
Chen Feng kehilangan semua benang yang di telusuri nya, yang ditemukan nya hanyalah gadis kecil dengan mata sembab.
"Zhu Val?"
Gadis itu menoleh kebelakang dia langsung tersenyum."Senior Chen Feng."
"Bagaimana kabar mu? Apa kamu merasa nyaman disini?"
Dia hanya ingin berbasa-basi, bagaimana pun gadis ini bukan bagian dari sektenya.
"Kabar Val baik, Val juga suka tinggal disini semua teman sekelas Val sangat menyenangkan."
"Baguslah,"Chen Feng tersenyum.
Senyum nya memudar saat merasakan aura yang sama dengan jaring spiritual pada tubuh Val, dia menatap Val sejenak beberapa pernyataan timbul dipikirannya.
"Apa senior mau pergi ke kantin? Kebetulan Val mau pergi kesana Shui Sharon dan Feng Wuxie sudah menunggu Val."
"Aku ada urusan penting ke perpustakaan kebetulan jalannya berbeda arah dengan mu." Kata Chen Feng beralasan.
"Oh? Baiklah Val pergi dulu senior!"
"Iya."
Kepergian Val membawa kecurigaan Chen Feng meski begitu, Chen Feng tidak yakin Val lah pemilik jaring spiritual anak sekecil itu memiliki banyak energi spiritual untuk dijadikan benang itu mustahil. Siapa yang akan percaya gadis kecil dan imut itu memiliki banyak energi spiritual?
Chen Feng menepis pikiran buruknya, dia bergegas menuju perpustakaan. Langkah nya terhenti saat melihat sosok yang tak asing tengah membakar sesuatu. Tubuhnya membeku saat sadar apa yang dibakar sosok itu.
"Zhu Rey?"
"Apa yang sedang kau lakukan?! Siapa yang kau bakar."
Sosok yang ditanyakan itu terkejut dengan kehadiran Chen Feng yang mendadak. Zhu Rey terlonjak kaget sebuah tangan menerkamnya dia tidak akan menyangka ada yang memergokinya. Untung saja mayat Ning Lian sudah lenyap tertelan energi demonic nya.
"Senior? aku hanya membakar seekor serangga" Zhu Rey menatap Chen Feng dengan wajah polos.
Chen Feng menatap Zhu Rey murka."Kau pikir aku tidak tahu apa yang sedang kau lakukan? Katakan siapa kamu sebenarnya atau..."
"CK... Manusia rendahan seperti mu mau tahu siapa diri ku?" Zhu Rey tertawa geli.
Grap...kini Zhu Rey berada dalam genggaman Chen Feng pemuda itu mengunci kedua tangan Zhu Rey dipunggung. Kemudian mengikat nya dengan energi spiritual.
"Aku sebenarnya kecewa dengan mu tapi demi keamanan sekte..." Chen Feng mengeluarkan sebuah kertas dengan tulisan tinta berwarna hitam.
Dia membaca kan mantra kemudian menempelkan nya pada tubuh Zhu Rey. Kertas mantra itu mengikat tubuh Zhu Rey membuat pemuda itu kesulitan untuk bergerak.
Tak...
Sebuah pukulan keras mendarat di tengkuk Chen Feng pemuda itu langsung terjatuh dan tak sadarkan diri. Val menatap Zhu Rey serasa tertawa keras.
__ADS_1
"Rey yang kuat pun tidak bisa menghadapi senior Chen Feng."
"Diam! Aku sengaja ditangkap oleh nya." Sanggah Zhu Rey cepat."Lagi pula aku tahu kau ada disekitar sini.''
"Itu karena Val takut Rey ceroboh."Balas Val tak mau kalah.
"Sudah lah."Zhu Rey ingin mengakhiri perdebatan mereka yang tak berguna."Aku akan membakar nya."
"Jangan!" Sergah Val."Bagaimana jika semua orang curiga jika dalam satu hari ada dua orang yang hilang?"
"Apa Rey mau kita ketahuan?"
Zhu Rey menggeleng kan kepala." Tapi jika dia dibiarkan hidup bukankah sama saja membiarkan nya mengekspos siapa kita."
Apa yang harus Val lakukan? Apa dia juga perlu menghapus ingatan Chen Feng? Bagaimana jika ingatannya itu muncul kemudian Val dan Zhu Rey dalam bahaya?
Terlalu banyak hal yang membuat kepala Val sakit.
"Kau terlihat semakin bodoh."Ujar Zhu Rey saat melihat Val mengerut kening.
"Rey yang bodoh."
"Sejak awal ini salah mu, harusnya kau tidak terpancing emosi dan membunuh manusia bernama Ning Lian itu dengan gegabah."Zhu Rey menatap Val tajam.
Perkataan Zhu Rey sangat menusuk relung hati Val, tapi pemuda itu benar dirinya sangat ceroboh dan bertindak gegabah. Bahkan sangat kekanak-kanakan membunuh seseorang tanpa berpikir akan situasi yang disebabkan nya.
Melihat Val menundukkan kepala penuh penyesalan, Zhu Rey hanya bisa menghela nafas kemudian mengusap kepala Val lembut.
"Iya, aku tidak menerima kedua kali nya, hapus saja ingatan Chen Feng kau memiliki kemampuan itu."
"Umm..." Val mengangguk dia menghapus ingatan Chen Feng.
Lalu Zhu Rey meletakkan Chen Feng di tanah dan meninggalkan pemuda itu tanpa rasa bersalah. Meskipun Val sesekali menoleh kebelakang, Zhu Rey tetap menyeret Val pergi saat ini teman-teman nya pasti sedang mencari mereka.
Keesokan harinya.....
Val hanya bisa tersenyum kaku saat teman-teman nya marah karena pergi tanpa memberitahu apapun. Namun, gadis itu kelabakan saat ditanya guru mereka pergi kemana karena kelas harusnya sudah dimulai sejak dua jam yang lalu.
"Jadi harus nya kau tau kemana guru Ning pergi, kemarin kau mengejarnya bukan?" Tanya Chun Myung.
"Ya? Val tidak mengetahui nya kemarin Val tidak bisa mengejarnya akhirnya mampir ke kantin dan makan disana." Ucap Val bohong.
"Haish ya sudahlah hari ini kita nikmati saja toh tidak ada yang berubah dengan keberadaan guru Ning ada atau tidak." Yuan Gang menyatu kan beberapa meja kemudian tidur diatasnya.
"E-eh." Val menatap semua teman sekelas nya canggung.
Mereka tidak mau mendengar penjelasan Val sama sekali.
Ditempat aula ketua sekte Hua San tengah duduk dimeja panjang bersama para tetua, raut wajah mereka tampak begitu serius. Mereka menyadari kejanggalan yang terjadi kemarin.
__ADS_1
"Ning Lian menghilang secara tiba-tiba terakhir kali bukankah anak itu masih berada diantara kita?"
"Dan yang paling mencurigakan kita tidak ingat apapun selain awal pertemuan rapat."
Para tetua termenung rasanya ada orang dibalik kejadian ini, Ning Lian juga tidak memiliki tanda-tanda kehidupan nya disekte entah perempuan itu pergi secara diam-diam atau diculik. Mereka baru menyadari nya saat salah satu dari mereka kehilangan Ning Lian.
"Departemen keamanan sekte aku harap kalian menyelidiki hal ini." Hua Hyungi menatap orang-orang dari departemen keamanan.
"Kami akan mengurusnya tapi ketua kami membutuhkan beberapa orang lagi untuk mengurus kasus ini sebagian besar anggota kami sedang memperketat keamanan sekte."
"Ah aku lupa sosok itu akan mencuri benda pusaka milik kita."Hua Hyungi mengedipkan dia lupa mengingatkan rekan hidupnya untuk waspada.
"Kita sudahi saja pertemuan ini, segera umumkan hasil pemenang lomba nya."
"Baik ketua kami akan mengumumkan pemenangnya dari setiap jurusan."
Kelas mulai gaduh saat guru pengganti Ning Lian datang. Tidak lain adalah senior mereka yang terkenal dengan bakat langkanya dan panutan para murid di sekte.
Chen Feng! Pemuda berbakat itu sukses membuat semua murid ternganga lebar.
"Senior? Kenapa anda berada disini?" Xiu Xin memberanikan diri untuk bertanya.
"Saya guru pengganti sementara untuk kalian." Balas Chen Feng.
Semua orang langsung bersorak dalam hati, kesempatan mereka sudah datang! Mereka harus berkembang dan menentang peraturan keluarga mereka. Persetan dengan anak haram selama mereka masih bisa mengepakkan sayap. Tidak ada yang bisa mencegah mereka melambung tinggi.
"Saya akan membuat peraturan baru dikelas," Chen Feng mengambil kapur kemudian menuliskan sesuatu dipapan kayu.
"Peraturan pertama, kelas dimulai sekitar pukul 7 pagi jika kalian terlambat tidak diizinkan mengikuti pelajaran saya."
"Peraturan kedua, tidak boleh membuat kegaduhan selama kelas berlangsung."
"Peraturan ketiga, kalian tidak diizinkan makan didalam kelas selama saya sedang mengajar."
Hong Li membeku saat mendengar nya, buah apel yang sedang dia kunyah langsung ditelan secara kasar.
"Kau dengar itu Hong Li? Kau tidak boleh makan didalam kelas selama belajar." Yuan Gang menyenggol Hong Li jail.
"Bisakah kau diam." Hong Li menatap Yuan Gang tak suka.
Pemuda disampingnya tertawa kecil, lalu tawa nya hilang wajah berubah menjadi raut serius saat Chen Feng menatap mereka berdua.
"Ada yang keberatan dengan peraturan saya?"
"Tidak!" Jawab mereka semua tegas.
"Kalau begitu saya akan memulai mengajar."
Chen Feng memulai mengajari murid-murid dari kelas pemula. Sesekali melirik Val gadis kecil itu tampak serius mendengarkan penjelasan nya terlihat lucu dan menggemaskan.
__ADS_1