The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Permintaan Bibi Su


__ADS_3

"Ini sudah larut malam sampai kapan kau akan terus membuat obat?"Tanya Zhu Rey bosan.


Sedari tadi dia hanya duduk diam memperhatikan Val yang tengah belajar membuat obat, meski gagal berkali-kali entah kenapa gadis itu tidak mau menyerah.


"Satu lagi Val selesai jika Rey mengantuk tidur lah lebih dulu."


"Aku tidak butuh tidur, karena sudah banyak tidur selama bertahun-tahun."


"Karena Rey naga bukan."


Zhu Rey mengangguk, dia menatap butiran obat yang berada di kotak kayu dalam sehari Val sudah bisa membuat lima buah saja sudah luar biasa di umurnya.


"Seperti nya kau berbakat dalam membuat obat Val."


Brak...


Val menggebrak meja depan Zhu Rey dengan tatapan mata bersinar dia menatap Zhu Rey.


"Be-benarkah? Val senang mendengar nya kalau begitu Val akan membuat lebih banyak lagi untuk Rey."Ucap Val senang jika tidak bisa memasak bukankah membuat obat akan sama menyenangkan nya.


Tidak di pungkiri lagi Val menaruh harapan pada setiap obat yang di buatnya, berharap obat nya bisa membantu seseorang.


Zhu Rey berdeham lalu mengangguk kecil."Tapi sekarang ayo kita kembali kau butuh istirahat bukan."


"Hari ini menguras banyak tenaga pulih kan mental dan tenaga mu untuk esok."


Kali ini Val menyetujuinya, menurutnya itu memang hal yang masuk akal mengingat bahwa dirinya sendiri juga merasa lelah.


"Mau ku gendong?" Zhu Rey berjongkok di pinggir Val.


"Tentu saja." Kata Val dia langsung mendekati Zhu Rey dan memeluk leher pemuda itu.


"Aneh."


"Ada apa Rey?" Tanya Val saat Zhu Rey berdiri dan membawa nya keluar dari balai pengobatan.


"Berat badan mu tidak menambah malah semakin menyusut apa kau tidak makan dengan benar Val."


"Itu tidak benar Val makan banyak setiap hari." Sanggah Val cepat.

__ADS_1


"Biarpun kau menyangkalnya aku tetap tau kau tidak makan banyak buktinya kau melewatkan waktu makan malam."Balas Zhu Rey mengingat Val yang menolak untuk makan saat diajak olehnya.


"Bukankah Rey juga tidak makan?"Val menggembungkan pipinya kesal.


"Aku makan hanya saja tidak memakan makanan manusia."


"Lalu Rey memakan apa?"


"Kekuatan jiwa mu, kau merasa lelah kan? Karena aku memakan nya sedikit."Kata Zhu Rey pelan.


Langkah nya terhenti didepan kediaman bibi Su, wanita tua itu tengah berdiri didepan pintu menatap dua anak kecil yang menghampiri nya. Dia sudah menunggu lama sejak makan malam dimulai, kedua anak kembar yang ditunggu nya tidak kunjung muncul.


"Bi-bibi Su..."


"Masuk lah diluar dingin."Tanpa basa basi lagi Bibi Su meninggal kan Zhu Val dan Zhu Rey.


Zhu Rey menurunkan Val dengan hati-hati lalu menggandeng tangan Val saat masuk. Entah kenapa dia merasakan aura mencengkam dari Bibi Su.


Mendadak pintu tertutup dengan sendirinya, Bibi Su berdiri membelakangi Zhu Rey dan Zhu Val.


"Ada yang ingin aku sampaikan."


"Jangan takut ada aku Val."Bisik Zhu Rey saat melihat Val terlihat takut.


"Katakanlah kami akan mendengar nya."Balas Zhu Rey datar.


"Saat ini keadaan sekte sedang kritis, mau tidak mau aku harus mencari pengganti giok kehidupan."


"Apa sangkutan nya giok kehidupan dengan kami?"Zhu Rey menatap Bibi Su dengan tajam.


Mungkinkah wanita tua itu akan menjual mereka keseseorang, untuk mencari pengganti giok kehidupan.


"Giok kehidupan memiliki peran yang penting dalam sekte, selama ada dia semua tumbuhan yang di tanam sekte serta semua herbal dan bahan pangan berhasil tumbuh dengan sempurna."


"Berkat itu setiap tahun sekte Hongzhi selalu menjadi pasokan bahan makanan mentah untuk ibu kota ataupun daerah sekitar nya setiap musim dingin tiba."


"Bukan kah sekte adalah tempat belajar? Lalu kenapa malah menjadi petani." Val merasa heran.


"Jika kami tidak melakukan itu, bukankah gudang sekte akan kosong tidak ada uang yang kita simpan serta bahan makanan untuk musim dingin?"

__ADS_1


"Aku akan mengirimkan beberapa murid untuk belajar, di sekte Hua San disana ada kenalan ku."


"Katakan saja keinginan mu wanita tua!" Kata Zhu Rey dengan nada tinggi.


"Aku berencana mengirim kalian berdua kesana bersama murid lain yang masih muda."


Bibi Su menghela nafas, bahunya terlihat sedikit merosot seolah-olah beban yang ditanggung nya. Sangat lah berat demi sekte yang dia kembangkan bersama janjinya kepada teman seperjuangan nya.


"Dengar lah nak, aku mengirim kalian agar kalian menjadi kuat sumberdaya sekte sedang dalam masa kritis tidak bisa mendukung banyak murid."


"Di sana kalian akan terus bertambah kuat, lalu aku harap kalian tidak melupakan jati diri sekte kalian, belajar lah disana selama lima tahun saat itu juga aku akan berusaha membangkitkan kembali sekte hongzhi."


"Mencari pengganti giok kehidupan agar sekte ini hidup kembali." Bibi Su menoleh menatap kedua anak kembar dibelakang nya.


Gadis kecil dengan rambut perak itu tidak boleh berhenti berkembang disini, seseorang menyuruhnya untuk tidak membuat masa depan gadis itu hilang. Sekte nya bukan lah terbaik untuk Val lebih baik jika Val belajar di sekte Hua San untuk sementara.


"Aku akan ikut jika Val ingin pergi kesana." Zhu Rey menatap Val menunggu keputusan gadis itu.


Val menggigit bibir, jika dia pergi bukankah bisa memperluas pencarian kakak nya? Memang selama tinggal di sekte ini tidak bisa mencari Zhu Long. Namun, sekte ini memberikan orang-orang yang menyayangi nya.


"Val akan ikut."


Bibi Su tersenyum tipis."Terimakasih Val Bibi akan menyiapkan semua yang di perlukan untuk perjalanan kalian mulai besok."


"Kapan kami pergi?" Tanya Zhu Rey dia harus mengetahui.


"Tidak tahu, kalian akan pergi jika utusan sekte Hua San sudah datang kemari." Bibi Su pergi meninggalkan Zhu Rey dan Zhu Val.


Val berjalan memasuki kamarnya diikuti Zhu Rey, dia merebahkan tubuh kasur dengan nyaman begitu juga Zhu Rey yang merebahkan diri disamping Val.


"Val kau menyetujui karena berharap disana ada kakak mu?"


"Iya, Paman Hao tidak bisa membantu Val karena masalah sekte." Val menutup mata nya dia memeluk Zhu Rey erat.


"Seharusnya kau tidak perlu meminta bantuan nya, aku yang akan menemani mu mencari nya." Bisik Zhu Rey pelan.


Val sudah terlelap tidur pemuda didalam pelukannya belum tertidur sama sekali, hanya diam membisu menatap Val. Jari jemari nya memainkan rambut milik Val kemudian mencium nya.


"Bagaimana bisa makhluk rendah seperti mu membuat ku tertarik Val?" Zhu Rey tertawa mengerikan.

__ADS_1


__ADS_2