah aku akan menuruti kemauan mu saja."
Percakapan mereka berhenti begitu saja, membuat Cun Myung keluar dari tempat persembunyiannya. Di ikuti oleh Hong Li, Yuan Gang dan Xiu Xin.
"Mereka tampak berbeda dari yang kita lihat selama ini."Hong Li menyibak rambutnya dengan frustasi.
"Bagaimana jika mereka menghancurkan sekte?" Xiu Xin menggigit bibir bawahnya dia sangat takut jika itu terjadi.
"Itu tidak mungkin mengingat sifat Zhu Rey yang tak peduli dengan apapun selain Val, lalu Val yang sangat menyukai peac dari kantin." Yuan Gang tersenyum lebar.
Platak...
Cun Myung memukul kepala Yuan Gang keras."Bukankah barusan tadi Hong Li bilang sikap mereka selama ini berbeda? Tidak mungkin mereka tidak menyerang sekte hanya karena hal bodoh seperti itu."
Keempat anak itu membatu saat mendengar suara tak asing, sosok gadis kecil imut dengan wajah polos muncul dibelakang mereka. Dibelakang gadis kecil itu ada anak lelaki tengah memamerkan cakar hitam dengan kuku runcing yang panjang, serta senyum lebar yang menyeramkan.
"Zhu Val?! Zhu Rey?!" Teriak Cun Myung, Xiu Xin, Hong Li, dan Yuan Gang terkejut setengah mati.
"Kalian menyebalkan, Val tidak suka kalian lagi."Val menggembungkan kedua pipinya kesal.
Zhu Rey memutar kedua bola matanya jengkel, sikap konyol Val kembali muncul padahal tadi terlihat sangat kejam dan berwibawa.
"Ehhh...Val kami tidak akan memberitahu siapa pun kok!" Seru Xiu Xin ketakutan.
"Kami pandai menjaga rahasia."Kata Hong Li mencoba meyakinkan anak kecil yang lugu didepannya.
"Percayalah kami akan menjaga rahasia ini."Ujar Cun Myung.
Zhu Rey menatap Val meminta keputusan gadis kecil itu. Val tersenyum senang."Syukurlah kalau kalian ingin seperti itu, Val tidak perlu lagi memotong leher manusia lagi."
Gadis kecil itu benar-benar tidak waras,"Omong-omong Val kenapa kau pergi mendahului kami?" Tanya Xiu Xin mengalihkan topik pembicaraan mereka.
Zhu Rey mengubah tangannya seperti manusia pada umumnya. Dia menghela nafas lalu duduk dibawah pohon sambil mengawasi mereka.
"Ckckck, ini sangat merepotkan." Gumam Zhu Rey.
Dia mengingat sesuatu kenapa dikelompok anak kelasnya tidak ada Chang Yi? Omong-omong,anak itu tidak kelihatan sejak Xiu Xin telah mentraktir mereka makan di kantin.
"Val dan Zhu Rey harus bergegas menuju kesebuah tempat."
"Kami ingin ikut! Kami khawatir kalian terluka." Tegas Cun Myung."Mengingat kalian masih kecil kami tidak tega membiarkan kalian pergi berdua."
"Apa itu alasan kalian menyusul Val dan Zhu Rey?" Val memiringkan kepalanya, dia tidak percaya dengan teman-teman nya.
"Sebenarnya kami mencari mu karena Shui Sharon menyadari kalian berdua hilang, mereka khawatir." Ucap Hong Li jujur dan mereka tidak sengaja melihat hal yang seharusnya tidak boleh mereka lihat.
__ADS_1
Val mengerut kening, dia tidak ingin berhubungan dengan Shui Sharon dan Feng Wuxie. Kedua anak itu cukup merepotkan karena dia tidak merasa bebas sama sekali.
Mereka terlalu memperlakukan Val seperti anak kecil."Lebih baik kalian kembali ke rombongan kalian, kami tidak mau bergabung itu cukup merepotkan." Ketus Zhu Rey tanpa ekspresi.
Cun Myung merasa kedua anak itu tak suka dengan anak kelas farmasi."Tidak, kami tidak suka bergabung dengan mereka."
"Mereka terlalu penakut, mereka juga menyebalkan terlalu merepotkan membangun tenda dan kita seperti sedang berkemah."Hong Li memperlihatkan ekspresi tak suka nya mengingat banyak hal yang membuat nya kesal.
"Biarkan kami mengikuti kalian, bagaimana pun kalian bagian dari kami." Ucap Xiu Xin tegas.
Val menatap keempat anak itu begitu lama, jika anak-anak itu ikut dengan mereka maka mereka akan mengetahui sebuah rahasia besar.
"Tidak apa-apa ini sangat menguntungkan jika menyuruh mereka berjaga sementara kita berevolusi bukankah bagus? Lalu kita bisa menghapus ingatan mereka jika ada hal yang membuat mu tidak nyaman."Kata Zhu Rey menggunakan telepati nya.
Alis kanan Val terangkat dia tersenyum senang."Baiklah, Val mengizinkan kalian bergabung dengan Val." Gadis itu menepuk tangan nya keras.
Sementara keempat anak itu menghela nafas lega. Mereka harus bertahan hidup tidak apa-apa berdampingan dengan iblis. Yang terpenting mereka bisa bebas melakukan apa yang mereka mau tanpa adanya aturan dari kelas lain.
"Terimakasih! Val memang anak yang baik."Xiu Xin memeluk Val gemas.
Dia seakan lupa dengan rasa takutnya, tapi berbeda dengan ketiga temannya yang mematung ketakutan. Tapi melihat Val tertawa lepas mereka merasa lega.
"Jadi Kau akan pergi kemana?" Cun Myung bertanya pada Zhu Rey.
Anak lelaki itu tampak begitu penasaran."Kita akan pergi kepadang rumput kabut sebelum kelas Farmasi sampai lebih dulu dari kita."
"Tempat tujuan ku hanyalah tempat terakhir kita bertemu dengan anak kelas lain, kami berencana sampai sebelum mereka semua mendahului kami." Jelas Zhu Rey.
"Kenapa kau ingin mendahului semua murid disini? Ini sangat aneh...mpp?!" Mulut Hong Li tertutup oleh tangan milik Yuan Gang.
"Abaikan perkataan nya." Kata Yuan Gang pelan.
"Tidak apa-apa, kalian tidak perlu tahu yang pasti jika sampai disana kita bisa mendapatkan banyak tumbuhan sihir yang banyak dan langka sebelum diambil seseorang." Zhu Rey memberikan jawaban yang masuk akal.
"Baiklah kami akan mengikuti kemauan kalian berdua." Angguk Hong Li.
Xiu Xin hanya mengacung kan jempolnya sebagai tanda dia setuju.Dengan semangat Yuan Gang mengangkat tubuh Zhu Rey dan menggendong nya di antara tengkuk lehernya.
"Hei kenapa kau memperlakukan ku seperti anak kecil?" Tanya Zhu Rey.
"Kau kan memang anak kecil." Sahur Yuan Gang.
"Ayo kita pergi, Bukankah kita harus sampai lebih dahulu dari yang lain." Cun Myung memanggil bintang kontraknya.
Mereka semua naik, tapi anehnya binatang kontrak Cun Myung tidak mau terbang.
"Haaah... Lagi-lagi dia seperti ini." Cun Myung menepuk kepala elang nya.
"Apa dia mengambil karena ditunggangi oleh enam orang?"Tanya Hong Li.
"Seperti nya begitu."Ucap Cun Myung.
"Tidak ada pilihan lain selain jalan kaki." Kata Xiu Xin muram.
"Tidak perlu, aku, Val dan Xiu Xin akan menaiki budak kontrak nya Val." Kata Zhu Rey.
Dia menepuk tangan nya tiga kali, Zhu Xie muncul dengan mata panda."Kenapa kau memanggil ku disaat yang tidak tepat."
"Kau menyalahkan Val?!"
Mendengar nada tinggi Val, spontan Zhu Xie mengerjapkan matanya beberapa kali. Ternyata yang didepannya majikannya bukan kah tadi yang memanggilnya Zhu Rey?
"Wow Cheetah! Aku tak menyangka kalian sangat hebat." Yuan Gang bersorak kagum.
"Anak manis Val ku sayang, Zhu Xie tidak berani menyalahkan Val." Ucap Zhu Xie takut saat mendapati tatapan nyalang dari Zhu Rey.
"Patuh lah Zhu Xie aku tidak peduli kau sedang sengsara." Zhu Rey melompat ke punggung Zhu Xie.
Dia mengulurkan kedua tangannya kearah Val, tanpa ragu Val melompat kearah Zhu Rey. Dengan sigap pemuda itu menangkap nya. Membuat Cun Myung kagum dengan kekuatan Zhu Rey.
__ADS_1
Lalu Xiu Xin diminta untuk pindah dan duduk dibelakang Val. Mereka segera berangkat tak mau membuang waktu mereka lagi.