The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Hadiah


__ADS_3

Hua Hyungi tak percaya mendengar penuturan cerita dari Tjong Yong, dia menyesal kenapa tak ikut masuk untuk menangkap Phoenix? Saat ini Phoenix tidak ada lagi didunia manusia. Mereka punah Phoenix terakhir kali muncul 100 tahun yang lalu. Beberapa catatan sejarah mengatakan bahwa Phoenix terakhir menghilang dari dunia manusia.


"Kau sangat beruntung nak bisa melihat Phoenix itu."Hua Hyungi menghela nafas.


Wajahnya terlihat lesu lalu saat dimensi Kunlun terbuka lagi dia harus pergi kedalam sana, untuk melihat Phoenix yang legendaris.


"Anu Ketua Sekte, saya harus pergi untuk berkemas."Kata Tjong Yong.


Hua Hyungi mengibaskan tangan kanannya."Pergilah, katakan pada Shang Jun untuk tidak serakah lagi."


"Baik, Ketua Sekte."


Sepeninggalan Tjong Yong, Hua Hyungi menatap ke pojok ruang kerja nya. Ketua Sekte Hongzhi menampakkan dirinya dengan ekspresi serius.


"Kau ingin membuka dimensi nya secara paksa? Aku akan membantu mu."Ucap Su Luan.


"Aku tidak mengatakan hal seperti itu,"Kata Hua Hyungi cemberut.


"Haaah... Terserah mu aku akan pergi menemui Val."Su Luan keluar dari ruang kerja Hua Hyungi.


"Hei! Sayaaang kenapa kau tidak menemani ku lebih lama?" Teriak Hua Hyungi.


"Aku tidak punya waktu untuk bermain-main dengan mu, kita sudah cukup tua."Cetus Su Luan kesal.


Mata Hua Hyungi berkaca-kaca, dia sudah tidak memiliki keturunan lagi. Dia mendengar putranya terbunuh oleh pria sial*n yang menghancurkan Sekte Hongzhi. Hua Hyungi berniat untuk mengambil Val sebagai ganti putra nya. Itu akan menjadi pelajaran berharga bagi Pria sial*n.


Di kamar asrama Val melihat Feng Wuxie dan Shui Sharon tengah mengemasi barang-barang mereka. Sementara Val hanya duduk diam diatas kasur, dia hanya memiliki baju seragam saja jadi tak cukup merepotkan.


"Val kemari."Panggil Zhu Rey.


"Ada apa?" Val mendekati Zhu Rey yang tengah berbaring di kasur Feng Wuxie.


"Chen Feng dan Weiheng berada di kantong ruang kakak mu, kau lupa mengeluarkan mereka."Bisik Zhu Rey.


Mata Val terbelalak lebar, dia tidak tau itu. Kapan kedua seniornya ada didalam sana?


"Ang Bei dan Dun Ming yang membawa mereka,"Jelas Zhu Rey saat melihat ekspresi Val.


"Apa yang harus Val lakukan?"


"Aku akan mengurus hal itu, kemarikan benda itu."Zhu Rey meminta kantung ruang penyimpanan.


Tanpa sungkan Val memberikan nya."Jangan disini pergilah ke tempat yang sepi."


"Aku tau, aku tidak bodoh seperti mu."Cibir Zhu Rey langsung pergi.


Val berguling-guling di kasur Feng Wuxie, dia memikirkan bagaimana caranya untuk segera bertemu dengan keluarga nya. Apa saat ini dia belum cukup kuat? Padahal menurut Val dia sudah kuat.


"Val, kau akan berlibur kemana?"Tanya Shui Sharon mendadak.

__ADS_1


"Val hendak menemui beberapa orang."Jawab Val saat teringat dengan Zu Ji Shi.


"Kau menanyakan hal bodoh Shui Sharon, Val pasti pulang kerumahnya untuk menemui keluarganya."Feng Wuxie duduk di pinggir kasur.


"Keluarga?"Val memiringkan kepalanya.


Sesuatu menyengat hatinya, sebenarnya dia tidak memiliki keluarga kandung sejak awal dia tercipta. Itu menyedihkan mengingat Val ditolak oleh orang yang membawanya kedunia. Beberapa kali Val dilahirkan kembali dalam perut yang sama.


Beberapa kali Val dicampakkan, tangannya saja tak pernah tersentuh sama sekali. Dia hanya disentuh saat pertama kali melihat dunia. Kemudian orang lain yang menyentuhnya hingga akhir hayat.


"Iya, omong-omong aku tidak tau kau berasal dari mana."Ucap Feng Wuxie.


"Apa kau berasal dari benua lain? Karena mata mu tidak umum dibenua ini."Kata Shui Sharon bersemangat.


"Val tidak tau."Balas Val pelan."Val berasal dari desa terpencil."


"Ah, ternyata begitu."Gumam Shui Sharon.


Kreet...


Pintu kamar mereka terbuka, Su Luan muncul dari balik pintu. Val mencium bau Su Luan.


"Bibi Su!" Seru Val senang.


"Ketua Sekte."


Shui Sharon dan Feng Wuxie memberikan salam, Su Luan menatap heran pada Val. Kenapa gadis kecil itu menutup kedua matanya.


"Benar, kami sudah selesai berkemas, apa anda meminta kami kembali ke Sekte terlebih dahulu?"


Feng Wuxie berdoa semoga dia tidak kembali ke Sekte, dia merindukan keluarga nya.


"Hoho.. tentu saja tidak, aku kemari untuk bertemu Val."


"Apa Bibi Su ingin membicarakan sesuatu dengan Val?" Tanya Val cepat.


"Iya, Nak kau akan pergi kemana? Mau menghabiskan liburan dengan ku atau kau punya rencana sendiri?"Tanya Su Luan.


Shui Sharon mengerut kening, sebenarnya siapa Val? Kenapa Ketua Sekte begitu peduli pada adik seperguruannya.


"Val akan menemui seseorang bersama Zhu Rey, maaf Bibi Su mungkin lain kali Val akan menghabiskan banyak waktu bersama Bibi."Jawab Val sedih.


Bibi Su pasti kesepian, tapi Val harus bertemu dengan Zu Ji Shi dan pasangan Zu itu. Mereka pasti khawatir dengan nya dan Val tidak mengirim kabar sama sekali.


"Tidak apa-apa Val, Bibi hanya takut kau tidak tau akan pergi kemana."Su Luan mengusap kepala Val lembut."Apa kau membutuhkan kereta? Jika iya aku akan mencarikan kereta untuk mu."


"Val tidak tau butuh atau tidak, Bibi lebih baik menanyakan hal itu pada Zhu Rey."


"Baiklah Bibi mengerti, nah ini hadiah tahun baru untuk mu."Su Luan memberikan tas kain.

__ADS_1


"Kau harus membuka nya saat malam tahun baru."Bisik Su Luan."Jadi simpan itu baik-baik."


"Wah..."Val tidak menyangka akan mendapatkan hadiah.


Matanya berkaca-kaca melihat kain yang membungkus sesuatu, ini pertama kali dia mendapatkan hadiah dari seseorang.


"Te-terimakasih Bibi Su."Ucap Val senang dia berharap air matanya terserap dengan baik oleh kain penutup mata.


"Hahaha...tidak perlu berterimakasih, ini untuk Kalian juga."Su Luan memberikan kain yang membungkus sesuatu pada Feng Wuxie dan Shui Sharon.


"Terimakasih Ketua Sekte."Kata Shui Sharon dan Feng Wuxie serempak.


Su Luan tertawa dia memutuskan untuk segera pergi, dia berharap murid-murid nya menikmati waktu liburan mereka.


"Aku tidak menyangka akan mendapatkan hadiah tahun baru dari Ketua Sekte."Shui Sharon mengangkat tinggi-tinggi hadiahnya.


Menatap benda itu dengan sorot mata berseri-seri. Feng Wuxie tersenyum tipis melihat hadiah yang dipegang nya. Mereka semakin menyukai Ketua Sekte, ini hal yang langka selama ini Ketua Sekte pada umumnya.


Akan memberikan penghargaan atau hadiah untuk murid yang berhasil menoreh prestasi. Tapi Su Luan berbeda dengan para Ketua Sekte Lainnya.


"Val aku akan pergi ke kantin."Ucap Shui Saron saat merasa perutnya lapar.


"Aku akan pergi dengan mu."Sela Feng Wuxie.


"Val tidak akan ikut."Kata Val cepat.


"Kau mau ku belikan sesuatu?"Tawar Shui Saron.


"Apa Val boleh meminta di belikan buah Peach?"Tanya Val senang.


"Tentu."Angguk Shui Saron.


"Kalau begitu, diam disini kami akan segera kembali."Feng Wuxie langsung menyeret Shui Saron pergi.


Sekarang hanya Val yang tersisa di kamar, gadis itu mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanan milik Zhu Rey.


"Tidak ada koin emas, hanya perak dan silver."


"Aku membutuhkan uang untuk pergi ke benua sebelah,"Sorot mata Val terlihat redup.


Gaya bicaranya berubah dia menjadi dirinya sendiri, bukan anak kecil yang kekanakan.


"Apa aku harus memoroti ayah Zu Ji Shi? uang yang diberi oleh Alyosh saja aku tidak tau masih ada atau tidak, nanti aku harus menanyakan hal itu pada Kak Long dia yang memegang uang nya."Ucap Val serius.


Kata Keluarga menari-nari dipikirannya, Val mencoba menepis pikiran itu. Tapi cukup sulit menepis nya. Val tidak harus bersedih Alyosh dan Zhu Yan adalah keluarga nya. Lalu ada kedua orang tua Zu Ji Shi juga. Ada Kakak Long dan Zhu Rey untuk apa dia bersedih?


Tapi tak dipungkiri Val merasa dirinya menyedihkan, dia tak tau wajah orang tua kandungnya seperti apa saat ini. Dia hanya ingat wajah ibunya di kehidupan sebelumnya, dia selalu berada dalam dunia yang sama dengan ibunya. Jadi hafal tapi bagaimana dengan ayahnya? Dia tidak ingat dengan wajah ayahnya.


Wajah sang ayah tak pernah terlukis di benak Val, yang di ingat hanya ayah-ayah tiri. Dia berharap tuhan tak perlu mempertemukan dirinya dengan orang tua kandungnya. Di kehidupan ini, itu hanya membuat nya hancur. Mengingat reputasi ibunya didunia ini cukup terkenal dia juga tidak tau ibunya masih hidup atau tidak.

__ADS_1


"Val, apa kami terlalu lama meninggalkan mu?"Tanya Zhu Long muncul dari balik pintu kamar bersama Zhu Rey dan Wa Di Xiang.


Mereka terkejut melihat rambut Val yang acak-acakan, Val tidak menyadari tangannya mengacak rambut nya sendiri. Gadis itu terlalu frustasi dia memutuskan untuk tidak memikirkan masa lalunya lagi.


__ADS_2