The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Berlibur


__ADS_3

Semua orang tengah menatap Val penuh tanda tanya, rambut Val yang biasanya disisir rapih oleh Zhu Rey kini terlihat berantakan. Val merasa di perhatikan memutuskan untuk bertanya.


"Kenapa kalian terdiam?"


"Ah, tidak apa-apa."Zhu Long membenarkan ikatan rambut Val.


"Apa yang sedang kau pikirkan saat kami tidak ada?"Tanya Zhu Rey, dia tau Val memikirkan banyak hal.


"Bukan apa-apa, Val hanya memikirkan uang."


Wa Di Xiang menatap Val curiga, dia merasa ada sesuatu yang disembunyikan.


"Kau tidak materialistis Val, tidak biasanya kau membutuhkan uang."Kata Wa Di Xiang membuat Val tersenyum kaku.


Zhu Long membuka kantung ruang nya lalu, menutupnya kembali dan memberikan benda itu pada Val.


"Disini ada banyak koin emas, pakai saja aku sudah mengambil beberapa."Kata Zhu Long.


Adik perempuan nya menerima kantung ruang tanpa sungkan, membuat Zhu Long senang.Entah kenapa jika Val menolak pemberian dari nya itu terasa menyakitkan.


"Wah... Terimakasih Val akan menggunakan nya dengan baik!"Seru Val senang.


"Nah sebaiknya kalian tidur besok kalian harus pergi bukan."Wa Di Xiang memaksa Val dan Zhu Rey tidur.


Kemudian menyelimuti mereka, tangan nya menepuk kepala Zhu Rey pelan. Dengan kasar Zhu Rey menyingkirkan tangan Wa Di Xiang.


"Jangan sentuh aku."Desis Zhu Rey dingin.


Alih-alih marah Wa Di Xiang malah tertawa keras, padahal Zhu Rey tengah serius tidak menganggap ucapannya itu sebuah lelucon.


"Jangan tertawa, ikut aku keluar kita harus membicarakan sesuatu."Ajak Zhu Long pada Wa Di Xiang.


Wa Di Xiang menuruti keinginan Zhu Long mereka pergi ke tempat sepi, tapi ini membuat Wa Di Xiang jengkel karena Zhu Long memiliki selera buruk dalam mencari tempat.


"Apa kita tidak pergi ketempat lain saja?" Wa Di Xiang menutup hidungnya.


Kakak Val tak waras membicarakan hal penting tapi,malah mengajak dirinya ke belakang tempat pembuangan kotoran manusia.


"Tidak ini tempat yang di hindari semua orang."Tolak Zhu Long.

__ADS_1


"Tapi kau harus memberikan toleransi sedikit pada hidung ku."Rengek Wa Di Xiang. Zhu Long terlalu kejam pada hidungnya, bahkan menyiksa hidungnya dengan bau tidak sedap yang menusuk.


"Aku langsung saja, bisa kah aku ikut dengan mu? Adikku tidak boleh harus bersama ku, dia tidak boleh bergantung pada ku."Kata Zhu Long membuat Wa Di Xiang menatap pemuda itu tak percaya.


"Kau serius? Val terlihat akan menangis selama 7 hari 7 malam jika kau pergi."


Hah, Wa Di Xiang terlalu melebih-lebihkan. Val tidak mungkin seperti itu, Zhu Long tau seperti apa sifat Val.


"Itu tidak akan terjadi, aku hanya perlu bilang ada urusan dia akan memahami nya."Zhu Long menatap Wa Di Xiang datar."Lagi pula ada Zhu Rey dia akan melindungi nya."


"Kau bodoh sekali, tapi terserah aku tidak mau bertanggung jawab jika hubungan mu retak."Ucap Wa Di Xiang sambil mengibaskan tangan kanannya.


"Jika dia bergantung pada ku, bagaimana jika aku meninggalkan dunia manusia dan dia tidak bisa apa-apa?"


"Bukankah selama ini kau tidak ada? Jadi dia sudah mandiri."Sergah Wa Di Xiang.


Zhu Long menggeleng."Itu tidak benar, Val memiliki Zhu Rey yang selalu menuruti keinginan nya dan satu lagi Zhu Rey keturunan sah dari salah satu penguasa Klan spirit elite."


Bibir Wa Di Xiang mengatup rapat, dia tidak bisa mengucapkan apapun. Tapi sebuah kalimat seakan bergema diantara keduanya. Yang mengatakan bahwa sudah jelas Zhu Rey akan pergi dari Val juga.


"Kau mengerti kan? Aku tidak akan merepotkan mu."Ucap Zhu Long, membuat Wa Di Xiang mengusap wajahnya kasar.


"Terimakasih, suatu saat aku akan membalas kebaikan hati mu."Kat Zhu Long lega.


"Lupakan itu, mari kita kembali anak-anak pasti sudah tidur."


"Ya."


Keesokan harinya Val terbangun lebih awal, meski begitu semua murid sudah siap-siap untuk pergi. Dan lorong asrama dipenuhi murid-murid yang sudah menaruh barang mereka didepan pintu. Siap untuk mereka bawa pulang, beberapa berjalan kaki dan di jemput dengan kereta.


"Mereka terlihat berseri-seri."Gumam Val saat melihat ekspresi orang-orang yang lewat didepannya.


"Tentu saja,"Kata Shui Sharon sambil menenteng tasnya dan memberikan tas itu pada Feng Wuxie.


"Harusnya kali ini kau yang membawanya Shui Saron."Protes Feng Wuxie.


Shui Saron tersenyum lebar dia menyadari akhir-akhir ini Feng Wuxie menjadi cerewet, biasanya diam tanpa bicara dan terlihat dingin. Dia menyukai Feng Wuxie yang cerewet dari pada Feng Wuxie yang suram dan dingin.


"Tidak mau, aku tidak kuat membawanya."Tolak Shui Saron membuat Feng Wuxie jengkel.

__ADS_1


Mereka berempat keluar dari asrama, mata mereka membulat saat melihat banyak orang tua. Pelayan serta pengawal menjemput murid-murid disini.


"Bukankah tangga yang menuju kemari terlalu tinggi?"Tanya Val tak percaya.


"Ya kau benar Val, mereka sanggup menaikkan anak tangga itu sungguh mengagumkan."Celoteh Shui Saron.


"Itu karena dihari libur Ketua Sekte kami mengizinkan semua murid dan wali murid memakai teleportasi sekte."Ucap Xiu Xin yang muncul dari belakang mereka berempat.


"Halo Val!"Hong Li melambaikan tangan dengan semangat.


"Kalian ikut kami jika ingin menggunakan teleportasi."Ucap Cun Myung seraya berjalan mendekati Zhu Rey dan mengangkat Zhu Rey.


"Turunkan aku."Ketus Zhu Rey, Cun Myung tidak terlihat takut lagi pada nya itu cukup menjengkelkan.


"Kami akan ikut."Feng Wuxie menyetujui nya secepat itu sukses membuat Shui Saron terkejut.


Pasalnya gadis itu pasti akan berpikir lama tapi kali ini tidak."Aku tidak ingin membuang banyak waktu."


"Kalau begitu ikuti kami!"Seru Yuan Gang senang.


Mereka akhirnya pergi ke tempat teleportasi, hanya sekejap mata mereka sampai ditempat desa terdekat dari Sekte Hua San. Mereka berpisah setelah saling memberikan pelukan erat. Kini yang tersisa hanyalah Val dan Zhu Rey mereka saling memandangi satu sama lain.


"Kita pergi ke pasar untuk membeli makanan dan pakaian non formal."Ucap Val.


"Tidak kita harus langsung pergi ke tempat pasangan Zu."Tolak Zhu Rey.


"Tidak mau Vak ingin..."


Mata Val melotot saat Zhu Rey membekap mulutnya, wajah Zhu Rey saat ini terlalu dekat dengan wajah Val. Membuat Val tak merengek lagi.


"Ayah Zu Ji Shi akan menjemput kita di desa satunya lagi, kau mengerti kan? Nanti disana kiat bisa melakukan apa yang kau inginkan."Kata Zhu Rey membuat Val mengangguk.


Pemuda itu ingin mengajari satu hal pada Val, bahwa tak semua keinginan selalu dia kabulkan. Val harus mengetahui batasan dirinya.


"Nah, sekarang ikuti aku."Ajak Zhu Rey sambil menarik Val pergi.


Val mengikuti Zhu Rey dengan pikiran yang penuh dengan konflik, kemarin malam. Kakak nya pergi bersama Wa Di Xiang karena ingin mengurus sesuatu. Dan Zhu Rey sempat berbicara juga dengan Kakak nya. Entah apa yang mereka bicarakan tapi Val yakin itu tentang dirinya.


Apa lagi Zhu Rey tak mau melakukan apa yang Val suruh dan pinta, kecuali memang benar-benar tak bisa Val lakukan. Membuat Val berpikir dia sudah berlebihan pada Zhu Rey. Mungkin saja Kakaknya meminta Zhu Rey tidak boleh memanjakan Val terus menerus.

__ADS_1


Tidak apa-apa! Val mandiri kok, liburan kali ini Val harus belajar hidup tanpa bantuan dari Zhu Rey atau siapapun lagi. Dia harus tau diri untuk bisa bertahan hidup tanpa bergantung pada siapapun.


__ADS_2