
Sekte Hua San berada dalam urutan 5 besar dari 10 sekte terkenal, ketua sekte generasi saat ini bernama Hua hyungi. Sekte Hua San sendiri dibangun oleh leluhur klan Hua secara turun temurun penerus klan Hua lah yang akan memimpin sekte Hua San di setiap generasi nya.
Kini Lelaki berusia 40 tahun tengah duduk di tempat kebanggaan Sekte Hua San. Tempat duduk yang di khususkan untuk Ketua sekte.
"Apa kau penasaran dengan murid yang dikirim oleh teman ku?" Hua Hyungi tersenyum misterius.
Tetua Wei hanya bisa mengangguk, dia sudah melihat anak-anak kecil itu. Saat melihat mereka entah kenapa dirinya seperti melihat sesuatu yang ingin memakannya.
"Tidak, saya sudah melihat nya sendiri." Tetua Wei tertawa canggung.
"Hahaha aku juga tau kau pasti merasakan hal berbeda pada diri mereka." Hua Hyungi tertawa kencang.
Mendadak terdengar suara ketukan pelan, Hua Hyungi berhenti tertawa dia berdeham lalu mempersilahkan muridnya masuk. Dia sudah tau Chen Fen lah yang mengetuk pintu aula rapat sekte.
Shui Sharon merasa gugup ini pertamakali nya dia menemui orang besar dari sekte lain. Feng Wuxie merasakan temannya sangat gugup dia memutuskan untuk menggenggam tangan Shui Sharon. Biarpun kepribadian mereka yang bertolak belakang mereka berdua selalu ada untuk satu sama lain.
"Chen Fen memberi salam kepada ketua Sekte."Chen Fen membungkukkan badan.
Sontak Val dan Zhu Rey bersama Weiheng, Shui Sharon.Serta Feng Wuxie ikut memberikan salam.
Ketua sekte Hua San mengangguk dia meminta muridnya untuk berdiri dengan tegak, Chen Fen murid pertama yang dimiliki nya tidak pernah mengecewakan dirinya. Saat diberikan tugas untuk menjemput murid teman nya muridnya itu melakukan nya dengan baik.
"Selamat datang di sekte Hua San, saya ketua sekte Hua San seperti yang dikatakan oleh Ketua Sekte Hongzhi kalian akan belajar disini selama lima tahun, setelah itu kalian bisa kembali ke sekte Hongzhi." Hua Hyungi menatap anak-anak kecil didepannya.
Suaranya berubah menjadi dingin."Maka dari itu lebih baik kalian belajar disini dengan serius agar bisa mendapatkan pencapaian yang membuat ketua sekte kalian bangga, jangan menyia-nyiakan kesempatan ini."
Feng Wuxie menggigit bibir bawahnya, dia juga tahu untuk tidak menghancurkan kepercayaan ketua sekte pada nya. Kenapa ucapan sekte Hua San seperti meremehkan dirinya dan teman-teman nya. Meksi bermaksud baik untuk mengingat kan hanya saja itu sangat menyesakkan.
"Terimakasih atas nasihat yang ketua sekte berikan, kami akan belajar disini dengan baik agar tidak menghancurkan harapan ketua sekte kami."Tegas Feng Wuxie.
Shui Sharon yang mendengar akan hal itu ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Feng Wuxie. Dirinya menjadi berapi-api kenapa ketua sekte Hua San meremehkan mereka? Seakan-akan mereka akan melakukan hal sia-sia disini.
"Baiklah, Chen Fen antarkan mereka keasrama mereka lalu Wiheng ada sesuatu yang ingin ku katakan pada mu tetaplah disini."
"Baik ketua Sekte." Weiheng menyetujui nya.
Chen Fen membawa junior kecilnya pergi ke bukit lain. Tempat dimana asrama murid biasa berada. Pengurus asrama juga menyambut mereka.
"Anda ingin menempatkan keempat anak ini disini?"
"Ya ini perintah dari ketua sekte."Chen Fen mengangguk.
Pengurus asrama menghela nafas, ini pertama kalinya ketua sekte menerima murid dari sekte lain. Bahkan sekte dari urutan pertama besar saja ditolak olehnya mentah-mentah.
"Lalu berikan mereka seragam murid tahun pertama, biarpun mereka tidak mengikuti ujian Namun, ketua sekte berbaik hati untuk hal itu."
Sungguh mengejutkan, sebenarnya apa kepala ketua sekte Hua San terbentur sesuatu sampai-sampai bersikap begitu baik pada murid dari sekte lain. Pengurus asrama sangat tidak menduga hal itu.
"Saya akan mengurus hal itu dengan baik."
Chen Fen tersenyum puas, gurunya telah menyampaikan hal itu padanya sebelum dia menjemput murid sekte Hongzhi.
"Kalau begitu saya pergi dulu, kalian tidak boleh membuat onar disini."
Zhu Rey merasa tersinggung dengan ucapan Chen Fen, dia bukan orang yang suka membuat onar dimana pun dia berada.
"Terimakasih senior kami tidak akan membuat onar." Feng Wuxie membungkuk badannya.
Diantara keempat anak itu seperti nya Feng Wuxie lah yang paling dewasa menurut Chen Fen. Sedangkan gadis berambut perak tampak memusuhi dirinya itu terlihat dari sorot mata Val saat menatap dirinya.
"Iya." Chen Fen tersenyum canggung lalu pergi meninggalkan mereka.
Pengurus asrama menepuk tangannya untuk menarik perhatian keempat anak kecil didepannya. Shui Sharon mendongak melihat pengurus asrama dengan tatapan tidak suka.
"Saya akan membawa kalian ke kamar kalian, karena disini tersisa satu kamar jadi terpaksa kalian tidur bersama." Ucapnya dia melirik Zhu Rey dengan sinis.
"Tapi bukankah tidak baik anak perempuan dan laki-laki satu kamar?" Tanya Feng Wuxie pelan.
Wajah pengurus asrama terlihat tidak begitu bersahabat." Seharusnya kalian bersyukur memiliki tempat tidur disini! Orang seperti kalian yang masuk dengan jalur belakang sungguh memuakkan."
"Kau!" Teriak Shui Sharon kesal.
Kenapa pengurus asrama sangat mendiskriminasi mereka? Mereka juga tidak berharap masuk dengan mudah.
"Seperti nya anda tidak suka dengan kami."
Kali ini Val ikut berbicara, Pengurus asrama melirik kearah Val. Gadis berpenampilan mencolok bahkan aura keanggunan nya terpancar dari nya. Seakan mengatakan bahwa dirinya berasal dari kalangan atas.
__ADS_1
"Bukan saya tidak suka hanya saja..."
"Tidak perlu kau ucapkan pun aku tau lebih baik kau antarkan kami ke kamar, apa kau tidak lihat kami kelelahan?"
Zhu Rey ingin ini semua cepat berakhir, dia merasa muak dengan sifat manusia didepannya. Pengurus asrama menggeram kesal dia juga tidak mau berurusan dengan anak kecil dalam waktu yang lama.
"Ikuti saya," katanya.
Pada akhirnya mereka dituntun ke kamar yang akan mereka tempati. Dan hal mengejutkan kamar itu hanya terisi tiga kasur! Sedangkan mereka ada empat orang.
"Saya pergi dulu, lalu nanti akan ada orang datang kemari mengantarkan seragam kalian." Tanpa menunggu jawaban Pengurus asrama pergi begitu saja.
Feng Wuxie menutup pintu kamar, Shui Sharon terlihat histeris dia berteriak-teriak ini tidak adil. Mereka butuh empat kasur bukan tiga.
"Aku tidak suka ini! Bagaimana bisa dia meremehkan kita bahkan harus sekamar dengan Zhu Rey!" Teriaknya sambil melompat ke salah satu kasur kecil.
"Bahkan tidak empuk sama sekali."
"Kau sangat brisik, seseorang yang tinggal dikamar sebelah akan marah kepada kita jika kau begitu brisik." Feng Wuxie duduk disamping Shui Sharon.
"Tapi kan..."
"Shui Sharon kau tidak perlu bersikap begitu, kalian berdua bisa tidur dimasing-masing kasur itu lalu Val akan tidur bersama Rey." Zhu Val mencoba menenangkan Shui Sharon.
Tentu saja kedua anak gadis itu terkejut mendengar nya."Tapi Val bagaimana jika dia melakukan sesuatu pada mu?"
Zhu Rey tertawa mendengar nya."Kau berharap apa sih? Val adalah saudara ku kami tidak akan melakukan hal buruk."
"Cih, aku tidak percaya dengan ucapan mu." Cibir Shui Sharon.
Zhu Rey duduk diatas kasur dia menepuk kasur itu berulangkali. Val melihat nya paham bahwa pemuda itu menyuruhnya untuk merebahkan diri disamping nya.
"Tidur lah kau lelah bukan? Aku akan menjaga mu seperti biasanya."
Val berlari dan melompat kearah Zhu Rey, pemuda itu tidak terkejut sama sekali. Kebiasaan buruk Val tidak pernah hilang meskipun gadis itu berpisah dari keluarga nya.
Dengan sigap Zhu Rey menangkapnya."Hei lain kali jangan lakukan ini , apa kau tidak malu dilihat oleh manusia-manusia buruk disini?"
"Siapa yang kau panggil manusia buruk?!" Teriak Shui Sharon emosi.
"Val sudah terbiasa seperti ini, Rey juga tidak keberatan dengan hal itu." Val terlihat bersemangat dia merebahkan dirinya dikasur menarik tubuh Zhu Rey untuk tidur sampingnya.
Val tertawa kaku lalu terdiam."Ya Val tidak melakukan hal itu pada orang lain, Val sangat lelah dan mengantuk."
Gadis itu menguap lebar, Zhu Rey memeluk Val dia menepuk pelan punggung gadis itu. Dan membiarkan gadis itu tertidur pulas.
Shui Sharon merasa di abaikan die memasang wajah ditekuk. Feng Wuxie hanya bisa pasrah saja.
"Terlalu awal untuk tidur."
"Ini masih sore kita bahkan belum makan." Shu Sharon meringkuk di atas kasur dia merasakan sakit pada perut nya.
Mendadak terdengar suara ketukan pintu, Feng Wuxie bergegas membuka pintu kamar. Sangat disayangkan tidak ada siapa pun hanya ada setumpuk baju diatas nampan.
Dia mengambilnya dan menutup kembali pintu dengan rapat.
"Apa itu seragam kita?"
"Iya." Feng Wuxie meletakkan nampan itu diatas kasurnya.
Sedangkan Shui Sharon beringsut mendekati nya. Dia meraih seragam itu dan mencocokkan nya di badan.
"Aku tidak menyangka seragamnya sangat indah bahkan cocok dengan ku."
Seragam murid tahun pertama berwarna putih dengan pinggiran biru muda, serta bersama corak awan. Bagian atas seragamnya terdapat rompi bersama kancing berbentuk awan.
"Kau terlihat menyukai nya."Kata Feng Wuxie saat melihat Shui Sharon tengah memeluk seragamnya.
"Tentu saja." Shui Sharon langsung meletakkan seragamnya dia memeluk lengan Feng Wuxie dan menatap teman nya dengan mata anjing.
"Feng Wuxie apa kau mempunyai makanan? Aku sangat lapar."
"Juru masak memberikan ku kotak makan tapi jangan habiskan semuanya, kotak itu ditas ku." Feng Wuxie menunjuk tasnya di sudut ruangan.
"Kau sangat baik! Aku menyayangimu." Sontak Shui Sharon memeluk Feng Wuxie kencang.
"Lepaskan! Aku mau tidur kau jangan kemana-mana tanpa sepengetahuan ku."
__ADS_1
"Aku mengerti." Shui Sharon mengangguk kali ini dia menurut karena Feng Wuxie memberikan dia makanan.
....
Zhu Rey terbangun dari tidurnya sebenarnya dia tidak membutuhkan tidur setiap hari seperti manusia pada umumnya.
Pemuda itu melirik kesamping nya, Val masih terlarut dalam tidur nyenyak. Tanpa ragu Zhu Rey mengangkat tangannya dan mengayunkan nya dengan cepat.
Plak..!!
"Ah! Sakit." Val terbangun dari tidurnya dia menggosok pipinya.
"Ini sudah pagi Val cepat bangun." Dengan cekatan Zhu Rey menarik Val dari kasur.
Dan mendorong gadis itu ke kamar mandi, Val masih saja tidak membuka matanya. Mau tidak mau Zhu Rey harus menyeka wajah Val dengan air dingin.
"Kau harusnya merasa terhormat cuci muka saja kulakukan untuk mu."
"Mmmmm..."
"Sampai kapan kau bersikap manja? Aku tidak bisa melihat mu terus begini bagaimana jika harimau putih dan naga sialan itu meneriaki mu karena tidak berubah sama sekali."Gerutu Zhu Rey.
Seharusnya Val jauh dari keluarga angkatnya membuat Val menajdi lebih mandiri. Namun, nyatanya sekarang Zhu Rey merasa menjadi babu. Padahal dulu dia suka menertawakan Zhu Long karena harus memandikan Val.
"Apa ini karma? Yah Harimau kecil itu pernah memukul ku dalam wujud telur hampir saja aku mati." Keluh Zhu Rey saat teringat sesuatu.
Sekarang dirinya harus memandikan anak gadis yang tidak tahu malu."Padahal kemarin kau tidak semanja ini."
"Ini bukan salah Val, Rey nya saja tidak menanyakan apakah Val mau mandi sendiri atau dimandikan." Balas Val kesal.
Dengan kasar Zhu Rey melempar Val ke bak mandi.
"REY!"pekik Val.
Tubuhnya terbentur keras dengan bak mandi, dia menatap Zhu Rey marah. Pemuda itu malah mengambil sampo dan memijat kepala Val tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Aku yakin kau akan malu jika mengingat hal ini saat besar nanti." Zhu Rey tertawa lepas.
"Rey menyebalkan Val benci Rey!"
"Katakan sekali lagi." Alih-alih marah tawa Zhu Rey semakin menjadi.
Kemudian berhenti tertawa, pemuda itu menunduk dan berbisik didekat telinga Val.
"Hey manusia bodoh kapan kau mandiri?"
Val menggembungkan pipinya."Suatu saat nanti."
"Aku tidak yakin, kau tidur saja harus bersama ku." Zhu Rey mengerut kening dia merasa menjadi bantal guling hidup Zhu Val. Gadis itu bahkan suka menendangnya saat tidur.
Di sisi lain Weiheng tengah bergegas pergi menuju asrama. Dia harus menjemput anak-anak kecil itu untuk mengantar mereka ke kelas. Dia tidak akan menyangka kehebohan akan terjadi di dalam kamar yang ditempati junior baru nya.
"Feng Wuxie kau taruh kemana seragam ku??"Teriak Shui Sharon keras.
"Bukankah kau menaruhnya di tas ?"Feng Wuxie menyahuti temannya.
Dia kembali meneruskan mandinya, sementara Shui Sharon tengah membuka tas Feng Wuxie.
"Duduk diam kau bahkan tidak bisa menyisir rambut mu!" Zhu Rey merasa pusing.
Selama ini dirinya tidak pernah menata rambut wanita. Rambut Val pun ditata oleh bibi Su, atau pun Chu Zu jika tidak Zhu Long lah yang menatanya sebelum harimau itu hilang entah kemana.
Val memasang wajah cemberut, entah kenapa hari ini Zhu Rey lebih galak dari biasanya.
"Kau itu anak gadis, tapi tidak bisa melakukan apapun bahkan menyisir rambut saja masih perlu bantuan dari ku." Zhu Rey menggerutu.
Brak....
"Anak-anak ayo kita pergi." Teriak Weiheng semangat.
Sangat disayangkan semangat nya luntur saat melihat juniornya masih sibuk dengan urusan pribadi, Zhu Rey yang menata rambut Val. Shui Sharon masih saja merapikan seragamnya saat sudah ditemukan. Dan Feng Wuxie masih mengeringkan rambut.
"Apa kalian semua kesiangan hah?!"
"Ya ampun senior, kami semalam tidak bisa tidur nyenyak karena kelaparan." Jawab Shui Sharon.
"Pengurus asrama tidak tau dimana kami juga harus menahan lapar."Cetus Feng Wuxie.
__ADS_1
Mendengar akan hal itu Weiheng merasa semakin dipusingkan,apakah pengurus asrama menganggap anak-anak ini remeh?
"Cepatlah sebentar lagi kelas pagi akan dimulai kalian tidak boleh terlambat."