The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Menuju sekte Hua San


__ADS_3

Chen Fen menatap Bibi Su penuh hormat dia memberikan salam perpisahan, beberapa murid sekte Hongzhi yang dibawa nya juga melakukan hal yang sama. Kecuali gadis kecil dengan rambut perak yang langka itu mendapat pelukan dari para juru masak.


Bahkan murid senior di sekte Hongzhi dengan identitas istimewa pun memberikan pelukan hangat, hal itu menunjukkan bahwa gadis kecil itu memiliki identitas yang rumit.


"Tolong berhati-hati lah di jalan, jaga murid-murid saya jangan sampai mereka terluka." Pinta Bibi Su.


Melihat ketua sekte Hongzhi yang begitu perhatian kepada murid-murid sekte nya, membuat Chen Fen merasa tidak ada yang lebih baik, dari ketua sekte yang lain selain Ketua sekte Hongzhi.


"Saya mengerti."


"Val akan merindukan Bibi Su."


Gadis kecil dengan paras menawan memeluk, ketua sekte dengan hangat.


"Jangan nakal mengerti Val? Kau tidak boleh membuat repot senior baru mu."


"Dia tidak akan membuat masalah selama ada diri ku." Anak lelaki berambut hitam dengan warna mata merah gelap melipatkan kedua tangannya didada.


Chen Fen mengangguk menyetujuinya, Bibi Su hanya bisa tersenyum kaku kemudian mereka melepas kepergian Zhu Val dan Zhu Rey bersama Shui Sharon, Feng Wuxie, Chen Fen, Weiheng.


Val tidak akan menyangka jika mereka akan pergi menggunakan gulungan teleportasi. Melintasi ruang dan waktu sangat lah menguras banyak tenaga. Bahkan guncangan dahsyat terjadi membuat Val memuntahkan semua isi perut nya.


Zhu Rey memijat pelan tengkuk Val berharap gadis itu merasa sedikit lebih baik. Kemudian mengelap mulut Val dengan sapu tangan nya.


Bagaimana bisa Val malah seperti ini? Bahkan Shui Sharon pun ikut memuntahkan isi perutnya. Val memeluk Zhu Rey erat, pemuda itu menyalurkan energinya berharap Val merasa sedikit nyaman.


"Apa sekarang merasa jauh lebih baik?"


"Iya terimakasih Rey." Val mempererat pelukannya.


Meski begitu mereka berdua mendapatkan tatapan iri dari Weiheng, dimatanya mereka seperti lebih dari sekedar saudara kembar seperti yang di ucapkan ketua sekte Hongzhi.


"Ekhem... Kita sudah sampai apa kalian mau istirahat anak-anak?"


"Tentu saja apa Senior tidak tau kami sangat merasa mengenaskan."Cibi Shui Sharon membuat Chen Fen tertawa kaku.


Wiheng duduk dibawa pohon rindang dia merasa lelah akibat membagikan energinya pada, junior-junior kecilnya. Melihat Weiheng tengah bersandar di pohon Val mendekatinya. Dia ikut bersandar disisi lain pohon.


"Sekarang kita berada di wilayah mana?" Val melirik Weiheng sekilas.


Pemuda itu membalas pertanyaan nya."Sebenernya kita sudah berada di wilayah sekte Hua San."

__ADS_1


"Kenapa tidak berteleportasi langsung kedalam sekte?" Zhu Rey bertanya, mungkin semacam pelindung yang membatasi teleportasi.


"Kita tidak bisa berteleportasi sampai kedalam sekte, pemimpin sekte terdahulu memasang segel agar tidak ada musuh yang dapat masuk kedalam sekte Hua San secara langsung." Jelas Chen Fen.


Weiheng menyetujui nya, bisa saja mereka langsung pergi kesana sekarang hanya saja anak-anak kecil yang dibawanya perlu istirahat.


"Aku haus, Feng Wuxie bisakah kau membagikan air mu pada ku?"


Feng Wuxie memberikan botol air miliknya, Shui Sharon adalah tipe gadis yang tidak mau repot dengan bawaan barang yang banyak. Mau tidak mau Feng Wuxie harus membawa keperluan mereka berdua.


"Kalian makan siang terlebih dahulu setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan nya."


"Baiklah." Val mengangguk kecil.


Sebuah botol minum disodorkan kearahnya, ternyata Zhu Rey menawarkan minum pada Val.


"Minumlah apa perut mu sekarang baik-baik saja? Apa masih terasa mual Val."


Melihat Zhu Rey mengkhawatirkan nya Val merasa senang, biasanya Zhu Rey tidak seperti ini anak itu selalu terlihat dingin dan datar.Lalu suka mengatainya dan memarahinya.


"Terimakasih Rey, sekarang Val lebih baik dari sebelumnya." Dengan senang hati Val menerima botol minum dari Zhu Rey dan meminumnya.


"Sangat segar meski begitu masih terasa tidak enak dimulut akibat muntahan tadi jadi terasa pahit."


"Ah baiklah, kalau begitu kita makan bersama saja tidak adil jika Val memakan semuanya."


"Ya seharusnya memang seperti itu sejak awal." Zhu Rey tersenyum tipis.


Weiheng menghela nafas, dia tidak tahu kenapa harus menjaga semua anak kecil ini? Apa guru nya sangat tidak tahu bahwa ini merepotkan.


Setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanan mereka. Alih-alih terbang menggunakan pedang laksana pendekar yang Val baca dari buku dongeng pemberian Ibunya. Kenyataan nya mereka berjalan kaki menuju bukit dengan bangunan-bangunan kayu berukir.


Setelah dekat dikaki bukit, mereka di sambut dengan undakan jika dilihat dari tempat berdirinya Val, rasanya tidak mungkin berjalan sampai ujung perbukitan.


Feng Wuxie mengedipkan matanya."Ini tidak salahkan? Aku rasa kami tidak akan sanggup sampai ditempat tujuan."


"Bahkan setiap tangganya mempunyai gaya gravitasi yang besar untuk menekan kami disetiap langkahnya." Ucap Zhu Rey.


Hal itu membuat Chen Fen sadar, bukit yang akan mereka singgahi adalah tempat mereka akan bertemu dengan Ketua sekte serta para tetua sekte Hua San.


"Weiheng dan aku yang akan menggendong kalian tidak keberatan bukan?"Chen Fen langsung menggendong Shui Sharon dan Feng Wuxie secara bersamaan. Kedua anak gadis itu duduk di lengan kokoh Chen Fen.

__ADS_1


Weiheng terkejut mendengar nya, junior mereka ada empat orang bagaimana cara mereka berdua membawanya? Membawa diri sendiri saja cukup menguras banyak tenaga. Jika ditambah beban dua orang yang digendong olehnya sama saja membuat nya pingsan ditengah perjalanan.


"Apa kau sudah gila?" Desis Weiheng tidak setuju.


Chen Fen menatap Weiheng datar."Jika kau punya ide lain kita tidak perlu menggendong mereka."


Perkataan Chen Fen membuat Weiheng tidak berkata-kata. Pemuda itu langsung menatap kedua anak kembar disampingnya.


Lalu menggendong mereka tanpa menunggu persetujuan Zhu Val dan Zhu Rey.


"Kami berdua akan membagi energi kami pada mu agar tidak begitu menyulitkan."


Mendengar hal itu membuat Weiheng merasa diremehkan, Pemuda itu langsung menginjakkan kaki di tangga batu mendadak sesuatu menekannya hampir membuatnya terjatuh.


"Sampai sekarang pun aku tidak menyukai hal ini,"Cetus Weiheng tak suka.


Chen Fen yang mendengarnya menjadi tahu penyebab temannya, selalu menolak panggilan dari Ketua sekte meski selalu membuat temannya dihukum.


Butuh banyak waktu untuk sampai ke tempat tujuan mereka, terlebih-lebih Val merasa tidak nyaman dengan energi yang menekannya. Dia juga harus membagi energinya pada Weiheng agar pemuda itu agar tidak terlalu membebani.


'Rey...'Val menatap Zhu Rey yang sedari tadi tengah memperhatikan sekelilingnya.


Zhu Rey terlihat biasa saja seperti tidak ada hal yang terjadi, mungkin bagi spirit beast seperti nya tekanan ini bukanlah hal yang sulit.


'Ada apa Val?'


'Tempat ini dipenuhi aura spiritual yang berlimpah, jika berlatih seperti ini bukankah bagus untuk kita.'Val tersenyum senang.


'Lupakan tentang pemikiran mu itu, tempat ini dipenuhi monster aku tidak bisa membayangkan jika mereka mengetahui identitas kita.' Zhu Rey merasa gelisah, dia mengetahui seseorang tengah mengawasi mereka.


Semoga saja telepati mereka tidak diketahui oleh orang asing itu, ada banyak manusia yang memiliki sifat buruk. Val sekarang adalah tanggung jawab Zhu Rey. Jika saja ada orang yang mengetahui identitas mereka mau tidak mau Zhu Rey harus membunuh orang itu.


Jika tidak bisa membunuhnya maka mereka harus menghapus ingatan orang itu, kalaupun masih tidak bisa pilihan terakhir hanyalah kabur dari tempat ini.


'Rey, apa pilihan Val sangat buruk? jika tempat ini berbahaya untuk kita apa melarikan diri sekarang masih bisa.'


'Itu sudah telat, melarikan diri hal mustahil apa kau tidak ingat sekte ini di beri pelindung yang kuat? Keluar dari sekte harus membutuhkan izin jika merobek paksa segel pelindung sama saja mencari mati.'


Val terdiam dia membuat keputusan yang salah, sudah terlanjur berpikir untuk kabur pun tidak bisa. Mereka sudah berada didepan bangunan megah milik sekte Hua San.


"Ya ampun rasanya pinggang ku mau patah."Weiheng menurun kan Val dan Zhu Rey.

__ADS_1


Pemuda itu melakukan perenggangan otot, sesekali memukul punggung nya keras. Chen Fen merasa kasihan tapi dia tidak bisa melakukan apapun untuk teman baiknya.


"Jangan banyak omong cepatlah Ketua sekte tengah menunggu kita jangan membuatnya menunggu terlalu lama."Kata Chen Fen mengingat kan.


__ADS_2