The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Kaisar Zu


__ADS_3

Kaisar Zu memandangi tumpukan dokumen, dia merasa dokumen itu tidak menyenangkan. Semuanya berkaitan dengan perang yang akan dia laksanakan karena Kaisar Ji berusaha membuat perdamaian dengan cara mengikat salah satu putrinya.


"Yang Mulia Kaisar, Pangeran Zu Ji Xuan meminta untuk bertemu dengan anda."Seorang Kasim muncul dari balik pintu.


"Suruh dia kemari."Cetus Kaisar Zu.


Kasim Gu membuka kan pintu lebar-lebar, Zu Ji Xuan masuk kedalam ruang kerja ayahnya. Dia membungkuk memberikan hormat lalu duduk didepan ayahnya.


"Bukankah aku sudah mengabulkan keinginan mu untuk menjemput putri mu?"Kaisar Zu menatap Zu Ji Xuan dengan tatapan tak senang.


"Yang Mulia Kaisar, saya minta maaf mungkin ini sedikit lancang bisakah saya keluar dari istana sebentar untuk mengajak nya berkeliling di ibu kota?"


Mata Kaisar terlihat memicing kearah Zu Ji Xuan. Dia tidak habis pikir dengan anaknya, kenapa lelaki itu terus membuat permintaan konyol?


"Tidak boleh, lebih baik kau selesai kan masalah ini."Kaisar Zu memberikan selembar kertas surat dari Kaisar Ji.


"Pilihlah Kau bisa mengambil keputusan untuk perang atau memilih adik perempuan mu untuk menikah."Perintah Kaisar Zu.


Dia berubah pikiran, dia tidak ingin memikirkan hal rumit hidupnya saja sudah rumit. Zu Ji Xuan membaca surat yang ditulis Kaisar Ji dan menghela nafas pelan.


"Saya akan menyelesaikan masalah ini."


"Kalau begitu pergilah,"Usir Kaisar Zu.


Sepeninggalan Zu Ji Xuan wajah Kaisar Zu terlihat berseri-seri. Seharusnya dia menikmati masa tua tapi anak-anak nya tidak kompeten untuk memperluas wilayah saja kesulitan setengah mati.


"Apa bagusnya menjadi lelaki yang tak berguna? Memiliki kekuasaan yang kuat dan wilayah yang luas itu lebih baik."Cibir Kaisar Zu.


Dia beranjak bangun dari tempat duduknya, dan keluar dari ruang kerja. Kasim Gu yang berdiri di depan pintu terkejut, tidak biasanya majikannya keluar lebih awal.


"Yang Mulia kemana anda akan pergi?"


"Ke danau dekat taman, siap kan beberapa camilan dan arak serta teh yang cocok untuk anak kecil."


Mata Kasim Gu mengerjap beberapa kali, dia mengorek telinganya karena takut salah dengar.


"Kenapa kau masih berdiri disini!" Hardik Kaisar Zu kesal.


"Maaf Yang Mulia saya akan segera menyiapkan nya."Ucap Kasim Gu sambil lari terbirit-birit.


Jantungnya berdegup kencang setiap hari dia merasa selalu senam jantung. Kaisarnya terlalu menyeramkan, bahkan diajak bercanda saja sebagai gantinya nyawanya bisa melayang.

__ADS_1


Kaisar Zu pergi ke taman beberapa selir bertemu dengannya langsung memberikan hormat, mereka langsung mengerumuni Kaisar. Ini kesempatan emas untuk menarik perhatian Kaisar.


"Yang Mulia Kaisar saya akan menemani anda berjalan-jalan ditaman ini."Ucap Selir Agung.


"Menjauh dari ku jika ingin mengikuti ku, berjalan lah dibelakang dan menjaga jarak."


"Baik."


Semua selir berbaris dibelakang Kaisar dengan patuh, mereka tidak bisa menentang Kaisar. Biasanya Kaisar akan menolak dan mengusir mereka. Tapi hari ini terlihat berbeda, suasana hati Kaisar terlihat cerah.


Val berlari mengejar Zhu Rey dan Chu Zu, sebenarnya Zhu Rey tidak ingin bermain kejar-kejaran tapi Val memaksa nya. Dan Chu Zu juga memohon pada Zhu Rey agar bersenang-senang bersama mereka berdua.


"Kwek! Val akan mengejar kalian!" Val berlari mengejar Chu Zu dan Zhu Rey bersama boneka anak ayamnya.


"Kejar saja kalau kau bisa."Cibir Zhu Rey dengan penuh tenaga berlari menjauhi Val.


"Kyahahaha... Kena!"Val menghantam bonekanya ke kepala Zhu Rey.


"Arghh... Apa-apaan sih jangan memukul kepala ku yang berharga."Pekik Zhu Rey sambil mengejar balik Val.


"Val cepat lari!"Teriak Chu Zu keras.


"Kalian curang!"Seru Zhu Rey mengkel.


"Bleee."Val menjulurkan lidahnya kearah Zhu Rey.


Zhu Rey menggerakkan giginya, dia berhasil memperpendek jarak antara dirinya dengan Chu Zu dan Val. Dan melompat serta menepuk bahu Chu Zu dan Val.


"Kena kalian."Zhu Rey menyeringai puas.


Chu Zu dan Val berhenti berlari mereka terlihat kelelahan."Kami kalah."


Zhu Rey tertawa puas mendengar nya."Kalian sudah lelah, lebih baik kita istirahat."


Val melonjak kegirangan dia melompat turun dan mengajak Chu Zu kembali ke Paviliun. Langkahnya terhenti saat mencium bau yang familiar.


"Bersembunyi dibelakang Val."Zhu Rey menarik Val untuk bersembunyi dibelakang Chu Zu.


Val terlihat kebingungan tapi dia tidak menolak perintah Zhu Rey.


"Salam Yang Mulia Kaisar Zu."

__ADS_1


Chu Zu dan Zhu Rey membungkuk kan badan mereka. Mereka berdua tidak menyangka akan bertemu dengan Kaisar.


"Ya, seperti nya kalian sudah selesai jalan-jalan."


"Benar Yang Mulia kami baru saja bermain disini."Ucap Zhu Rey.


Kaisar Zu menatap Zhu Rey tajam kemudian tersenyum tipis."Sudahlah lama tidak bertemu, kenapa kau tidak menemui Zen saat sampai disini?"


"Saya minta maaf karena bersikap buruk."


"Aku mengerti."Angguk Kaisar Zu sambil berjalan melewati Chu Zu dan Zhu Rey.


Matanya tak sengaja menangkap boneka anak ayam yang disalah pahami sebagai bebek. Boneka itu tengah dipegang Val yang bersembunyi dibalik Chu Zu, kebetulan Val tengah berjongkok dengan ekspresi kebingungan.


Grep...


Kaisar Zu memegang kerah baju bagian belakang Val dan mengangkat Val dengan mudah. Zhu Rey terkejut dia tak menyangka Val tetap diam ditempat alih-alih perlahan bergerak kearah lain agar tidak terlihat.


"Val bodoh."Maki Zhu Rey dalam hati.


"Kau selalu saja bersembunyi, ayo ikut Zen pergi jalan-jalan."Ucap Kaisar Zu datar.


Semua orang melotot mendengar nya, meski terdengar tak menyenangkan kata-kata nya berubah. Biasanya menyebut panggilan dirinya sendiri 'Zen' saat berada di singgasana nya. Diluar itu dia akan berkata seperti orang normal.


"Ya-yang Mulia maaf tapi ini jadwal nya tidur siang Val."Kata Chu Zu takut.


Kaisar Zu menatap Val lalu menatap Chu Zu, mereka tidak mirip. Lalu menatap Zhu Rey warna rambut nya juga tidak mirip.


"Nama mu Val ya kau siapa nya menantu Zen?"


"Val adalah putri angkatnya Kwek!" Jawab Val sambil memainkan boneka anak ayamnya.


Para Selir yang mendengar nya terkejut, bagaimana bisa anak sekecil itu berani berbicara tidak sopan?


"Ku dengar kau memiliki anak angkat yang kembar tapi mereka tidak kembar."Kaisar Zu menunjuk Zhu Rey.


"Mereka kembar tak seiras yang mulia."Ucap Chu Zu.


Kaisar Zu menatap Val lekat-lekat,"Menarik, dia akan bersama ku kalian semua bisa pergi jangan ikuti aku."


Para Selir Kaisar Zu ternganga lebar, kenapa semudah itu Kaisar mencampak mereka? Zhu Rey mengepalkan tangannya erat, dia berdoa agar Val tidak mengeluarkan kemampuan nya. Tapi si tua itu tertarik pada Val sebenarnya apa yang Val lakukan hingga si tua itu tertarik pada Val?

__ADS_1


__ADS_2