
Shui Sharon tersenyum kaku, terkadang makhluk mungil didepannya berbicara layaknya seorang penguasa hebat yang memandang semua orang rendah.
______________________________________
Setelah kepergian Shui Sharon kedua anak kembar itu menoleh memergoki beberapa pasang mata yang tenga mengamati mereka seraya berbisik-bisik.
Teman sekelas mereka membatu saat dua pasang mata berwarna merah menatap mereka tajam. Mereka langsung kembali ke tempat duduk mereka masingmasing.
Val dan Zhu Rey memutuskan masuk kedalam kelas, semua orang diam-diam melirik keduanya membuat Val bergidik ngeri ini pertama kalinya dihujani begitu banyak tatapan dari semua orang.
"Hey, Zhu Val apa gadis itu dari kelas alkemis?"Gadis dengan rambut coklat setengah diikat itu menahan Val duduk di kursinya.
Val menatap gadis itu dia tidak tau namanya, kemarin semua orang saja tidak mengajaknya berkenalan atau berbicara. Sekarang mendadak ada satu orang yang mengajaknya berbicara.
"Iya,"Balas Val singkat.
"Kenapa dia berbicara dengan mu? Apa dia berencana untuk melawan kelas kami di pertandingan antar kelas?" Tanya nya kembali membuat Val berpikir bahwa gadis didepannya salah paham.
"Apa kau berhak mengetahui isi percakapan kami? Dia kesini mengantar kami apa kau buta? Aku tahu kau melihat kami datang bersama."Sela Zhu Rey dengan nada tak suka.
"Diam! Aku tidak berbicara dengan mu!" Gadis itu mendelik kearah Zhu Rey.
Val memberikan isyarat agar Zhu Rey diam"Dia meminta kami untuk menunggu dikelas jika kelas sudah selesai dia akan kemari menjemput kami, dan satu lagi dia tidak mengajak kalian untuk bertanding jadi kalian bisa tenang."
"Itu hal bagus, alkemis biasanya tidak mempelajari teknik ilmu beladiri mereka hanya bisa meramu obat."Angguk gadis itu senang.
"Kata siapa? Alkemis bisa bertarung dengan cara mereka sendiri tanpa ilmu beladiri pun mereka bisa melawan pendekar dengan elemen dan ramuan yang mereka buat."Sanggah Val.
Beberapa anak mulai berdiri dan menghampiri ketiganya."Beberapa hari lagi pertarungan antar kelas akan dimulai biasanya alkemis memiliki pertandingan nya sendiri, aku khawatir kelas kita akan kalah seperti tahun-tahun sebelumnya."
Ucap salah satu dari mereka, jika dihitung jari kelas ini hanya memiliki sedikit murid mereka awalnya ada 5 orang ditambah dengan Zhu Val dan Zhu Rey menjadi 7 orang.
"Tidak perlu khawatir kau tahu? Kita memiliki anggota baru siapa tau mereka berdua hebat."
"Mata mu hebat! Mereka masih kecil kena satu serangan saja pasti langsung di bawa ke balai pengobatan."
"Bagaimana jika kita menjadikan mereka sebagai penyemangat yang menyoraki kita?"
"Ide buruk, tapi itu lumayan bagus mereka masih lemah pasti tidak tahu cara bertarung."
Grrr...
Percakapan macam apa itu?! Zhu Rey dan Val tidak lemah! Meski mereka seperti anak kecil berusia lima tahun tapi mereka spirit beast yang kuat dan agung. Tidak lupakan tentang Val dia sama sekali tidak Agung bagi Zhu Rey.
"Kenapa kalian berdua tidak mau diam? Lupakan tentang pertarungan tidak berguna itu bukankah lebih baik jika memperkenalkan diri kita masing-masing pada dua anak ini?" Ucap Gadis berambut cokelat dengan gemas.
Teman-teman nya tertawa canggung, mereka memperkenalkan diri masing-masing.
__ADS_1
"Nama ku Hong Li, umur ku tujuh tahun saat ini."
"Aku Xiu Xin, aku harap kau nyaman di kelas ini."Ucap gadis berambut cokelat seraya merangkul bahu Val.
"Panggil aku Chang Yi, dan sosok di pojok ruangan dia bernama Yuan Gang."Chang Yi menunjuk pemuda dengan tampang suram tengah menulis sesuatu di kertas.
"Ku sarankan kau tidak perlu mengganggu nya dia bahkan tidak segan-segan menghajar mu didepan guru."Timpal Hong Li pelan.
"Dan yang duduk di samping jendela, namanya Cun Myung dia terlihat seperti cendikiawan tapi sebenarnya dia iblis bahkan berani menendang bokong murid senior di sekte ini."Bisik Xiu Xin didekat telinga Val.
Val menahan tawa nya sambil diam-diam melirik kearah Cun Myung sebuah tangan menutup kedua matanya, dan terdengar suara tak menyenangkan didekat telinga nya.
"Coba saja kau lihat ku pasti kan lelaki itu kehilangan matanya."Kata Zhu Rey lewat telepati.
Mendengar nya Val membatu seketika dia langsung berubah posisi agar tidak melihat Cun Myung. Entah kenapa Zhu Rey mendadak terlihat sangat posesif pada nya.
"Jadi, yang kalian maksud pertandingan antar kelas itu semacam tradisi manusia untuk mengukur kekuatan mereka?" Tanya Zhu Rey membuat Hong Li mengerut kening.
Cara bicara Zhu Rey yang tidak biasa membuatnya melihat Zhu Rey sangat aneh.
"Ya, bisa dibilang begitu lalu biasanya setiap tahun akan di ukur bakat murid-murid sekte untuk memantau perkembangan mereka."Tambah Xiu Xin cepat.
"Sekarang kami mengerti."Angguk Val.
"Ekhem."
Semua mata tertuju kearah pintu, wanita cantik dengan hanfu putih bercorak awan biru tengah berdiri di ambang pintu ditangannya terdapat sebuah kristal putih yang menyatu dengan besi tipis sebagai penopang.
"Saya yakin kalian semua sudah tau hari ini saya akan memeriksa bakat kalian." Ning Lian berjalan masuk kedalam kelas.
Dia menaruh Cristal ditangannya keatas meja, lalu duduk di kursinya. Semua murid tampak gugup begitu juga Val dia takut bakatnya diketahui. Jika seseorang memiliki bakat yang bagus bisa dihitung atau pun melihat dari elemen yang dimiliki nya.
Namun, jika seseorang yang memiliki banyak elemen akan di cap sebagai murid terburuk sepanjang masa. Meski pun itu terdengar bagus paling tidak dalam satu dekade ini elemen cahaya yang paling di agungkan.
Sebab dari cerita legenda elemen tersebut yang berhasil digunakan untuk menekan kegelapan. Mendengar hal itu saja sudah membuat Val kesal jika diingat-ingat dengan mimpinya bertemu dengan sosok itu Val berharap mimpi itu bukanlah hal kenyataan.
"Saya akan memanggil kalian satu persatu kedepan."
"Baik guru."
Ning Lian membuka buku daftar kecil yang biasa disimpen dalam laci meja nya.
"Cun Myung."
Semua mata tertuju pada Cun Myung, pemuda dengan rambut sedikit acak-acakan itu bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan kedepan kelas. Ning Lian memperhatikan sikap Cun Myung akhir-akhir ini pemuda itu tidak membuat keonaran. Tentu saja Ning Lian merasa puas dengan perubahan sikap Cun Myung.
"Seharusnya tidak ada yang beda dari tahun kemarin." Gumam Cun Myung.
__ADS_1
Padahal elemen tidak akan bertambah atau pun berubah menurutnya. Lalu kenapa sistem tidak berguna seperti ini masih saja di lakukan setiap tahun.
Cun Myung meletakkan tangannya di atas Cristal. Benda itu mendadak tidak bereaksi sama sekali membuat Ning Lian mengerut kening.
"Apa elemen ku hilang?" Tanya Cun Myung datar saat benda yang di pegang nya tidak bereaksi sama sekali.
"Tidak." Ning Lian menggeleng kan kepala pemeriksaan kali bukan bertujuan mengetahui elemen seperti ditahun ajaran pertama.
Ini hanya memeriksa perkembangan murid sampai mana mereka meningkat.
"Tahun ini kau sudah mencapai tahap perunggu bintang 1?"
Mata Cun Myung terbelalak, bagaimana bisa Ning Lian mengetahui kemajuan yang tidak biasa terjadi pada dirinya.
"Iya, tahun sebelumnya hanya mencapai perak bintang 3." Cun Myung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Semua murid mendengar nya langsung menatap Cun Myung tidak percaya, apakah Dewi keberuntungan tengah bersinar di jalan Cun Myung?!
"Guru apa pemeriksaan ini bukan mengetahui elemen kami bertambah atau tidak?" Hong Li mengangkat tangan kanannya.
"Tahun ini saya harus memeriksa perkembangan kalian." Ucap Ning Lian.
Mata Val melotot, bagaimana? Jika Cristal itu mengetahui ukuran kekuatan nya bukankah sekte Hua San akan gempar.
Tap...
Zhu Rey menggenggam tangan Val, gadis itu merasa sesuatu tengah menerobos masuk dalam dirinya. Mendadak rasa sakit menikam tubuh Val membuat Val berteriak keras. Untung saja Zhu Rey membuat suara Val tidak terdengar sama sekali.
"Apa yang Rey lakukan?!" Teriak Val lewat telepati.
"Menyegel kekuatan mu sementara tenang lah kau tidak perlu bersusah payah melepas segelnya." Balas Zhu Rey dengan raut wajah tenang.
"Val merasa familiar dengan ini."
"Tentu saja, Alyosh mengajarkan ku teknik itu untuk berjaga-jaga siapa tau ada hal genting seperti ini." Zhu Rey menyeringai lebar.
"Chang Yi."
Val menunduk mencoba mengingat sesuatu ah, benar waktu itu Zhu Rey masih berupa telur dan dirinya masih menjadi manusia. Meski begitu Val dan Zhu Rey bisa berkomunikasi karena itu Val sangat bersemangat ketika pertama kali melihat telur yang bisa berbicara.
"Zhu Rey."
Zhu Rey beranjak bangun dan mendekati Ning Lian, dia meletakkan tangannya keatas batu Cristal ada getaran halus ketika telapak tangan Zhu Rey bersentuhan dengan benda itu.
"Perak bintang 2 itu sangat bagus di usia mu seharusnya masih berada di perak bintang 1." Ning Lian tersenyum tipis.
Sementara pemuda didepannya malah menatap wanita itu tanpa ekspresi dan kembali ke tempat duduknya. Kemudian Val di panggil kedepan untuk melakukan pemeriksaan dan hasilnya sama seperti Zhu Rey.
__ADS_1
"Ini membosankan bahkan tidak ada materi."Keluh Val.
"Aku yakin setelah ini manusia bernama Ning Lian itu akan mengajarkan sesuatu pada kita bersabarlah Val." Kata Zhu Rey dia menepuk pela kepala Val meskipun gadis kecil itu tidak suka dengan perlakuan Zhu Rey pada nya.