The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Sebuah kekalahan


__ADS_3

Cun Myung melemparkan tinjunya ke pohon terdekat, dia benar-benar kecewa dengan teman-temannya.Bukankah mereka mengatakan sudah mempersiapkan diri mereka? Sekarang setelah semuanya dimulai mereka terlihat lemah tak berdaya diaturan yang mengekang bakat mereka.


Sekarang yang tersisa hanyalah Zhu Rey dan Zhu Val,pemuda itu tak mau berharap banyak.


"Sekarang giliran kami berdua." Val berteriak semangat.


Feng Wuxie yang mendengar nya langsung murka,Kenapa kedua anak kecil ini tidak mau menurut? Bukankah dia sudah bilang pada mereka untuk tidak perlu ikut pertandingan? Bagaimana jika pemimpin sekte akan memarahinya jika kedua bocah kesayangan pemimpin sekte terluka meski cuma sedikit.


"Jadi kau berani mengikuti pertandingan walaupun aku sudah melarang mu?" Feng Wuxie tersenyum sinis.


Val yang mendengar nya langsung membeku dia melupakan larangan dari seniornya.


"Feng Wuxie..."Val melirik gadis itu takut.


"Guru! Aku ingin membatalkan pertandingan adik seperguruan ku apakah bisa?" Tanya Feng Wuxie pada Kuan Ye.


Lelaki dewasa itu mengerut kening."Apa kau pikir membatalkan pertandingan itu semudah kau mengupil gadis muda?"


"Jika ingin membatalkan pertandingan itu berarti kalian akan kalah, dan itu membutuhkan persetujuan antara kedua pihak yang berkaitan."


Cun Myung yang mendengar nya langsung bergegas menuju Kuan Ye."Apa aku bisa menggantikan teman ku dan bertanding melawan semua murid kelas mu?"


"Cun Myung apa kau gila?!" Teriak Yuan Gang kesal.


Meskipun Cun Myung kuat mampu menghajar murid-murid gila dari kelas pedang, tapi jika terus menerus berkelahi bukankah pemuda itu akan kelelahan dan belum tentu mereka akan menang.


"Cun Myung aku sarankan agar kau menyerah saja."


"Toh pada akhirnya kau tetap kalah hahahaha...."


Mendengar murid-murid kelas pedang menyoraki Cun Myung pemuda itu sangat kesal. Tapi di sisi lain kedua anak kembar itu pasti akan kalah.


"Cun Myung..."Chang Yi merasa Cun Myung terlalu memaksakan dirinya untuk sebuah kemenangan.


"Val ingin bertanding Feng Wuxie harus mengizinkan Val!" Seru Val bersikeras.

__ADS_1


Feng Wuxie merasa Val menyebalkan dia langsung menyeret gadis itu pergi."Tidak akan sampai diri ku mati pun aku tak mau mengizinkannya."


"Feng Wuxie tidak kah kau terlalu keras pada nya."Shui Sharon mencoba berbicara dengan baik agar Feng Wuxie mau mendengarkan nya.


"Jangan mencoba merubah pikiran ku, pemimpin sekte sudah berpesan pada ku agar Zhu Val mau pun Zhu Rey tidak ikut pertarungan dalam bentuk apapun." Ketus Feng Wuxie.


Val yang mendengar nya langsung berhenti memberontak,"Apa Bibi Su benar-benar meminta Feng Wuxie melakukan ini?"


Gadis itu tidak menanggapi pertanyaan Val, dia terus membawa Val pergi menuju asrama. Sementara Zhu Rey hanya bisa mengikuti langkah ketiga gadis didepannya.


"Setidaknya kali ini aman Val tak pernah tahu hal yang diperbuatnya akan menggemparkan sekte Hua San dan menarik perhatian para petinggi disini."Batin Zhu Rey.


Pemuda itu teringat sesuatu yang sangat penting, dalam hal bertarung Val tidak segan-segan menghabisi nyawa seseorang tanpa takut. Dengan jurus yang di ajarkan oleh Zhu Long itu bukanlah jurus biasa.


Jika dipakai untuk main-main yang ada berujung maut. Val tidak menyadari betapa berbahayanya dirinya sendiri.


"Aku tidak mau ditawan manusia rendahan itu jika tidak rahasia ku terbongkar." Lagi-lagi Zhu Rey berbicara pada dirinya sendiri.


Disisi lain Cun Myung masih bersikeras untuk ikut pertandingan lagi sangat disayangikan kelas pedang menolak Cun Myung, sudah jelas jika mereka menolak maka mereka dinyatakan pemenang nya.


Memang tidak adil bagi Cun Myung pemuda yang lebih berbakat menggunakan pedang, itu tertahan di kelas penggunaan elemen yang belum di izinkan pindah kekelas mana pun.


"Arghhh! Persetan! Ini salah kalian kenapa kalian tidak mau belajar dengan ku? Apa kalian takut dengan peraturan tolol yang di buat oleh guru!" Teriak Cun Myung kesal.


Beberapa murid kelas pedang tertawa mendengar nya mereka puas dengan kekalahan telak dari murid kelas pemula.


"Sialan kau pikir kami mau menuruti perkataan guru itu? Jika bukan karena dia mengenal keluarga kami sudah jelas kami melakukan nya sejak dulu." Chang Yi bersuara setelah diam sejak tadi.


Jika dipikir-pikir mereka semua anak buangan di keluarga mereka, meskipun keluarga mereka memutuskan mereka masuk ke sekte Hua San bukan berarti keluarga mereka bermurah hati membiarkan mereka berkembang sesuka mereka.


Dan wali kelas mereka lah yang menjadi sepasang mata yang mengawasi pergerakan mereka semua.


Xiu Xin menghela nafas berat, dia melangkah pergi dengan bahu yang sedikit merosot. Chang Yi langsung menyusul Xiu Xin di ikuti dengan Yuan Gang.


Cun Myung menatap teman-teman nya pergi dia menggeram kesal, seseorang menepuk nya. Saat tahu siapa yang menepuk bahunya Cun Myung langsung membanting tubuh orang itu.

__ADS_1


"Kemana saja kau? Pertandingan kita sudah selesai dan kau menghilang sebelum pertandingan dimulai." Cun Myung kembali menggila.


Hong Li mencoba menghentikan tingkah gila Cun Myung, pemuda itu sudah bekerja keras untuk hari ini sangat disayangkan teman-teman nya tak bisa membantu dirinya.


"Maaf kan aku Cuma Myung, tadi aku ada urusan mendadak."


"Kau kira aku akan semudah itu memaafkan mu?" Cun Myung melotot tak suka.


Hong Li bangkit berdiri dia tidak memiliki rasa benci pada Cun Myung meski pemuda itu telah memukulinya."Jangan marah kita bisa memenangkan pertandingan jika kita mengikuti kompetisi yang kepala sekte buat untuk bulan depan."


"Kompetisi?" Cun Myung memiringkan kepalanya.


Raut wajah nya terlihat bingung, Hong Li tersenyum tipis dia tahu Cun Myung belum mengetahui ini.


"Kau tau bulan besok dimensi Kunlun akan dibuka? Kelas mana yang mendapat kan banyak material mereka akan mendapatkan izin untuk masuk ke Pagoda tanpa dosa." Bisik Hong Li.


Mendengar itu wajah Cun Myung membeku, Pagoda tanpa dosa tempat kultivasi terbaik di sekte Hua San. Hanya murid yang masuk kedalam daftar rangking 1-10 yang bisa memasuki Pagoda tanpa dosa.


"Kau yakin tak ingin ikut?" Goda Hong Li.


Tentu saja Cun Myung ingin ikut hanya saja bagaimana dengan teman-teman lainnya? Apa mereka mau ikut bersama nya?


"Aku ingin tapi bagaimana dengan yang lain?"


Melihat Cun Myung yang ragu-ragu, Hong Li tertawa geli baru kali ini melihat tampang Cun Myung yang lucu.


"Mereka pasti tak keberatan toh tak ada aturan untuk tidak menggunakan elemen."Hong Li menyeringai lebar.


"Benarkah? Itu bagus kita harus mengikuti itu."Cun Myung tertawa puas."Ayo keparat kita susul mereka!"


"Sungguh kau mau menanyakan nya sekarang? Mereka pasti masih marah dengan sikap buruk mu itu lebih baik besok saja." Ucap Hong Li menyarankan.


"Terserahlah aku tak mau tahu, kau harus meyakinkan mereka untuk ikut." Cun Myung mengibaskan tangannya.


Mereka berdua memutuskan kembali ke asrama, meski begitu benak mereka masih berisikan tentang kompetisi bulan depan. Tak akan ada yang tahu kejadian mengerikan akan menimpa mereka.

__ADS_1


__ADS_2