The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Berhenti memanggilku Bibi!!


__ADS_3

Hao Tian memperhatikan perubahan pada diri Val dari sebrang meja kini, mereka berempat berada di kantin khusus murid.


Ada banyak hal yang berubah dari gadis kecilnya, Val yang dulu dia kenal hanyalah gadis kecil yang sangat periang. Tapi dihadapannya gadis itu duduk dengan sorot mata yang suram meksi berusaha bersikap seolah - olah tak ada masalah.


Apa selama Val sendirian dia menahan semuanya? Val terlalu dini untuk mendapatkan masalah yang berat. Hao Tian juga agak shock ketika Zhu Long menghubunginya menggunakan burung kertas.


Kedua orang tua Val dan Zhu Long pergi tanpa mengajak mereka berdua. Hanya menitipkan mereka pada kepala desa yang selain itu, desa tersebut adalah desa terpencil yang sulit dijangkau orang biasa.


Tapi siapa sangka di desa itu terdapat sekelompok kultivator yang tengah mengincar Zhu Long? Kakak Val bukan lah manusia.


Namun, dia adalah spirit beast yang langka tidak salah lagi seekor Harimau putih dari klan spirit elite. Hao Tian tak sengaja mengetahui nya nyaris saja Ayah Val hendak membunuhnya.


Ada banyak misteri yang dimiliki oleh keluarga Zhu. Semua anggota keluarga tersebut memiliki talenta untuk menyaingi kekuatan Kultivator yang paling terkemuka.


"Jadi apa dia juga seekor harimau kecil?" Hao Tian menunjuk Zhu Rey.


Anak lelaki itu sedari tadi menatap nya dengan penuh permusuhan."Bukan, dia sama seperti Ayah."


Mendengar jawaban Val membuat Hao Tian berpikir keras, Rasanya benar-benar ingin meledak otak nya! Ayah Val identitas nya tidak diketahui entah dia manusia atau spirit.


Disisi lain, ibu Val memiliki identitas sebagai spirit Harimau putih dari klan elite. Lalu bagaimana dengan Val? Terakhir kali Hao Tian bertemu dengan Val gadis itu adalah manusia.


'Keluarga yang sangat aneh'Pikir Hao Tian.


"Val bagaimana bisa kau menjadi murid tukang bukan kah Paman memberikan token pada mu?" Shu Feng mengerut alis.


Zhu Rey yang sedari tadi dia ikut berbicara, tanpa diminta dia menceritakan kejadian kemarin.


".... seperti itu ceritanya, aku tidak menyangka pangeran Hao Tian berada di sekte miskin." Zhu Rey menghela nafas pelan.


Shu Feng terbatuk-batuk mendengar nya apa mata Zhu Rey buta, sehingga tidak menyadari sekte Hongzhi bukan lah sekte miskin.


"Kau tidak bisa menghina sekte secara sembarangan, jika kau ketahuan mungkin saja sudah dibawa ke balai hukum."Bisik Hao Tian tampaknya pemuda itu tidak tersinggung dengan perkataan Zhu Rey.

__ADS_1


"Dengar itu Rey, lain kali jangan terang-terangan untuk menghina."Val menyetujui perkataan Hao Tian.


Brakk....


Val terkejut bukan main saat seorang gadis cantik dengan tubuh semampai, dan rambut panjang yang lembut bagai sutra. Memukul meja dengan keras hingga, beberapa mangkuk makanan terjatuh dari meja begitu juga sumpit yang di pegang Val.


"Ah ya ampun aku tidak sengaja."Gadis cantik berpura-pura merasa bersalah Meksi hatinya bertentangan.


"Aku rasa kau sangat sengaja,"Ketus Zhu Rey marah.


Gadis cantik itu benar-benar tidak sopan santun, bahkan berani mengotori pakaian nya. Kuku Zhu Rey perlahan memanjang dengan ujung yang runcing.


Lalu tangan mungil Zhu Val memegang pergelangan tangan Zhu Rey lembut. Gadis itu tau saudara nya sedang marah tidak baik jika aura naga milik Zhu Rey diketahui seseorang.


"Biarpun anda tak sengaja tidak memungkiri jika anda harus meminta maaf."Ucap Val dengan tampang cemberut.


"Gadis kecil seperti mu memiliki lidah cukup tajam juga ya?" Dengan wajah polos gadis cantik itu menatap Zhu Val.


"Seperti nya anda harus bercermin Nona Jia Li." Hao Tian bangkit berdiri.


Bukan berarti Hao Tian meliriknya,"Jika kau kesini hanya ingin membuat keributan lebih baik pergi saja."


"Pangeran anda terlalu jahat pada saya, saya kesini tidak bermaksud membuat keributan."


"Orang buta tuli bisu pun tau anda membuat keributan tanpa alasan." Geram Shu Feng.


Ah benar-benar merepotkan berurusan dengan gadis seperti Jia Li. Zhu Val mendekati Jia Li dengan tampang menyedihkan.


"Nona baju Val kotor karena anda, lebih baik anda memberikan Val baju baru yang bersih."Ucap Val dengan tampang memelas.


Beberapa murid perempuan disekitar mereka saling berbisik dengan nada keras.


"Kau lihat itu? pada dasarnya dia ****** tidak tahu diri bahkan hanya mengganti kan seragam murid tukang saja tak mampu."

__ADS_1


"Benar, dia benar-benar memalukan kenapa semua pria begitu tergila-gila pada wanita seperti dia?"


"Hei kalian berdua tidak takut jika Jia Li mendengar nya? Bagaimana jika Perdana Mentri mendengar omongan kalian?"


"Bahkan kalian menghina nya terang-terangan sungguh gila."


Jia Li menggertakan gigi dengan kuat, dia kesini hanya ingin mengajak duel Hao Tian, seperti nya caranya salah semua orang sekarang malah memandang nya rendah.


"Aku akan mengirimkan pakaian baru untuk mu ke kepala Area dapur sebagai gantinya."Balas Jia Li kesal.


"Pangeran apakah anda mau duel dengan saya? Hari ini saya akan membalas kekalahan saya beberapa hari yang lalu."


Haish, seperti nya kali ini Hao Tian harus meladeni Jia Li terlebih dahulu jika tidak. Jia Li akan terus meneror nya agar mau duel dengan gadis itu.


"Bisakah dilain waktu saja? Kau tidak lihat aku sedang bertemu dengan keponakan ku."Kata Hao Tian sinis.


Jia Li terdiam dia melirik Zhu Val dan Zhu Rey, kenapa seorang pangeran mau bergaul dengan murid tukang jika dilihat dari paras Val memang cantik dan imut. Lalu anak lelaki yang sepantaran dengan Val juga memiliki wajah yang tampan mungkin jika mereka tumbuh besar mampu menarik semua perhatian semua orang.


"Tidak apa Val harus kembali lagi pula Bibi terlihat ingin sekali membalas dendam pada Paman."


Mata sipit Jia Li terbelalak lebar dia masih begitu muda kenapa di panggil bibi?! Apa wajahnya terlihat setua itu.


"Gadis kecil mulut ku sungguh pedas kau tidak lihat aku masih begitu muda untuk dipanggil bibi?"


"Bukan kah anda teman Paman Hao? Sudah jelas Val harus memanggil anda Bibi." Balas Val polos.


"Arghh berhenti memanggilku Bibi aku masih muda dan cantik."Teriak Jia Li kesal.


"Bibi Jia Li seperti nya anda menjadi terlihat tua jika terus berteriak seperti itu."Ucap Val berhasil membuat emosi Jia Li meledak.


Hao Tian dan Shu Feng tertawa lepas, sesekali harus bisa melihat hal yang sangat langka setidaknya perut nya harus merasa keram karena banyak tertawa.


Jia Li menghembuskan napas kesal dia pergi tanpa mengucapkan sepatah kata dengan wajah merah.Apa Val berlebihan? gadis itu terlihat merasa tak enak pada Jia Li.

__ADS_1


"Val kau harus ingat tujuan awal kita."


Zhu Rey berbisik didekat telinga Val membuat gadis kecil itu tersentak kaget. Dia baru menyadari kesalahannya!


__ADS_2