
Pagi-pagi buta di kamar Val terjadi keributan, Val terkejut dengan dengan wujudnya yang tak biasa. Dia berteriak seperti orang gila pada Zhu Long, tapi yang terdengar hanya suara anak ayam.
"Pik! Pik,pik,piiik!"
"Ugh? Val kau berisik terus ini masih pagi kau tau?"Zhu Long mengucek matanya yang berat.
"Pik... Katakan apa yang terjadi pada Val."seru Val sambil menuding Zhu Long, tanpa gadis itu sadari dia bisa berbicara normal.
"Hwaaaaa suara Val berubah seperti anak ayam juga piik!"
"Jangan menangis Val kau sudah besar."Zhu Long menatap Val kesal.
Dia menyingkirkan selimut dan memperhatikan Val, tubuh Val belum menjadi normal. Tangannya meraih Val dengan lembut dan menaruhnya di bahu.
"Ayo kita sarapan, tidak perlu mandi lagi."ucap Zhu Long.
Wajah Val terlihat cemberut, Zhu Long tidak peduli dengan itu. Mereka berdua pergi ke tempat makan, tapi dia tak sengaja mencuri dengan pembicaraan awak kapal.
"Sebentar lagi kita akan melewati tempat terkutuk itu, ugh aku masih takut."
"Tenang lah kali ini pasti bisa selamat tanpa memakan korban lagi."
"Memang nya di kapal ini ada seorang master huh??"
"Bisa saja."
Mendengar itu telinga Val dan Zhu Long membesar, mereka berdua menjadi penasaran.
"Tempat apa yang mereka maksud?"tanya Val kepo.
"Mungkin tempat yang di maksud adalah tempat spirit laut berada."jawab Zhu Long sambil mengingat sesuatu.
"Apa mereka sejenis gurita? Biasanya di banyak cerita akan ada gurita raksasa di dalam laut."kata Val menggebu-gebu.
"Itu tidak sepenuhnya benar."Zhu Long tertawa geli.
Mereka berdua tiba di ruang makan, ada banyak orang sudah mengisi meja.Yang tersisa hanya meja di sudut ruang, dihuni oleh dua orang saja.
__ADS_1
"Aku tidak berharap duduk dengan manusia beruban."cetus Zhu Long tanpa sadar.
Val menatap Kakaknya, dia merasa Zhu Long tidak suka dengan lelaki tua dan murid nya itu. Val juga tidak menyukai mereka karena, mereka berburu spirit di hutan Mangrove.
"Val takut ketahuan."Val melompat masuk kedalam saku baju Zhu Long.
"Aku juga berpikir sama dengan mu."Zhu Long mengambil nampan yang berisi piring mangkuk dan gelas.
Dia berjajar di barisan orang-orang didekat meja makanan siap saji. Beberapa kru dapur mengisi nampan yang mereka bawa. Setelah selesai mengantri,Zhu Long hendak kembali ke kamarnya bersama makanan ditangan.
"Tuan Muda, anda harus memakan makanan nya disini itu peraturan nya."ucap seorang kru dapur.
"Hah, baiklah."mau tak mau Zhu Long mendekati meja disudut ruang.
"Boleh saya duduk disini?"
Lelaki tua dan pemuda disampingnya mendongak menatap Zhu Long, mereka terdiam lalu mengangguk menyetujui.
"Silahkan, meja ini belum penuh."jawab Lelaki berambut putih dengan wajah ramah.
"Terimakasih."
....
Sarapan berlangsung dengan cepat, kini Val berdiam diri didalam saku Zhu Long sambil mengintip pemandangan laut. Saat ini mereka berada di luar kapal, duduk di kursi dengan bosan.
"Kau yakin Val tidak mau masuk kedalam?"
"Tidak Val masih mau disini, katanya sebentar lagi kita akan melewati wilayah spirit laut."
"Itu benar, tapi mereka hanya akan merusak telinga mu saja."
Val tidak percaya dengan perkataan Zhu Long, dia menatap kabut yang semakin menghampiri kapal. Beberapa detik kapal yang dinaiki oleh Val berusaha mengganti arah. Seakan ada bahaya di depan yang menanti mereka semua.
"Para penumpang diharapkan untuk cepat masuk kedalam kapal! Zona merah akan mendekat! Jika tidak mendengarkan instruksi dari kami, kami tidak akan bertanggungjawab atas kecelakaan yang menimpa anda semua!"teriak seorang kru kapal di pintu masuk.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Seperti nya kita akan melewati zona merah yang terkenal itu."
"Aku harap tidak terjadi apa-apa."
"Firasat ku tentang itu sangat buruk."
Zhu Long bangkit berdiri, dia mengikuti sekelompok orang yang hendak masuk kedalam kapal. Val memperhatikan kabut yang semakin tebal mendekati kapal dengan cepat.Setelah semua penumpang masuk, para kru buru-buru menutup pintu kapal. Semua penumpang di kumpulkan dalam ruangan luas tanpa perabotan sedikitpun.
"Jangan panik ikuti perintah kami agar kita selamat."
Kapten kapal masuk kedalam ruangan dan menatap semua orang dengan raut wajah muram, membuat Val merasa ada sesuatu yang mengganjal. Apa spirit laut sangat kuat hingga mereka ketakutan seperti akan berakhir malam ini?
"Kalian sudah tau kan tentang monster air? Seharusnya kita tidak melewati zona merah jika dilihat dari peta, kami semua sudah memilih rute khusus agar tidak melewati zona merah."tutur sang kapten.
Val mendengarkan secara seksama, dia penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh Kapten kapal.
"Zona merah ini seperti nya baru terbentuk, dan kita bahkan tidak tau kapan terbentuk nya sarang spirit beast disini."
"Apa kita akan mati disini? Kami tidak ingin mati!"
"Tenanglah, Kami semua sudah berusaha keras agar perjalanan ini berjalan lancar."
"Tolong putar balik sekarang! Kami semua tidak mau mati!"teriak beberapa pedagang lelaki paruh baya.
Kebanyakan disini penumpang nya adalah seorang pedagang, lalu pendekar bayaran yang tak seberapa jumlahnya. Mungkin ada juga pendekar dengan status tinggi.Val merasa ada sesuatu tak mengenakan mendekati kapal secara perlahan.
"Tuan, kita sudah terjebak disini mustahil untuk menggerakkan kapal yang sudah terjangkau oleh zona merah."
Brak....
Sesuatu menabrak kapal hingga beberapa bagian kapal hancur, lebih sialnya nya lagi tempat dimana semua orang berkumpul. Beberapa orang terhantam puing-puing dinding kapal yang hancur. Semua orang menahan diri dari angin kencang yang menerobos masuk.
"Ugh... Apa ini?"
"Te-tengkorak!"
Semua orang terkejut melihat beberapa tengkorak hidup, muncul didepan mereka semua. Seakan-akan mereka saat ini tengah dalam mimpi buruk yang mendalam.
__ADS_1